Ngayogyakarta Serambi Madinah , merupakan tatanan masyarakat yang hidup rukun dan saling menghormati dalam tatanan etnik, budaya dan filosofi kehidupan. hadir semenjak Tahun 1755 M dalam sebuah Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat, sebuah kerajaan jawa islam yang berbentuk kasultanan dan di pimpin oleh Khalifatullah.
Sultan Khalifatullah dalam dinasti Hamengku Buwana adalah pelanjut perjuangan Mataram Islam yang di pimpin oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma yang dalam menjalankan amanat khilafahnya Sultan berpegang pada filosofi dan ajaran walisongo serta piwulang agung.
Hamengku Buwana dalam Fungsi Hamangku dan hamangkoni pada masyarakat mengaplikasikan nilai nilai luhur dalam tatanan masyarakat yang berbudaya islami pada kehidupan yang penuh kemajemukan yang rukun, tenggangrasa,gotongroyong dan hormat antar sesama dalam dinamika keseharian yang produktif dan bertanggungjawab. Secara Keseluruhan Profil Masyarakat Ngayogyakarta memiliki kesamaan Karakteristik dengan Masyarakat Madinah pada Zaman Nabi Muhammad SAW.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Saya rasa..
BalasHapusKarakteristik masyarakat Jogja modern lebih mendekati kehidupan masyarakat di London, Inggris... Harmonis, Humanis, Santun, terbuka, majemuk, pluralis dan menghormati tradisi Aristokrat nya....
Dengan tidak melupakan sejarah nya....
Saya berharap...
Jogja ke depannya menjadi barometer untuk intelaktualitasnya yang modern dengan mengedepankan persamaan derajat dan hak dalam hukum tanpa membedakan gender, suku, ras dan agama...
Mari kita pertahankan Jogja yang ramah dan santun pada siapa saja....