memasuki bulan januari ini, kesibukan pansus cantury semakin disibukkan dengan pemanggilan para aktor yang terlibat dengan pengucuran dana 6.7 trilyun pada bank century tahun lalu.
mulai dari para pejabat dan mantan pejabat di lingkungan bank sentral negeri ini, sampai robert tantular, sang pemilik bank yang telah dijatuhi hukuman 4 tahun penjara karena kasus “perampokan” dana nasabah bank century.
tak terkecuali mantan gubernur bank sentral, yang kini menjabat sebagai orang kedua di republik ini, kembali dipanggil untuk memberikan keterangan di hadapan para anggota pansus yang selalu bikin heboh dengan kehebohan-kehebohan yang kurang begitu menukik pada persoalan (seperti kehebohan si poltak dan gayuus lumbun).
sementara sang ketua kksk dan mantan wakil presiden saat pengucuran dana berlangusng, yaitu JK, masih sedang menunggu antrian untuk hadir memenuhi undangan pansus.
yang akan kita bicarakan disini, bukan persoalan apa isi yang disampaikan di hadapan pansus, dan seberapa jauh pansus sudah berhasil megorek keterangan dari semua yang telah dipanggilnya sejauh ini, namun adalah pada fenomena yang melingkupi para pejabat, dan mantan pejabat yang dipanggil oleh pansus itu.
fenomena yang dimaksud adalah fenomena lupa alias tidak ingat.
para pejabat, atau mantan pejabat yang merupakan orang-orang hebat negeri ini, yang di tangan mereka lah situasi moneter negeri ini dibenankan ternyata banyak yang mengidap penyakit lupa, tak terkecuali juga menghinggapi orang nomor dua di republik ini, sang mantan gubernur bank sentral, yang ternyata solider dengan koleganya sesama pejabat dan mantan pejabat bank sentral yang banyak lupa tentang persoalan seputar pengucuran dana bail out 6.7 trilyun tersebut.
kita berharap ketika ketika sang ketua kksk dan mantan orang kedua republik ini dipanggil, mereka tidak seperti para mantan pejabat dan pejabat bank sentral yang rame-rame lupa, dan secara terbuka membeberkan apa yang sebenarnya terjadi seputar pengucuran dana 6.7 trilyun tersebut.
semoga….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar