Jumat, 31 Juli 2009
estehanget kembali memainkan gamelan....
Kamis, 30 Juli 2009
Mencintai Indonesia dengan Menyusuri Jalan Sunyi….
Mencintai negeri ini, memang bisa dengan cara apa saja, tidak harus seperti para pejuang generasi kakek nenek kita yang menggenggam bambu runcing berperang melawan tentara Belanda, tak juga harus dengan berkoar-koar di jalanan menunjukkan kecintaan pada negeri ini. Ada cara lain untuk mencintai negeri ini, mencintai budaya dan seni negeri ini, sebuah jalan sepi dan sunyi dan jarang dilalui oleh orang untuk menunjukkan kecintaan pada negeri ini. dan jalan sepi serta sunyi inilah yang dipilih oleh Ledjar Subroto, yang biasa dipanggil dengan sebutan mbah Ledjar. Di usia 73 tahun ini dirinya tak merasa seperti layaknya kakek yang renta. Geraknya masih gesit dan cenderung hiperaktif. Suaranya masih lantang, penglihatannya masih tajam. Hal ini bisa dilihat ketika warna dan garis ditorehkan pada bidang yang digambar maupun disungging.
Pertama mendengar nama mbah Ledjar adlah ketika kakak saya mendapat borongan pekerjaan membuat sebuah show room kecil di Jl. Mataram Dn 1 / 370 Jogja (jalan sebelah timur jl Malioboro yang legendaris itu) tempat mbah Ledjar berkarya dan memajang wayang-wayang hasil karyanya. dari sanalah cerita kakak saya itulah, sedikit demi sedikit saya mengenal mbah Ledjar, meski sampai sekarang belum pernah bertemu secara langsung. “Dari kecil saya memang sudah tertarik dengan dunia perwayangan,” ungkap mbah Ledjar ini pada kakak saya itu. dan karena ketertarikannya pada wayang sejak kecil itulah, mbah Ledjar, menjadi salah seorang dalang, pembuat wayang, pembuat topeng kayu dan sekaligus sebagai serang pengajar yang penuh dengan semangat. Hampir di setiap jengkal hidupnya dipenuhi dengan berkarya seni.
Di tahun 1980 dirinya merasa gelisah dengan banyak keluhan dari rekan-rekan dalang yang merasa cemas bila suatu saat wayang dan seni tradisi tak lagi memancing minat generasi setelahnya. kemudian dicobanya membuat pendekatan yang lebih sederhana dengan membuat wayang dengan basis cerita anak yang telah lama mengendap dalam ingatan banyak generasi.
Cerita kancil kemudian dijadikan salah satu proyek terpanjang dalam karir seninya selain membuat wayang revolusi dan wayang kompeni. Dari pengamatan dirinya sebuah pertunjukan tradisional harus adaptatif terhadap ruang dan waktu. Ketika diamati anak-anak kecil banyak yang berlarian di sekitar pertunjukan wayang kulit maka pilihan atas cerita kancil jadi lebih masuk akal. Sebagai salah satu karya terkenalnya, wayang kancil ini tidak berwujud tokoh-tokoh dalam perwayangan yang biasa dikenal orang, seperti Bagong, Semar, Petrok maupun Gareng, namun berbentuk binatang-binatang sepertio, gajah, buaya, ayam, dan tentunya kancil sebagai tokoh utamanya.
Wayang kancil pun menjadi salah satu media pendidikan bagi anak-anak. Dengan tokoh dan cerita dari dunia hewan yang lebih menarik dan mudah untuk mereka pahami, Ki Ledjar ingin mengajarkan dan menanamkan semangat keberanian serta berpikir kreatif dalam diri seseorang sejak dini. Tokoh yang satu ini (kancil), meskipun bertubuh kecil, pandai mencari siasat untuk mengalahkan binatang besar seperti gajah dan buaya.
Namun seperti halnya pegiat dan pelestari seni tradisional yang lain di negeri ini, justru masyarakat seni internasional lebih mengenal dan mengapresiasinya, tak heran wayang karyanya dipentaskan di Belanda dan beberapa negara Eropa lainnya. Maka di saat banyak pihak meneriakkan cinta Indonesia, masyarakat seyogyanya diingatkan kembali pada keberadaan mereka. Seniman, maestro, dengan karya-karya besarnya yang menjadi penyumbang besar perkembangan seni rupa di Jawa dan Indonesia, yang telah mencintai Indonesia dengan cara mereka, yang selama ini terlupakan. Yang dari merekalah nama baik bangsa kita tetap terjaga sebagai negeri dengan keaneka ragaman budaya yang adilihung.
Beberapa museum dan kolektor yang telah mengoleksi wayang kreasi ciptaan Ki Ledjar Soebroto antara lain :
Museum Sanabudaya di Yogyakarta, mengkoleksi seperangkat wayang kancil kreasi Ki Ledjar Soebroto.
Balai Budaya Minomartani di Yogyakarta, mengkoleksi seperangkat Wayang Kancil kreasi Ki Ledjar Soebroto.
Museum Mayang H. Budiharjo di Pondok Tingal Magelang, Jawa Tengah.
Selain dikoleksi oleh Ki Manteb Sudarsono di Karangayar, Jawa Tengah dan Museum Wayang di Jakarta,
Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta juga mengkoleksi seperangkat Wayang Kancil kreasi ciptaan Ki Ledjar Soebroto.
Beberapa museum di luar negeri yang mengoleksi wayang kancil Ki Ledjar adalah :
Tim Byard-Jones, University Of London, di Inggris,
Ubersee Museum di Bremen, Dr. Walter Angst di kota Salem dan Arno Mozoni-Fresconi di Hamburg Jerman.
Volkenkundig Museum Gerardus Van der Leeuw di kota Groningen,
V.M Clara Van Groenendael di kota Amsterdam, Museum Westfreis, Museum Horn, di kota Hoorn, Museum Tropen di Amsterdam, dan Museum Kantjiel, di Leiden, Belanda
Tamara Fielding “The Shadow Theather Of Java” di New York Amerika Serikat dan
Museum Of Anthropology (Dominique Major) di Kanada.
Akhirnya, semoga kita bisa belajar untuk lebih bisa meneguhkan semangat kecintaan kita pada tanah air kita lewat berbagai hal.
Selasa, 28 Juli 2009
"Silakan saja mau diadukan ke mana saja, mau diadukan ke Tuhan pun jadi," cetus Ketua MA
sebuah kalimat biasa sebenarnya, karena keluar dari mulut seorang manusia, yang memang ditakdirkan untuk bisa berbicara.
namun menjadi cukup menggelitik manakala kalimat itu keluar dari mulut seorang ketua MA, ya Mahkamah agung, benteng terakhir peradilan bagi para pencari keadilan di negeri ini.
tak sepatutnya memang kalimat seperti itu dikeluarkan, karena ada kesan jumawa, dan tidak mau disalahkan oleh orang lain. padahal kita tentu faham benar, bahwa keputusan yang baru saja dikeluarkan oleh MA, memang kontroversial, sehingga tak selayaknya, ketua MA itu menambah lagi kontroversi dengan mengeluarkan kalimat seperti itu.
http://www.hukumonline.com/detail.asp?id=22696&cl=Berita
http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/18218/putusan-ma-merugikan-sby
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/87344/3/1/MA-Persilakan-Parpol-Mengadu-ke-KY
belum lagi kontroversi tentang putusan MA dan kontroversi ucapan ketua MA berakhir, muncul lagi kehebohan lain, yaitu rumor tentang ketua MK yang dipnaggil menghadap pemenang pilpres.
kita tidak tahu darimana sumber rumor itu, namun yang jelas rumor itu sudah beredar, dan ibarat pepatah, tak ada asap jika tak ada api, maka tentu kita perlu klarifikasi dari para pihak yang bersangkutan tentang kesimpang siuran perihal rumor itu, karena kita tentu tidak mau kemudian ada prasangka yang tidak pada tempatnya dari para pencari keadilan yang sedang dan akan mengadukan dan menyelesaikan masalahnya lewat MK, baik itu para pasangan pilpres perihal kecurangan pilpres, maupun parpol yang dirugikan dengan putusan MA, perihal netralitas dan independensi dari MK, yang sudah sedemikian mati-matian diperjuangkan dan dijaga selama ini.
http://politik.vivanews.com/news/read/78353-istana_bantah_soal_pemanggilan_ketua_mk
http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/28/0337124/mahfud.itu.bohong.besar
kita tunggu aja apa kehebohan dan kontroversi apa lagi yang akan terjadi selanjutnya di negeri kita ini....
Senin, 27 Juli 2009
babak baru perebutan kursi parlemen...
setelah beberapa waktu lalu MA memutuskan gugatan dari zaenal maarif dkk dari partai demokrat tentang penetapan kursi tahap dua, maka kini partai-partai yang berpotensi dirugikan apabila keputusan itu berlaku surut dan dijalankan oleh KPU bahu membahu satu suara menolak keputusan MA tersebut.
PPP, PAN, PKS dari kubu Cikeas bersatu dengan Hanura dan Gerindra dari kubu Teuku Umar. semakin menarik memang konstelasi politik di negeri ini, tak ada kawan atau lawan yang abadi, yang ada adalah kepentingan yang abadi, konon pemeo itu yag menjadi kata kunci dalam percaturan di dunia politik, tak heran maka ketika kini kita melihat 5 partai dari dua kubu yang baru saja saling berhadapan, kini bisa berdiri dalam satu kubu yang sama, karena mereka punya kepentingan yang sama, yaitu menyelamatkan kursi mereka di parlemen.
PPP,PAN,PKS adalah anggota koalisi cikeas yang paling dirugikan jika keputusan MA itu dijalankan, PPP akan berkurang sebanyak dari 37 menjadi 21 kursi, PAN berkurang 43 menjadi 28 kursi dan PKS berkurang dari 57 menjadi 50 kursi (hitungan dari Cetro), sementara dua partai koalisi cikeas lainnya PD bertambah dari 150 menjadi 180, dan PKB bertambah dari 28 menjadi 29 kursi. perubahan kursi ini mau tidak mau, jika dijalankan, akan mempengaruhi koalisi cikeas, karena yang menjadikan hal ini terjadi adalah gugatan dari kader partai demokrat. artinya PPP, PAN, PKS akan merasa mereka ditelikung oleh demokrat, sebab sebelumnya gugatan yang sama, dengan majelis hakim yang sama, telah ditolak, yang mana penggugatnya adalah Haryo K, seorang kader PDIP.
nah, jika kemudian di awal koalisi ini, mereka sudah merasa ditelikung, maka tentu perjalanan pemerintahan koalisi cikeas ini bakal menjadi lebih seru.
kita tunggu saja kelanjutannya....
beberapa bahan bacaan :
http://public.kompasiana.com/2009/07/25/ma-berpihak-pada-penguasa/
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/27/16315044/Komisi.Yudisial.Akan.Panggil.Hakim.Agung.
Jumat, 24 Juli 2009
Muhammadiyah punya TV, siapa menyusul?
Kamis, 23 Juli 2009
manusia Indonesia menurut Muchtar Lubis
Rabu, 22 Juli 2009
lalu siapa sebenarnya pelaku pemboman itu?
http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/07/22/brk,20090722-188494,id.html
dalam beberapa hari terakhir, sangkaan terarah pada nama Nuri Hasbi alias Nuri Said alias Nur Hasbi alias Nur Said seorang warga Temanggung, Jawa tengah dan Ibrahim warga Kuningan, Jawa Barat sebagai pelaku bom bunuh diri di Kuningan pekan lalu, namun dengan adanya hasil tes DNA yang baru saja keluar itu, maka gugur sudah tudingan beberapa hari ini.
artinya, polisi masih harus melakukan kerja keras untuk mencari tahu siapa sebenarnya pelaku bom bunuh diri itu, dan secepatnya menguak jaringan di belakangnya. kita sebagai warga tentu sangat berharap, siapapun pelaku dan jaringan di belakangnya segera terungkap, segera ditangkap, segera diadili, sehingga tidak akan ada lagi kisah pemboman terjadi di negeri kita tercinta ini. apapun motif di belakang jaringan pemboman itu, politik internasional kah, politik dalam negeri kah, politik ekonomi kah, ideologis kah, sementara waktu, mari kita kesampingkan itu semua. mari kita beri dukungan kepada para penegak hukum agar bisa bekerja secara profesional sehingga segera bisa menguak pelaku dan jaringan di belakang peristiwa pemboman pekan lalu itu.
dan salah satu yang juga harus dilakukan oleh para penegak hukum adalah segera melakukan semacam klarifikasi dan permintaan maaf kepada keluarga Nur Hasbi alias Nuri hasbi alias Nur said dan keluarga Ibrahim. hal ini karena tentu setelah berbagai pemberitaan yang mengarah pada sangkaan/perkiraan mengarah pada sanak keluarga mereka itu, beban psikologis tentu sangat mereka rasakan beberapa waktu terakhir.
Jumat, 17 Juli 2009
kenapa masih ada bom?
http://www.detiknews.com/read/2009/07/17/091941/1166747/10/ledakan-pertama-berasal-dari-jw-
http://www.detiknews.com/read/2009/07/17/091131/1166743/10/inilah-nama-9-orang-korban-di-rumah-sakit-jakarta-2-orang-wna
http://www.detiknews.com/read/2009/07/17/092027/1166749/10/seorang-petugas-keamanan-hotel-jw-marriott-tewas
pagi ini setelah sekian lama negeri kita aman-aman saja, tak terdengar bunyi bom meledak di penjuru nusantara, sesekali mungkin hanya petasan terdengar ketika ada hajatan atau jelang Ramadhan oleh anak-anak. pagi ini kembali negeri kita diguncang bom dengan daya ledak yang tinggi.
baru saja negeri kita mengadakan hajatan besar pemilu baik pileg maupun pilpres, yang alhamdulillah meski cukup panas, namun hanya celetukan nakal di sana-sini yang terjadi, tak ada kerusuhan ataupun tindakan anarkis yang terjadi karena tidak puas dengan hasil pemilu.
sebentar lagi kita akan disuguhi dengan pertandingan seru antara MU dan tim Indonesia all star.
lalu ada apa tiba-tiba bom kembali meledak.
bukankah satu-per satu teroris itu sudah tertangkap.
kita tunggu kesigapan penegak hukum mengusut kasus ini.
jangan ada lagi bom meledak di negari kita tercinta.
http://ariginasthel.blogspot.com
Kamis, 16 Juli 2009
menanti di 2014
Rabu, 15 Juli 2009
jangan ada tempat bagi pengkhianat........
Senin, 13 Juli 2009
KLB PAN?
http://www.inilah.com/berita/pemilu-2009/2009/07/13/127066/pan-dan-golkar-korban-politik-sby/
http://www.inilah.com/berita/politik/2009/07/13/127290/klb-pan-bukan-maunya-amien-rais/
http://www.inilah.com/berita/politik/2009/07/13/127261/jadi-mendiknas-amien-rais-direndahkan/
http://www.inilah.com/berita/politik/2009/07/13/127261/jadi-mendiknas-amien-rais-direndahkan/
http://www.inilah.com/berita/wawancara/2009/07/13/127075/instrospeksilah-golkar-dan-pan/
alhamdulillah semua cuma rumor saja, saya langsung ngecek dengan orang dekat pak Amien yang duduk di kepengurusan DPW PAN DIY, beliau juga heran dengan rumor yang tidak jelas itu ketika saya menanyakan rumor yang beredar tentang KLB PAN yang entah disebarkan oleh siapa dan entah apa tujuannya. apalagi dengan merendahkan posisi pak Amien dengan tuduhan berambisi pengin menduduki jabatan kursi mendiknas. jujur saja rumor dan tudingan itu telah melukai hati para pendukung setia Amien Rais, sama dengan sakit hati yang dirasakan ketika seorang presenter sebuah stasiun televisi swasta 5 tahun yang lalu dengan gaya bahasa yang kurang sopan menyudutkan posisi pak Amien yang perolehan suara partainya hanya kurang dari 10 % tapi tetap maju sebagai calon presiden, padahal diantara 5 pasang calon presiden waktu itu, bukan hanya pak amien yang partainya mendapat suara kurang dari 10% tapi kenapa hanya pak amien yang disudutkan dengan pertanyaan itu. dan sekarang gosip murahan tentang ambisi pengin menduduki kursi mendiknas itu, kembali melukai hati pendukung Amien Rais.