saya teringat kata-kata temen saya, seorang aktifis LSM yang anti parpol di Jogja beberapa tahun lalu, dia bilang dalam politik, tidak ada netralitas, kita pasti berpihak, seminim apapun dukungan kita, kita pasti berpihak, baik aktif maupun pasif, gitu katanya.
ga tahu kenapa setelah membaca beberapa tulisan dan komentar dari rekan-rekan blogger tentang kasus century, saya jadi teringat dengan kata-kata temen saya, yang ga tahu sekarang dimana dia sekarang karena sudah beberapa tahun ga bertemu.
netralitas, sebuah kata yang sedemikian sering kkta dengar, bahkan kita dengungkan ketika dihadapkan pada situasi tertentu, dengan asumsi ketika kita bilang bahwa posisi kita netral, maka kita berharap apa yang kita sampaikan tidak dituduh sebagai bentuk dukungan kepada para pihak yang sedang pada posisi berhadapan.
dalam kasus century, maka berkata kalau posisi kita netral, atau independen, atau tidak mendukung pihak a atau pihak b, memungkinkan kita berharap banyak pihak akan sepakat dengan pikiran kita, posisi kita akan aman, tidak kemudian ada yang menganggap kita terlihat mendukung salah satu pihak baik pihak pendukung kekuasaan atau pihak-pihak yang dituduh haus kekuasaan.
kasus century, adalah sebuah kasus yang tidaklah sesederhana kita bayangkan, begitu bnyak rumor, begitu banyak gosip, bahkan berita resmi yang beredar yang simpang siur karena begitu banyak kepentingan yang bermain di sana.
sebagai sebuah keputusan yang diambil oleh pejabat negara, maka implikasi politis pasti sudah disadari oleh para pengambil keputusan, tak heran maka sempat dikeluarkan sebuah perpu, yang akhirnya ditolak kalangan dewan, yang berisi sebuah pasal bahwa pengambilan keputusan bail out tidak bisa dipidanakan. artinya dengan sempat dikeluarkannya perpu itu, saya percaya sejak awal sudah ada kekhawatiran bahwa bail out ini bakal dipermasalahkan.
maka kini, seperti tulisan saya terdahulu, http://polhukam.kompasiana.com/2009/12/15/dorong-kpk-tuntaskan-kasus-century/ maka kita dorong KPK untuk menuntaskan kasus century ini, karena jika kita serahkan pada pansus century, hasilnya pasti hanya akan terjadi kompromi-kompromi politis belaka.
dan berbeda dengan banyak kompasianers yang bilang tidak memihak, independen lah, maka posisi saya jelas, saya berada pada posisi mendukung sepenuhnya penuntasan kasus century, tak peduli siapapun terlibat dan terbukti bersalah, mau dia teknokrat, mau dia profesional, mau dia orang partai, bahkan orang partai saya sendiri, kalau terlibat, maka siapapun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Indonesia tidak akan kiamat hanya karena banyak orang yang terlibat kasus century ini mempertanggungjawabkan perbuatannya, justru Insya Allah jika kasus ini selesai dengan tuntas, Indonesia akan semakin baik.
terakhir, mari kita ingat, berapa pansus yang pernah ada selama ini, dan apa hasilnya selain kompromi politik???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar