Jumat, 19 Juni 2009

teruskan iklan pilpres satu putaran!!

ak Sby lanjutkan!, saya dukung terus, mohon iklan satu putaran dan survey dari LSI dihentikan dulu, karena teman-teman saya yang tadinya dukung Sby, gara iklan satu putaran dan survey LSI pada ragu-ragu pilih SBY karena terkesan arogan. Mohon iklan dan survey LSI dipertimbangkan. (komentar salah satu pendukung pasangan incumbent, diambil dari kompasiana.com)

kalimat diatas diucapkan seorang pendukung setia calon incumbent yang memang mulai resah karena fakta di lapangan, "keyakinan besar" dari tim suksesnya yang mengklaim bahwa mereka akan menang dengan mudah ternyata akan menemukan jalan yang terjal.

satu demi satu orang berpindah ke lain hati meninggalkan pasangan incumbent yang dulu digadang-gadang akan dengn mudah menang bahkan meski dipasangkan dengan sandal jepit.

fenomena ini memang mengindikasikan betapa, sikap jumawa, arogan yang sejak awal ditampilkan oleh para tim sukses pasangan incumbent, berbanding terbalik dengan banyaknya dana kampanye yang dipakai untuk menaikkan elektabilitas pasangan ini. alih-alih menaikkan elektabilitas, yang terjadi dengan sikap percaya diri yang berlebihan serta cenderung arogan dan strategi kampanye yang diterapkan oleh mereka justru semakin menurunnya elektabilitas dari pasangan incumbent. kalau ada pertanyaan ini salah siapa?

ini bukan kesalahan siapa-siapa, toh justru kalau pertanyaan itu ditanyakan pada tim sukses, mereka bilang semua baik-baik saja, posisi masih di atas, kata mereka, ,meskipun dari sepak terjangmereka akhir-akhir ini, kita bisa menilai bahwa mereka juga dalam posisi resah dan panik, sebagaimana tercermin dari keresahan para pendukungnya di akar rumput. Jadi lupakan saja soal kegagalan strategi mereka ini sebagai sebuah kesalahan, justru mari kita anggap ini adalah strategi yang tepat bagi rakyat Indonesia, oleh karena dengan strategi yang dilakukan, yang justru semakin membuat elektabilitas pasangan incumbent menururn, maka semakin besarlah harapan bangsa ini untuk perubahan. jadi justru mari kita berterima kasih pada tim sukses pasangan incumbent yang telah membuat strategi kamnpanye yang justru tidak membuat pasangan mereka naik elektabilitasnya, tapi justru mampu membuat elektabilitas pasangan incumbent menurun. hebat bukan?

lalu mungkinkah ini adalah tanda-tanda zaman, sasmito, kalau orang Jawa bilang, bahwa memang pasangan incumbent ini sudah tidak bisa lagi memimpin bangsa ini, (wallahu alam)

yang jelas, makin hari, semakin tidak mungkin lah pilpres hanya satu putaran, karena semakin sering iklan propaganda pilpres satu putaran diputar, semakin banyak pendukung pasangan incumbent yang justru berpindah ke lain hati!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar