Sabtu, 27 Juni 2009

SBY Keder Lalu Mendadak Bikin Konferensi Pers !!!

seiring berkembangnya efek bola salju dari pemberitaan seputar pernyataanya tentang KPK yang dimuat di kompas.com kamis kemarin yang bergulir semakin kearah yang justru mengarah pada pencitraan negatif kepada dirinya, maka buru-buru good boy jumat pagi menggelar konferensi pers di istana merdeka untuk meredam efek negatif dari pemberitaan yang terlanjur telah membuat para pegiat anti korupsi geram itu dan menciptakan asumsi negatif seputar slogan pemberantasan korupsi yang dijadikan tema sentral kampanyenya.

berbagai pendapat dari para capres lain dan tokoh politik lain menanggapi pernyataan itu juga semakin mebuat citra hubungan antara good boy dan penegakan korupsi menjadi semakin tenggelam, dan ini akan membuat pencitraan yang dibangunnya selama lebih setahun tentang klaim pemberantasan korupsi akan sia-sia jika perbincangan tentang pernyataannya tidak segera dihentikannya.

namun bisakah kita menghentikan sesuatu yang terlanjur keluar dan menjadi konsumsi publik, dan bahkan semakin berkembang berbagai asumsi miring dan dugaan pengkerdilan fungsi lembaga KPK semakin berkembang liar di tengah masyarakat, yang ujung-ujungnya adalah semakin negatifnya nilai good boy di mata masyarakat, khususnya di bidang pemberantasan korupsi yang selama ini digembar-gemborkannya.

demo yang diadakan oleh permak (perkumpulan masy anti korupsi) yang dengan lantang mengecam good boy dengan spanduk yang berbunyi “besan bersalah, KPK dibelah”, tentu tak bisa dibendung lagi telah menyebar ke seantero nusantara, dan semakin mengambangkan asumsi liar di tengah masyarakat tentang hubungan yang tidak harmonis antara good boy dan lembaga pemberantasan korupsi terdepan di negeri kita ini.

ketika besan good boy dijatuhi hukuman yang lebih berat dari tuntutan baru saja dulakukan, kenapa tiba-tiba good boy mengeluarkan pernyataan seperti itu, meski coba dibantah, asumsi dan pemikiran itu akan terus ada di benak masyarakat.

ditambah lagi bagaimana seorang kepala BPKP dengan sigap tanpa ada perintah langsung dari presiden akan melakukan audit terhadap KPK yang seharusnya bukan bagian dari tugasnya, karena yang berhak dan berwenang mengaudit KPK adalah BPK. ada apa ini?

kenapa pernyataan itu muncul tak lama berselang ditariknya para auditor BPKP yang diperbantukan di KPK, padahal KPK masih memerlukan mereka, bahkan penarikan itu dengan ancaman pemecatan segala.?

kenapa pernyataan itu muncul tak lama setelah KPK berada dalam situasi gonjang-ganjing pasca kasus antasari?

dan pertayaan besarnya :benarkah tidak ada skenario “pengkerdilan” atau bahkan “pembantaian” terhadap KPK?

apa semua pertanyaan-pertanyaan itu terjawab terjawab tuntas pasca konferensi pers jumat pagi itu?

Kamis, 25 Juni 2009

siapa sesungguhnya dalang dibalik berbagai skenario "Pembantaian" KPK?

Kami kok jadi curiga, siapa sesungguhnya dalang dibalik berbagai skenario "Pembantaian" KPK? Siapa yg takut dengan KPK?

pernyataan itu saya baca di facebook beberapa waktu lalu dari seorang tukang demo dulu di bunderan bulaksumur, terkait dengan statemen dari good boy tentang KPK yang dimuat di kompas.com tadi pagi yang membuat gusar para pegiat anti korupsi.

dalam iklan kampanye sejak setahun silam, good boy selalu menggembar gemborkan tentang pemberantasan korupsi, dan mengklaim sebagai pemerintahahn yang sukses memberantas korupsi, meskipun kita semua tahu bahwa yang memberantas korupsi adalah KPK, bukan pemerintahan good boy, selengkapnya baca : http://public.kompasiana.com/2009/06/07/sby-memberantas-korupsi/

Figur good boy sebagai pemimpin yang antikorupsi semakin dipertanyakan. Hal ini menyusul ucapan Presiden yang menilai kedudukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi seperti lembaga superbody. Semestinya SBY mendukung untuk penegakan pemberantasan korupsi tanpa syarat.

"Pernyataan SBY tidak bijaksana, bukan figur pemimpin antikorupsi. Pemimpin antikorupsi itu menyelesaikan persoalan bukan memperkeruh suasana," kata anggota Badan Pekerja Indonesian Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho pada detikcom melalui telepon, Kamis (25/6/2009). (sumber : detikcom Kamis (25/6/2009)

belum hilang keheranan itu, tiba-tiba muncul berita di kompas.com KAMIS, 25 JUNI 2009 | 15:53 WIB yang menyebutkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan melakukan audit terhadap akuntabilitas keuangan dan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat. Namun, perintah audit ini hanya berdasar isyarat tidak langsung Presiden SBY melalui pemberitaan media massa bahwa perlu ada early warning(peringatan awal) bagi KPK. "Terlebih lagi terkait isu kontroversial penyadapan, kami akan kerja sama dengan BPPT dan Depkominfo untuk bersama melakukan audit teknologi maupun teknik," tegas Kepala BPKP.

kita tentu patut curiga dengan semua itu, ada apa sebenarnya yang terjadi, apalagi muncul pula statemen dari kepala BPKP yang akan memberhentikan auditornya yang masih bekerja di KPK dengan alasan masa tugas di KPK telah habis dan harus kembali di BPKP.

kita semua tahu bahwa pemberantasan korupsi adalah pekerjaan yang luar biasa, bukan pekerjaaan yang biasa-biasa saja, sehingga kalaupun KPK harus menjadi superbody, ini semua berbanding lurus dengan apa yang dikerjakannya dalam pemberantasan korupsi.

apa ruginya sih sebenarnya goodboy dengan keberadaan KPK yang dikatakannya superbody itu?

kalo kita jujur dan obyektif menilai, kalau saja KPK bukan lembaga yang superbody, hanya lembaga yang biasa-biasa saja, apa mungkin mereka mampu menyeret para koruptor?

liat saja lembaga peradilan yang lain, Kejagung, MA, semua memble menghadapi berbagai kasus korupsi yang kian meraja lela.

jadi apa ruginya good boy dengan itu semua? padahal iklan kampanyenya begitu kasat mata mengklaim tentang keberhasilan pemberantasan korupsi, padahal apa iya pemerintah good boy yang sukses memberantas korupsi?

semua tau bahwa yang gencar memberantas korupsi adalah KPK, dan kini keberhasilan KPK itu dijadikan kampanye gratis oleh goodboy untuk kampanye. tapi kini, setelah mengklaim keberhasilan KPK, kenapa justru naga-naganya ada skenario untuk menghabisi KPK sebagaimana pikiran si tukang demo dari bunderan bulaksumur itu? kalau memang iya, siapa dalangnya? kenapa ketika ada kecurigaan tentang upaya "pembantaian" terhadap KPK, tiba-tiba good boy mengucapkan pernyataan yang aneh itu?

Rabu, 24 Juni 2009

Hati-hati serangan balik rumor istri boediono

VIVAnews, - Tim sukses capres-cawapres, SBY-Boediono, mendesak calon presiden Jusuf Kalla (JK) untuk mengklarifikasi beredarnya selebaran yang memfitnah Boediono. Bila tidak ada klarifikasi dari JK, tim sukses SBY-Boediono akan menindaklanjuti dugaan fitnah itu. ( RABU 24 JUNI 2009, 16:26 WIB)

desain permainan isu istri agama boediono benar-benar bisa mengarah pada kubu JK Win, hal ini berkaitan dengan peristiwa diedarkannya selebaran yang mengutip dari laporan utama sebuah surat kabar yang berisi pernyataan Habib Husein AL-Habsy yang menyesalkan sikap partai-partai Islam yang mendukung pasangan SBY-Boediono.

sejak awal, saya sudah menduga bahwa rumor tentang agama istri boediono ustru akan menguntungkan pasangan sby no. baca http:// public.kompasiana.com/.../sekali-lagi-tentang-rumor-agama-boediono-yang-katanya-khatolik/ dan celakanya ternyata dalam sebuah acara yang dihadiri oleh capres JK, seseorang yang mengaku dari al zamiatul al wasliyah membagikannya kepada hadirin.

" Pembagian ini tidak bermaksud menjelek-jelekan seseorang, tetapi hanya untuk penyadaran terhadap kaum muslim," kata Azuden dari Al-Zamiatul Al-Wasliyah, pembagi selebaran.

sebagai sebuah selebaran yang disunting dari isi sebuah surat kabar, atau media massa, tentu tidak bisa serta merta bisa dikatakan sebagai black campaign, karena selebaran itu hanya memperbanyak saja dari berita yang sudah beredar luas lewat media tersebut. namun ketika selebaran itu dibagikan kepada masyarakat dalam sebuah acara yang dihadiri oleh seorang capres lain, tentu ini akan menjadi sebuah amunisi bagi tim sukses pasangan sby no untuk menyerang pasangan JK Win, yang menghadiri acara tersebut, dengan alasan minimal sengaja membiarkan selebaran gelap yang dikategorikan black campaign tersebut beredar tanpa ada sedikitpun teguran atau peringatan diberikan oleh tim sukses JK kepada pembagi selebaran tersebut.

jika hal ini tidak direspon dengan cantik oleh tim media pasangan JK Win, dikhawatirkan pasangan sby no akan memainkan berita ini dalam beberapa hari untuk menuai simpati dari masyarakat guna menaikkan elektabilitas sby no yang semakin turun dari hari ke hari.

kita tunggu saja hari-hari ke depan.

Jika Good Boy Beneran kalah

pilpres Iran bisa jadi adalah pilpres terpanas dalam tahun ini, ketika seorang calon presiden yang dianggap santun dan reformis serta didukung oleh kekuatan demokratis barat ternyata kalah dari calon presiden incumbent yang tidak didukung oleh kekuatan demokratis barat.

kerusuhan yang mempertanyakan keabsahan dari kemenangan Ahmadinejad mendapat sokongan penuh dari barat, bahkan presiden Prancis, yang baru saja mengusulkan agar burka (cadar bagi perempuan muslim) dilarang di Prancis, dengan tanpa ragu mengatakan ada kecurangan di pilpres Iran.

dukungan bagi para demonstran penentang Ahmadinejad juga datang dari media massa barat.

lalu bagaimana dengan di Indonesia yang juga akan menghadapi pilpres tanggal 8 Juli mendatang?

dari tiga pasang capres, 2 diantaranya jelas tidak membuat sreg negara paman SAM dengan tema kemandirian bangsa serta rencana negosiasi kontrak tambang yang pasti akan merugikan kepentingan ekonomi perusahaan-perusahaan multinasional dari amrik yang puluhan tahun bercokol di sini.

sementara yang satu jelas adalah good boy dari amrik karena kecintaannya kepada amrik sebagai second country.

dari sini jelas kalau amrik pasti punya kepentingan agar capres good boy itu bisa memenangkan kursi presiden pada Juli mendatang, karena dengan kemenangan good boy ini tentu amrik tidak akan direpotkan dengan perubahan diplomasi dan haluan politik yang diusung.

namun bagaimana jika good boy kalah?

mengingat elektabilitasnya yang cenderung turun dari hari ke hari, bahkan salah satu sayap pendukung pendukungnya menuduh bahwa partai-partai pendukung koalisi pemenangan good boy adalah gerbong tanpa penumpang, karena pendukung-pendukungnya lebih memihak pada pasangan capres lain.

bahkan ada berita yang beredar bahwa salah satu sayap pemenangan capres good boy akan mengalihkan dukungan ke capres lain pada detik-detik akhir menjelang 8 juli.

kalau memang good boy kalah, semoga apa yang terjadi di Iran tidak merembet ke Indonesia, kita lebih matang dalam berdemokrasi, toh bangsa kita cinta damai. tak ada yang perlu dikhawatirkan… semoga.

Selasa, 23 Juni 2009

Pilih saja SBY!

semakin hari semakin menarik saja "perdebatan" yang terjadi di kompasiana, para pendukung incumbent, satu per satu mulai unjuk gigi, hanya secara kuantitas memang masih kalah jauh dengan para penentangnya, dari segi yang ditawrakan tentang sby juga cuma itu-itu saja, kurang menggigit, sehingga bgaimana mungkin bisa meyakinkan para penentang incumbent untuk percaya bahwa incumbent lebih baik dari para penantangnya. yang ada justru sebaliknya adalah begitu mudahnya para penentang incumbent membuat argumen-argumen untuk mematahkan klaim-klaim kelebihan dari sang incumbent.

dari sini saya semakin yakin bahwa mungkin mereka akan semakin patah arang juga, karena sedemikian sulit bagi mereka untuk membuktikan bahwa sang incumbent itu punya kelebihan dibanding dengan para penantangnya.

berbagai blunder yang dilakukan oleh sang incumbent sendiri ataupun strategi para tim suksesnya yang sedemikian kasat mata dibaca oleh rakyat menjadi amunisi gratis bagi para penentang terpilihnya sang incumbent untuk menurunkan elektabilitas sang incumbent, yang faktanya secara teratur memang semakin turun.

kepanikan dari pihak incumbent dengan melontarkan berbagai tudingan kepada para kompetitornya, bukannya menarik simpati rakyat, yang ada justru sebaliknya. sehingga tak heran, mungkin saja kata-kata yang terlanjur beredar di masyarakat, yang bisa jadi dulunya juga berasal dari sang incumbent sendiri.

sahdan dulu sang incumbent dulu pernah bilang ada isu tentang capres ABS ( asal bukan capres berinisial s).

nha yang terbaru kini di masyarakat, entah siapa yang memulai, muncul slogan :

Pilih saja SBY (Selain Bambang Yudoyono)

Senin, 22 Juni 2009

Cukup Sudah....

sejak kecil saya dan jutaan rakyat memimpikan pemimpin itu adalah orang yang punya kemampuan lebih hebat dari orang kebanyakan, dia, sang pemimpin itu punya kehebatan yang tidak setiap orang memilikinya. yang akan berada di depan manakala ada kesulitan, dan ada di paling belakang manakala rakyatnya mencapai kebahagiaan.

ada sebuah lagu anak-anak yang saya lupa semua baitnya, tapi di bait akhirnya kurang lebih begini :

t: "nek ditembak londo piye le?"

j : "aku iso endho"

t : "sing marai sopo le?"

j : "pak presiden suharto"

yang artinya kurang lebih begini :

t : kalau ditembak belanda bagaimana?

j : saya bisa menghindar

t: yang mengajari siapa?

j: pak presiden suharto

dalam lagu itu, bahkan digambarkan betapa pemimpin kita di masa lampau punya kemampuan mengahindar dari tembakan belanda yang kemudian diajarkan pada anak-anak. sebuah mitologi yang berlebihan mungkin, tapi lagu ini barangkali cukup mewakili bayangan dari rakyat tentang betapa hebatnya sang pemimpin meraka.

namun ketika hari-hari ini, kita mendengar sang pemimpin mengeluh pada rakyatnya, tiba-tiba itu membuyarkan impian rakyat tentang pemimpin yang mereka harapkan. padahal rakyatlah yang seharusnya mengeluh pada pemimpin.

harapan itu semakin buyar manakala di lain hari sang pemimpin malahan menuduh rakyat kurang pandai bersyukur, tidak mudah beterima kasih, dan tidak jujur serta obyektif. sebaliknya, rakyat sangat mudah mencaci, mengejek, dan menyalahkan orang lain. serta merta bayangan tentang pemimpin yang diharapkan rakyat sirna. bagaimana bisa seorang pemimpin malah menuduh rakyatnya seperti itu, rakyat dalam bahasa arab adalah ummat, yang akar katanya sama dengan ummi, yang artinya adalah ibu, menuduh rakyat, sama saja dengan menuduh ibunya....

maka barangkali karena itulah hari-demi hari semakin banyak yang justru tidak lagi berharap sang pemimpin itu menjadi pemimpin lagi.

cukup sudah.

Jumat, 19 Juni 2009

teruskan iklan pilpres satu putaran!!

ak Sby lanjutkan!, saya dukung terus, mohon iklan satu putaran dan survey dari LSI dihentikan dulu, karena teman-teman saya yang tadinya dukung Sby, gara iklan satu putaran dan survey LSI pada ragu-ragu pilih SBY karena terkesan arogan. Mohon iklan dan survey LSI dipertimbangkan. (komentar salah satu pendukung pasangan incumbent, diambil dari kompasiana.com)

kalimat diatas diucapkan seorang pendukung setia calon incumbent yang memang mulai resah karena fakta di lapangan, "keyakinan besar" dari tim suksesnya yang mengklaim bahwa mereka akan menang dengan mudah ternyata akan menemukan jalan yang terjal.

satu demi satu orang berpindah ke lain hati meninggalkan pasangan incumbent yang dulu digadang-gadang akan dengn mudah menang bahkan meski dipasangkan dengan sandal jepit.

fenomena ini memang mengindikasikan betapa, sikap jumawa, arogan yang sejak awal ditampilkan oleh para tim sukses pasangan incumbent, berbanding terbalik dengan banyaknya dana kampanye yang dipakai untuk menaikkan elektabilitas pasangan ini. alih-alih menaikkan elektabilitas, yang terjadi dengan sikap percaya diri yang berlebihan serta cenderung arogan dan strategi kampanye yang diterapkan oleh mereka justru semakin menurunnya elektabilitas dari pasangan incumbent. kalau ada pertanyaan ini salah siapa?

ini bukan kesalahan siapa-siapa, toh justru kalau pertanyaan itu ditanyakan pada tim sukses, mereka bilang semua baik-baik saja, posisi masih di atas, kata mereka, ,meskipun dari sepak terjangmereka akhir-akhir ini, kita bisa menilai bahwa mereka juga dalam posisi resah dan panik, sebagaimana tercermin dari keresahan para pendukungnya di akar rumput. Jadi lupakan saja soal kegagalan strategi mereka ini sebagai sebuah kesalahan, justru mari kita anggap ini adalah strategi yang tepat bagi rakyat Indonesia, oleh karena dengan strategi yang dilakukan, yang justru semakin membuat elektabilitas pasangan incumbent menururn, maka semakin besarlah harapan bangsa ini untuk perubahan. jadi justru mari kita berterima kasih pada tim sukses pasangan incumbent yang telah membuat strategi kamnpanye yang justru tidak membuat pasangan mereka naik elektabilitasnya, tapi justru mampu membuat elektabilitas pasangan incumbent menurun. hebat bukan?

lalu mungkinkah ini adalah tanda-tanda zaman, sasmito, kalau orang Jawa bilang, bahwa memang pasangan incumbent ini sudah tidak bisa lagi memimpin bangsa ini, (wallahu alam)

yang jelas, makin hari, semakin tidak mungkin lah pilpres hanya satu putaran, karena semakin sering iklan propaganda pilpres satu putaran diputar, semakin banyak pendukung pasangan incumbent yang justru berpindah ke lain hati!

Kamis, 18 Juni 2009

Sang incumbent semakin menuju kekalahan....

assalamu 'alaikum wr wb

tampaknya semakin hari, semakin menarik perkembangan yang terjadi berkaitan dengan penurunan elektabilitas pasangan incumbent ( mengapa saya suka menulis tentang pasangan ini, soalnya memang yang paling menarik untuk dibicarakan adalah pasangan yang sedang berkuasa dan ingin memenangkan kembali kursi kekuasaannya entah bagaimanapun caranya, ini penilaian saya pribadi).

tapi yang jelas adalah sah-sah saja saya menulis tentang perkembangan peta dukungan kepada yang bersangkutan yang semakin menurun dari hari ke hari.

dalam tulisan saya terdahulu : http://public.kompasiana.com/2009/06/17/sby-boediono-harus-menang/ telah saya kemukakan tetang beberapa fakta yang menunjukkan menurunnya dukungan kepada pasangan "terkuat" ini.

dan hari-hari ini kita cukup dikejutkan oleh dialihkannya dukungan dari seorang tokoh sayap pemenangan pasangan incumbent, yaitu Pimpinan pondok pesantren Miftahul Huda, Purwakarta, KH Abdul Wahid, yang juga aktivis di Majelis Dzikir Nurussalam SBY menyatakan mengalihkan dukungannya, dari semula ke pasangan incumbent berpindah menjadi ke JK Win. Alasannya sederhana saja, JK dan Wiranto mempunyai istri yang telah mengenakan jilbab pada kehidupan kesehariannya.

tentu saja ini tidak bisa dipandang sebelah mata, sekali lagi mungkin hari ini adalah tokoh Purwakarta yang mengalihkan dukungannya, besok-besok bisa jadi tokoh2 daerah lain juga akan mengalihkan dukungannya, hal ini karena tidak ada hal menarik yang coba ditawarkan oleh pasangan incumbent, kecuali sikap sok santun di satu sisi, serta suka menyindir pasangan lain di sisi yang lain, sebuah sikap yang kontradiktif, karena orang yang santun tentu tak akan menyindir orang lain atau merasa dizalimi padahal tidak ada yang menzaliminya, (ya bagaimana mungkin bisa menzalimi incumbent, he6)

apalagi ada juga pengalihan dukungan dari kader demokrat, meski di kampung halaman salah satu pasangan lain, yaitu Makassar, kepada pasangan JK Win, yang bukan tidak mungkin juga akan menyebar ke daerah-daerah lain, minimal di daerah sekitar pulau Sulawesi, tentu sedikit banyak ini akan semakin menurunkan dukungan kepada pasangan incumbent.

apalgi jika kita cermati dalam berbagai berita keluhan dari pengurus daerah partai-partai pendukung koalisi yang merasa tidak diajak komunikasi dalam pemenangan pasangan incumbent, mereka terkesan lebih suka bermain sendiri dengan "keyakinan besar" bahwa mereka akan menang dengan mudah. namun karena merasa ditinggalkan itulah banyak kita saksikan betapa para pengurus partai-partai pendukung koalisi yang justru mengalihkan dukungan kepada pasangan lain. ini tentu bukan sekedar kekecewaan dari para pengurus semata, tapi juga disadari karena arus bawah dari partai-partai pengusung koalisi incumbent banyak yang tidak sreg dengan pasangan incumbent dan lebih suka dengan tema perubahan yang diusung pasangan lain.

kasat matanya dukungan dari KH Hasyim Muzadi, Khofifah Indar Parawansa, Dien Syamsudin tentu juga akan berpengaruh (meski tidak semua bakal mengikuti) terhadap dukungan dari massa dua ormas yang mereka pimpin, kepada pasangan capres dan cawapres kali ini, yang jelas bukan ke pasangan incumbent.

pencekalan iklan pasangan Mega Pro oleh beberapa stasiun TV, sedikit banyak juga berpengaruh terhadap menurunnya dukungan kepada pasangan incumbent dan mengalirnya simpati dan dukungan kepada pasangan Mega Pro

dan akhirnya, tanda-tanda kekalahan dari pasangan incumbent semakin tidak bisa lagi ditutup-tutupi...

Rabu, 17 Juni 2009

Hati-hati Obat Kedaluwarsa 2004 Diubah Jadi 2013!!!!


Kapolres Bireuen, AKBP T Saladin, memperlihatkan berbagai jenis obat yang sudah kedaluwarsa bersama tersangka di Mapolres Bireuen, Selasa (16/6). Obat tersebut disita dari sebuah gudang di kawasan Desa Tingkeum Mayang, Kecamatan Kutablang, Bireuen, Sabtu (13/6) pekan lalu.

    RABU, 17 JUNI 2009 | 14:37 WIB

    BIREUEN, KOMPAS.com — Polres Bireuen menemukan sebuah gudang pengolahan obat kedaluwarsa di Desa Tingkeum Manyang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen. Selain itu, polisi juga menyita dua truk obat berbagai jenis yang sudah mencantumkan label baru dengan masa pakai hingga 2013 dari yang seharusnya 2004.

    petikan berita itu tentu cukup mengagetkan, di tengah kondisi masyarakat yang mendambakan kesehatan yang baik, harga obat yang terjangkau, masih ada saja pihak-pihak yang tanpa memperhatikan kerugian yang bakal menimpa orang lain, dan hanya berfikir tentang keuntungan material saja tega melakukan hal itu.

    padahal tentu saja resiko yang bakal diterima oleh para pembeli obat-obatan itu sangatlah besar. setiap obat-obatan pasti mengandung berbagai macam unsur kimia yang dipastikan akan mengandung resiko bagi yang mengkonsumsinya jika sudah memasuki masa kadaluwarsa. belum kadaluwarsa saja, setiap obat pasti mencantumkan efek samping bagi yang mengkonsumsinya. apalagi jika obat itu sudah kadaluwarsa, maka resikonya pasti jauh lebih berbahaya ketimbang hanya resiko efek samping belaka.

    namun di tengah hiruk pikuk berita tentang pilpres, berita ini pasti tidak akan menarik perhatian dari khlayak ramai, padahal, ketika hari ini terbongkar bahwa yang terjadi penimbunan obat kadaluwarsa ada di Aceh sana, tidak ada jaminan bahwa di tempat kita, di sekitar kita juga beredar obat-obatan semacam itu. apalagi disebutkan bahwa sumber dari obat-obatan kadaluwarsa itu adalah dari Jakarta, maka sangat mudah dari sana obat-obatan ini akan beredar kemana saja di seantero Indonesia.

    perlu langkah-langkah yang cepat dan efektif untuk memastikan terhentinya praktek-praktek yang mebahayakan masyarakat seperti ini, langkah yang sedemikian taktis yang melibatkan semua pihak yang terkait, dari depkes, kepolisian, BPPOM, dan masyarakat sendiri yang harus juga teliti terhadap setiap obat yang dibelinya.

    dan di tengah hiruk-pikuk menjelang pilpres ini, belum pernah saya mendengar komitmen dari para capres tentang masa depan dunia kesehatan Indonesia, selain hanya mengeluh dan saling menyindir satu sama lain, padahal apakah membangun Indoesia cukup dengan mengeluh dan menyindir saja?



    Selasa, 16 Juni 2009

    I Love United States with all its faults. I consider it my second country

    Assalamu ‘alaikum wr wb

    Semua dari kita tentu faham benar, bahasa itu sedikit banyak menyiratkan atau menggambarkan pribadi dan karakter seseorang. Artinya jika seseorang terbiasa berbahasa dengan santun, maka bisa dinilai, bahwa dia punya pribadi yang santun, dan sebaliknya (dengan catatan ini semua adalah hal yang natural dan alami, bukan demi sinetron atau pertunjukan, tapi murni cara berbicara dan bernahasa sehari-hari)

    Di kalangan anak muda, jika seorang abg tidak faham bahasa gaul, maka tentu akan mudah lah kita saksikan dia akan tersisih dalam pergaulannya. Seorang guru di kelas, ketika dia mampu memahami dan kadang-kadang mempargunakan bahasa gul anak muda, tentu akan lebih disukai oleh murid-muridnya serta akan dinilai sebagai guru yang “ngepren” oleh murid-muridnya tersebut, dibanding dengan guru yang menggunakan bahasa standar orang yang seumuran dengan dirinya. Seseorang yang terlihat berbeda di dalam penggunaan bahasa dibanding dengan orang di sekitarnya tentu akan juga tersisih dan sulit untuk bisa masuk dalam lingkungan pertemanan atau lingkungan bertetangga. Apalagi jika orang itu adalah orang baru di lingkungan tersebut, maka factor bahasa adalah salah satu kunci untuk beradaptasi yang cukup menentukan.

    Itu semua karena bahasa adalah gerbang pergaulan

    Tak terkecuali adalah bahasa yang dipakai oleh pemimpin kita, para elit yang duduk di kursi empuk kekuasaan.

    Bahasa mereka tentu akan menjadi salah satu factor yang menjadi bahan pertimbangan bagi rakyat dalam menentukan pilihannya, manakala akan ada pemilihan. Seorang yang terlihat santun dalam berbicara tentu akan lebih mendapat penilaian yang baik disbanding dengan seorang calon pemimpin yang tidak santun dalam berbicara dan berbahasa.

    Syahdan katanya dulu Pak harto, adalah seorang pemimpin yang selalu berbahasa dengan menggunakan bahasa yang santun, dan tidak pernah terdengar sekalipun menggunakan bahasa asing manakala berbicara dengan masyarakat (bahkan ketika berbicara dengan pemimpin negeri lain)

    Tapi jaman telah berubah..

    Kini sang pemimpin berbicara, masih dengan bahasa santun, sih, tapi ada satu kelebihannya, karena tahu bahwa rakyat Indonesia sekarang sudah tidak buta huruf lagi, sudah meningkat derajat pendidikannya, maka sebagai pemimpin, tentu harus juga menunjukkan betapa pendidikan di Indonesia memang sudah maju, maka tak heran sering kita dengar satu dua kata berasal dari bahasa Inggris ketika sang pemimpin sedang bicara dengan rakyat.

    Dan karena bahasa Inggris kita lebih didominansi oleh bahasa Inggris yang beraksen Amerika, maka tak heran untuk menunjukkan betapa sang pemimpin bukan hanya mahir berbahasa Inggris ala Amerika, tapi juga memang sang pemimpin adalah teman dekat atau katakanlah bukan orang lain lagi bagi Amerika, maka enam tahun yang silam dalam sebuah kunjungan ke Amerika Serikat, sang pemimpin yang kala itu menjabat sebagai menteri yang ngurusi politik dan keamanan sebagaimana dirilis oleh International Herald Tribune Washington pada tanggal 8 Agustus 2003, dalam pidatonya di negeri Paman Sam itu, sang pemimpin berbicara dengan bahasa Inggris yang fasih , “I Love United States with all its faults. I consider it my second country”. Pernyataan itu bisa kita terjemahkan, “Saya cinta Amerika dengan segala kesalahannya. Saya menganggapnya negara kedua saya.

    Hebat bukan, pinter banget bahasa Inggrisnya, he5


    SBY BOEDIONO HARUS MENANG!

    Assalamu ‘alaikum wr wb

    Sepintas tidak ada yang aneh dengan dengan slogan yang saya lihat di tepi jalan itu, yang dibuat oleh tim sukses sby no tersebut, sebagai kontestan tentu mereka pengin menang dalam kontestansi perebutan kursi presiden dan wakil presiden ini. Namun ada yang menggelitik dengan kata-kata yang ditulis, harus menang, ya tulisannya adalah harus menang. Tiba-tiba saja saya teringat deklarasi siap menang dan siap kalah yang senantiasa dilakukan menjelang perhelatan suatu pemilijan baik pileg, pilkada maupun pilpres. Dengan adanya tulisan harus menang ini, semakin meneguhkan pandangan saya, public.kompasiana.com/2009/06/11/damai-semu-yang-disukai/ yang kebetulan diamini oleh tulisan Bpk. Cipta Lesmana di harian kompas edisi Sabtu, 13 Juni 2009, betapa deklarasi damai siap menang dan siap kalah itu tak lebih dari sinetron untuk menghibur masyarakat Indonesia yang memang gemar nonton sinetron. Faktanya, dengan tulisan di banner itu, mereka, dalam hal ini minimal pasangan sby no, ternyata haya siap untuk menang dan sama sekali tidak siap untuk kalah.

    Pertanyaannya kemudian, bagaimana jika mereka ternyata kalah?

    Hari-hari ini, kita dapat saksikan dengan sangat jelas, betapa kepercayaan diri dari sby no dan tim suksesnya semakin hari semakin mendekati titik nadir.

    Dimulai dari merapatnya kader dan pendukung dari partai pendukung koalisi cikeas yang lompat pagar.

    Awalnya adalah pernyataan petinggi PKS yang merasa khawatir SBY kalah, bahkan bilang bahwa hati sebagian kadernya ada di jilbab istri JK dan Wiranto.

    Disusul pernyataan Amien Rais yang justru memuji-muji JK Wiranto di rakornas PAN, serta bilang PAN stel kendo saja menghadapi pilpres, yang berujung terbelahnya suara pendukung PAN di akar rumput yang memang kemudian tampak jelas lebih memilih JK Wiranto (sebagian ke Mega Pro) dibanding ke sby no

    Disusul oleh mendekatnya petinggi PPP (dan keder2nya) dari kubu Parmusi ke kubu Mega Pro dengan mendeklarasikan FPPP.

    Disusul juga dengan beberapa partai lain yang kader dan pendukungnya merapat ke kubu JK Wiranto maupun Mega Pro.

    Sementara sampai detik ini, tidak pernah kita dengar petinggi atau kader partai pengusung JK Win dan Mega Pro yang merapat ke kubu sby no

    Pada saat yang sama, mari ingat Rizal Mallarangeng yang dengan arogan mengatakan Kwik Kian Gie tidak bisa membedakan neolib dan neozeb, serta mengatakan bahwa boediono lebih pintar dari Kwik Kian Gie

    Ruhut Sitompul mencak-mencak dengan arogan serta caci maki yg kasar mengatakan isu tentang Arab yang memancing kontroversi dan kemarahan warga keturunan Arab.

    Sebelumnya SBY menghujat statemen JK “lebih cepat lebih baik” sbg sikap JK yg takabbur (mendahului tuhan).

    Kemudian muncul hasil survey LSI yang menempatkan sby no dengan elektabilitas 71% yang diakui oleh LSI sendiri sebagi survey pesanan

    Demokrat kecewa kepada sekutu koalisinya yg meloloskan Hak Angket DPR atas kisruh DPT pemilu legislatif 2009 yg diduga curang dan culas.

    Lalu Demokrat protes keras atas monolog Butet Kertareharja yang melontarkan kritik pada saat deklarasi pemilu damai.

    Kemudian propaganda berupa iklan di media tentang pilpres yang sebaiknya satu putaran saja yang dipelopori Deny JA

    Terakhir adalah keluhan sby ketika kampanye di Malang yang mengeluh karena merasa dikeroyok dan merasa harus mendapat pertolongan dari rakyat untuk menghadapi itu semua…

    Sebelum lupa, nyaris tak pernah sby dan timnya bicara tentang program program kerja ke depan, kecuali hanya bicara soal deretan prestasi yang coba diuraikan dan disajikan pada rakyat, serta lebih sibuk menanggapi maneuver dan jurus-jurus kampanye dari 2 pasangan lain.

    Saya membaca itu semua sebagai kurva menurun yang akan semakin mencapai titik nadir kurva keyakinan diri dari sby no dan tim suksesnya.

    Maka pertanyaannya adalah jika akhirnya titk nadir keyakinan diri betul-betul mencapai titik nadir, maka apakah tulisan di banner itu tetap, harus menang! atau kudu diganti harus menang……………………….is.

    Kita tunggu saja sinetron episode berikutnya.

    Pak RT tempatku tidak pernah mengeluh

    Semua orang juga tahu bahwa jabatan ketua RT (rukun tetangga) di kampong adalah jabatan yang pailing disingkiri, atau dalam bahasa ditempat kami “diemohi”. Bagaimana tidak diemohi, ketua RT bukan hanya menjadi ujung tombak pembangunan di tingkat RT tapi juga menjadi ujung tombok (yang paling sering tombok) dalam setiap pengeluaran anggaran bagi kepentingan RT.

    Tak ada honor yang mereka terima selama 3 tahun bahkan lebih mereka mengabdikan diri sebagai yang dituakan di tingkat RT. Berbagai persoalan menjadi makanan sehari-hari baginya, mulai dari urusan irigasi yang macet, rumah tangga rebut, bahkan urusan penarikan pajak PBB dan sebagainya.

    Tapi tak pernah sekalipun kudengar keluh kesah dari ketua RT ditempatku. Tak pernah sekalipun dia merasa capai telah menjadi RT yang sungguh untuk membayangkan menjadi saja saja saya tak pernah.

    Maka tiba-tiba saja mendengar seorang calon “ketua RT” negeri ini yang masih menjadi “ketua RT” mengeluh hanya tidur 4 jam sehari karena memikirkan rakyat, mengeluh karena merasa dikeroyok oleh para kompetitornya, mengeluh ini , mengeluh itu, dalam hati saya sedih, kok “Pak RT” yang ini, yang terlihat gagah, tinggi, tegap begitu mudah mengeluh. Saya jadi teringat dengan kata-kata yang sering diucapkannya setiap kali ada masalah “ malu sama rakyat”

    Kira-kira apa ketika sedang mengeluh pada rakyat, “Pak RT” lupa dengan kata-katanya sendiri, “malu sama rakyat….”

    Senin, 15 Juni 2009

    sekelumit tentang nasib pahlawan devisa...

    Tenaga kerja Indonesia (TKI), Ismail (38), meninggal dunia di RSUD Koja, Jakarta Utara, Jumat (5/6) pagi, akibat penyiksaan di penjara Keluang, Johor Baru, Malaysia.

    Cerita duka TKI di Malaysia masih saja terulang. Kali ini Siti Hajar, pembantu rumah tangga asal Garut, Jawa Barat, disiksa dan tidak dibayar gajinya selama 34 bulan oleh majikannya di Malaysia.

    Nurul Wijayanti (23), TKW asal RT 5/RW 2 Desa Dinden, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jatim, ditemukan tewas, diduga gantung diri di rumah orangtua majikannya tempat ia bekerja di Malaysia.

    Onis, tenaga kerja Indonesia (TKW) asal Kampung Jati RT 03/13 Desa Sarimukti Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dikabarkan tewas gantung diri di rumah majikannya, Sarawak, Malaysia. Keluarga Onis mengetahui kabar kematian dari sepucuk surat yang dilayangkan Polsek Cipatat, 3 Juni.

    Nurul Wijayanti (23), TKW asal RT 5/RW 2 Desa Dinden, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jatim, ditemukan tewas, diduga gantung diri di rumah orangtua majikannya tempat ia bekerja di Malaysia.

    Kalau diteruskan daftar itu, mungkin seribu halaman pun tidak akan cukup untuk menampung daftar tenaga kerja kita di luar negeri yang mengalami nasib buruk, entah disiksa oleh majikannya, entah diperkosa, tidak dibayar gajinya, dibunuh mapun bunuh diri karena tak tahan siksaan.

    Yang jadi pertanyaan besar adalah: tanggung jawab siapa ini sebenarnya?

    Mereka adalah warga negara kita, yang dengan gagah kita beri sebutan pahlawan devisa, namun apa yang telah kita berikan sebagai bangsa untuk membayar apa yang telah mereka berikan kepada kita sebagai pahlawan devisa

    kebanyakan dari meraka ketika ditanya mengapa harus mengadu nasib ke luar negeri, meraka akan menjawab, meraka ingin nasib yang lebih baik sekembalinya dari luar negeri, mimpi akan penghidupan yang layak yang lebih baik telah mengantar mereka ke bnegari-negeri jiran, tak peduli dengan resiko yang akan mereka jalani.

    sepintas sederhana, mereka ingin penghidupan yang lebih baik, setiap orang pasti punya fikiran yang sama dengan mereka. tapi mengapa harus ke negari seberang?

    rata-rata mereka akan menjawab, cari kerja di dalam negeri sulit.

    padahal kita telah memberi mandat kepada orang-orang terpilih setiap lima tahun untuk melaksanakan apapun yang harus dilakukan untuk mengemban amanat : melindungi segenap tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

    Melindungi segenap tumpah darah berarti adalah termasuk didalamnya melindungi setiap warga Negara kita, dimanapun meraka berada, apalagi mereka yang berjasa pada bangsa dan negara (pahlawan devisa).

    memajukan kesejahteraan umum secara sederhana bisa diartikan adalah bekerja untuk mewujudkan kondisi agar setiap warga negara kita menjadi lebih sejahtera dari waktu ke waktu.

    Namun apakah mereka yang telah kita pilih lima tahun yang lalu sebagai pengemban amanat tersebut telah berhasil melaksanakannya? apakah segenap tumpah darah Indonesia telah terlindungi? apakah setiap warga negara telah meningkat kesejahtaraannya?

    Deretan fakta yang menimpa anak-anak bangsa, para pahlawan devisa itu mungkin bisa sedikit memberi gambaran, apakah yang kita beri manat lima tahun yang lalu telah berhasil melaksanakan amanat itu, dan pantas kita beri amanat lagi selama lima tahun ke depan, atau mereka memang telah gagal melaksanakan amanat itu, dan oleh karenanya kita butuh orang lain yang kita gagas mampu untuk melaksanakan amanat itu dengan lebih baik!

    Anda sekalian tentu lebih bisa menilai dari saya….

    Kompasiana Propenentang SBY?

    assalamu a’alaikum wr wb

    judul diatas mungkin tidak tepat juga sebenarnya.

    tapi sengaja saya beri judul seperti itu agar menjadi menarik, he6

    akhir2 ini memang ada beberapa penulis yang menulis di kompasiana memprotes karena sebagian besar yang menulis di kompasiana adalah pendukung dari capres selain sby, sehingga menurut mereka, kompasiana cenderung menjadi corong bagi para penentang sby, he7

    mungkin apa yang ditulis ada benarnya, dalam hal sebagian besar yang menulis di kompasiana adalah pendukung capres selain sby. tapi kalau disadari dengan lebih seksama, bukan salah kompasiana to yo…

    salah sendiri para pendukung sby yang tidak menggunakan media ini untuk menyampaikan dukungannya kepada sby, toh kompasiana ini adalah media yang bisa diakses oleh publik, tak terbatas pada pendukung capres selain sby saja.

    justru kalau para pendukung sby juga banyak nulis disini, akan lebih seru khan…

    akan terjadi adu argumen yang menarik antara pendukung incumbent dan penantangnya, dan itu lebih aman, karena daripada adu fisik, khan mending adu nulis.

    bahwa kemudian yang ditulis itu ada yang tidak disetujui, bisa langsung diconter oleh kubu lawannya, khan begitu,

    tapi herannya, pendukung sby memang sedikit yang nulis di kompasiana, apa meraka takut?

    atau mereka memang cuma asal mendukung saja, tapi sesungguhnya tidak tahu mengapa mereka mendukung sby, alias hanya ikut2an aja yuaa…..

    bisa juga dibaca di :public.kompasiana.com/2009/06/08/kompasiana-pro-penentang-sby/

    Sekali Lagi Tentang Rumor Agama Istri Boediono… (yang Katanya Khatolik)

    assalamu ‘alaikum wr wb

    membaca beberapa komentar yang berkitan dengan rumor tentang agama yang dianut oleh istri boediono, membuat saya tertarik untuk kembali nulis, semoga aja ada manfaatnya

    lima tahun yang lalu, rumor serupa pernah dihembuskan kepada istri sby, dihembuskan bahwa istri sby adalah penganut ajaran khatolik, namun kemudian ternyata rumor itu terbukti tidak benar.

    dengan adanya rumor serupa 5 tahun yang lalu, artinya rumor ini bukan muncul tiba-tiba saja, namun hanya pengulangan dari apa yang sudah pernah terjadi 5 tahun yang lalu menjelang pilpres, dan bukan kebetulan juga kalo istri boediono juga agak mirip dengan istri sby, yaitu herawati, jadi jangan-jangan memang rumor ini sengaja dihembuskan ke masyarakat untuk maksud-maksud tertentu oleh pihak-pihak tertentu.

    sudah menjadi rahasia umum bahwa isu atau rumor atau apapun yang berkaitan dengan masalah agama dan keyakinan, adalah satu hal yang sensitif di negara kita, dengan begitu maka hal ini akan menjadi menarik sekali untuk diperbincangkan di tengah masyarakat karena sensitifitasnya.

    apalagi di jaman orde baru, kita selalu dikungkung dengan istilah SARA, manakala kita mencoba untuk memperbincangkan masalah yang berkaitan dengan agama sesorang, apalagi menyangkut hubungannya dengan bernegara, kita seakan-akan telah betul-betul menjadi negara yang sekuler yang sama sekali harus menempatkan isu agama di luar perbincangan kehidupan bernegara, sehingga agama adalah urusan pribadi semata, dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan bernegara, begitu kira-kira gambarannya,

    namun apakah demikian sesungguhnya negara kita?

    negara kita sejauh yang saya pahami, bukanlah sebuah negara agama, namun juga bukan negara sekuler, kita adalah negara Pancasila, yang harus dipahami menemukan akarnya pada Piagam Jakarta.

    artinya kita tidak bisa betul-betul bisa memisahkan agama dari kehidupan bernegara kita, karena dalam sila pertama Piagam Jakarta, Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya, yang meskipun tidak lagi tercantum sebagai dasar negara kita karena telah diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa, namun semangat dari sila pertama Piagam Jakarta itulah yang mendasari kompromi kenegarawanan yang mampu merubah bunyi piagam Jakarta tersebut.

    kembali pada rumor agama istri boediono,

    karena ini isu yang sensitif, maka ini menjadi menarik untuk dilempar kepada masyarakat, sehingga pasti akan menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat, dan pada gilirannya akan menjadikan yang bersangkutan menjadi topik pembicaraan yang hangat, lalu siapa yang diuntungkan dalam hal ini? jawabannya tentu adalah yang bersangkutan, karena dengan dilemparkannya rumor ini berarti boediono akan mendapatkan semacam iklan gratis bagi dirinya.

    dan nantinya setelah nanti ada klarifikasi resmi dari boediono dan istrinya, bahwa istri boediono adalah seorang muslim, dengan testimoni dari berbagai pihak yang dekat dengan mereka, maka kasus selesai, sementara iklan gratis sudah didapat

    jadi bagi para penentang sby, mari kita lupakan rumor ini, karena justru akan menguntungkan pihak sby boediono..

    mari kita cari isu lain yang lebih cantik, lebih membumi, lebih bisa diterima, lebih santun, dan lebih menarik simpati masyarakat untuk menghadang kembalinya sby ke kursi presiden Republik Indonesia!!

    bisa juga dibaca di :public.kompasiana.com/2009/06/09/sekali-lagi-tentang-rumor-agama-boediono-yang-katanya-khatolik/

    SBY Memberantas Korupsi?

    assalamu ‘alaikum wr wb

    alhamdulillah jadi ketagihan nulis nih, he5

    kalau kita perhatikan sejak satu tahun yang lalu, kampanye yang digembar gemborkan oleh sby adalah pemberantasan korupsi.

    aneh ya padahal pemberantasan korupsi adalah domain dari pihak yudikatif, bukan domain dari eksekutif.

    tapi herannya yang digembar gemborkan seperti itu, ditelan mentah2 aja ama masyarakat kita, sehingga tak heran masyarakat menjadi meuji muji keberhasilan sby dalam memberantas korupsi, padahal benarkah hal itu?

    kalo kita cermati yang berhasil menyeret para koruptor dalam beberapa tahun terakhir adalah KPK, yang dipilih oleh anggota DPR, jadi kalau ada keberhasilan dari KPK, tentu itu bukan keberhasilan dari sby to?

    sekarang kita liat penjabat yang dibawah komando sby yang berkaitan dengan pemberantasan hukum, yaitu kejaksaan, karena jaksa agung dipilih oleh presiden, ada 2 jaksa agung di masa sby, yaitu abdurahman saleh dan penggantinya hendarman supanji.

    dan kita tahu bagaimana kinerja kejaksaan di bawah mereka berdua. nol besar. dan bahkan skandal yang menghebohkan silih berganti di kejaksaan agung

    jadi alih-alih menyukseskan pemberantasan korupsi, kejaksaan dibawah sby, malah disibukkan dengan berbagai kebobrokan yang melingkupinya.

    jadi dari dua hal itu, siapa yang sesungguhnya yang bekerja dalam pemberantasan korupsi, semua harus jujur mengakui kepada publik, bahwa yang berhasil adalah KPK pilihan DPR (semoga kasus antasari segera tuntas dan dituntaskan). bukan sby!!!


    bisa juga dibaca di public.kompasiana.com/2009/06/07/sby-memberantas-korupsi/

    Bisa Santun Tidak Ya Mereka?

    assalamu ‘alaikum wb.

    ini adalah pertama kali saya nulis di disini. soalnya kadang sulit juga untuk mau nulis apa gitu, semua sudah ditulis deh perasaan, tapi ya buat coba2 nulis deh, he5

    jelang pilpres ini, tentu yang paling menarik untuk dibicarakan adalah tentang pertarungan politik diantara para capres dan cawapres. tak lupa tentu dukungan dari berbagai pihak bagi capres yang didukungnya, dan kritik dan bahkan “sumpah serapah” bagi capres yang tidak didukungnya.

    melihat itu semua, kadang saya ingat waktu SD dulu, tentang bagaimana para guru saya di desa mengajari saya tentang sopan santun, dan tepo seliro, bahwa kalo kita tidak suka dengan seseorang, harus disampaikan dengan bahasa yang santun dan tidak vulgar.

    tapi sekarang lihatlah, jangankan kita yang rakyat “jelata” ini, tapi bahkan para petinggi negara kadang kalo bicara seperti tidak mengindahkan lagi tata krama dan sopan santun ketimuran. padahal dahulu kalo para pembesar itu marah atau tidak suka pada seseorang, cukup dengan bahasa simbolis, yang dalam bahasa jawa dikenal dengan istilah “pasemon”

    padahal jika kita lihat dari deretan capres dan cawapres itu khan mayoritas dari jawa ya, kenapa tidak bisa menjaga para tim suksesnya agar tidak kebablasan dalam memberikan komentarnya. terutama adalah tim sukses sby, mulai dari malaranggeng bro’s, ruhut sitompul, dan entah siapa lagi yang tidak tereskpos media.

    atau mungkin karena mereka, merasa sudah besar, sehingga jumawa, dan memandang lawan dan orang lain lebih rendah dari mereka ya?

    kadang saya berfikir, kalo sby bisa dipoles sehingga bisa seakan2 santun seperti itu, kenapa tim suksesnya tidak sekalian juga dipoles ya, jadi persaingan jelang pilpres ini jadi lebih santun dan beradab, perdebatan2 yang terjadi antara tim sukses adalah perdebatan2 yang bermutu, berkaitan dengan berbagai program kerja yang ditawrkan, bukan perdebatan mengenai hal2 yang sepele soal kuda milik prabowo, kemudian malah perdebatan mengenai SARA seperti yang dilontarkan oleh ruhut, dll

    jika saja perdebatan yang terjadi lebih bermutu, maka rakyat akan bisa lebih mengenal dan mengerti apa yang ditawarkan oleh para capres, sehingga program yang ditawarkan tidak berhenti seperti angin surga yang dihembuskan, seakan semua capres itu jika terpilih akan mampu mengatasi semua persoalan bangsa ini dengan sekejap mata. padahal apa yang ditawarkanmasih bersifat normatif semua. belum ada yang lebih terperinsi dari apa yang ditawarkan, lebih sekedar tawaran2 yang menina bobokkan rakyat saja.

    (bisa dibaca di public.kompasiana.com/2009/06/06/bisa-santun-tidak-ya-mereka/ )

    Wah Anggota DPR mau tunangan massal

    Detikcom. Jakarta - Anggaran sebesar hampir Rp 5 miliar disiapkan Sekretariat Jenderal DPR untuk pengadaan cincin emas dan lencana. Pengadaan cincin dan lencana itu juga ditenderkan untuk umum.Berdasarkan data tertulis yang diperoleh detikcom dari Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR, disebutkan bahwa untuk sebuah cincin yang akan diterima setiap anggota dewan itu nilainya Rp 3.500.000. Cincin tersebut berupa cincin emas berlogo DPR yang akan diberikan kepada anggota DPR periode 2004-2009.

    assalamu ‘alaikum wr wb
    cukup kaget juga ketika membaca kutipan dari salah satu media online di atas, setjen dpr menganggarkan hampir 5 milyar buat rencana pembelian cincin dan lencana bagi setiap anggota parlemen kita yang terhormat.

    tiba-tiba saja ketika ingat cincin, yang terbayang dalam pikiran saya adalah tukar cincin, atau tunangan. tapi apa iya ya para anggota dpr ri itu mau tunangan, kalo iya kok bisa massal gitu, kompak banget, he6

    atau mungkin karena meraka adalah wakil rakyat, jadi khan sudah sering tu mengahadiri atau bahkan mengadakan pernikahan massal bagi rakyat, nha mungkin akhirnya mereka itu iri sama rakyat yang diwakili, kalo rakyat bisa nikahan massal mengapa mereka ngga, mungkin begitu pikir mereka, makanya sekarang mereka pingin ikut-ikutan..

    sebagai langkah awal tunangan dulu lah, ntar kalo udah disiapin anggaran yang lebih besar lagi, soalnya tentu sebagai wakil rakyat yang mewakili rakyat se Indonesia meraka pasti malu kalo nanti pernikahan massal mereka nanti tidak meriah, apa kata dunia?

    nha sebagai rakyat tentu kita harus mngayubagyo perhelatan akbar ini, sebab rasanya sepanjang kita merdeka baru kali ini kita akan punya hajat yang cukup menghebohkan, yaitu tunangan massal anggota dewan kita.

    jadi kita bisa membantu dengan keahlian kita, yang bisa nyanyi silahkan nyumbang nyanyi, yang bisa menari silahkan nyumbang menari, pokoknya apa aja deh, yang penting meriah…

    terakhir, saya ucapkan selamat deh bagi semua anggota dewan, semog tidak salah pilih calon tunangan ya…

    (tapi apa iya sih meraka mau tunangan massal?)

    Damai semu yang disukai

    assalamu a’alikum wr wb

    ketika ajang pemilu akan dilaksanakan, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden, selalu ada seremoni deklarasi damai yang dilakukan bagi seluruh kontestan peserta.

    aneh, dan lucu memang

    bukankah mereka akan terlibat dalam sebuah persaingan, sebuah “pertempuran”?

    bagaimana mungkin mereka bisa berdamai sebelum bertempur.

    tapi tunggu dulu,

    di dalam masyarakat Jawa, khususnya Jogja, ada sebuah konsep harmoni, yang selalu harus ditampakkan ke “luar”, biar apapun yang terjadi di “dalam”, contoh kecil dalam sebuah rumah tangga, ketika berhubungan dengan tetangga kiri kanan, mereka harus tampak begitu harmonis, tidak ada persoalan apapun, meskipun sesungguhnya tengah terjadi persoalan serius dalam rumah tangga misalnya, inilah yang disimbolkan dengan adanya blangkon, yang di bagian depan itu rata, halus, sementara di bagian belakang ada mondolan (tonjolan/benjolan)

    ini menyiratkan bahwa kita telah mentradisikan suatu “keseolah-olahan” di dalam gerak dan langkah kita, khusunya lagi di dalam memaknai “kedamaian”.

    akan lebih masuk akal apabila kampanye yang dideklarasikan dan dimaksudnya, apabila harapan dan tujuannya adalah tidak adanya kerusuhan dan keonaran selama tahapan pemilu, baik selama masa kampanye terbuka maupun sampai setelah tahapan penyontrengan di lakukan, adalah dideklarasikannya “deklarasi pemilu tertib tanpa kerusuhan”

    tapi sekali lagi, kita adalah sebuah bangsa yang lebih suka hiruk pikuk seremoni dibanding dengan kenyataan yang terjadi. lihat saja seremoni siap menang siap kalah, mereka berfikir bahwa dengan adanya deklarasi siap menang siap kalah maka semua akan beres, semua akan baik-baik saja. sama seperti ketika sudah dilaksanakan deklarasi dama, maka mereka berfikir akan terjadi dengan sendirinya pelaksanaan pemilu yang damai, tentram dan sejuk.

    tapi apa iya itu yang terjadi…

    fakta yang terjadi berapa kali deklarasi siap menang siap kalah dilakukan tapi kerusuhan karena pihak yang kalah tidak mau menerima hasil pemilihan.

    maka sesungguhnya yang jauh lebih penting dibanding dengan deklarasian-deklarasian itu, adalah keteladan dari para elit - elit, baik peserta pemilu, pelaksana pemilu, wasit pemilu, aparatur negara, itu untuk bisa berlaku jujur kepada masyarakat, sehingga masyarakat akan bisa menilai pelaksanaan pemilu yang apa adanya, tidak ada prasangka tentang kecurangan, prasangka tentang sumber dana, prasangka tentang netralitas birokrasi dan aparatur negara, prasangka tentang netralitas penjaga keamanan negara.

    kalau semua itu terwujud..

    dengan sendirinya kampanye yang tertib tanpa gontok-gontokan, fisik, tanpa bakar-bakaran rumah, ataupun yang paling kecil tanpa gerundelan dan ketidakpuasan akan pelaksanaan pemilu akan terlaksana.

    lalu bagaimana harus memulainya..

    semua berpulang yang diatas

    kalau para elit yang terlibat diatas mau memulainya, rakyat dibawah pasti akan mengikuti

    tapi kalau yang diatas tidak memulainya, malah lebih senang dengan sandiwara seremoni deklarasian-deklarasian yang seolah-olah damai, tapi untuk sekedar berjabat tangan saja tidakmau, maka jangan salahkan jika rakyat jakan menirunya.

    jadi pilih mana, pemilu yang jujur, dilaksanakan dengan tertib, cantik, meski penuh dinamika, atau pemilu yang dilaksanakan seolah-olah damai tapi meledak di belakang, karena banyak ketidak puasan?

    Jumat, 12 Juni 2009

    mungkinkah fenomena angsa hitam terjadi dalam pilpres besok?

    Apa yang disebut angsa hitam?

    Dalam buku The Black Swan, Nassim Nicholas Taleb, menulis tentang rahasia peristiwa-peristiwa langka yang disebut dengan istilah angsa hitam. teori ”angsa hitam” itu digunakan untuk menunjuk kepada peristiwa-peristiwa tak terduga, dampaknya masif dan setelah kejadian baru dilakukan rasionalisasi, pembenaran dengan penjelasan retrospektif. Angsa hitam mendasari hampir segala sesuatu yang terkait dengan dunia kita.

    Pertanyaannya: Mengapa dipakai istilah ”angsa hitam” sebagai metafora?

    Ternyata selama berabad-abad manusia teramat yakin semua angsa itu berwarna putih. Tatkala di Benua Australia ditemukan dan di sana dijumpai angsa berwarna hitam, maka runtuhlah seluruh bangunan pengetahuan tentangnya. Ternyata yang tidak kita ketahui itu jauh lebih relevan dibandingkan dengan apa yang sudah diketahui.

    Ambil contoh lain kejadian-kejadian berikut.

    Rontoknya bursa di AS pada Oktober 1987 yang membuat pemain sekaliber George Soros menderita rugi 350 juta dollar AS dan memicu krisis moneter berkepanjangan?

    Pengetahuan dan pertahanan udara Amerika Serikat menjadi tak ada artinya setelah runtuhnya menara kembar World Trade Center di New York (2001) karena terjangan beberapa teroris.

    Atau pengetahuan mana yang menduga bakal terjadinya tsunami di Samudra Hindia pada Desember 2004?

    Pengetahuan mana yang menduga bakal terjadi gempa 5.9 SR di Bantul dan sekitarnya, 27 Mei 2006, ketika semua ahli sedang mewaspadai dan bersiap-siap menghadapi letusan gunung Merapi

    Siapa yang mengira akibat krisis finansial global 2008 kekayaan Aburizal ”Ical” Bakrie menyusut tinggal 10 persen dari semula? (ini menurut pengakuan yang bersangkutan).

    Sudah tentu peristiwa ”angsa hitam” itu tidak hanya mencakup kejadian menyedihkan belaka. Ada juga yang membuat orang terkesima.

    Misalnya terpilihnya Barack Obama menjadi Presiden AS walau beberapa tahun sebelumnya namanya belum beredar.

    atau terpilihnya SBY sebagai presiden RI di tahun 2004,

    atau siapa yang menduga serial buku Harry Potter akan meledak sampai ratusan juta eksemplar?

    Atau kemenangan demokrat pada pileg tahun 2009 yang mencengangkan

    Itu tadi sedikit tentang beberapa fenomena yang bisa dikategorikan sebagai fenomena angsa hitam yang telah terjadi. Nah apakah fenomena angsa hitam ini akan terus menggelinding, tentu kita tidak akan tahu, oleh karena semua masih berjalan.

    Lalu bagaimana dengan dunia perpolitikan kita saat ini, karena salah satu fenomena angsa hitam, adalah ketidak pastian yang menyelimutinya, dan perpolitikan adalah salah satu dunia yang diselubungi dengan ketidakpastian.

    Fakta yang kita saksikan hari ini adalah bahwa semua survey menempatkan sby no sebagai pasangan dengan elektabilitas tertinggi, sehingga semua lembaga survey menempatkan pasangan ini sebagai calon pemenang (bahkan beberapa lembaga survey memprediksi akan terjadi dalam satu putaran saja, meskipun banyak yang menyatakan ini survey dengan hasil yang disesuaikan dengan pesanan),

    Nah dengan asumsi awal bahwa banyak yang memprediksi bahwa akan terjadi satu putaran dengan pemenang sby no, apakah fenomena angsa hitam akan terjadi, dengan hasil yang 180% terbalik dari prediksi para ahli dan lembaga survei?

    Beberapa catatan kecil :

    - Majunya JK sebagai capres telah membuat suasana menjadi luar biasa gegap gempita bagi masyarakat luar Jawa karena JK telah berani menabrak “citra´ bahwa seolah-olah presiden harus orang Jawa

    - Banyak pendukung partai pendukung koalisi sby no yang menyeberang menjadi pendukung JK Wiranto (sebagian ke Mega Pro, sementara tidak ada pendukung koalisi capres lain yang menyeberang ke sby no)

    - Kepanikan dalam tubuh koalisi sby no (dimulai dari pernyataan2 Rizal M, Ruhut S yang kontroversial menunjukkan hal tersebut, ditambah dicoretnya nama-nama mereka dari daftar tim juru kampanye, kemudian isu jilbab loro)

    - Kejadian monolog butet di kampanye damai semakin menohok tim sby no (semua mata melihat bahasa tubuh sby no yang tegang luar biasa menahan marah), terlihat pasangan JK Wiranto yang paling santai dan terlihat tanpa beban malam itu, dan menaikkan citra JK Wiranto dimata masyarakat

    Akankah beberapa kejadian diatas bisa menjadi awal dari fenomena angsa hitam?

    Kita tunggu saja, jangan diprediksi, karena fenomena angsa hitam tidak bisa diprediksi…..