assalamu ‘alaikum wr wb
membaca beberapa komentar yang berkitan dengan rumor tentang agama yang dianut oleh istri boediono, membuat saya tertarik untuk kembali nulis, semoga aja ada manfaatnya
lima tahun yang lalu, rumor serupa pernah dihembuskan kepada istri sby, dihembuskan bahwa istri sby adalah penganut ajaran khatolik, namun kemudian ternyata rumor itu terbukti tidak benar.
dengan adanya rumor serupa 5 tahun yang lalu, artinya rumor ini bukan muncul tiba-tiba saja, namun hanya pengulangan dari apa yang sudah pernah terjadi 5 tahun yang lalu menjelang pilpres, dan bukan kebetulan juga kalo istri boediono juga agak mirip dengan istri sby, yaitu herawati, jadi jangan-jangan memang rumor ini sengaja dihembuskan ke masyarakat untuk maksud-maksud tertentu oleh pihak-pihak tertentu.
sudah menjadi rahasia umum bahwa isu atau rumor atau apapun yang berkaitan dengan masalah agama dan keyakinan, adalah satu hal yang sensitif di negara kita, dengan begitu maka hal ini akan menjadi menarik sekali untuk diperbincangkan di tengah masyarakat karena sensitifitasnya.
apalagi di jaman orde baru, kita selalu dikungkung dengan istilah SARA, manakala kita mencoba untuk memperbincangkan masalah yang berkaitan dengan agama sesorang, apalagi menyangkut hubungannya dengan bernegara, kita seakan-akan telah betul-betul menjadi negara yang sekuler yang sama sekali harus menempatkan isu agama di luar perbincangan kehidupan bernegara, sehingga agama adalah urusan pribadi semata, dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan bernegara, begitu kira-kira gambarannya,
namun apakah demikian sesungguhnya negara kita?
negara kita sejauh yang saya pahami, bukanlah sebuah negara agama, namun juga bukan negara sekuler, kita adalah negara Pancasila, yang harus dipahami menemukan akarnya pada Piagam Jakarta.
artinya kita tidak bisa betul-betul bisa memisahkan agama dari kehidupan bernegara kita, karena dalam sila pertama Piagam Jakarta, Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya, yang meskipun tidak lagi tercantum sebagai dasar negara kita karena telah diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa, namun semangat dari sila pertama Piagam Jakarta itulah yang mendasari kompromi kenegarawanan yang mampu merubah bunyi piagam Jakarta tersebut.
kembali pada rumor agama istri boediono,
karena ini isu yang sensitif, maka ini menjadi menarik untuk dilempar kepada masyarakat, sehingga pasti akan menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat, dan pada gilirannya akan menjadikan yang bersangkutan menjadi topik pembicaraan yang hangat, lalu siapa yang diuntungkan dalam hal ini? jawabannya tentu adalah yang bersangkutan, karena dengan dilemparkannya rumor ini berarti boediono akan mendapatkan semacam iklan gratis bagi dirinya.
dan nantinya setelah nanti ada klarifikasi resmi dari boediono dan istrinya, bahwa istri boediono adalah seorang muslim, dengan testimoni dari berbagai pihak yang dekat dengan mereka, maka kasus selesai, sementara iklan gratis sudah didapat
jadi bagi para penentang sby, mari kita lupakan rumor ini, karena justru akan menguntungkan pihak sby boediono..
mari kita cari isu lain yang lebih cantik, lebih membumi, lebih bisa diterima, lebih santun, dan lebih menarik simpati masyarakat untuk menghadang kembalinya sby ke kursi presiden Republik Indonesia!!
bisa juga dibaca di :public.kompasiana.com/2009/06/09/sekali-lagi-tentang-rumor-agama-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar