Kamis, 25 Juni 2009

siapa sesungguhnya dalang dibalik berbagai skenario "Pembantaian" KPK?

Kami kok jadi curiga, siapa sesungguhnya dalang dibalik berbagai skenario "Pembantaian" KPK? Siapa yg takut dengan KPK?

pernyataan itu saya baca di facebook beberapa waktu lalu dari seorang tukang demo dulu di bunderan bulaksumur, terkait dengan statemen dari good boy tentang KPK yang dimuat di kompas.com tadi pagi yang membuat gusar para pegiat anti korupsi.

dalam iklan kampanye sejak setahun silam, good boy selalu menggembar gemborkan tentang pemberantasan korupsi, dan mengklaim sebagai pemerintahahn yang sukses memberantas korupsi, meskipun kita semua tahu bahwa yang memberantas korupsi adalah KPK, bukan pemerintahan good boy, selengkapnya baca : http://public.kompasiana.com/2009/06/07/sby-memberantas-korupsi/

Figur good boy sebagai pemimpin yang antikorupsi semakin dipertanyakan. Hal ini menyusul ucapan Presiden yang menilai kedudukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi seperti lembaga superbody. Semestinya SBY mendukung untuk penegakan pemberantasan korupsi tanpa syarat.

"Pernyataan SBY tidak bijaksana, bukan figur pemimpin antikorupsi. Pemimpin antikorupsi itu menyelesaikan persoalan bukan memperkeruh suasana," kata anggota Badan Pekerja Indonesian Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho pada detikcom melalui telepon, Kamis (25/6/2009). (sumber : detikcom Kamis (25/6/2009)

belum hilang keheranan itu, tiba-tiba muncul berita di kompas.com KAMIS, 25 JUNI 2009 | 15:53 WIB yang menyebutkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan melakukan audit terhadap akuntabilitas keuangan dan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat. Namun, perintah audit ini hanya berdasar isyarat tidak langsung Presiden SBY melalui pemberitaan media massa bahwa perlu ada early warning(peringatan awal) bagi KPK. "Terlebih lagi terkait isu kontroversial penyadapan, kami akan kerja sama dengan BPPT dan Depkominfo untuk bersama melakukan audit teknologi maupun teknik," tegas Kepala BPKP.

kita tentu patut curiga dengan semua itu, ada apa sebenarnya yang terjadi, apalagi muncul pula statemen dari kepala BPKP yang akan memberhentikan auditornya yang masih bekerja di KPK dengan alasan masa tugas di KPK telah habis dan harus kembali di BPKP.

kita semua tahu bahwa pemberantasan korupsi adalah pekerjaan yang luar biasa, bukan pekerjaaan yang biasa-biasa saja, sehingga kalaupun KPK harus menjadi superbody, ini semua berbanding lurus dengan apa yang dikerjakannya dalam pemberantasan korupsi.

apa ruginya sih sebenarnya goodboy dengan keberadaan KPK yang dikatakannya superbody itu?

kalo kita jujur dan obyektif menilai, kalau saja KPK bukan lembaga yang superbody, hanya lembaga yang biasa-biasa saja, apa mungkin mereka mampu menyeret para koruptor?

liat saja lembaga peradilan yang lain, Kejagung, MA, semua memble menghadapi berbagai kasus korupsi yang kian meraja lela.

jadi apa ruginya good boy dengan itu semua? padahal iklan kampanyenya begitu kasat mata mengklaim tentang keberhasilan pemberantasan korupsi, padahal apa iya pemerintah good boy yang sukses memberantas korupsi?

semua tau bahwa yang gencar memberantas korupsi adalah KPK, dan kini keberhasilan KPK itu dijadikan kampanye gratis oleh goodboy untuk kampanye. tapi kini, setelah mengklaim keberhasilan KPK, kenapa justru naga-naganya ada skenario untuk menghabisi KPK sebagaimana pikiran si tukang demo dari bunderan bulaksumur itu? kalau memang iya, siapa dalangnya? kenapa ketika ada kecurigaan tentang upaya "pembantaian" terhadap KPK, tiba-tiba good boy mengucapkan pernyataan yang aneh itu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar