VIVAnews, - Tim sukses capres-cawapres, SBY-Boediono, mendesak calon presiden Jusuf Kalla (JK) untuk mengklarifikasi beredarnya selebaran yang memfitnah Boediono. Bila tidak ada klarifikasi dari JK, tim sukses SBY-Boediono akan menindaklanjuti dugaan fitnah itu. ( RABU 24 JUNI 2009, 16:26 WIB)
desain permainan isu istri agama boediono benar-benar bisa mengarah pada kubu JK Win, hal ini berkaitan dengan peristiwa diedarkannya selebaran yang mengutip dari laporan utama sebuah surat kabar yang berisi pernyataan Habib Husein AL-Habsy yang menyesalkan sikap partai-partai Islam yang mendukung pasangan SBY-Boediono.
sejak awal, saya sudah menduga bahwa rumor tentang agama istri boediono ustru akan menguntungkan pasangan sby no. baca http:// public.kompasiana.com/.../sekali-lagi-tentang-rumor-agama-boediono-yang-katanya-khatolik/ dan celakanya ternyata dalam sebuah acara yang dihadiri oleh capres JK, seseorang yang mengaku dari al zamiatul al wasliyah membagikannya kepada hadirin.
" Pembagian ini tidak bermaksud menjelek-jelekan seseorang, tetapi hanya untuk penyadaran terhadap kaum muslim," kata Azuden dari Al-Zamiatul Al-Wasliyah, pembagi selebaran.
sebagai sebuah selebaran yang disunting dari isi sebuah surat kabar, atau media massa, tentu tidak bisa serta merta bisa dikatakan sebagai black campaign, karena selebaran itu hanya memperbanyak saja dari berita yang sudah beredar luas lewat media tersebut. namun ketika selebaran itu dibagikan kepada masyarakat dalam sebuah acara yang dihadiri oleh seorang capres lain, tentu ini akan menjadi sebuah amunisi bagi tim sukses pasangan sby no untuk menyerang pasangan JK Win, yang menghadiri acara tersebut, dengan alasan minimal sengaja membiarkan selebaran gelap yang dikategorikan black campaign tersebut beredar tanpa ada sedikitpun teguran atau peringatan diberikan oleh tim sukses JK kepada pembagi selebaran tersebut.
jika hal ini tidak direspon dengan cantik oleh tim media pasangan JK Win, dikhawatirkan pasangan sby no akan memainkan berita ini dalam beberapa hari untuk menuai simpati dari masyarakat guna menaikkan elektabilitas sby no yang semakin turun dari hari ke hari.
kita tunggu saja hari-hari ke depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar