Jumat, 31 Juli 2009

estehanget kembali memainkan gamelan....

Karawitan berasal dari bahasa Jawa rawit yang berarti rumit, berbelit-belit, tetapi rawit juga berarti halus, cantik, berliku-liku dan enak. Kata Jawa karawitan khususnya dipakai untuk mengacu kepada musik gamelan, musik Indonesia yang bersistem nada non diatonis (dalam laras slendro dan pelog) yang garapan-garapannya menggunakan sistem notasi, warna suara, ritme, memiliki fungsi, pathet dan aturan garap dalam bentuk sajian instrumentalia, vokalia dan campuran yang indah didengar.

Pada mitologi Jawa, Gamelan diciptakan oleh Dewa yang menjelmah menjadi manusia, Shivam Malholtra di era Saka 167. Kerajaan nya berdiri di pegunungan Maendra,yang sekarang di kenal dengan Gunung Lwu. Saat itu,ia memerlukan signal untuk berhubungan dengan Dewa yang lain. Maka dibuatlah Gong. Untuk pesan signal yang lebih kompleks, maka Ia memerlukan dua gong lain yaitu kempul dan siyem, yang nanti nya membentuk Gamelan.

Seperti halnya kesenian atau kebudayaan yang lain, gamelan Jawa dalam perkembangannya juga mengalami perubahan-perubahan. Perubahan terjadi pada cara pembuatanya, sedangkan perkembangannya menyangkut kualitasnya. Dahulu pemilikan gamelan ageng Jawa hanya terbatas untuk kalangan istana. Kini, siapapun yang berminat dapat memilikinya sepanjang bukan gamelan-gamelan Jawa yang termasuk dalam kategori pusaka (Timbul Haryono, 2001).

Kata “gamelan” berasal dari kata “gamel” yang berarti memukul. Maka Gamelan diartikan sebagai sekelompok instrument music yang dimainkan secara terpadu dalam sebuah kelompok. Gamelan yang lengkap mempunyai kira-kira 72 alat dan dapat dimainkan oleh niyaga (penabuh) dengan disertai 10 – 15 pesinden dan atau gerong. Susunannya terutama terdiri dari alat-alat pukul atau tetabuhan yang terbuat dari logam. Mayoritas alat music dalam kelompok Gamelan dimainkan dengan cara dipukul. Beberapa alat music dalam Gamelan yang tidak dibunyikan dengan cara dipukul adalah Suling, Rebab dan Celempung. Suling dibunyikan dengan cara ditiup sedangkan Rebab dan celempung dibunyikan dengan cara di petik. Gamelan terdiri dari banyak alat musik, seperti, Kempul, Gong, Siyem, Bonang, Suling, Kempyang, kethuk, Kenong, Sarong, Slenthem, Celempung, Kendhang, Rebab, Gender, Gambang. Ada dua system tuning untuk Gamelan yaitu Slendro dan Pelog. Sebuah alat music di dalam kelompok umumnya memiliki 2 buah alat music sehingga satu di tuning berdasakan Selendro dan yang lain berdasarkan Pelog.

Demikian sekelumit tentang gamelan sebagai pembuka postingan kali ini, yang akan sedikit berbicara menganai sekelompok anak muda yang dengan kesadaran mereka sendiri berlatih untuk bisa melestarikan kesenian karawitan, yang semakin ditinggalkan di kalangan anak muda. Bermula dari sebuah diskusi informal antara beberapa anak muda di daerah Sriharjo, sebuah desa kecil di pelosok Imogiri, yang menjadi tempat bertemunya 2 sungai legendaris di daerah Jogja, yaitu Oya dan Opak, yang konon dalam pengembaraan sebelum mendirikan kerajaan Mataram, Panembahan Senopati, pendiri Mataram, pernah melakukan lelaku menyusuri sungai Opak dan berakhir di Parangkusumo, dan bertemu dengan penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul, eh kok malah ngelantur.

Adalah seorang anak muda bernama Madek, demikian dia biasa dipanggil, bersama Mujari, Joko, dan Anung, 4 anak muda yang entah kenapa tiba-tiba tertarik untuk bisa bermain gamelan. maka setelah diskusi panjang lebar dan dengan cukup memakan waktu, mereka bisa mengajak beberapa anak muda lain untuk berlatih bermain gamelan. pada awalnya mereka juga bingung mau berlatih pada siapa, karena memang tidak banyak orang yang bisa melatih bermain gamelan. tapi keberuntungan bernaung pada anak-anak muda ini, adalah pak sudarto, seorang pensiunan PNS yang bisa bermain gamelan, bersedia untuk melatih mereka bermain gamelan. maka jadilah akhirnya tiap malam Kamis, sejak 2005, mereka berlatih untuk memainkan berbagai macam laras dan gending.

Pada awalnya, latihan dilakukan di tempat Mujari, yang entah karena kebetulan, rumahnya menjadi tempat penitipan seperangkat gamelan yang rumahnya ada di luar kota. maka mereka, anak-anak muda itu, bisa dengan tenang dan nyaman bermain gamelan di sana. demikian waktu bergulir, akhir tahun 2005, gamelan diambil oleh pemiliknya. dan kebingungan yang terjadi pada mereka, karena harus mencari tempat untuk bisa berlatih bermain gamelan. ada pilihan mereka akan berlatih di rumah budaya Tembi, di sebelah selatan kota Jogja, namun dari rumah mereka, jarak 10an kilometer tentu bukan jarak yang dekat, apalagi latihan selalu dilakukan malam hari, sehingga jika harus menempuh jarak yang cukup jauh tentu anak-anak yang ikut berlatih akan berguguran satu demi satu.

Tapi, sekali lagi, keberuntungan berpihak pada anak-anak muda itu, yang akhirnya menamakan kelompoknya dengan nama Estehanget, sebuah nama yang cukup unik, karena dimana-mana yang namanya es teh selalu dingin, anyep kata orang Jawa, tapi entah dengan filosofi apa, mereka menamakannya estehanget ( Es Teh Hangat ), sebagai orang awam saya berfikir, dengan nama nyleneh seperti itu tentu akan mudah menarik perhatian beberapa pihak. tidak jauh dari tempat tinggal anak-anak muda itu, yaitu di daerah Siluk, dahulu terkenal sebagai daerah penghasil tembakau di wilayah Jogja, terdapat pasangan suami istri pensiunan PNS yang merupakan teman dari pak Sudarto yang ternyata memiliki seperangkat gamelan di rumahnya, akhirnya di sanalah mereka berlatih setelah gamelan di rumah Mujari diambil oleh pemiliknya.

Hampir 4 tahun sudah, kini anak-anak muda itu tetap tekun berlatih untuk bisa memainkan berbagai macam gending dan laras dari gamelan Jawa. tak ada niatan lain dari anak-anak muda itu kecuali bahwa mereka tidak mau pada saatnya nanti, tidak ada lagi anak-anak muda yang bisa bermain gamelan, sebuah bentuk seni dan budaya bangsa yang bahkan di mancanegara mendapat tempat tersendiri. mereka berfikir, jika orang-orang dari Belanda, Amerika, dan banyak negara lain datang ke Jogja untuk berlatih bermain gamelan, mengapa mereka tidak juga melakukan hal yang sama. Mereka tidak mau, ke depannya, anak-cucu mereka justru harus pergi ke mancanegara untuk belajar budaya negeri sendiri.

Kamis, 30 Juli 2009

Mencintai Indonesia dengan Menyusuri Jalan Sunyi….

Mencintai negeri ini, memang bisa dengan cara apa saja, tidak harus seperti para pejuang generasi kakek nenek kita yang menggenggam bambu runcing berperang melawan tentara Belanda, tak juga harus dengan berkoar-koar di jalanan menunjukkan kecintaan pada negeri ini. Ada cara lain untuk mencintai negeri ini, mencintai budaya dan seni negeri ini, sebuah jalan sepi dan sunyi dan jarang dilalui oleh orang untuk menunjukkan kecintaan pada negeri ini. dan jalan sepi serta sunyi inilah yang dipilih oleh Ledjar Subroto, yang biasa dipanggil dengan sebutan mbah Ledjar. Di usia 73 tahun ini dirinya tak merasa seperti layaknya kakek yang renta. Geraknya masih gesit dan cenderung hiperaktif. Suaranya masih lantang, penglihatannya masih tajam. Hal ini bisa dilihat ketika warna dan garis ditorehkan pada bidang yang digambar maupun disungging.

Pertama mendengar nama mbah Ledjar adlah ketika kakak saya mendapat borongan pekerjaan membuat sebuah show room kecil di Jl. Mataram Dn 1 / 370 Jogja (jalan sebelah timur jl Malioboro yang legendaris itu) tempat mbah Ledjar berkarya dan memajang wayang-wayang hasil karyanya. dari sanalah cerita kakak saya itulah, sedikit demi sedikit saya mengenal mbah Ledjar, meski sampai sekarang belum pernah bertemu secara langsung. “Dari kecil saya memang sudah tertarik dengan dunia perwayangan,” ungkap mbah Ledjar ini pada kakak saya itu. dan karena ketertarikannya pada wayang sejak kecil itulah, mbah Ledjar, menjadi salah seorang dalang, pembuat wayang, pembuat topeng kayu dan sekaligus sebagai serang pengajar yang penuh dengan semangat. Hampir di setiap jengkal hidupnya dipenuhi dengan berkarya seni.

Di tahun 1980 dirinya merasa gelisah dengan banyak keluhan dari rekan-rekan dalang yang merasa cemas bila suatu saat wayang dan seni tradisi tak lagi memancing minat generasi setelahnya. kemudian dicobanya membuat pendekatan yang lebih sederhana dengan membuat wayang dengan basis cerita anak yang telah lama mengendap dalam ingatan banyak generasi.

Cerita kancil kemudian dijadikan salah satu proyek terpanjang dalam karir seninya selain membuat wayang revolusi dan wayang kompeni. Dari pengamatan dirinya sebuah pertunjukan tradisional harus adaptatif terhadap ruang dan waktu. Ketika diamati anak-anak kecil banyak yang berlarian di sekitar pertunjukan wayang kulit maka pilihan atas cerita kancil jadi lebih masuk akal. Sebagai salah satu karya terkenalnya, wayang kancil ini tidak berwujud tokoh-tokoh dalam perwayangan yang biasa dikenal orang, seperti Bagong, Semar, Petrok maupun Gareng, namun berbentuk binatang-binatang sepertio, gajah, buaya, ayam, dan tentunya kancil sebagai tokoh utamanya.

Wayang kancil pun menjadi salah satu media pendidikan bagi anak-anak. Dengan tokoh dan cerita dari dunia hewan yang lebih menarik dan mudah untuk mereka pahami, Ki Ledjar ingin mengajarkan dan menanamkan semangat keberanian serta berpikir kreatif dalam diri seseorang sejak dini. Tokoh yang satu ini (kancil), meskipun bertubuh kecil, pandai mencari siasat untuk mengalahkan binatang besar seperti gajah dan buaya.

Namun seperti halnya pegiat dan pelestari seni tradisional yang lain di negeri ini, justru masyarakat seni internasional lebih mengenal dan mengapresiasinya, tak heran wayang karyanya dipentaskan di Belanda dan beberapa negara Eropa lainnya. Maka di saat banyak pihak meneriakkan cinta Indonesia, masyarakat seyogyanya diingatkan kembali pada keberadaan mereka. Seniman, maestro, dengan karya-karya besarnya yang menjadi penyumbang besar perkembangan seni rupa di Jawa dan Indonesia, yang telah mencintai Indonesia dengan cara mereka, yang selama ini terlupakan. Yang dari merekalah nama baik bangsa kita tetap terjaga sebagai negeri dengan keaneka ragaman budaya yang adilihung.

Beberapa museum dan kolektor yang telah mengoleksi wayang kreasi ciptaan Ki Ledjar Soebroto antara lain :

Museum Sanabudaya di Yogyakarta, mengkoleksi seperangkat wayang kancil kreasi Ki Ledjar Soebroto.

Balai Budaya Minomartani di Yogyakarta, mengkoleksi seperangkat Wayang Kancil kreasi Ki Ledjar Soebroto.

Museum Mayang H. Budiharjo di Pondok Tingal Magelang, Jawa Tengah.

Selain dikoleksi oleh Ki Manteb Sudarsono di Karangayar, Jawa Tengah dan Museum Wayang di Jakarta,

Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta juga mengkoleksi seperangkat Wayang Kancil kreasi ciptaan Ki Ledjar Soebroto.

Beberapa museum di luar negeri yang mengoleksi wayang kancil Ki Ledjar adalah :

Tim Byard-Jones, University Of London, di Inggris,

Ubersee Museum di Bremen, Dr. Walter Angst di kota Salem dan Arno Mozoni-Fresconi di Hamburg Jerman.

Volkenkundig Museum Gerardus Van der Leeuw di kota Groningen,

V.M Clara Van Groenendael di kota Amsterdam, Museum Westfreis, Museum Horn, di kota Hoorn, Museum Tropen di Amsterdam, dan Museum Kantjiel, di Leiden, Belanda

Tamara Fielding “The Shadow Theather Of Java” di New York Amerika Serikat dan

Museum Of Anthropology (Dominique Major) di Kanada.

Akhirnya, semoga kita bisa belajar untuk lebih bisa meneguhkan semangat kecintaan kita pada tanah air kita lewat berbagai hal.

Selasa, 28 Juli 2009

"Silakan saja mau diadukan ke mana saja, mau diadukan ke Tuhan pun jadi," cetus Ketua MA

sebuah kalimat biasa sebenarnya, karena keluar dari mulut seorang manusia, yang memang ditakdirkan untuk bisa berbicara.

namun menjadi cukup menggelitik manakala kalimat itu keluar dari mulut seorang ketua MA, ya Mahkamah agung, benteng terakhir peradilan bagi para pencari keadilan di negeri ini.

tak sepatutnya memang kalimat seperti itu dikeluarkan, karena ada kesan jumawa, dan tidak mau disalahkan oleh orang lain. padahal kita tentu faham benar, bahwa keputusan yang baru saja dikeluarkan oleh MA, memang kontroversial, sehingga tak selayaknya, ketua MA itu menambah lagi kontroversi dengan mengeluarkan kalimat seperti itu.

http://www.hukumonline.com/detail.asp?id=22696&cl=Berita

http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/18218/putusan-ma-merugikan-sby

http://hariansib.com/?p=86125

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/87344/3/1/MA-Persilakan-Parpol-Mengadu-ke-KY

http://www.surya.co.id/2009/07/28/parpol-boleh-lapor-ke-tuhan-ma-ladeni-tuduhan-pelanggaran-kode-etik.html

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/28/15493390/patrialis.sikap.ketua.ma.tunjukkan.ego.sektoral

belum lagi kontroversi tentang putusan MA dan kontroversi ucapan ketua MA berakhir, muncul lagi kehebohan lain, yaitu rumor tentang ketua MK yang dipnaggil menghadap pemenang pilpres.

kita tidak tahu darimana sumber rumor itu, namun yang jelas rumor itu sudah beredar, dan ibarat pepatah, tak ada asap jika tak ada api, maka tentu kita perlu klarifikasi dari para pihak yang bersangkutan tentang kesimpang siuran perihal rumor itu, karena kita tentu tidak mau kemudian ada prasangka yang tidak pada tempatnya dari para pencari keadilan yang sedang dan akan mengadukan dan menyelesaikan masalahnya lewat MK, baik itu para pasangan pilpres perihal kecurangan pilpres, maupun parpol yang dirugikan dengan putusan MA, perihal netralitas dan independensi dari MK, yang sudah sedemikian mati-matian diperjuangkan dan dijaga selama ini.

http://politik.vivanews.com/news/read/78353-istana_bantah_soal_pemanggilan_ketua_mk

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/28/0337124/mahfud.itu.bohong.besar

http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/28/113905/1172726/700/sby-bantah-panggil-ketua-mk-bahas-sengketa-pilpres

http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/28/143408/1172893/700/wakil-ketua-mk-6-tahun-kami-pertaruhkan-independensi-kredibilitas


kita tunggu aja apa kehebohan dan kontroversi apa lagi yang akan terjadi selanjutnya di negeri kita ini....


Senin, 27 Juli 2009

babak baru perebutan kursi parlemen...

setelah beberapa waktu lalu MA memutuskan gugatan dari zaenal maarif dkk dari partai demokrat tentang penetapan kursi tahap dua, maka kini partai-partai yang berpotensi dirugikan apabila keputusan itu berlaku surut dan dijalankan oleh KPU bahu membahu satu suara menolak keputusan MA tersebut.

PPP, PAN, PKS dari kubu Cikeas bersatu dengan Hanura dan Gerindra dari kubu Teuku Umar. semakin menarik memang konstelasi politik di negeri ini, tak ada kawan atau lawan yang abadi, yang ada adalah kepentingan yang abadi, konon pemeo itu yag menjadi kata kunci dalam percaturan di dunia politik, tak heran maka ketika kini kita melihat 5 partai dari dua kubu yang baru saja saling berhadapan, kini bisa berdiri dalam satu kubu yang sama, karena mereka punya kepentingan yang sama, yaitu menyelamatkan kursi mereka di parlemen.

PPP,PAN,PKS adalah anggota koalisi cikeas yang paling dirugikan jika keputusan MA itu dijalankan, PPP akan berkurang sebanyak dari 37 menjadi 21 kursi, PAN berkurang 43 menjadi 28 kursi dan PKS berkurang dari 57 menjadi 50 kursi (hitungan dari Cetro), sementara dua partai koalisi cikeas lainnya PD bertambah dari 150 menjadi 180, dan PKB bertambah dari 28 menjadi 29 kursi. perubahan kursi ini mau tidak mau, jika dijalankan, akan mempengaruhi koalisi cikeas, karena yang menjadikan hal ini terjadi adalah gugatan dari kader partai demokrat. artinya PPP, PAN, PKS akan merasa mereka ditelikung oleh demokrat, sebab sebelumnya gugatan yang sama, dengan majelis hakim yang sama, telah ditolak, yang mana penggugatnya adalah Haryo K, seorang kader PDIP.

nah, jika kemudian di awal koalisi ini, mereka sudah merasa ditelikung, maka tentu perjalanan pemerintahan koalisi cikeas ini bakal menjadi lebih seru.

kita tunggu saja kelanjutannya....

beberapa bahan bacaan :

http://public.kompasiana.com/2009/07/25/ma-berpihak-pada-penguasa/

http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/27/042844/1171783/700/ikut-tentukan-penetapan-kursi-ma-menyalahi-wewenang

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/27/16315044/Komisi.Yudisial.Akan.Panggil.Hakim.Agung.

http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/27/170521/1172362/700/patrialis-hanura-dan-gerindra-juga-setuju-laporkan-hakim

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/27/16432467/Pasca-Putusan.MA..Hanura.Potensial.Kehilangan.Enam.Kursi

Jumat, 24 Juli 2009

Muhammadiyah punya TV, siapa menyusul?


http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1552&Itemid=2

alhamdulillah akhirnya malam ahad itu,18 Juli 2009, bertepatan dengan launching menyongsong Muktamar satu abad Muhammadiyah di stadion mandala krida Yogyakarta, yang dihadiri puluhan ribu jemaah Muhammadiyah, Ketua Umum PP Muhammdiyah didampingi Sri Sultan HB X, Walikota Jogja selaku panitia penerima Muktamar dan ketua PWM, diluncurkanlah televisi lokal milik Muhammdiyah ADiTV.
inilah buah dari ikhtiar panjang sejak puluhan tahun yang lalu, ketika ummat islam bercita-cita memiliki sebuah saluran televisi sendiri.
maka peluncuran TV lokal milik Muhammdiyah ini adalah sebuah tonggak awal yang semoga juga diikuti oleh berbagai televisi milik gerakan dakwah yang lain yang ada di bumi Indonesia ini. bayangkan betapa kita sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, namun belum mempunyai jaringan TV dakwah, padahal dalam era informasi sekarang ini, media massa menduduki tempat yang penting dalam gerakan dakwah. kita tidak bisa lagi menggunkan pola-pola tradisional semata semacam pengajian akbar untuk melakukan gerakan dakwah.
di tengah pertarungan ideologi dan peradaban di dunia ini, posisi media yang berpihak pada ummat Islam memang penting, agar kita juga punya kekuatan untuk menentukan arah masa depan dunia.
jika di dunia arab ada Al Jazeera dan Al arabia, tentu kita berharap ke depan ADiTV dan berbagai televisi milik gerakan dakwah Islam akan muncul menjadi kekuatan media yang cukup disegani khususnya di Indonesia bahkan di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya.
kita tunggu kiprah ADiTV bagi dakwah Islam, dan kita tunggu televisi-televisi lain milik gerakan dakwah Islam, demi pencerahan bangsa, demi kemajuan bangsa.


Kamis, 23 Juli 2009

manusia Indonesia menurut Muchtar Lubis

1. Munafik, hipokrit
2. Lempar batu sembunyi tangan
3. Feodal dan patriarkal
4. Suka hantu, paranormal, firasat
5. Punya jiwa seni
6. Boros, senang berutang, senang pesta pora
7. Kurang gigih
8. Gemar jalan pintas
9. Suka iri, dengki, menggerutu
10. "Mee too"
11. Jumawa, belagu
12. Baik hati, ramah, gotong royong, suka damai, bisa tertawa dalam penderitaan

tiba-tiba saja ciri-ciri tentang orang Indonesia yang 30an tahun silam diutarakan oleh Muchtar Lubis berkelebat di pikiran ketika mengunjungi beberapa public blog sejak pilpres yang lalu. ya 12 ciri orang Indonesia yang ditulis 30an tahun yang silam, ternyata masih layak untuk kita cermati dan semoga saja bisa hilangkan satu demi satu agar kita sebagai anak bangsa ini bisa berdiri dengan kepala tegak di hadapan anak anak bangsa lain. namun ternyata 12 ciri itu sedemikian susah kita hilangkan dari dalam diri kita. lihatlah betapa dlam kehidupan kita berbangsa dan bernegara ini masih saja tak lepas dari satu atau dua atau bahkan tiga ciri itu nemplok dalam perilaku berbangsa kita ini.
entah sampai kapan 12 ciri yang tertulis 30an tahun silam itu bisa kita hilangkan dari diri kita, dari diri bangsa kita.
syahdan sebagai anak bangsa kita selalu mencontoh apa yang diperbuat oleh para pemimpin kita.
sudahkah para pemimpin kita tidak dihinggapi oleh 12 ciri itu?

Rabu, 22 Juli 2009

lalu siapa sebenarnya pelaku pemboman itu?

http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/07/22/brk,20090722-188494,id.html

dalam beberapa hari terakhir, sangkaan terarah pada nama Nuri Hasbi alias Nuri Said alias Nur Hasbi alias Nur Said seorang warga Temanggung, Jawa tengah dan Ibrahim warga Kuningan, Jawa Barat sebagai pelaku bom bunuh diri di Kuningan pekan lalu, namun dengan adanya hasil tes DNA yang baru saja keluar itu, maka gugur sudah tudingan beberapa hari ini.

artinya, polisi masih harus melakukan kerja keras untuk mencari tahu siapa sebenarnya pelaku bom bunuh diri itu, dan secepatnya menguak jaringan di belakangnya. kita sebagai warga tentu sangat berharap, siapapun pelaku dan jaringan di belakangnya segera terungkap, segera ditangkap, segera diadili, sehingga tidak akan ada lagi kisah pemboman terjadi di negeri kita tercinta ini. apapun motif di belakang jaringan pemboman itu, politik internasional kah, politik dalam negeri kah, politik ekonomi kah, ideologis kah, sementara waktu, mari kita kesampingkan itu semua. mari kita beri dukungan kepada para penegak hukum agar bisa bekerja secara profesional sehingga segera bisa menguak pelaku dan jaringan di belakang peristiwa pemboman pekan lalu itu.

dan salah satu yang juga harus dilakukan oleh para penegak hukum adalah segera melakukan semacam klarifikasi dan permintaan maaf kepada keluarga Nur Hasbi alias Nuri hasbi alias Nur said dan keluarga Ibrahim. hal ini karena tentu setelah berbagai pemberitaan yang mengarah pada sangkaan/perkiraan mengarah pada sanak keluarga mereka itu, beban psikologis tentu sangat mereka rasakan beberapa waktu terakhir.

Jumat, 17 Juli 2009

kenapa masih ada bom?

http://www.detiknews.com/read/2009/07/17/091941/1166747/10/ledakan-pertama-berasal-dari-jw-

http://www.detiknews.com/read/2009/07/17/091131/1166743/10/inilah-nama-9-orang-korban-di-rumah-sakit-jakarta-2-orang-wna

http://www.detiknews.com/read/2009/07/17/092027/1166749/10/seorang-petugas-keamanan-hotel-jw-marriott-tewas

pagi ini setelah sekian lama negeri kita aman-aman saja, tak terdengar bunyi bom meledak di penjuru nusantara, sesekali mungkin hanya petasan terdengar ketika ada hajatan atau jelang Ramadhan oleh anak-anak. pagi ini kembali negeri kita diguncang bom dengan daya ledak yang tinggi.

baru saja negeri kita mengadakan hajatan besar pemilu baik pileg maupun pilpres, yang alhamdulillah meski cukup panas, namun hanya celetukan nakal di sana-sini yang terjadi, tak ada kerusuhan ataupun tindakan anarkis yang terjadi karena tidak puas dengan hasil pemilu.

sebentar lagi kita akan disuguhi dengan pertandingan seru antara MU dan tim Indonesia all star.

lalu ada apa tiba-tiba bom kembali meledak.

bukankah satu-per satu teroris itu sudah tertangkap.

kita tunggu kesigapan penegak hukum mengusut kasus ini.

jangan ada lagi bom meledak di negari kita tercinta.

http://ariginasthel.blogspot.com

Kamis, 16 Juli 2009

menanti di 2014

http://pemilu.okezone.com/read/2009/07/14/268/238714/2014-keluarga-sby-janji-tinggalkan-pemerintahan

selesai sudah rumor yang bertebaran tentang wacana pencapresan ani yudhoyono sebagai pengganti sby dalam pertarungan memperebutkan kursi presiden di 2014. namun ini adalah dunia politik, dulu sby juga bilang tidak akan menaikkan harga bbm, namun faktanya, berulang kali sby menaikkan harga bbm dalam masa pemerintahannya ini. dulu sby juga bilang hanya pengin sekali saja menjabat sebagai presiden, namun faktanya, kemarin sby maju lagi dalam pertarungan politik di 2009 ini.
maka sekali ini, bahwa bersama keluarganya akan meningglkan pemerintahan bisa terlaksana. sama berharapnya agar para kandidat yang 4 L (lu lagi lu lagi) juga tidak maju dalam pertarungan pilpres 5 tahun mendatang, sehingga kita akan mendapatkan presiden yang berasal dari golongan muda. Soekarno dan Soeharto dulu menaiki kursi kepresidenan dalam usia 40an tahun, demikian juga dengan para tokoh-tokoh pendiri bangsa, Syahrir, Natsir, Tan Malaka, M Roem, Hamka semua masuk di pusat pemerintahan pada usia yang muda.
maka kita berharap itu semua dapat terulang mulai di 2014, tokoh-tokoh muda kita di blantika perpolitikan cukup banyak, maka adalah saatnya mereka tampil di depan agar bisa berkompetisi secara sehat di 2014. nama-nama Budiman Sujatmiko, Andi Arif, Anas Urbaningrum, Catur Sapto Edi, Lukman Edi, Viva Yoga Mauladi,Yuddy Crisnandi, Indra J Piliang, Fadli Zon, Anis Baswedan, Jefri Geovani, Teguh Juwarno dan banyak lagi adalah sederet nama yang potensial untuk maju dan menjadi garda depan politik Indonesia masa mendatang. Mereka memulai karir dari bawah, sejak organisasi kemahasiswaan dan berlanjut di berbagai partai politik maupun organisasi non politik di Indonesia.
kita berharap mereka yang akan bersaing di 2014, bukan generasi 4 L itu kembali yang mencoba peruntungannya dan membuat peta regenerasi di blantika perpolitan menjadi terhambat.

Rabu, 15 Juli 2009

jangan ada tempat bagi pengkhianat........

http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/07/11/78008/SBY-Diyakini-Tak-Pilih-Kader-Pengkhianat-Golkar-Jadi-Menteri
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/07/11/78007/JK-Wiranto-Dikalahkan--Pengkhianat-
http://beritabaru.com/utama.php?id=16894
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=86450
http://www.calegindonesia.com/script/news/IncNewsDetail.asp?NewsID=2724&no=2724&tr=0
http://politik.vivanews.com/news/read/75102-tim_garuda_lacak_pengkhianat_di_golkar

konon ada sebuah cerita tentang dua orang prajurit mata-mata yang tertangkap oleh pihak lawan, maka kemudian mereka berdua dihadapkan kepada raja untuk dinterogasi dan dijatuhi hukuman karena berani melakukan tindakan mata-mata di kerajaan mereka.
dalam interogasi itu, sang raja tidak berlaku keras, ia dengan lemah lembut mencoba mengorek keterangan dari dua orang prajurit mata-mata lawan itu. ditawarkan kepada mereka jika bersedia membelot dan membocorkan rahasia kekuatan kerajaan mereka, maka mereka akan diangkat sebagai prajurit di kerajaan itu dengan pangkat yang lebih tinggi daripada di kerajaan mereka sendiri.
prajurit pertama, dengan tegas menolak tawaran dari sang raja, ia tetap setia pada kerajaannya, maka akhirnya sang raja memerintahkan kepada algojo untuk langsung menghukum mati prajurit iru saat itu juga.
kemudian sang raja bertanya kepada prajurit kedua, apakah dia juga akan tetap setia pada kerajaannya, dan menghadapi hukuman mati seperti prajurit pertama, atau menerima tawaran dari sang raja, membocorkan rahasia kekuatan kerajaannya, dan sebagai hadiah, dia akan diangkat sebagai prajurit, dengan pangkat lebih tinggi.
melihat temannya dihukum mati, dan tergiur tawaran dari sang raja, maka prajurit kedua bersedia menerima tawaran dari sang raja. akhirnya ia membocorkan rahasia kerajaannya kepada sanag raja. setelah mengetahui rahasia kelemahan dan kekuatan pihak lawan, maka akhirnya kerajaan tersebut bisa memenangkan peperangan yang sudah berlangsung cukup lama.
setelah itu, tibalah saat si prajurit pembelot itu menerima hadiah yang dijanjikan oleh sang raja. namun sebelum ia diambil sumpahnya sebagai salah seorang petinggi prajurit di kerajaan itu, penasehat raja berbisik pada sang raja, yang intinya, jika prajurit itu pada kerajaannya sendiri ia rela berkhianat, dan membiarkan kerajaannya kalah perang, dan menjadi jajahan, apakah ia akan setia pada kerajaan mereka, maka sang penasehat justru menasehati sang raja agar menghukum mati prajurit pembelot itu, karena sekarang ia sudah tidak dibutuhkan lagi bagi mereka. maka akhirnya prajurit itu pun di hukum mati oleh sang raja. demikianlah kisah dua prajurit itu, kedua-duanya mati, tapi yang satu mati sebagai seorang ksatria, yang setia pada kerajaan dan sumpah prajuritnya, yang kedua mati sebagai seorang pengkhianat.

syahdan, di tubuh Partai Golkar, terjadi penghianatan sehingga jago yang mereka usung kalah total dalam pilpres yang baru lalu, masih menurut petinggi Golkar, para pengkhianat itu rela berkhianat karena tergiur dan haus pada kekuasaan.
mengaca pada kisah kuno tersebut di atas, pengkhianatan memang hal yang lumrah dalam politik, toh tak ada kawan atau lawan yang abadi dalam politik, yang abadi adalah kepentingan.
maka kita berharap, siapapun pengkhianat itu, jika sudah berhasil dilacak oleh tim yang dibentuk oleh pihak Golkar, para otak pengkhianatan itu janganlah sampai bisa masuk ke gerbong kekuasaan, karena terlalu riskan efeknya, bayangkan, kepada partai mereka sendiri saja mereka rela berkhianat, apalagi kepada partai lain, mereka hanya setia pada diri dan kepentingan mereka sendiri.
semoga....

Senin, 13 Juli 2009

KLB PAN?

http://www.inilah.com/berita/politik/2009/07/13/127330/golkar-pan-setor-muka-ke-sby/

http://www.inilah.com/berita/pemilu-2009/2009/07/13/127066/pan-dan-golkar-korban-politik-sby/

http://www.inilah.com/berita/politik/2009/07/13/127290/klb-pan-bukan-maunya-amien-rais/

http://www.inilah.com/berita/politik/2009/07/13/127261/jadi-mendiknas-amien-rais-direndahkan/

http://www.inilah.com/berita/politik/2009/07/13/127261/jadi-mendiknas-amien-rais-direndahkan/

http://www.inilah.com/berita/wawancara/2009/07/13/127075/instrospeksilah-golkar-dan-pan/

alhamdulillah semua cuma rumor saja, saya langsung ngecek dengan orang dekat pak Amien yang duduk di kepengurusan DPW PAN DIY, beliau juga heran dengan rumor yang tidak jelas itu ketika saya menanyakan rumor yang beredar tentang KLB PAN yang entah disebarkan oleh siapa dan entah apa tujuannya. apalagi dengan merendahkan posisi pak Amien dengan tuduhan berambisi pengin menduduki jabatan kursi mendiknas. jujur saja rumor dan tudingan itu telah melukai hati para pendukung setia Amien Rais, sama dengan sakit hati yang dirasakan ketika seorang presenter sebuah stasiun televisi swasta 5 tahun yang lalu dengan gaya bahasa yang kurang sopan menyudutkan posisi pak Amien yang perolehan suara partainya hanya kurang dari 10 % tapi tetap maju sebagai calon presiden, padahal diantara 5 pasang calon presiden waktu itu, bukan hanya pak amien yang partainya mendapat suara kurang dari 10% tapi kenapa hanya pak amien yang disudutkan dengan pertanyaan itu. dan sekarang gosip murahan tentang ambisi pengin menduduki kursi mendiknas itu, kembali melukai hati pendukung Amien Rais.