pilpres Iran bisa jadi adalah pilpres terpanas dalam tahun ini, ketika seorang calon presiden yang dianggap santun dan reformis serta didukung oleh kekuatan demokratis barat ternyata kalah dari calon presiden incumbent yang tidak didukung oleh kekuatan demokratis barat.
kerusuhan yang mempertanyakan keabsahan dari kemenangan Ahmadinejad mendapat sokongan penuh dari barat, bahkan presiden Prancis, yang baru saja mengusulkan agar burka (cadar bagi perempuan muslim) dilarang di Prancis, dengan tanpa ragu mengatakan ada kecurangan di pilpres Iran.
dukungan bagi para demonstran penentang Ahmadinejad juga datang dari media massa barat.
lalu bagaimana dengan di Indonesia yang juga akan menghadapi pilpres tanggal 8 Juli mendatang?
dari tiga pasang capres, 2 diantaranya jelas tidak membuat sreg negara paman SAM dengan tema kemandirian bangsa serta rencana negosiasi kontrak tambang yang pasti akan merugikan kepentingan ekonomi perusahaan-perusahaan multinasional dari amrik yang puluhan tahun bercokol di sini.
sementara yang satu jelas adalah good boy dari amrik karena kecintaannya kepada amrik sebagai second country.
dari sini jelas kalau amrik pasti punya kepentingan agar capres good boy itu bisa memenangkan kursi presiden pada Juli mendatang, karena dengan kemenangan good boy ini tentu amrik tidak akan direpotkan dengan perubahan diplomasi dan haluan politik yang diusung.
namun bagaimana jika good boy kalah?
mengingat elektabilitasnya yang cenderung turun dari hari ke hari, bahkan salah satu sayap pendukung pendukungnya menuduh bahwa partai-partai pendukung koalisi pemenangan good boy adalah gerbong tanpa penumpang, karena pendukung-pendukungnya lebih memihak pada pasangan capres lain.
bahkan ada berita yang beredar bahwa salah satu sayap pemenangan capres good boy akan mengalihkan dukungan ke capres lain pada detik-detik akhir menjelang 8 juli.
kalau memang good boy kalah, semoga apa yang terjadi di Iran tidak merembet ke Indonesia, kita lebih matang dalam berdemokrasi, toh bangsa kita cinta damai. tak ada yang perlu dikhawatirkan… semoga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar