<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820</id><updated>2011-07-31T03:11:24.867+07:00</updated><category term='Bung Karno'/><category term='pemilu'/><category term='karawitan'/><category term='2009'/><category term='sapi'/><category term='Hendropriyono'/><category term='amandemen'/><category term='gamelan jawa'/><category term='tiang agama'/><category term='perda syariah'/><category term='incumbent'/><category term='teroris'/><category term='Spanduk'/><category term='islamisasi negara'/><category term='walikota jogja'/><category term='pemberantasan'/><category term='kabinet'/><category term='obat'/><category term='kursi parlemen'/><category term='MK'/><category term='niat baik'/><category term='bangsa'/><category term='putusan gugatan pilpres'/><category term='intelektual muslim'/><category term='George'/><category term='deklarasi'/><category term='DPR RI PAN'/><category term='konferensi pres'/><category term='rukun Islam'/><category term='black campaign'/><category term='koalisi cikeas'/><category term='Golkar'/><category term='Piagam Jakarta'/><category term='intelejen'/><category term='iman'/><category term='LIPI'/><category term='peradaban'/><category term='takdir'/><category term='TV Muhammdiyah'/><category term='mbah Ledjar'/><category term='Cikeas'/><category term='menteri'/><category term='wayang kancil'/><category term='terorisme'/><category term='ciri manusia Indonesia'/><category term='harus menang'/><category term='sby'/><category term='partai islam'/><category term='people power'/><category term='generasi muda'/><category term='Negara Islam'/><category term='kekalahan'/><category term='politik monolitik'/><category term='partai politik'/><category term='kepentingan'/><category term='Yogyakarta'/><category term='boediono'/><category term='DNA'/><category term='santun'/><category term='PKL'/><category term='masjid'/><category term='Amien Rais'/><category term='Ki Bagus hadikusumo'/><category term='kalah'/><category term='HAMKA'/><category term='penertiban PKL'/><category term='inggris'/><category term='presiden'/><category term='tauhid sosial'/><category term='kongres'/><category term='Kerbau'/><category term='pemimpin'/><category term='islam dan negara'/><category term='Ical'/><category term='riyal'/><category term='CSR'/><category term='penentang'/><category term='dewan'/><category term='jogja'/><category term='jaksa agung'/><category term='Pak RT'/><category term='hebat'/><category term='Hanafi Rais'/><category term='luar negari'/><category term='jujur'/><category term='Walikota Solo'/><category term='Mega Pro'/><category term='Sri Mulyani'/><category term='Demo'/><category term='century'/><category term='JW Marriot'/><category term='tki'/><category term='media'/><category term='FoxIndonesia'/><category term='good boy'/><category term='rakyat'/><category term='televisi Islam'/><category term='Provokator'/><category term='simpatik'/><category term='gaza'/><category term='DPR'/><category term='Muhammadiyah'/><category term='HNW'/><category term='mendadak'/><category term='paripurna'/><category term='tunangan massal'/><category term='2014'/><category term='aset'/><category term='Drajad Wibowo'/><category term='MA'/><category term='menang'/><category term='strategi'/><category term='JK Win'/><category term='isu'/><category term='Demokrat'/><category term='politik'/><category term='KPK'/><category term='Kasman singodimejo'/><category term='koalisi'/><category term='Ngayogyakarta'/><category term='pengkhianat'/><category term='nenek tua'/><category term='mengeluh'/><category term='heboh'/><category term='malu'/><category term='majapahit'/><category term='debat'/><category term='istri boediono'/><category term='JK'/><category term='A Hassan'/><category term='agama'/><category term='nasional'/><category term='putaran'/><category term='M Hatta'/><category term='teuku umar'/><category term='Muctar Lubis'/><category term='mahkamah konstitusi'/><category term='iklan'/><category term='Serambi Madinah'/><category term='transformasi sosial'/><category term='PDIP'/><category term='pendukung'/><category term='BPKP'/><category term='kontestan'/><category term='ketua MPR'/><category term='pansus'/><category term='bom'/><category term='kesehatan'/><category term='bahasa'/><category term='disiksa'/><category term='menyatakan pendapat'/><category term='slogan'/><category term='program kerja'/><category term='partai'/><category term='capres'/><category term='cicak vs buaya'/><category term='zakat'/><category term='kimia'/><category term='tim sukses'/><category term='peimpin'/><category term='oktober'/><category term='UUD 1945'/><category term='damai'/><category term='KLB'/><category term='kebohongan publik'/><category term='ADiTV'/><category term='Malioboro'/><category term='anas urbaningrum'/><category term='kampanye'/><category term='cincin'/><category term='tkw'/><category term='bicara'/><category term='pilpres'/><category term='kompasiana'/><category term='kebangkitan nasional'/><category term='kadaluwarsa'/><category term='PAN'/><category term='atlantis'/><category term='Soekarno'/><category term='efek samping'/><category term='korupsi'/><title type='text'>ginasthel</title><subtitle type='html'>Ginasthel, dinspirasi dari minuman teh atau kopi di kalangan masyarakat jawa, yang merupakan akronim dari legi, panas dan kenthel, yang artinya manis, panas dan kental</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>58</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-6761399471874212965</id><published>2010-05-27T09:12:00.001+07:00</published><updated>2010-05-27T09:13:48.176+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amandemen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='capres'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UUD 1945'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri Mulyani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='partai politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2014'/><title type='text'>Sri Mulyani capres 2014? sulit!!</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 20px; "&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Pasal 6A ayat 2 UUD 1945 yang telah diamandemen jelas-jelas berbunyi : “ Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Maka jika kemudian hari-hari ini karena romantisme kesan didzolimi/dianiaya disematkan kepada sosok Sri Mulyani, yang terpaksa menyingkir dari pemerintahan karena terdesak oleh kartel politik negeri ini, yang dikuasai oleh partai-partai koalisi Cikeas, yang karena romantisme kesan dianiaya itu kemudian diangankan maju sebagai calon presiden di 2014, maka kini mungkin kita harus mulai berhitung, kira-kira partai apa yang akan menjadi kendaraan Sri Mulyani untuk maju di 2014?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Mungkin saja para pendukung, yang dengan penuh semangat mengajukan ide itu, apalagi dipantik dengan kata-kata Sri Mulyani yang bersayap : ” I’ll be back” bisa bilang, kalaupun partai-partai sekrang yang ada, yang telah mendzoliminya tidak mau mengajukan Sri Mulyani untuk maju sebagai calon presiden, toh mereka bisa mendirikan &lt;span&gt;&lt;/span&gt;partai sendiri, meniru langkah SBY setelah gagal dalam pemilihan wakil presiden 2002 yang lalu kemudian mendirikan partai sendiri dan terbukti memenangkan kursi presiden di 2004 dengan partainya tersebut. Namun ternyata ide itu bisa jadi juga bakal pupus di tengah jalan, karena para elit partai yang ada saat ini sedang membincangkan ide untuk membuat aturan dalam undang-undang politik yang baru bahwa sebuah partai baru tidak langsung bisa mengikuti pemilu di 2014, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;sebagaimana tercermin dalam rapat Badan Legislasi (Baleg) DPR belum lama ini yang membahas soal revisi UU No 2/2008 tentang Partai Politik, muncul wacana bahwa parpol yang baru lahir tidak boleh menjadi peserta Pemilu 2014&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Dengan melihat hal itu, maka tampaknya akan sulit bagi para pengusung ide Sri Mulyani for RI 1 untuk bisa mewujudkan idenya tersebut. Sebab untuk sementara belum ada pintu masuk bagi Sri Mulyani bisa melaju dengan melihat konstelasi partai yang ada saat ini. Partai-partai koalisi Cieas saat ini tentu tidak akan mengusungnya karena justru koalisi inilah yang disebutnya dengan istilah “kartel politik” yang membuatnya terpaksa menyingkir dari panggung pemerintahan. Sementara jika dari barisan oposisi, tampaknya juga cukup sulit untuk menjadi pintu masuk karena citra neolib yang melekat/dilekatkan padanya jelas menjadi faktor terbesar penolakan kubu oposisi yang mengusung jargon kerakyatan untuk mencalonkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Meskipun, banyak juga yang akan bilang, toh masih 4 tahun lagi, konstelasi politik bisa saja berubah. Justru karena masih 4 tahun lagi itulah, maka peluang akan semakin menipis, karena semua berkaitan dengan momentum, titik kepopuleran tertinggi Sri Mulyani ada di saat ini, sehingga peluang akan terpilih adalah manakala pemilihan diadakan saat ini, bukan 4 tahun mendatang. Apalagi tipikal masyarakat negeri yang mudah lupa, maka jika Sri Mulyani kemudan 4 tahun ke bank dunia, dan kembali ke negeri ini 4 tahun lagi, bisa dipastikan popularitasnya sudah tidak seperti hari-hari ini. &lt;span&gt;&lt;/span&gt;Dan bisa jadi di 2014 sudah ada tokoh lain lagi yang mendapat momentum karena kesan didzolimi yang muncul, dan tokoh baru itulah yang akan muncul sebagai calon potensial untuk menang di 2014, sebagaimana SBY yang menang di 2004 karena kesan didzolimi oleh Mega.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-6761399471874212965?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/6761399471874212965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/05/sri-mulyani-capres-2014-sulit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/6761399471874212965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/6761399471874212965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/05/sri-mulyani-capres-2014-sulit.html' title='Sri Mulyani capres 2014? sulit!!'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-4913863377023709916</id><published>2010-05-25T19:09:00.001+07:00</published><updated>2010-05-25T19:09:52.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kongres'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demokrat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FoxIndonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anas urbaningrum'/><title type='text'>Kekalahan AM = Kekalahan FoxIndonesia</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 20px; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;FoxIndonesia, nama konsultan politik yang dimiliki oleh malarangeng bersaudara itu sempat sedemikian moncer di blantika perpolitikan nasional pasca kemenangan fenomenal &lt;span&gt;&lt;/span&gt;satu putaran pasangan sby-no tahun lalu, serta kemenangan fenomenal ibas di pemilu legislatif beberapa bulan sebelum pilpres tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun kini tuah konsultan politik &lt;span&gt;&lt;/span&gt;itu ternyata sudah memudar, lihatlah dalam perhelatan kontestansi ketua umum partai demokrat beberapa hari yang lalu, yang secara gemilang dimenangkan oleh anas urbaningrum. Di perhelatan itu, FoxIndonesia, dukun modern itu benar-benar tak bertuah lagi, alih-alih memenangkan jagoannya, andi malarangeng, yang adalah kakak kandung sang empunya FoxIndonesia, yaitu rizal malarangeng dan choel malarangeng, tapi yang terjadi adalah sebaliknya andi malarangeng yang mereka usung gugur di babak pertama pertandingan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang tersenyum tentu adalah denny ja, ichsan loulembah dan ipang wahid dari lingkaran survey Indonesia,&lt;span&gt;&lt;/span&gt;folkindonesia dan fastcomm yang berada di belakang anas urbaningrum. Mereka secara meyakinkan telah mampu membalikkan situasi, dimana sebelum pertandingan dilaksanakan hampir semua pihak telah menempatkan andi malarangeng lah yang akan memenangkan pertandingan, sehingga bahkan dengan jumawa nya kubu andi mengusuung ide aklamasi dalam penentuan ketua umum saking yakinnya bahwa andi malarangeng lah yang bakal memenangi pertandinngan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tapi kelihaian trio konsultan politik di belakang anas urbaningrum ternyata sanggup mempecundangi grasah grusuhnya kerja-kerja FoxIndonesia yang jor-joran dalam serangan udara, sehingga seakan-akan pertandingan yang terjadi adalah semacam pilkada atau pilpres dimana masyarakatlah yang akan melakukan pemilihan. Padahal yang disasar sebenarnya hanya 531 suara pemilik suara di arena kongres partai demokrat itu. Di lain pihak kubu anas urbaningrum melalui fastcomm yang digawangi oleh ipang wahid tidak jor-joran dalam perang iklan, karena iklan bagi mereka hanya sekedar pelengkap semata, dan sekaligus sebagai semacam pembeda dengan kubu andi malarangeng, sehingga citra yang terbentuk adalah bahwa anas tidak menghambur-hamburkan uang yang pasti akan menimbulkan kecurigaan, sumbernya darimana sehingga bias jor-joran iklan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di sisi peran yang dimainkan oleh FoxIndonesia di kubu andi malarangeng dan trio lsi,fastcomm,Dn folkindonesia di kubu anas urbaningrum juga sangat berbeda, di kubu andi, sebagaimana sejak menangani ketua umum PAN SB beberapa tahun silam sampai menangani andi malarangeng, FoxIndonesia terlihat begitu dominan, dari a sampai z sehingga menimbulkan kejengkelan di kader-kader partai yang ditangani, sementara di anas urbaningrum, semua ada di kendali anas, konsultan betul-betul membantu sesuai porsi yang telah ditentukan oleh tim sukses anas sesuai arahan dari anas, hal itu juga diakui oleh denny ja, yang hanya menyampaikan ide dan gagasannya hanya di hadapan anas semata, dan anas yang ambil keputusan dari ide dan gagasan dari konsultannya itu.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Maka tidak heran jika pendekatan yang dilakukan oleh konsultan politik kubu andi akhirnya menimbulkan anti pati dari kalangan DPD dan DPC yang merasa tidak dilibatkan sama sekali oleh andi karena semua ditangani oleh FoxIndonesia yang dikomandoi oleh rizal malarangeng, yang notabene adalah salah seorang ketua dpp partai golkar, yang menelikung dari belakang koalisi cikeas dalam kasus bank century, sehingga meskipun di level puncak, sby dan ical sudah terlihat rujuk dan mesra kembali, namun di kalangan pengurus DPD dan DPC rasa sakit hati kepada golkar tentu masih tersimpan di dada mereka masing-masing, dan menempatkan rizal malarangeng, yang ketua dpp golkar di posisi yang menentukan dalam perebutan kursi ketua umum partai demokrat, adalah blunder besar yang tidak disadari oleh andi malarangeng. Dan terbukti, alih-alih mendapatkan dukungan 86% suara sebagaimana yang mereka klaim, merekaa hanya mendapatkan 82 suara (16%) dan gugur di babak pertama pertarungan itu.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-4913863377023709916?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/4913863377023709916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/05/kekalahan-am-kekalahan-foxindonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/4913863377023709916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/4913863377023709916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/05/kekalahan-am-kekalahan-foxindonesia.html' title='Kekalahan AM = Kekalahan FoxIndonesia'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-5444893039422973173</id><published>2010-05-20T16:52:00.002+07:00</published><updated>2010-05-20T16:55:39.959+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peradaban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='majapahit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bangsa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebangkitan nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='atlantis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ciri manusia Indonesia'/><title type='text'>kebangkitan nasional? kapan?</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(102, 102, 102); font-family:Verdana, Arial, sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; text-align: justify; "&gt;Sejarah bangsa ini dipenuhi oleh ribuan bahkan jutaan pahlawan, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal oleh kita selaku penerus bangsa. Selama ratusan tahun, perlawanan terhadap bangsa-bangsa penjajah dilakukan dengan tanpa henti di seantero bumi nusantara kita tercinta, dengan satu tekad, mengusir penjajah dari ibu pertiwi.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; text-align: justify; "&gt;Namun sejarah juga mencatat bahwa perlawanan yang dilakukan itu pada akhirnya kandas, karena dilakukan tanpa persatuan di antara para pejuang. Setelah menelaah kegagalan para pejuang yang masih bersifat kedaerahan itulah, para mahasiswa STOVIA di Jakarta, pada tanggal 20 Mei 1908 menggagas berdirinya sebuah organisasi yang dikenal dengan nama Budi Utomo (BU). Organisasi inilah yang kemudian menjadi tonggak baru sifat dan cara perlawanan terhadap penjajah, dari yang bersifat kedaerahan menjadi bersifat kebangsaan, dari perjuangan fisik menjadi perjuangan diplomasi. Kemudian, setelah BU, secara bergelombang, bermunculan lah berbagai organisasi di seantero Indonesia yang punya satu tekad bersama, yaitu Indonesia merdeka. Hal inilah yang kemudian mendasari diperingatinya kelahiran BU (20 Mei), sebagai Hari Kebangkitan Nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; text-align: justify; "&gt;Kini, tak terasa, kita telah memasuki 102 tahun sejak ditetapkannya 20 Mei 1908 sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Pertanyaannya kemudian adalah, bagaimana dengan kondisi sekarang? Apakah kita telah nyata-nyata bangkit? Atau, bahkan menjadi kembali terpuruk seperti sebelum 20 Mei 1908?&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; text-align: justify; "&gt;Setelah kemerdekaan Indonesia, 17 agustus 1945, Presiden pertama kita, Ir Soekarno selalu mengingatkan pada seluruh anak bangsa tentang bahaya kolonialisme baru (penjajahan-red), atau yang beliau sebuat dengan istilah NEKOLIM. Kini, jika kita telaah kedaan kita sekarang ternyata apa yang ditengarai oleh beliau ternyata betul-betul menjadi kenyataan.  Ternyata sekarang kita kembali terjajah oleh bangsa asing. Bedanya, kalau dulu penjajahan secara fisik, kini penjahan dilakukan secara ekonomi dan politik.  Satu contoh, kita lihat saja betapa kekayaan alam kita, sebagian besar tidak kita kuasai sendiri, namun justru dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing. Kita seolah tidak punya kekuatan untuk menolak penguasaan atas sumber-sumber kekayaan kita itu. Maka tidak heran ketika harga BBM dinaikkan, timbul pertanyaan oleh sebagian masyarakat: "katanya kita itu penghasil minyak, tapi kok harga naik terus?"  Ternyata jawabannya adalah,, karena sebagian besar minyak yang dihasilkan oleh bumi kita itu, justru dimiliki oleh pihak asing. PERTAMINA hanya menghasilkan 136 ribu barrel per hari, sementara ratusan ribu barrel lainnya dikuasai oleh perusahaan asing!!!&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; text-align: justify; "&gt;Kita tentu juga sering mendengar nama Exxon Mobile, Caltex, Shell, Freeport, Newmont. Sederetan nama itu adalah perusahaan asing yang menjalankan operasinya di negeri kita tercinta ini. Mereka lah yang mengeruk kekayaan alam kita, seperti minyak bumi, emas, dan kekayaan alam lainnya. Dari pengolahan kekayaan alam itu, kita hanya mendapat sedikit saja dari total keuntungannya.  Sementara jumlah besar lainnya, dibawa ke negeri dimana perusahaan asing itu berasal. Dengan demikian, mereka lah sesungguhnya yang menguasai bumi kita, sementara kita sebagai tuan rumah hanya menjadi penonton saja selama ini&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; text-align: justify; "&gt;Jadi beda penjajahan yang dilakukan jaman kakek nenek kita dulu dengan sekarang adalah, jika dulu kita hanya dijajah oleh sebuah perusahaan, yaitu VOC, atau kumpeni, sekarang kita berada dalam penjajahan banyak sekali perusahaan asing. Mereka menguasai berbagai macam asset berharga bangsa kita, mulai dari bahan tambang kita, hutan kita, telekomunikasi kita, perbankan kita, dan sebentar lagi industri strategis kita seperti Krakatau Steel juga akan dikuasai oleh pihak asing. Kebijakan Negara yang disebut dengan PRIVATISASI (menjual badan usaha milik Negara kepada perusahaan swasta multinasional), adalah hal yang menyebabkan penguasaan atas kekayaan alam itu terjadi. Bahkan, satu hal yang kecil saja, jika kita lihat, pasar buah kita pun didominasi oleh buah impor dari Luar Negeri. Padahal jelas-jelas kita adalah negara agraris penghasil buah-buahan. Kenapa kita mesti impor?&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; text-align: justify; "&gt;Maka jika menjelang peringatan 102 tahun Kebangkitan Nasional ini kita semakin disuguhi bermacam-macam kabar yang menyesakkan dada, maka akankah kita, Indonesia ini, yang nenek moyang kita konon adalah penguasa peradaban Atlantis itu ternyata tidak sanggup mewarisi kehebatan nenek moyang kita itu, bukankah buah apel jatuh tidak jauh dari pohonnya, maka jika nenk moyang kita sanggup membentuk peradaban yang hebat itu, kemudian setelah hancur karena bencana alam yang dahsyat itu masih tetap sanggup membuat peradaban Sriwijaya, Kutai, Kalingga, Mataram, Majapahit, maka akankah kita yang sekarang terpuruk ini sanggup mengevaluasi diri dan berlahan bangkit dari tidur panjang kita dan kembali menjadi satu di antara negara yang disegani di belahan dunia ini?&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; text-align: justify; "&gt;akahkah itu terjadi lagi? dan berapa lama lagi bangsa ini musti menunggu?&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; text-align: justify; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-5444893039422973173?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/5444893039422973173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/05/kenangkitan-nasional-kapan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/5444893039422973173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/5444893039422973173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/05/kenangkitan-nasional-kapan.html' title='kebangkitan nasional? kapan?'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-8970007049609380625</id><published>2010-03-09T17:44:00.001+07:00</published><updated>2010-03-09T17:45:04.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='paripurna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Golkar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menyatakan pendapat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DPR'/><title type='text'>trus apalagi?</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 20px; "&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;sesudah hiruk pikuk kerja pansus century yang menyita perhatian publik selama sekian bulan, akhirnya DPR secara resmi menyatakan bahwa bail out century bermasalah, setelah melalui voting di rapat paripurna yang sempat diskors sekian jam untuk lobi-lobi politik antara pihak yang istana dan pendukungnya dan pihak yang kontra.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;akhirnya, setelah sekian bulan bekerja&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, trus apalagi sesudah itu?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;sby segera setalah paripurna DPR resmi menyatakan bail out bermasalah dan menunjukk boediono dan sri mulyani sebagai pihak-pihak yang paling bertanggung jawab, kemudian membuat pidato politik yang terkesan pasang badan untuk membela boediono dan sri mulyani serta justru menyalahkan DPR yang dinilainya tidak mampu membaca situasi pada saat kebijakan bail out diambil.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;sejalan dengan sby, marzuki alie, yang adalah ketua DPR, yang secara resmi telah menyatakan bail out century bermasalah, namun lupa dengan posisinya sebagai ketua DPR, dan hanya ingat bahwa dirinya adalah kader demokrat, dengan entengnya bilang bahwa keputusan DPR soal century tidak musti dijalankan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;kini bola ada di tangan DPR kembali, apakah cukup puas hanya dengan menghasilkan sebuah keputusan bahwa bail out century bermasalah, atau ada langkah lain lagi yang akan dijalankan untuk menindaklanjuti keputusannya itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;adnan buyung nasution, salah satu tokoh yang cukup dikenal publik berharap bahwa DPR segera menindaklanjuti keputusan minggu lalu dengan segera menginisiasi hak menyatakan pendapat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;dan tampaknya, Golkar, sebagai salah satu partai yang cukup getol dalam membongkar skandal century ini, sedang membaca desakan dari pihak-pihak yang menginginkan DPR menggunakan hak menyatakan pendapat, dan jika desakan itu menguat, tentu bukan tak mungkin Golkar akan memainkan tarian politiknya lagi dengan menggalang dukungan bagi dilakukannya hak menyatakan pendapat, atau bahkan bisa jadi sejak sekarang sebenarnya Golkar sudah dalam rangka menggalang dukungan, sambil menanti saat yang tepat untuk menyampaikan ke publik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;hal ini tentu saja karena kita sadari bahwa sebagai pemain yang paling berpengalaman, para politisi Golkar sangat pandai membaca situasi politik dan memainkannya sesuai dengan irama yang diinginkannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;karena meski hak menyatakan pendapat belum lagi digulirkan secara resmi, wacana tentang nama-nama pengganti boediono sudah berseliweran dan pasti akan mendapat tanggapan dari berbagai pihak, termasuk dari publik, dan tentu ini adalah bagian dari penciptaan kondisi, jika memang pada saatnya nanti boediono betul-betul dilengserkan, maka nama-nama yang sekarang dimunculkan dan mendapat tanggapan dari publik, maka nama-nama yang mendapat tanggapan positif pasti benar-benar akan didorong untuk diajukan menggantikan boediono.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;dan untuk itu, maka mau-tidak mau, lobi-lobi politik tingkat tinggi pasti sudah dimulai dilancarkan sejak sekarant.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;wallahu alam…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-8970007049609380625?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/8970007049609380625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/03/trus-apalagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/8970007049609380625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/8970007049609380625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/03/trus-apalagi.html' title='trus apalagi?'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-2888190294056397352</id><published>2010-02-06T12:55:00.000+07:00</published><updated>2010-02-06T12:56:00.604+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spanduk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerbau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Provokator'/><title type='text'>Kerbau, Spanduk, Demo, Provokator</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 20px; "&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;konon sang penguasa negeri ini sedang resah hatinya karena tak membayangkan betapa di masa kekuasannya yang kedua, yang masih seumur jagung ini bakal mengalami berbagai macam rintangan baik dari para lawan politknya maupun dari anak-anak nakal yang sangat suka merecoki dia dan para punggawanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ketika mengomentari aksi turun ke jalan berkaitan dengan hari keseratus dia berkuasa kembali di negeri ini, konon dia tampak kurang begitu suka dengan cara-cara yang dipakai para pengritiknya yang dinilainya tidak pantas di negeri Pancasila ini, sehingga ketika sedang memimpin pertemuan dengan para gubernur se Indonesia yang bertema mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014, maka bukan hanya rencana-rencana strategis pembangunan yang dibahasnya  bersama para gubernur itu agar kesejahteraan rakyat semakin cepat terlaksana yang kemduian disampaikannya ke media agar diketahui publik namun justru lebih soal curhat soal, namun jsutru soal kerbau yang dibawa seorang pendemo yang dia persoalkan dan dia lontarkan kepada media dan diketahaui oleh publik, dan sama sekali bukan soal mengapa demonstran itu membawa kerbau yang dia analisa, tapi soal dirinya sendiri yang dia curhatkan kepada publi&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;karena itulah maka saya tiba-tiba inginjuga menulis sedikit soal kerbau&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;hari-hari menjelang seratus hari masa pemerintahan sang penguasa, kita dapat saksikan di pojok-pojok jalan di seantero ibu kota bertebaran spanduk yang nyaris seragam yang menghimbau agar warga masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu para provokator yang berkeinginan menghancurkan sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;spanduk yang berisikan kalimat yang kesannya seperti tidak up to date lagi, karena kalimat-kalimat seperti itu sudah sering dimunculkan sejak sepuluh tahun terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;dan herannya meski jelas-jelas bahwa pembuat spanduk itu menunjuk adanya provokatror yang tidak bertanggung jawab, namun tidak pernah sekalipun pembuat spanduk-spanduk itu sejak dahulu menunjukkan kepada warga masyarakat tentang siapa provokator itu, sehingga yang terjadi adalah ketika masyarakat diminta waspada dengan isu adanya para provokator yang tidak disebutkasn siapa saja provokator itu, maka sangat dimungkinkan akan timbul saling curiga diantara sesama anak bangsa ini karena saling mengira bahwa diantara mereka ada provokator yang tidak bertanggungjawab itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;dan manakala sikap saling curiga itu timbul dan membesar maka di tengah situasi politk yang semakin memanas ini, sangat mudah bagi para pihak untuk memanfaatkan situasi saling curiga itu untuk menimbulkan chaos.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;pertanyaannya adalah siapa yang bakal mendapatkan keuntungan dari situasi chaos yang timbul karena sikap saling curiga diantara anak bangsa ini, karena diawali oleh isu provokator itu?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;berkaitan dengan isu provokator, chaos dan cerita soal kerbau, tiba-tiba saja saya teringat kisah Mas Karebet alias Joko Tingkir yang konon agar bisa diterima menjadi prajurit di Demak maka dia terlebih dahulu membuat ontran-ontran di alun-alun kraton Demak dengan cara membuat seekor kerbau mengamuk dan membuat onar di seputaran alun-alun, dan akhirnya dengan sukses Joko Tingkir sendirilah yang bisa mengatasi kekisruhan yang sebernarya dia buat sendiri itu dan karena dianggap berjasa maka dia diangkat menjadi prajurit di Demak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;berkaca dari cerita Joko Tingkir itulah, maka jika terjadi chaos karena bermula dari sikap saling curiga antar anak bangsa muncul karena adanya isu provokator yang sengaja disebar di seantero ibukota itu, maka pembuat isu provokator itulah yang bakal menikmati keuntungan dari chaos yang dia ciptakan itu&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;wallahu alam…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-2888190294056397352?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/2888190294056397352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/02/kerbau-spanduk-demo-provokator.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2888190294056397352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2888190294056397352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/02/kerbau-spanduk-demo-provokator.html' title='Kerbau, Spanduk, Demo, Provokator'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-6909827796942326450</id><published>2010-01-22T19:17:00.001+07:00</published><updated>2010-01-22T19:20:08.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yogyakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngayogyakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi Madinah'/><title type='text'>Piagam Yogyakarta Serambi Madinah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); line-height: 15px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Ngayogyakarta Serambi Madinah , merupakan tatanan masyarakat yang hidup rukun dan saling menghormati dalam tatanan etnik, budaya dan filosofi kehidupan. hadir semenjak Tahun 1755 M dalam sebuah Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat, sebuah kerajaan jawa islam yang berbentuk kasultanan dan di pimpin oleh Khalifatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Khalifatullah dalam dinasti Hamengku Buwana adalah pelanjut perjuangan Mataram Islam yang di pimpin oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma yang dalam menjalankan amanat khilafahnya Sultan berpegang pada filosofi dan ajaran walisongo serta piwulang agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamengku Buwana dalam Fungsi Hamangku dan hamangkoni pada masyarakat mengaplikasikan nilai nilai luhur dalam tatanan masyarakat yang berbudaya islami pada kehidupan yang penuh kemajemukan yang rukun, tenggangrasa,gotongroyong dan hormat antar sesama dalam dinamika keseharian yang produktif dan bertanggungjawab. Secara Keseluruhan Profil Masyarakat Ngayogyakarta memiliki kesamaan Karakteristik dengan Masyarakat Madinah pada Zaman Nabi Muhammad SAW.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-6909827796942326450?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/6909827796942326450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/01/piagam-yogyakarta-serambi-madinah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/6909827796942326450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/6909827796942326450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/01/piagam-yogyakarta-serambi-madinah.html' title='Piagam Yogyakarta Serambi Madinah'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-2854249709538919980</id><published>2010-01-12T21:06:00.000+07:00</published><updated>2010-01-12T21:07:38.518+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='century'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pansus'/><title type='text'>rame-rame lupa</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;p style="text-align: justify;color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;memasuki bulan januari ini, kesibukan pansus cantury semakin disibukkan dengan pemanggilan para aktor yang terlibat dengan pengucuran dana 6.7 trilyun pada bank century tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;mulai dari para pejabat dan mantan pejabat di lingkungan bank sentral negeri ini, sampai robert tantular, sang pemilik bank yang telah dijatuhi hukuman 4 tahun penjara karena kasus “perampokan” dana nasabah bank century.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;tak terkecuali mantan gubernur bank sentral, yang kini menjabat sebagai orang kedua di republik ini, kembali dipanggil untuk memberikan keterangan di hadapan para anggota pansus yang selalu bikin heboh dengan kehebohan-kehebohan yang kurang begitu menukik pada persoalan (seperti kehebohan si poltak dan gayuus lumbun).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;sementara sang ketua kksk dan mantan wakil presiden saat pengucuran dana berlangusng, yaitu JK, masih sedang menunggu antrian untuk hadir memenuhi undangan pansus.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;yang akan kita bicarakan disini, bukan persoalan apa isi yang disampaikan di hadapan pansus, dan seberapa jauh pansus sudah berhasil megorek keterangan dari semua yang telah dipanggilnya sejauh ini, namun adalah pada fenomena yang melingkupi para pejabat, dan mantan pejabat yang dipanggil oleh pansus itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;fenomena yang dimaksud adalah fenomena lupa alias tidak ingat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;para pejabat, atau mantan pejabat yang merupakan orang-orang hebat negeri ini, yang di tangan mereka lah situasi moneter negeri ini dibenankan ternyata banyak yang mengidap penyakit lupa, tak terkecuali juga menghinggapi orang nomor dua di republik ini, sang mantan gubernur bank sentral, yang ternyata solider dengan koleganya sesama pejabat dan mantan pejabat bank sentral yang banyak lupa tentang persoalan seputar pengucuran dana bail out 6.7 trilyun tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;kita berharap ketika ketika sang ketua kksk dan mantan orang kedua republik ini dipanggil, mereka tidak seperti para mantan pejabat dan pejabat bank sentral yang rame-rame lupa, dan secara terbuka membeberkan apa yang sebenarnya terjadi seputar pengucuran dana 6.7 trilyun tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;semoga….&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-2854249709538919980?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/2854249709538919980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/01/rame-rame-lupa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2854249709538919980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2854249709538919980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/01/rame-rame-lupa.html' title='rame-rame lupa'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-157879284074707834</id><published>2010-01-12T17:41:00.001+07:00</published><updated>2010-01-12T17:43:24.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhammadiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='partai'/><title type='text'>menata diri untuk kemenangan</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;PAN didirikan pada 23 Agustus 1998. Pada 1999 untuk pertama kalinya PAN mengikuti pemilu dengan mendapatkan dukungan dan support oleh tokoh-tokoh reformis, cendekiawan dengan basis konstituen yang jelas, yakni kalangan Islam modernis seperti Muhammadiyah, HMI, IMM, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;&lt;div class="GBThreadMessageRow_Body" style="color: rgb(51, 51, 51); width: 460px; float: left; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; font-size: 13px; "&gt;&lt;div class="GBThreadMessageRow_Body_Content"&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya PAN berhasil meraih posisi kelima setelah PDIP, Golkar, PPP, dan PKB, dengan memperoleh suara 7.528.956 (7,12%) dengan 34 kursi legislatif. Pada Pemilu 2004 PAN kembali berhasil menempatkan posisinya kelima setelah Golkar, PDIP, PPP, dan Partai Demokrat, dengan memperoleh suara 7.303.324 (6,44%) dengan 52 kursi legislatif. Pada Pemilu 2009 lagi-lagi PAN menduduki posisi kelima setelah partai Demokrat, Golkar,PDIP dan PKS dengan memperoleh 46 kursi legislatif Gambaran hasil dalam tiga kali pemilu tersebut merupakan realitas yang harus diterima dan menjadi bahan kajian seluruh komponen PAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tiga periode pemilu PAN selalu di lima besar, sedangkan partai-partai lain saling susul-menyusul ke puncak urutan pertama. Berangkat dari kajian tersebut maka untuk periode 2010–2015 PAN harus melakukan terobosan-terobosan, perbaikan, pembaruan. Harus ada perubahan secara radikal baik dalam visi, misi, dan kinerja yang jelas. Bila kita lengah, maka partai-partai lain, termasuk partai yang berada di bawah urutan PAN, akan menyalib posisi PAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat kongres ini kita harus mantapkan tujuan bahwa PAN harus menjadi partai yang terdepan, minimal naik peringkat menjadi tiga besar. Misi itu bisa dilakukan hanya dengan semangat kebersamaan dan saling bahu membahu. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan Partai Amanat Nasional yaitu melakukan konsolidasi evaluasi baik secara internal dan eksternal di dalam tubuh PAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsolidasi Internal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus yang baru harus mulai merangkul kekuatan-kekuatan yang pernah dimiliki PAN. Pada periode 1999 dan 2004 PAN kuat dengan disokong oleh pemilih masyarakat perkotaan. Lalu pada 2009 PAN kuat dengan disokong pemilih masyarakat pedesaan, namun pemilih perkotaannya banyak yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti ada sesuatu yang hilang, salah satu yang hilang itu rupanya adalah ikon-ikon dari masyarakat perkotaan, ikon itu adalah cendekiawan, tokoh-tokoh reformis, dan kelompok Islam modern. Kelompok inilah yang harus PAN rangkul kembali agar masyarakat perkotaan kembali memilih PAN, seraya senantiasa merawat yang sudah didapat, yakni para pemilih masyarakat pedesaan. Dalam rangka merangkul kembali para pemilih, susunan kepengurusan periode berikutnya harus diubah dengan mengikuti kebutuhan pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bukan saatnya lagi hanya mementingkan punya organisasi, tapi orang-orangnya tidak maksimal diberdayakan. Bukan saatnya menempatkan orang karena hanya belas kasihan atau karena sesuatu hal lain. Pengurus yang baru harus jelas kapabilitas dan kapasitasnya. Selain itu, struktur organisasi harus diperbaiki. Kongres harus mengubah konsep struktur organisasi. Jangan sampai di dalam struktural ada namanya, ada jabatannya, tapi orangnya tidak pernah bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus menggunakan struktur kerja menuju ke sasaran produksi/pemilih, gunakan konsep struktur perusahaan-perusahaan besar yaitu adanya proses praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Bentuknya adalah membuat badan penelitian dan pengembangan serta pengaderan (praproduksi), membuat badan pemenangan pemilu, membuat badan pengumpulan dana partai (produksi), serta public relations (pascaproduksi). Leburkan saja badan-badan yang lain seperti badan pertahanan keamanan, badan kesehatan, lingkungan hidup, infrastruktur, jaringan usaha dan wirausaha, dll ke dalam badan pemenangan pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penulis, kepengurusan PAN saat ini terlalu gemuk. Badan-badan organisasi kepengurusan yang ada tidak produktif. Misalnya untuk menggarap kemenangan di kalangan anak-anak muda maka buatlah Badan Pemenangan Generasi Biru (pengganti nama anak-anak muda). Untuk menggarap kaum perempuan, buatlah Badan Pemenangan Kaum Perempuan. Atau jika mau menggarap kemenangan di daerah-daerah buatlah langsung Badan Pemenangan Wilayah Sumatra, Kalimantan, Jawa, Madura dan sebagainya. Carilah profesional yang mumpuni di daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ini juga memberikan kesempatan lebih untuk tingkat DPD dan DPW dan membuat mereka lebih dihargai karena orang-orangnya diberi kepercayaan menjadi pengurus pusat. Buat juga satu badan khusus yang membidangi public relations. Badan ini tugasnya menginformasikan kegiatan internal dan eksternal serta melakukan pencitraan untuk menghasilkan publikasi yang efektif. Dengan begitu, program kerja partai terinformasikan kepada masyarakat secara berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi Modern&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan suatu organisasi modern, tentu harus ada reward dan punishment. PAN harus memberikan reward dan punishment kepada tiap-tiap DPD, DPW. Sebagai contoh, bilamana ada yang dapat memenangkan pemilihan bupati/wali kota/gubernur yang diajukan oleh partai, makan akan mendapatkan reward (hadiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya bila tidak dapat memenangkan akan mendapatkan punishment (hukuman), sehingga kinerja DPW dan DPP lebih terpacu untuk menghasilkan yang terbaik. Sudah saatnya PAN merancang sebuah partai modern dalam manajemen kepartaiannya. Ada beberapa hal yang harus diejawantahkan oleh pengurus baru hasil kongres. Pertama, menjembatani komunikasi politik yang efektif kepada konstituen dan kader-kadernya. Kedua, menggunakan saluran komunikasi modern yang dianggap mampu mengangkat citra partai dan ketua umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menggunakan media public relationsdan kecanggihan teknologi. Keempat, pola kepartaian yang dibangun dibuat seperti pola perusahaan dalam rangka menghasilkan produksi yang berkualitas, sehingga produknya banyak diminati orang atau masyarakat. Untuk itu maka gunakan teknik strategi marketing. Pertama, segmentasi. PAN harus ingat bahwa persaingan dalam memperebutkan masyarakat tidak dilakukan di pasar, tapi di benak masyarakat. Artinya harus jelas dulu segmen mana yang mau ditunjukkan ke masyarakat, mau berkiblat pada partai nasionalis, atau agama, sehingga masyarakat tidak bingung akan keberadaan PAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, positioning. Ini adalah segala upaya untuk mendesain produk dan merek kita agar tercipta sebuah persepsi yang unik dan mantap di benak masyarakat. PAN harus bisa membangun kepercayaan, keyakinan di hati masyarakat dan konstituen. Apa yang dijanjikan harus ditepati. Kalau positioning sebagai partai reformasi ya harus kritis dan solutif. Ketiga, diferensiasi. Dalam hal ini PAN harus merancang seperangkat pembedaan yang mendatangkan nilai (value) yang bermakna kepada masyarakat. PAN sebagai partai politik harus dapat memberikan nilai tambah yang bermanfaat. Harus ada keunggulan yang dapat bermanfaat buat masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuknya bisa dalam memperjuangkan keinginan yang ada pada masyarakat, entah itu kesehatan, pendidikan, pembangunan desa, atau lainnya. Keempat, branding. Dalam konsep ini nama, tanda, simbol atau desain yang dibuat harus mengidentifikasikan produk yang kita tuangkan. PAN harus berupaya secara maksimal melakukan strategi pemasaran yaitu kerja nyata untuk kepentingan masyarakat secara berkesinambungan agar nama PAN terus mendapat hati di masyarakat. Kelima, targeting. Dalam hal ini segala upaya yang dilakukan harus memperoleh hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAN harus menargetkan partai ini mengarah ke mana, saat pemilu harus mendapatkan kursi di legislatif berapa, kader mana yang tepat sebagai calon presiden, berapa juta suara yang didapatkan. Di dalamnya termasuk apakah sudah mencapai target memberi solusi untuk kepentingan bangsa atau belum, semua hasil-hasil harus dievaluasi secara berkala agar mendapatkan target yang maksimal. Sudah saatnya seluruh jajaran partai dari tingkat DPC, DPD, DPW DPP serta kader yang mempunyai rasa memiliki PAN bersama-sama saling bahu membahu, bergandengan tangan untuk menuju satu yang mulia, yaitu kebesaran partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secepatnya PAN melakukan perubahan. Rhenald Kasali mengatakan, perubahan membutuhkan waktu, biaya, dan kekuatan. Untuk menaklukkannya perlu kematangan berpikir, kepribadian yang teguh, konsep yang jelas dan sistematis, dan itu bisa dilakukan oleh para kader PAN. Selamat berkongres, semoga PAN terdePAN.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko Patrio&lt;br /&gt;Anggota Komisi X DPR, Wakil Ketua Fraksi PAN&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-157879284074707834?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/157879284074707834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/01/menata-diri-untuk-kemenangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/157879284074707834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/157879284074707834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2010/01/menata-diri-untuk-kemenangan.html' title='menata diri untuk kemenangan'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-865835005797659529</id><published>2009-12-29T10:31:00.001+07:00</published><updated>2009-12-29T10:33:22.990+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='George'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebohongan publik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sby'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LIPI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cikeas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teroris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HAMKA'/><title type='text'>Dari Tahun Kebohongan Menuju Tahun Ujian</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Lucida Sans Unicode', 'Lucida Grande', sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(68, 68, 68); "&gt;&lt;div class="location" style="width: 601px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; "&gt;HARI demi hari sepanjang 2009 telah kita lalui. Ada dinamika politik yang membanggakan, ada pula yang memuakkan. Tiga hari lagi kita akan memasuki 2010, tahun yang penuh tantangan, khususnya bagi penguasa negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pertengahan 2010 politik di tingkat pusat pemerintahan masih akan penuh gonjang-ganjing terkait skandal Bank Century. Pada tingkat lokal, adanya 248 Pilkada langsung di seluruh Indonesia menambah suasana dinamis politik Indonesia. Akankah politik Indonesia stabil pada 2010? Akankah Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Kasus Bank Century membuat putusan win-win solution di antara pemilik kartel-kartel politik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah hasil jalur hukum tata negara di DPR yang dipadu jalur hukum pidana melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu akan mengarah pada pemakzulan (impeachment) penguasa negeri? Berbagai pertanyaan itu masih tersimpan di benak rakyat, pengamat politik dan penguasa. Nuansa damai tampak nyata saat kita melaksanakan pemilu legislatif ketiga kalinya dan pemilu presiden/wakil presiden langsung di era reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu legislatif yang berlangsung 9 April 2009 dan pemilu presiden/wakil presiden pada 8 Juli 2009, berlangsung nyaris tanpa tumpahan darah setes pun, kecuali akibat kecelakaan pada masa kampanye. Ini menunjukkan betapa rakyat Indonesia telah benar-benar dewasa dalam melaksanakan hak-hak demokrasi. Kalaupun nama-nama mereka tidak masuk daftar pemilih tetap (DPT), baik pada masa pemilu legislatif maupun pemilu presiden, mereka hanya dapat mengelus dada tanpa melakukan keonaran politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pun ada yang tidak ikut memilih, mereka juga tidak mau sesumbar sebagai bagian dari golongan putih karena ketidakpercayaan mereka pada sistem pemilu yang amburadul. Yang patut dicela dari dua perhelatan demokrasi itu antara lain berikut ini. Pertama, profesionalisme Komisi Pemilihan Umum (KPU) amat diragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota KPU lebih mengutamakan jalan-jalan ke mancanegara ketimbang menyelesaikan secara tuntas DPT yang bermasalah. Kedua, DPT bermasalah menimbulkan tanda tanya besar apakah Pemilu 2009 benar-benar jujur dan adil. Ketiga, siapa yang memenangkan tender pengadaan teknologi informasi untuk KPU juga menimbulkan persoalan bukan hanya dari sisi finansial, melainkan juga dari sisi politik, khususnya apakah data yang diungkapkan KPU absah atau meragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis akhir dari dua perhelatan politik akbar di tahun 2009 itu ialah rakyat sudah amat dewasa dalam berpolitik, namun masih banyak kelemahan dalam pelaksanaan dua pemilu nasional di usia demokrasi yang ke-11 tahun. Kelemahan itu yang kemudian menimbulkan persoalan legitimasi politik, benarkah Partai Demokrat dapat melambung dengan perolehan kursinya sampai 300 persen dibandingkan Pemilu 2004?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa suatu perubahan politik yang amat drastis, seperti perubahan pemerintahan pada 21 Mei 1998 yang kemudian melambungkan perolehan suara PDI Perjuangan pada Pemilu 1999, tampaknya sulit bagi sebuah partai politik memperoleh suara tiga kali lipat dengan cara-cara normal. Perolehan suara 60,8 persen yang diperoleh pasangan SBY-Boediono juga ada yang mempersoalkannya. Tengok pernyataan George J Aditjondro, penulis buku Membongkar Gurita Bisnis Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century (Seputar Indonesia, 28/12/2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebohongan Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana damai pada masa pemilu ternyata tidak membawa negeri ini ke situasi stabilitas pemerintahan. Usai Pemilu Presiden 2009, tampak jelas betapa satu demi satu peristiwa politik telah mengganggu jalannya pemerintahan. Bulan madu yang diharapkan paling tidak terjadi pada 100 hari pertama pemerintahan ternyata sudah dilingkupi suasana saling curiga di antara anggota koalisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci dari sirnanya bulan madu itu adalah dugaan adanya kebohongan politik di tingkat elite. Akhir masa pemerintahan SBY-JK atau Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I (2004–2009) merupakan titik awal dari terjadinya kebohongan politik itu. Tengok misalnya pernyataan Presiden SBY setelah terjadinya bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, 26 Juli 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan bahwa menurut informasi intelijen, dia menjadi target pembunuhan oleh “drakula yang haus darah” dengan menunjukkan foto yang dibuat teroris yang menjadikannya sebagai target. Ternyata foto itu bukan foto baru, melainkan foto-foto menjelang Pemilu 2004, di mana bukan hanya SBY yang digambarkan menjadi sasaran tembak teroris, melainkan semua calon presiden dan wakil presiden yang bersaing pada pemilu presiden/ wakil presiden tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terorisme memang menjadi fenomena politik menarik sepanjang 2009. Kita harus angkat topi kepada Kapolri dan jajarannya atas keberhasilan mereka menangkap atau membunuh para pelaku teror bom, termasuk tokoh teroris asal Malaysia, Noordin M Top. Namun kita juga menangkap adanya fakta yang meragukan soal kapan Ibrohim, tukang pengantar kembang di Hotel JW Marriott, mati terbunuh, tanggal 12 Agustus 2009 seperti tertulis di batu nisannya, atau 8 Agustus saat polisi melakukan penyergapan di rumah kosong di Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah juga ada kelompok teroris beraksi di Jati Asih, Bekasi, dengan sasaran rumah kediaman Presiden SBY di Cikeas? Ungkapan kebohongan politik juga tampak saat pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II (2009–2014). Jauh sebelum kabinet disusun, baik presiden terpilih, SBY, maupun tokoh Partai Demokrat sesumbar bahwa kabinet yang akan dibentuk adalah kabinet kerja yang memasukkan kaum profesional nonpartai 65% dan 35% lainnya kaum profesional dari partai-partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, kabinet yang disusun pada 22 Oktober 2009 itu jauh panggang dari api! Susunan kabinet lebih merupakan ungkapan balas jasa politik kepada partai-partai politik pendukung, ketimbang mengangkat kaum profesional murni. Ini yang antara lain menimbulkan konsekuensi politik baru yang menjadi penambah bumbu tak sedap pada dinamika politik pascapembentukan kabinet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriminalisasi KPK dan Centurygate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuansa politik pada paruh kedua 2009 juga diwarnai persoalan kriminalisasi terhadap KPK dengan memasukkan dua Wakil Ketua KPK nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, sebagai pelaku kriminal. Persoalan hukum itu akhirnya diselesaikan di luar pengadilan. Tak cuma itu, pelemahan KPK tampaknya tertata rapi dengan memasukkan beberapa pasal di dalam Undang-Undang Tipikor yang amat melemahkan KPK sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat semakin geram dengan adanya upaya Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) untuk membuat peraturan pemerintah (PP) yang antara lain mengharuskan KPK mendapatkan persetujuan dulu dari Kejaksaan Agung sebelum melakukan penyadapan terhadap orang-orang yang diduga melakukan tindak pidana korupsi. Analisis para pakar hukum antara lain mengatakan, di masa normal, peraturan ini memang perlu ada, tapi di masa tidak normal seperti sekarang ini, aturan itu belum perlu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aturan itu diberlakukan, sulit bagi KPK melaksanakan tugas-tugasnya secara independen. Masalah kriminalisasi KPK diduga kuat ada kaitannya dengan upaya KPK untuk membongkar secara tuntas kasus skandal Bank Century. Tak sedikit orang yang berharap agar KPK jangan lamban atas kasus yang sedemikian besar dan memancing perhatian publik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan publik agar KPK lebih cepat bekerja adalah agar KPK lebih mendahului proses politik dan hukum tata negara yang kini sedang berlangsung di DPR. Jika dua proses itu berjalan beriringan dan benar, kita tunggu saja apa hasilnya pada Februari atau Maret 2010 mendatang, ketika mandat Pansus Hak Angket Bank Century berakhir. Kini mulai tampak betapa partai-partai politik pasang kuda-kuda untuk menyelamatkan partai masing-masing dari skandal Bank Century ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi Presiden SBY dan Partai Demokrat, misalnya, ada imbauan agar mereka memiliki etika berkoalisi yang baik. Satu hal yang aneh, imbauan itu diungkapkan oleh Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, yang digaji dengan uang negara. Pertanyaannya, bolehkah seorang juru bicara resmi membuat pernyataan yang terkait dengan persoalan politik di lingkup internal koalisi dan bukan terkait urusan negara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Presiden SBY dan Partai Demokrat sendiri yang mengajak “buka-bukaan” soal skandal Bank Century sehingga layak bila semua anggota koalisi menuruti ajakan SBY tersebut? Ada tiga kemungkinan yang akan terjadi dari skandal Bank Century ini. Pertama, Pansus ini digembosi di tengah jalan karena kartel politik akhirnya menyetujui win-win solution untuk tidak melanjutkan persoalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, para anggota Pansus pantang mundur, maju tak gentar membela yang benar sehingga mereka tetap ingin menuntaskan tugasnya yang terus dipantau rakyat secara langsung. Ketiga, proses di DPR berjalan seiring dengan proses hukum pidana di KPK yang menjurus ke kemungkinan adanya pemakzulan terhadap Presiden RI. Retorika politik Presiden SBY selama kurun waktu 2009 ini tampaknya mendapatkan perhatian besar dari pengamat politik dan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat semakin cerdas untuk menilai, apakah pernyataan Presiden mengandung kebenaran ataukah patut diragukan kebenarannya. Ini termasuk ucapannya terkait dengan buku George J Aditjondro tersebut. Di masa Orde Baru, Mas George, begitu saya memanggilnya, pernah lari ke Australia karena rezim yang ada dulu otoriter. George juga pernah menulis buku yang mirip dengan “Gurita Cikeas”, yakni mengungkap bisnis keluarga Cendana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dulu harus menyelamatkan dirinya ke Negeri Kanguru, kini dia berani menantang, “Kalau datanya salah, silakan buat buku tandingan. Belajarlah dari HAMKA.” George siap untuk menghadapi pengadilan jika dia dituduh melakukan fitnah atau pencemaran nama baik. Siapkah SBY dan pendukungnya mengajukan George ke pengadilan? Jika ini terjadi, dia akan menambah semarak dinamika politik Indonesia pada 2010 yang sebagian besar terfokus pada satu nama: SBY! Selamat Tahun Baru 2010.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IKRAR NUSA BHAKTI&lt;br /&gt;Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI  &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-865835005797659529?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/865835005797659529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/12/dari-tahun-kebohongan-menuju-tahun_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/865835005797659529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/865835005797659529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/12/dari-tahun-kebohongan-menuju-tahun_29.html' title='Dari Tahun Kebohongan Menuju Tahun Ujian'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-3161055644000870109</id><published>2009-12-23T18:48:00.003+07:00</published><updated>2009-12-23T18:48:56.406+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='century'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pansus'/><title type='text'>KPK Tolong Selesaikan Kasus Century!!!</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;saya teringat kata-kata temen saya, seorang aktifis LSM yang anti parpol di Jogja beberapa tahun lalu, dia bilang dalam politik, tidak ada netralitas, kita pasti berpihak, seminim apapun dukungan kita, kita pasti berpihak, baik aktif maupun pasif, gitu katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;ga tahu kenapa setelah membaca beberapa tulisan dan komentar dari rekan-rekan blogger tentang kasus century, saya jadi teringat dengan kata-kata temen saya, yang ga tahu sekarang dimana dia sekarang karena sudah beberapa tahun ga bertemu.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;netralitas, sebuah kata yang sedemikian sering kkta dengar, bahkan kita dengungkan ketika dihadapkan pada situasi tertentu, dengan asumsi ketika kita bilang bahwa posisi kita netral, maka kita berharap apa yang kita sampaikan tidak dituduh sebagai bentuk dukungan kepada para pihak yang sedang pada posisi berhadapan.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/century1.jpg" style="color: rgb(62, 96, 111); text-decoration: none; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: dotted; border-bottom-color: rgb(145, 185, 204); "&gt;&lt;/a&gt;dalam kasus century, maka berkata kalau posisi kita netral, atau independen, atau tidak mendukung pihak a atau pihak b, memungkinkan kita berharap banyak pihak akan sepakat dengan pikiran kita, posisi kita akan aman, tidak kemudian ada yang menganggap kita terlihat mendukung salah satu pihak baik pihak pendukung kekuasaan atau  pihak-pihak yang dituduh haus kekuasaan.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;kasus century, adalah sebuah kasus yang tidaklah sesederhana kita bayangkan, begitu bnyak rumor, begitu banyak gosip,  bahkan berita resmi yang beredar yang simpang siur karena begitu banyak kepentingan yang bermain di sana.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;sebagai sebuah keputusan yang diambil oleh pejabat negara, maka implikasi politis pasti sudah disadari oleh para pengambil keputusan, tak heran maka sempat dikeluarkan sebuah perpu, yang akhirnya ditolak kalangan dewan, yang berisi sebuah pasal bahwa pengambilan keputusan bail out tidak bisa dipidanakan. artinya dengan sempat dikeluarkannya perpu itu, saya percaya sejak awal sudah ada kekhawatiran bahwa bail out ini bakal dipermasalahkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/kpk.jpg" style="color: rgb(62, 96, 111); text-decoration: none; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: dotted; border-bottom-color: rgb(145, 185, 204); "&gt;&lt;/a&gt;maka kini, seperti tulisan saya terdahulu, &lt;a href="http://polhukam.kompasiana.com/2009/12/15/dorong-kpk-tuntaskan-kasus-century/" style="color: rgb(62, 96, 111); text-decoration: none; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: dotted; border-bottom-color: rgb(145, 185, 204); "&gt;http://polhukam.kompasiana.com/2009/12/15/dorong-kpk-tuntaskan-kasus-century/&lt;/a&gt; maka  kita dorong KPK untuk menuntaskan kasus century ini, karena jika kita serahkan pada pansus century, hasilnya pasti hanya akan terjadi kompromi-kompromi politis belaka.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;dan berbeda dengan banyak kompasianers yang bilang tidak memihak, independen lah, maka posisi saya jelas, saya berada pada  posisi mendukung sepenuhnya penuntasan kasus century, tak peduli siapapun terlibat dan terbukti bersalah, mau dia teknokrat, mau dia profesional, mau dia orang partai, bahkan orang partai saya sendiri, kalau terlibat, maka siapapun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Indonesia tidak akan kiamat hanya karena banyak orang yang terlibat kasus century ini mempertanggungjawabkan perbuatannya, justru Insya Allah jika kasus ini selesai dengan tuntas, Indonesia akan semakin baik.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;terakhir, mari kita ingat, berapa pansus yang pernah ada selama ini, dan apa hasilnya selain kompromi politik???&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-3161055644000870109?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/3161055644000870109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/12/kpk-tolong-selesaikan-kasus-century.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/3161055644000870109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/3161055644000870109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/12/kpk-tolong-selesaikan-kasus-century.html' title='KPK Tolong Selesaikan Kasus Century!!!'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-3096255711091352795</id><published>2009-12-09T20:34:00.002+07:00</published><updated>2009-12-09T20:36:27.683+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='takdir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masjid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='riyal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nenek tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gaza'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aset'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='niat baik'/><title type='text'>sebuah kisah untuk renungan....</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; color: rgb(102, 102, 102); font-size: 12px; line-height: 16px; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Kisah tentang penderitaan dan rasa sakit yang diderita oleh orang-orang Gaza menyebar ke seluruh dunia. Semua orang di dunia larut dalam kemarahan, kebencian, dan permusuhan. Bahkan lebih banyak orang merasa sedih dan sangat tersentuh ketika anak-anak kecil yang manis menjadi korban dari peluru dan bom gila Israel, dan darah yang membasahi tanah merah Palestina.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Tragedi mengharukan ini juga menimpa seorang wanita tua yang hidup menderita di salah satu desa di Yaman. Sama seperti orang lain, ia juga merasa sedih dan sedih, dan dia mau tak mau meneteskan air matanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Suatu hari ia bertekad untuk membantu terbaik yang ia bisa. Kebetulan, satu-satunya 'aset' yang ia miliki adalah seekor sapi tua, sudah sakit-sakitan, kurus dan lemah.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Dibarengi dengan semangat yang tinggi dan rasa simpati yang meluap, ia berniat untuk memberikan sapinya kepada rakyat Gaza. Jadi, dia meninggalkan rumahnya dengan berjalan kaki menuju salah satu masjid di Yaman sambil memegang satu-satunya sapi tercinta.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Kebetulan, hari itu hari Jumat dan orang-orang telah menyerbu masjid untuk melakukan salat Jumat. Si ibu tua dengan sapinya mau tak mau menjadi pusat perhatian jamaah, karena ia berdiri di tepat luar masjid dengan sapinya. Beberapa dari jamaah mengangguk, sebagian menggelengkan kepala, dan tidak sedikit dari mereka yang tersenyum sinis atau malah sebaliknya, terkejut melihat wanita miskin yang berdiri di samping sapinya dengan setia.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Waktu berlalu dan meskipun jama'ah dari masjid itu khusyu mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Imam, semakin lama, jamaah shalat Jumat semakin penasaran pada dua makhluk Allah itu. Wanita tua itu dan sapi itu masih di situ, bahkan si wanita tua tanpa sedikit pun menunjukkan tanda malu atau keengganan di wajahnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Setelah Imam turun dari mimbar, shalat Jumat kemudian dilakukan. Biar matahari membakar sangat terik dan keringat menetes dari wajahnya, wanita tua dan sapi itu masih saja di situ. Segera setelah semua jama'ah menyelesaikan solat dan do'a, wanita tua itu tiba-tiba bergegas dan menyeret sapinya menuju pintu depan masjid dan menunggu dengan sabar, tidak terpengaruh oleh jama'ah yang berjalan keluar dari masjid. Banyak dari mereka tetap tinggal dan ingin tahu tentang apa yang akan dilakukan oleh wanita tua itu selanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Ketika Imam masjid keluar, wanita tua itu melompat berdiri dan berkata: "Wahai Imam, saya pernah mendengar tentang kisah sedih rakyat Gaza. Saya orang miskin tapi saya bersimpati dan ingin membantu mereka. Mohon terimalah satu-satunya sapi ini untuk dibawa ke Gaza, berikanlah kepada orang-orang di sana. "&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Terkejut, sang Imam tertegun sejenak oleh permintaan wanita tua. Dan bisa ditebak, ia enggan untuk menerimanya. Yeah, bagaimana untuk membawa sapi tua ke Gaza, Imam bertanya? Di sekeliling, para jama'ah mulai bergumam. Ada orang-orang yang mengatakan bahwa itu adalah mustahil untuk dilakukan terutama karena sapi sudah tua, pasti tidak memiliki nilai.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;"Tolong ... bawalah sapi ini ke Gaza. Ini yang hanya saya miliki. Saya benar-benar ingin membantu mereka," ulang wanita yang tidak diketahui namanya itu. Imam itu masih enggan. Setiap jama'ah berbicara dan berbisik satu sama lain. Semua mata tertuju pada wanita tua dan sapi tuanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Mata wanita tua mulai sayu dan penuh dengan air mata tapi ia masih pantang menyerah dan terus menatap Imam. Suasana itu penuh dengan diam untuk sementara waktu. Tiba-tiba, seseorang dari jama'ah bersuara: "Sudahlah, saya akan membeli sapi ini dengan harga sebesar 10.000 riyals dan kemudian uang itu akan disumbangkan kepada orang-orang Gaza."&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Imam tampaknya setuju. Wanita tua yang sedih itu menyeka air matanya yang telah mengalir ke bawah. Ia tetap berkata-kata tapi sepertinya setuju dengan saran dari jama'ah. Tiba-tiba, seorang pemuda berdiri dan menawarkan saran yang lain: "Bagaimana jika kita semua memberikan tawaran tertinggi dengan kontribusi uang itu untuk membeli sapi dan uang terkumpul akan dikirim ke Gaza?"&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Wanita itu terkejut, dan juga Imam. Ternyata gagasan pemuda itu diterima oleh orang banyak. Kemudian dalam beberapa menit, tawaran mulai bergulir dan banyak dari jama'ah bergegas untuk menyumbangkan uang yang akan dikumpulkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Orang-orang mulai menawar, mulai dari 10.000 hingga 30.000 riyals dan terus naik. Suasana di kompleks masjid menjadi bising ketika tawaran jama'ah terus berlangsung tanpa henti sementara para jamaah secara bersamaan terus menyumbangkan uang mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Akhirnya, sapi kurus, dan lemah milik oleh wanita tua dan miskin itu dibeli dengan harga sebesar 500.000 riyals (sekitar 148.000 USD atau sekitar Rp 1 milyar 600 juta)! Si perempuan tua itu jelas sangat gembira dan terharu. Sapinya akhirnya berguna juga.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Ketika uang sudah terkumpul, tanpa disangka-sangka, seorang jamaah mendekati wanita tua itu. “Imam telah memerintahkan kami untuk mengembalikan sapi ini kepada Anda, Ibu.” Ujar sang jamaah itu sambil menangis, karena merasa kagum kepada si ibu tua.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Tanpa diduga, ditakdirkan oleh Allah segalanya, niat wanita miskin yang tua itu untuk membantu meringankan beban rakyat Palestina dibuat mudah oleh Allah sampai-sampai uang dalam jumlah besar itu bisa dikumpulkan, sementara pada saat yang sama dia masih memiliki satu-satunya “aset” yang ia miliki. Subhanallah! (dikutip dari eramuslim)&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-3096255711091352795?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/3096255711091352795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/12/sebuah-kisah-untuk-renungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/3096255711091352795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/3096255711091352795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/12/sebuah-kisah-untuk-renungan.html' title='sebuah kisah untuk renungan....'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-8561698090490788402</id><published>2009-12-05T19:05:00.004+07:00</published><updated>2009-12-05T19:32:16.916+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Drajad Wibowo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hanafi Rais'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PAN'/><title type='text'>kita dorong duet Drajad Wibowo-Hanafi Rais</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WCWMB1ui6WQ/SxpSv_it-QI/AAAAAAAAAAc/9w5qc-yWZXY/s1600-h/drajad1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WCWMB1ui6WQ/SxpSv_it-QI/AAAAAAAAAAc/9w5qc-yWZXY/s320/drajad1.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411728886703454466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WCWMB1ui6WQ/SxpRsxGQoJI/AAAAAAAAAAU/OS7WPyUg5Q0/s1600-h/hanafi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WCWMB1ui6WQ/SxpRsxGQoJI/AAAAAAAAAAU/OS7WPyUg5Q0/s320/hanafi.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411727731774759058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;jelang kongres PAN bulan januari 2010 mendatang, tampaknya peta perebutan kursi ketua umum hanya akan diperebutkan oleh dua orang saja, yaitu Hatta Rajasa dan Drajad Wibowo.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sampai saat ini memang kekuatan masih tampak condong pada Hatta Rajasa, mayoritas DPW disebut-sebut mendukung Hatta Rajasa sebagai calon yang paling tepat untuk menduduki kursi ketua umum yang akan ditinggalkan oleh Sutrisno Bachir yang tidak akan mencalonkan kembali sebagai calon ketua umum dalam kongres mendatang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;di satu sisi, Hatta Rajasa adalah salah satu pendiri PAN yang dikenal dekat dengan Amien Rais, tokoh sentral PAN, namun di sisi yang lain, kedekatan Hatta rajasa dengan SBY menimbulkan kekhawatiran bahwa PAN hanya akan menjadi bayang-bayang demokrat jika PAN dipimpin oleh Hatta Rajasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;di lain soal, saat ini posisi Hatta Rajasa adalah seorang menteri koordinator yang tentu membutuhkan waktu dan pemikiran yang lebih untuk mengemban tugas yang tidak ringan itu, nah bagaimana nanti jika telah terpilih menjadi ketua umum PAN, apakah sanggup dia membagi waktu antara tugas sebagai menteri dan tugas sebagai ketua umum partai. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Drajad Wibowo adalah seorang kader yang berbasis ekonom yang juga dikenal dekat dengan Amien Rais, selain dikenal vokal, ia juga dikenal tidak pernah berseberangan sikap politik dengan Amien Rais, ini tentu menjadi modal awal baginya untuk maju ke pencalonan ketua umum.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;di tambah lagi isu kasus century yang mau tidak mau mengarah ke istana dan demokrat tentu akan membuat banyak pihak di tubuh PAN khawatir jika dipimpin oleh Hatta Rajasa yang dikenal sangat dekat dengan SBY dan kadang nyaris menajdi representasi istana itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;dan lagi berkaca pada pengalaman Golkar dalam pemilu lalu yang terpuruk, karena apapun hal baik yang dikerjakan oleh pemerintah pasti akan dicitrakan sebagai kerja dari demokrat, maka jika lima tahun ke depan pemerintah berjalan dengan baik, maka yang akan mendapat keuntungan politik hanyalah demokrat saja, tapi sebaliknya jika kerja pemerintah buruk, maka semua partai pendukung pemerintah akan ikut getahnya, termasuk PAN.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;oleh karena itulah, kita memerlukan sosok yang bisa menjaga jarak dengan kekuasaan dan punya track record bersih dan reformis untuk membawa PAN berjaya di tahun 2014, dan sosok itu ada pada Drajad Wibowo.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;apalagi jika kemudian sosok Sekjen yang nanti terpilih juga adalah sosok yang tidak menduduki posisi publik seperti menteri ataupun anggota dewan, sehingga akan mampu mencurahkan waktunya bagi partai seutuhnya. dan sosok itu ada pada Hanafi Rais, anak sulung Amien Rais, seorang sosok intelektual muda yang sederhana yang tentu akan menjadi darah segar bagi kebesaran PAN.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;mari kita kembalikan jatidiri PAN yang reformis dan merakyat dengan duet Drajad Wibowo dan Hanafi Rais.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-8561698090490788402?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/8561698090490788402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/12/kita-dorong-duet-drajad-wibowo-hanafi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/8561698090490788402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/8561698090490788402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/12/kita-dorong-duet-drajad-wibowo-hanafi.html' title='kita dorong duet Drajad Wibowo-Hanafi Rais'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WCWMB1ui6WQ/SxpSv_it-QI/AAAAAAAAAAc/9w5qc-yWZXY/s72-c/drajad1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-4613677952666457374</id><published>2009-11-10T20:05:00.001+07:00</published><updated>2009-11-10T20:08:41.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='people power'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amien Rais'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cicak vs buaya'/><title type='text'>Akhirnya Pak Amien Bicara…</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 20px; "&gt;&lt;p&gt;setelah beberapa waktu berkeliling ke negara2 eropa, dan berdiam diri dari bicara soal politik sehingga sempat muncul tulisan tentang dimana suara amien rais berkaitan dengan perseteruan antara cicak vs buaya yang menjadi pusat perhatian publik ngeri ini, akhirnya tadi sore &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: normal; white-space: pre; "&gt;Pak Amien&lt;/span&gt; mengadakan jumpa pers singkat di senayan berkaitan dengan perseruan cicak vs buaya tersbut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berikut beberapa petikan komentarnya :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. tentang sikap diamnya :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Banyak yang SMS ke saya katanya kok saya diam saja soal KPK dan Polri. Pak Amien &lt;em&gt;please break your silent&lt;/em&gt;,”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. tentang makelar kasus&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak maksus atau makelar kasus justru bersarang di lembaga-lembaga penegak hukum dan keadilan, baik di Kepolisian, Kejaksaan dan jangan lupa juga di KPK,”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. tentang people power&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya yakin konflik KPK-Polri dapat melahirkan &lt;em&gt;people power&lt;/em&gt; yang bersifat masif. Bila rakyat sudah tak percaya pada lembaga penegak hukum, lembaga pemerintahan, dan lembaga kepresidenan, pada gilirannya menimbulkan &lt;em&gt;chaos&lt;/em&gt; (kekacauan),”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jika dilihat dari komentar-komentar &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: normal; white-space: pre; "&gt;Pak Amien&lt;/span&gt; diatas, memang tidak ada yang baru, namun yang cukup menarik adalah perhatiannya tentang potensi adanya people power, ketika kepercayaan publik sudah tidak ada lagi pada lembaga-lembaga negara, hal ini sebenarnya sudah ditandai dengan berlimpahnya dukungan terhadap pengusutan kasus bibit samad dan chandra hamzah, yang merupakan simbolisasi terhadap dukungan bagi lembaga KPK yang dinilai masih punya nilai lebih dibanding dengan lembaga-lembaga milik negara yang lain semisal kepolisian dan kejaksanaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sebagai seorang yang pernah puluhan tahun mengajar tentang teori revolusi sosial di fakultas fisipol ugm, tentu penilaiannya tentang kemungkinan people power ini bukan hal yang main-main, apalgi memang suara-suara untuk kembali menggulirkan people power sudah mulai terdengar secara sporadis, dan tinggal bagaimana mereka menemukan momentum dan melakukan koordinasi antar gerakan saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita tunggu saja…&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-4613677952666457374?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/4613677952666457374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/11/akhirnya-pak-amien-bicara.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/4613677952666457374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/4613677952666457374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/11/akhirnya-pak-amien-bicara.html' title='Akhirnya Pak Amien Bicara…'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-2579893668076366262</id><published>2009-10-20T21:51:00.001+07:00</published><updated>2009-10-20T21:52:42.271+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kabinet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='boediono'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sby'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JK'/><title type='text'>duet rem itu mulai hari ini memimpin negeri…</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px; "&gt;&lt;p&gt;kinerja pemerintahan suatu negeri, selain akan ditentukan oleh figur-figur yang duduk di kursi kabinet, wajah pemerintahan juga tidak bisa dilepaskan dari gaya kepemimpinan presiden atau perdana menterinya. Dan dalam konteks Indonesia, maka figur dan karakter presiden akan sangat mewarnai gerak langkah kabinet yang dipimpinnya, nah jika kepemimpinan presiden tetap lembek, bisa dipastikan roda pemerintahan juga akan berjalan lambat. Namun, jika kepala pemerintahan sigap dan tangkas, bisa dipastikan gerak pemerintahan juga cepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5 tahun ini sebenarnya banyak kalangan menilai SBY-JK sebagai duet yang sempurna. Satu sama lain saling mengisi. Dalam konteks ini, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif mengibaratkan duet presiden dan wakil presiden sebagai perpaduan antara gas dan rem, hanya saja di era SBY-JK justru JK yang menjadi ‘gas’ di pemerintahan, bukan Presiden SBY. “Di tahun 2004 ada yang menarik, karena ‘gas’-nya ada di JK dan ‘rem’-nya ada di SBY,” kata Buya Maarif di Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sementara jika kita merunut dalam sejarah negeri ini, duet Soekarno-Hatta, maka Soekarno adalah gas-nya dan Hatta-lah yang bertindak sebagai rem-nya, itulah maka duet dwi tunggal itu begitu kompak membawa negeri kita dalam posisi yang stabil, karena ada gas dan ada rem, namun setelah Hatta mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden 1956, maka tinggalnya gas sendirian tanpa rem, sehingga akhirnya kita terjatuh dalam kubangan ketidakstabilan politik yang berujung pada tragedi berdarah G 30 S yang akhirnya membawa kejatuhan Soekarno.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pada era Soeharto, sampai Megawati, fenomena gas dan rem tidaklah kentara lagi dalam pusaran kekuasaan politik di negeri ini, apalagi di masa Soeharto selama orde baru, praktis kekuasaan terletak di satu tangan saja, dan fungsi wakil presiden hanya semata-mata hanya sebagai ban serep saja yang tidak punya kekuasaan dan hanya menjadi pelengkap semata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pada masa Habiebie, fenomena gas dan rem juga tidak ada karena Habibie tidak punya wakil presiden, meskipun sebenarnya Habibie cukup berpotensi sebagai gas dengan berbagai kebijakan yang cukup “maju” semisal kebijakan untuk jajak pendapat di timtim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pada masa Gus Dur, yang terjadi hanyalah gonjang-ganjing semata karena berbagai kontroversi akibat pernyataan-pernyataan yang dilontarkan, yang akhirnya semua kontroversi itu diakhiri dengan pelengseran dirinya sebagai presiden dengan mengambil pintu masuk kasus bruneigate dan bullogate, yang tidak kita ketahui endingnya sampai sekarang kedua kasus itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pada masa Megawati, praktis tidak ada juga fenomena gas dan rem, duetnya bersama Hamzah Haz adem ayem saja dalam memimpin negeri ini, nyaris tanpa terobosan yang berarti, itulah yang berakibat dirinya tidak terpilih lagi pada pemilu 2004, pun juga 2009 ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;duet SBY_JK adalah fenomena yang menarik, karena kebalikan dari duet Soekarno_Hatta yang wakil presidennya berfungsi laksana rem, pada masa duet SBY_Jk ini jsutru wakil presiden lah yang bertindak sebagai gas, dan presiden yang malah bertindak sebagai rem.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kini, setelah kepemimpinan nasional beralih pada duet SBY_NO, maka fenomena gas dan rem kembali hilang, karena duet ini disinyalir akan bertindak laksana rem semua, maka bisa jadi dalam masa kepemimpinan kali ini, duet ini akan adem ayem saja tanpa terobosan yang berarti, sebagaimana duet Mega_Hamzah. dan hal ini sudah dimulai dengan pola perekrutan kabinet yang lebih banyak diisi oleh kaum tua, yang tentu saja akan kurang progresif mengahadpi situasi global yang membutuhkan tangan-tangan muda yang sigap dan tangkas dalam bertindak….&lt;/p&gt;&lt;p&gt;akhirnya selamat deh….&lt;/p&gt;&lt;p&gt;moga tidak dalam-dalam amat menginjak rem-nya….&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-2579893668076366262?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/2579893668076366262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/10/duet-rem-itu-mulai-hari-ini-memimpin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2579893668076366262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2579893668076366262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/10/duet-rem-itu-mulai-hari-ini-memimpin.html' title='duet rem itu mulai hari ini memimpin negeri…'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-1141200487471258711</id><published>2009-10-18T00:24:00.001+07:00</published><updated>2009-10-18T00:25:54.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kabinet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ketua MPR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='koalisi cikeas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='koalisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HNW'/><title type='text'>kursi ketua MPR lepas, kursi menko pun tak ter raih oleh PKS...</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; background-position: initial initial; "&gt;&lt;p&gt;hari ini sudah 16 orang yang mengikuti audisi calon menteri kabinet KIB II,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Djoko Suyanto (Menko Polhukam)&lt;br /&gt;2. Hatta Rajasa (Menko Perekonomian)&lt;br /&gt;3. Agung Laksono (Menko Kesra)&lt;br /&gt;4. Sudi Silalahi (Mensesneg)&lt;br /&gt;5. Suryadharma Ali&lt;br /&gt;6. Sri Mulyani (Menteri Keuangan)&lt;br /&gt;7. Gamawan Fauzi (Mendagri)&lt;br /&gt;8. Mari Pangestu (Manteri Perdagangan)&lt;br /&gt;9. Jero Wacik (Menbudpar)&lt;br /&gt;10. M Nuh (Mendiknas)&lt;br /&gt;11. Syarif Hasan (Menakertrans/BUMN)&lt;br /&gt;12. Tifatul Sembiring (Menkominfo)&lt;br /&gt;13. Sutanto (Menkum HAM/ESDM)&lt;br /&gt;14. Salim Segaf al Jufrie (Mensos)&lt;br /&gt;15. Muhaimin Iskandar (Menneg PDT)&lt;br /&gt;16. Andi Mallarangeng (Menpora)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari deretan nama-nama di atas dan prediksi kursi yang akan dijabatnya, maka tampaknya PKS adalah partai yang cukup tertohok dalam posisi di koalisi cikeas ini, bayangkan dalam periode 2004-2009, mereka mampu mendudukkan kader mereka HNW menjadi ketua MPR, yang pada kali ini ternyata mereka dikalahkan dengan kesepakatan belakang layar antara PDIP dan Demokrat, sehingga kursi ketua MPR lepas dari tangan PKS dan kini diduduki oleh TK dari PDIP.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;setelah kursi ketua MPR terlepas dari tangan, maka para petinggi PKS mencoba mendekati sby agar mendapatkan kursi menko kesra yang rencananya akan diserahkan pada HNW.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;" Tifatul justru memperjuangkan agar Hidayat Nurwahid menjadi Menko Kesra. “Pak Hidayat akan kita carikan posisi yang terhormat. Sebagai Menkokesra bolehlah,” tegas Tifatul. "&lt;/p&gt;&lt;p&gt;namun tampaknya harapan dan usaha dari PKS itu juga mengalami kegagalan, karena tampaknya kursi menko kesra justru akan diberikan oleh sby pada tokoh Golkar, AL, yang pada pemilihan presiden yang baru lalu, seperti kita tahu Golkar bukan lah bagian dari koalisi cikeas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;maka tampaknya memang PKS betul-betul bakalan gigit jari kali ini, karena dalam koalisi cikeas, awalnya mereka adalah peraih kursi terbanyak kedua setelah Demokrat, sehingga mereka selalu menuntut untuk mendapat yang lebih dari anggota koalisi yang lain, namun seiring masuknya Golkar dalam barisan koalisi, tampaknya keinginan dan tuntutan dari PKS itu akan tidak kesampaian, terbukti kursi ketua MPR sudah terlepas dari tangan mereka, kini kursi menko kesra yang mereka gadang-gadang untuk HNW pun bakalan lepas dari tangan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;" Dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dipastikan ada empat kursi menteri. Jatah empat kursi menteri tersebut, ternyata sudah tertuang dalam kontrak politik PKS dengan SBY saat maju dalam Pilpres mendatang. Jatah empat menteri tersebut antara lain akan ditempati oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring sebagai Menkominfo, mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid yang akan diplot menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra)."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;maka jika gembar-gembor bahwa mereka bakal dapat 4 kursi yang kita dengar sebelum ini ternyata juga tidak terbukti, kita tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh PKS, akankah mereka ngambek dan keluar dari koalisi?&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-1141200487471258711?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/1141200487471258711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/10/kursi-ketua-mpr-lepas-kursi-menko-pun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1141200487471258711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1141200487471258711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/10/kursi-ketua-mpr-lepas-kursi-menko-pun.html' title='kursi ketua MPR lepas, kursi menko pun tak ter raih oleh PKS...'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-3891713282713802256</id><published>2009-10-10T21:16:00.002+07:00</published><updated>2009-10-10T21:17:24.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik monolitik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kabinet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menteri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demokrat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Golkar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ical'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='koalisi cikeas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PDIP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='oktober'/><title type='text'>ketika politik kita semakin monolitik...</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; background-position: initial initial; "&gt;&lt;p&gt;ketua MPR akhirnya bener-benar jatuh ke tangan TK, yang secara de fakto adalah penguasa PDIP, kemudian munas PG akhirnya memilih ARB sebagai bos barunya menggantikan JK.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;secara normatif tidak ada yang masalah apapun dengan dua peristiwa di atas, keduanya adalah proses yang wajar saja, yang satu wajar saja seorang anggota DPR/MPR terpilih jadi ketua MPR, yang satu adalah wajar ketika seorang kandidat ketua terpilih dalam pemilihan ketua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mengapa kemudian kita menjadi tertarik untuk melihat kedua peristiwa itulah, adalah karena sebuah alasan yang sederhana saja, kedua peristiwa itu akan membawa sebuah konsekuensi hilangnya keseimbangan politik di bumi nusantara tercinta ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;semua dari kita sangat tahu bahwa PDIP adalah partai yang mengusung mega sebagai penantang SBY No dalam pilpres tempo hari, sebagaimana PG adalah pengusung Jk yang juga ikut jadi penantang SBY. nah karena posisi kedua partai itu sebagai partai non koalisi cikeas itulah maka banyak pihak menggadang-gadang keduanya menjadi partai oposisi semala masa pemerintahan SBY 5 tahun ke depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;namun dengan terpilihnya TK sebagai ketua MPR yang semua juga mafhum karena kompromi dan pendekatan atau istilah jawa-nya karena gedhek anthuk dengan PD, yang juga diamini oleh PG maka semua juga tahu bahwa ini adalah upaya meredam dan mencegah agar PDIP tidak menjadi partai oposisi. hal yang sama juga berlaku dengan PG, yang kita tahu bahwa polaritas yang terjadi baik sebelum maupun selama munas dalah antara kubu pro pemerintah yang mengusung ARB dan kubu yang pro oposisi yang mengusung SP. dan kita tahu bahwa pada akhirnya ARB yang pro pemerintah lah yang menang. dan menjadi semakin terang-benderanglah manakala pasca terpilihnya ARB menjadi bos PG, ia tidak kemudian bersilaturahmi dengan para sesepuh PG untuk meminta masukan dan saran bagi kemajuan PG ke depan, namun justru malah sowan ke cikeas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;benci tapi rindu dan kau datang dan pergi sesuka hatimu, menurut TS menjadi semacam sindiran bagi kedua partai kuning dan merah itu tampaknya memang menggambarkan situasi hubungan politik ketiga partai tersebut, merah,kuning,biru yang secara alamiah adalah 3 warna dasar(primer) yang ada, maka tidak heran ketiga warna itulah yang menjadi warna dominan dalam percaturan politik saat ini, dan karena ketiganya semakin mendekat satu sama lain, maka guyonan bahwa bisa jadi akan tercipta Partai Perjuangan Karya Demokrat, meski hanya guyonan, menunjukkan bahwa ketiga partai ini akan menjadi semakin sulit dibedakan satu sama lain, dan menjadi semakin sulit dipisahkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan yang justru merisaukan adalah ketika partrai merah dan kuning betul-betul masuk dalam kabinet yang akan diumumkan pasca 21 oktober mendatang, maka tuntas sudah harapan adanya keseimbangan politik di negeri ini, dan paduan suara di senayan niscaya akan semakin sering kita dengar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan ketika itu semua terjadi, maka ibarat bom waktu saja, tinggal kapan meletusnya, Wallahu alam...&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-3891713282713802256?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/3891713282713802256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/10/ketika-politik-kita-semakin-monolitik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/3891713282713802256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/3891713282713802256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/10/ketika-politik-kita-semakin-monolitik.html' title='ketika politik kita semakin monolitik...'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-7471115715921922623</id><published>2009-09-14T17:16:00.002+07:00</published><updated>2009-09-14T17:16:55.107+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rukun Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CSR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tiang agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zakat'/><title type='text'>mensucikan harta....</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: 12px; line-height: 20px; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;dalam ajaran Islam, terdapat tiang-tiang utama bangunan agama islam yang dikenal dengan 5 rukun Islam, Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat dan Haji.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;dalam kitab suci Al Quran dapat kita jumpai bahwa setiap perintah untuk mendirikan Sholat selalu disertai dengan perintah untuk menunaukan Zakat.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;ini menunjukkan betapa sesungguhnya ajaran Islam bukan semata ajaran yang mengajarkan egoisme hubungan antara seorang makhluk dengan Tuhan_Nya semata, namun ajaran yang mengajarkan betapa harus ada keseimbangan antara hubungan antara seorang makhluk dengan Tuhan serta hubungan antara seorang makhluk dengan makhluk yang lain. sebuah ajaran yang lazim dikenal dengan sebutan hablum minallah dan hablum minannas.sehingga tidak sempurnalah iman seseorang tanpa disertai dengan amal sholeh yang dia lakukan.&lt;span id="more-46864"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;di bulan Ramadhan inilah kemudian kita juga senantiasa diingatkan betapa pentinganya kita menggali kepekaan dan kepedulian kita terhadap sesama. oleh karena makna yang paling dangkal sekalipun ketika kita menggali makna puasa adalah betapa kita dituntut untuk merasakan betapa beratnya tidak makan dan tidak minum yang selama sehari itu, agar kita bisa merasakan bagaimana lapar dan dahaganya para fakir dan miskin yang berhari-hari tidak makan dan minum.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;Ramadhan adalah sebuah masa untuk kita menggali dan menemukan sifat-sifat kemanusiaan kita yang kemudian akan kita kembangkan dan kita terjemahkan dalam perbuatan nyata kita kepada sesama selepas Ramadhan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;salah satu bentuk ajaran yang senantiasa populer di bulan Ramadhan adalah Zakat, baik yang zakat fitrah maupun zakat mal. mensucikan harta, demikianlah konsep tentang zakat ini sesungguhnya, karena dalam ajaran Islam, setiap harta yang kita peroleh dengan cara yang halal, maka ada hak kaum miskin di dalam sebagian harta iotu yang harus ditunaikan dan diserahkan kepada meraka agar harta kita menjadi harta yang barakah. hal ini tetntu saja sebuah pengajaran yang luar biasa tentang makna kesetiakawanan sosial dan kemanusiaan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;jadi kalau sekarang ini ada istilah CSR bagi perusahaan-perusahaan, maka sesungguhnya inti dari CSR itu bisa kita temukan juga dalam zakat. hanya memang kita saksikan betapa kesadaran untuk mengeluarkan zakat itu tampak masih kurang di negeri ini, dan bahkan ada juga yang mau melaksanakan lebih terkesan “mencari popularitas” semata. karena bukankah sebenarnya untuk membayarkan zaklat itu sudah ada berbagai macam lembaga amil dan zakat yang sudah diakui kredibilitasnya, namun kita masih sering saksikan orang-orang tertentu lebih suka menyalurkan zakatnya sendiri dengan megumpulkan ribuan bahkan puluhan ribu  orang dalam satu tempat yang bisa mengakibatkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan sebagaimana tragedi zakat beberapa tahun yang lalu di jawa timur.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;padahal sebenarnya kalau saja zakat mal itu tidak dibayarkan hanya pada bulan Ramadhan saja, karena sesungguhnya memang perintahnya adalah dibayarkan setiap setahun sekali, yang artinya tidak harus di bulan Ramadhan. dan pembayaran zakat itu dilakukan lewat lembaga amil zakat yang kredibel, maka penanganan dan penyaluran zakat bisa dikelola dengan lebih baik, tidak semata dibagikan dalam bentuk barang atau uang yang bersifat sekali habis semata, namun bisa juga disalurkan dengan bentuk modal usaha dengan terlebih dahulu ada pelatihan ketrampilan dan sebagaimananya, maka sesungguhnya itu akan lebih baik dan bermanfaat jangka panjang bagi para penerima zakat, dan juga pemberi zakat sesungguhnya.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-7471115715921922623?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/7471115715921922623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/09/mensucikan-harta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7471115715921922623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7471115715921922623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/09/mensucikan-harta.html' title='mensucikan harta....'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-5318787770639714264</id><published>2009-09-07T19:27:00.004+07:00</published><updated>2009-09-07T19:35:21.266+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DPR RI PAN'/><title type='text'>caleg DPR RI 2009-2014 PAN Terpilih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: auto;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse;"&gt;DAFTAR CALEG TERPILIH DARI PAN SESUAI HASIL KEPUTUSAN KPU YANG DIBACAKAN  3 SEPTEMBER 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class="MsoNormalTable" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" style="margin-left:36.95pt;border-collapse:collapse;mso-table-layout-alt:fixed;  mso-padding-alt:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow:0;mso-yfti-firstrow:yes;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="598" colspan="3" valign="top" style="width:448.8pt;border:solid black 1.0pt;   mso-border-alt:solid black .25pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;DAFTAR CALEG DPR RI&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;    &lt;/span&gt;2009-2014 TERPILIH PARTAI AMANAT NASIONAL &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:1;height:15.95pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border-top:none;border-left:solid black 1.0pt;   border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid black 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid black .25pt;mso-border-alt:solid black .25pt;   mso-border-bottom-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;   height:15.95pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:13.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid black 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid black .25pt;mso-border-left-alt:solid black .25pt;   mso-border-alt:solid black .25pt;mso-border-bottom-alt:solid windowtext .75pt;   padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:15.95pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:right;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family:Calibri;mso-hansi-font-family:Calibri;   mso-bidi-font-family:Calibri;color:black"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid black 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid black .25pt;mso-border-left-alt:solid black .25pt;   mso-border-alt:solid black .25pt;mso-border-bottom-alt:solid windowtext .75pt;   padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:15.95pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:right;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family:Calibri;mso-hansi-font-family:Calibri;   mso-bidi-font-family:Calibri;color:black"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:2;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:6.5pt;font-family:&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;NO. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:6.5pt;font-family:&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;DAERAH PEMILIHAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:6.5pt;font-family:&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:   Verdana;color:black"&gt;NAMA CALON TERPILIH &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:3;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:right;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:4;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;NANGGROE ACEH DARUSSALAM I &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;AZWAR   ABU BAKAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:5;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;SUMATERA UTARA I &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;IBRAHIM   SAKTY BATUBARA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:6;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;SUMATERA UTARA II &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;YAHDIL   ABDI HARAHAP, SH, MH &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:7;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;SUMATERA UTARA III &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;H.   NASRIL BAHAR, SE &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:8;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;SUMATERA BARAT I &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;M.   ICHLAS EL QUDSI, SSI, M.Si &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:9;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;SUMATERA BARAT II &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;TASLIM,   S.Si &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:10;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;RIAU I &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;H.   ASMAN ABNUR, SE. MSI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:11;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;SUMATERA SELATAN II &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;HANNA   GAYATRI,SH &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:12;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;BENGKULU &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;HJ.   DEWI CORYATI, MSI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:13;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;LAMPUNG I &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;H.   ZULKIFLI HASAN, SE, MM &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:14;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;11&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;LAMPUNG II &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;IR.   ALIMIN ABDULLAH &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:15;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;12&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAMBI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;RATU   MUNAWARAH ZULKIFLI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:16;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;13&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;H. A.   BAKRI HM, SE &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:17;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;14&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;DKI JAKARTA I &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;H.   ANDI ANZHAR CAKRA WIJAYA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:18;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;15&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;BANTEN II &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;DRS.   H. RUSLI RIDWAN MSI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:19;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;16&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA BARAT IX &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;PRIMUS   YUSTISIO &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:20;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;17&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA BARAT X &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Ir.   CHANDRA TIRTA WIJAYA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:21;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;18&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA BARAT XI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;ERI   PURNOMO HADI *&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:22;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;19&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA TENGAH II &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;H.   NASRULLAH, S.Ip &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:23;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;20&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA TENGAH IV &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;ABDUL   ROZAQ RAIS &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:24;height:24.6pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:24.6pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;21&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   24.6pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA TENGAH V &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   24.6pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Dr.   MARWOTO MITROHARDJONO, SE, MM &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:25;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;22&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA TENGAH VI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Ir. H.   TJATUR SAPTO EDY, MT &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:26;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;23&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA TENGAH VII &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Ir.   TAUFIK KURNIAWAN, MM &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:27;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;24&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA TENGAH VIII &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;AHMAD   MUMTAZ RAIS, SE &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:28;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;25&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA TENGAH IX &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Ir. H.   TEGUH JUWARNO, M.Si &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:29;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;26&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA TENGAH X &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Drs.   ABDUL HAKAM NAJA, M.SI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:30;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;27&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;D.I. YOGYAKARTA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;H.   TOTOK DARYANTO, SE &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:31;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;28&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA TIMUR I &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Ir.   SUNARTOYO &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:32;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;29&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA TIMUR VI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;A.   RISKI SADIG &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:33;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;30&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA TIMUR VII &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Dra.   MARDIANA INDRASWATI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:34;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;31&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA TIMUR VIII&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;EKO   HENDRO PURNOMO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:35;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;32&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA TIMUR IX &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;MUHAMMAD   NAJIB &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:36;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;33&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA TIMUR X &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;VIVA   YOGA MAULADI, M.Si &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:37;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;34&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;JAWA TIMUR XI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;DRS.H.   ACH RUBAIE,SH,MH &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:38;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;35&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;KALIMANTAN BARAT &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;H.   SUKIMAN, S. Pd. MM &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:39;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;36&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;KALIMANTAN TENGAH &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;HANG   ALI SAPUTRA SYAH PAHAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:40;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;37&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;KALIMANTAN SELATAN I &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Prof.   Dr. ISMET AHMAD &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:41;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;38&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;NUSA TENGGARA BARAT &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;MUHAMMAD   SYAFRUDIN, ST &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:42;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;39&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;NUSA TENGGARA TIMUR I &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;LAURENS   BAHANG DAMA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:43;height:24.6pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:24.6pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;40&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   24.6pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;SULAWESI SELATAN I &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   24.6pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;INDIRA   CHUNDA THITA SYAHRUL, SE, MM &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:44;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;41&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;SULAWESI SELATAN II &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;A.   TAUFAN TIRO, ST &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:45;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;42&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;SULAWESI SELATAN III &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:   14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;AMRAN,   SE &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:46;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-alt:   solid windowtext .75pt;mso-border-bottom-alt:solid windowtext .5pt;   padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;43&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-bottom-alt:solid windowtext .5pt;   padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;SULAWESI TENGGARA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .75pt;   mso-border-alt:solid windowtext .75pt;mso-border-bottom-alt:solid windowtext .5pt;   padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;WA ODE   NURHAYATI, S. Sos &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:47;height:25.3pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-alt:solid windowtext .5pt;   padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:25.3pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;44&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;   mso-border-alt:solid windowtext .5pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:25.3pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;SULAWESI UTARA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;   mso-border-alt:solid windowtext .5pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:25.3pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;DRA.   YASTI SOEPREDJO MOKOAGOW &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:48;mso-yfti-lastrow:yes;height:14.5pt"&gt;   &lt;td width="69" valign="top" style="width:51.6pt;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-alt:solid windowtext .5pt;   padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;45&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="294" valign="top" style="width:220.8pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;   mso-border-alt:solid windowtext .5pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:center;line-height:normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:   none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;SULAWESI BARAT &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="235" valign="top" style="width:176.4pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   mso-border-top-alt:solid windowtext .5pt;mso-border-left-alt:solid windowtext .5pt;   mso-border-alt:solid windowtext .5pt;padding:0cm 1.5pt 0cm 1.5pt;height:14.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;H.   HENDRA S SINGKARRU, SE &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;* masih bermasalah karena yang bersangkutan belum mundur dari BUMN BPH MIGAS  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;untuk Dapil Papua masih ditunda pengumumannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(sumber KPU)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-5318787770639714264?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/5318787770639714264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/09/caleg-dpr-ri-2009-2014-pan-terpilih.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/5318787770639714264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/5318787770639714264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/09/caleg-dpr-ri-2009-2014-pan-terpilih.html' title='caleg DPR RI 2009-2014 PAN Terpilih'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-7641757069590885724</id><published>2009-09-01T19:16:00.001+07:00</published><updated>2009-09-01T19:17:02.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='intelektual muslim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tauhid sosial'/><title type='text'>tugas intelektual muslim</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; color: rgb(102, 102, 102); font-size: 13px; "&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;Untuk mewujukan cita islam sebagai rahmatan lil alamin, harus dimulai dengan dibangun masyarakat yang kaya akan pemikiran, ilmu pengetahuan dan kaya hati serta mempunyai wawasan yang luas. Untuk membangun sebuah masyarakat atau lingkup yang lebih luas (baca : Negara dan bahkan dunia), harus dimulai dari lingkup yang lebih kecil, yaitu dimulai dari keluarga, yang berkembang pada masyarakat sekitar dan pada gilirannya berlanjut pada masyarakat yang lebih luas, demikian sterusnya berlanjut ke linngkup yang lebih besar lagi yaitu Negara, yang jika dilanjutkan terus maka tercapailah pada titik terluas masyarakay, yaitu dunia. Namun semua akan berjalan lancar jika dimulai dari membangun diri sendiri. Jika ingin membangun bangsa, bangunlah jiwanya, kata Indonesia Raya kita, ya bangunlah dulu jiwanya, baru bangun badannya, untuk Indonesia Raya. Dan jika Indonesia Raya betul-betul telah dibangun jiwa dan badannya, maka tentu tentu bisa menyebarkan kemajuan masyarakatnya ke seputar Asia Tenggara, dan tidak justru hanya "dikuya-kuya" seperti sekarang ini oleh Malaysia ataupun oleh Singapura.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;&lt;br /&gt;Agenda pembangunan pemikiran masyarakat tersebut tak lain dan tak bukan adalah kewajiban intelektual muslim. Kaum intelektual sebagaimana yang telah menjadi kesepakatan umum yang berkembang dalam masyarakat merupakan suatu golongan yang mempunyai peranan penting dalam proses transformasi sosial, ia harus mempunyai keberpihakan kepada masyarakat sekitarnya, terutama kaum dhu'afa secara sosial politik dan ekonomi sekaligus memperjuangkan aspirasi mereka. Seorang intelektual muslim harus mempunyai integritas, pengabdian serta komitmen yang jelas dalam membangun peradaban umat dan bangsanya. Apabila seorang intelektual tidak mempunyai concern terhadap misi dan komitmen ini, maka ia bukanlah seorang intelektual, melainkan hanyalah seorang peneliti, akademisi atau politisi. Dan oleh karena tugas itulah maka seorang intelektual adalah sosok yang dekat dengan sumber-sumber pengetahuan sekaligus dekat dan bersinggungan langsung dengan masyarakat. Seorang intelektual yang oleh karena tugasnya sebagai seorang pelaku mandate pembangunan masyarakat, maka bukanlah ia yang memiliki segudang teori dan pengetahuan, namun tidak pernah bersinggungan dengan masyarakat, dengan kalimat yang popular, seorang intelektual, bukanlah seorang yang hanya duduk di menara gading yang tidak terjangkau oleh masyarakat di sekitarnya.&lt;br /&gt;Dalam membangun sebuah masyarakat, seorang intelektual harus turun langsung bergaul dengan masyarakat yang dibangun tersebut. Tugas kaum intelektual tidak semata menganyam kata, menelurkan gagasan, tetapi juga harus berupaya mengubah realitas yang timpang, mengubah kata- kata menjadi kenyataan.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;Dalam pandangan seorang cendikiawan muslim, Kuntowijoyo, kaum intelektual muslim paling tidak harus bisa berperan dalam dua hal: Pertama, dalam hal manajemen yang rasional; dan Kedua, membantu umat dalam perang gagasan, intellectual war. "Kita sedang menghadapi ‘perang', ghazwul fikr atau intellectual aggression. ‘Musuh' mereka ialah materialisme dan sekularisme dunia modern. Tugas intelektual Muslim ialah berjihad intelektual," demikian Kunto pernah menganjurkan. Menurutnya, seorang intelektual adalah pewaris Nabi. Karenanya seorang intelektual Muslim tidak boleh berpangku tangan, sementara dunia akan tenggelam. Sementara Amien Rais, mengenalkan konsep Tauhid Sosial, yang melalui Tauhid Sosial tersebut, umat Islam dituntut untuk mempraktikkan nilai-nilai Tauhid ke dalam realitas sosial secara benar. Seorang muslim tidak cukup hanya menjalankan tauhid dengan meyakini bahwa Allah itu esa, tetapi juga harus peka terhadap urusan kemanusiaan, sehingga muncul keseimbangan antara ibadah dan perilaku sosial. Hal inilah yang disebut sebagai amal shalih. Dengan konsep tauhid sosial ini ummat islam diingatkan bahwa di dalam Al Quran, setiap kali disebut tentang orang-orang yang beriman, pasti senantiasa dibarengi dengan penyebutan yang beramal sholeh, artinya memang, Islam adalah sebuah agama yang tidak hanya menekankan hubungan individu dengan TuhanNya saja, namun juga harus diimbangin juga dengan hubungannya dengan manusia dan alam sekitarnya. Itulah juga kita bisa membaca setiap perintah untuk mendirikan Sholat dalam ayat-ayat al Quran, pasti juga selalu diiringi perintah untuk menunaikan zakat. Dengan konsep keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan manusia yang lain inilah, sesungguhnya peradaban Islam itu dibangun. Bahwa orang ber Islam tidak hanya berarti dia punya kewajiban untuk berhubungan dengan Tuhan tapi sekaligus adalah kewajiban unutk membangun hubungan dengan masyarakat. Bukankah tidak termasuk golongan Ummatku kata Rasulullah seorang yang perutnya kekenyangan dan kelebihan makanan, sementara tetangganya ada tidak bisa tidur karena kelaparan.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-7641757069590885724?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/7641757069590885724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/09/tugas-intelektual-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7641757069590885724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7641757069590885724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/09/tugas-intelektual-muslim.html' title='tugas intelektual muslim'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-2188628467337182438</id><published>2009-08-28T19:38:00.002+07:00</published><updated>2009-08-28T19:44:50.678+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='partai islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam dan negara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='transformasi sosial'/><title type='text'>aktivis Islam dan negara</title><content type='html'>&lt;div&gt;Sejarah pemikiran keislaman di Indonesia ditandai oleh munculnya berbagai ketegangan kreatif antara dua corak pemikiran yang sangat berbeda, yaitu antara kalangan simbolis dan kalangan substansialis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Corak pemikiran simblis biasanya bersifat normatif, bertumpu semata-mata pada teks yang dijadikan sebagai pedoman baku, serta kurang memiliki tempat bagi upaya penafsiran baru atas teks-teks tersebut. Acap kali, corak pemikiran demikian menutup rapat pintu dialog untuk mengembangkan wacana pemikiran alternatif serta kurang toleran terhadap perbedaan pendapat karena terkungkung oleh nilai-nilai normatif yang menjadi pegangannya. Corak pemikiran ini lebih mengutamakan dimensi formal dan simbol. Oleh karena itu, tidak heran bila ekspresi pemikiran keislamannya cenderung mementingkan label dibanding substansi; kemasan jauh lebih diutamakan ketimbang isi. Ide negara Islam, partai Islam, dan segala sesuatu yang berlabel Islam merupakan wujud nyata dari pandangan di atas. dari  rahim pemikiran itulah kemudian lahir PK yang kemudian berubah menjadi PKS, dan PBB mengikuti jejak PPP yang telah lebih dulu ada.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menyadari hal tersebut, ada semacam keinginan dari umat Islam --terutama kalangan intelektual-- untuk memunculkan format baru politik Islam. Kendati hanya dalam bentuk pemikiran, format baru tersebut merupakan isyarat bahwa politik Islam harus tunduk pada spesifikasi dan partikularitas waktu dan tempat. Corak ini kemudian melahirkan sebuah wacana pemikiran substansialis. Pemikiran ini tidak terkungkung oleh nilai-nilai normatif sehingga bisa lebih leluasa dalam memahami teks dan tradisi Islam secara terbuka dan dinamis. Istilah substansi itu sendiri mengandung arti bahwa isi jauh lebih penting daripada bentuk (label). dari rahim substansialisme lahirlah PAN dari kubu Islam modernis dan PKB dari kubu tradisional. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena adanya dua arus itu, maka format politik Islam ke depan akan diwarnai oleh tarik-menarik antara substansialisme dan simbolisme. Benar bahwa prinsip-prinsip politik Islam mengajarkan hal-hal yang bersifat substansialistis, akan tetapi ekspediensi politik mengharuskan digunakannya sampai pada batas-batas tertentu idiom-idom dan simbol Islam. Dalam konteks tertentu, yang terakhir ini bisa saja diasumsikan sebagai comparative advantage (atau disadvantage, tergantung bagaimana para pelaku politik Islam memainkannya). Sebab tidak dapat dipungkiri bahwa Islam itu sendiri, dalam perspektif ini, sudah menjadi sumberdaya politik para pelaku politik Islam. Sejauh mana Islam dapat berperan sebagai sumber daya politik akan sangat tergantung bagaimana para pelakunya memanfaatkannya. Himbauan atau ajakan untuk tidak menggunakan idiom atau simbol Islam merupakan tindakan yang menafikan identitas partai Islam itu sendiri. Sebab, makna dari sumber daya politik Islam mencakup dua elemen dasar: nilai-nilai yang bersifat substansialistik di satu pihak; dan idiom atau simbol-simbol keislaman itu sendiri di pihak lain. (Bahtiar Effendi)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;di luar itu ada juga ada para politisi kubu Islam yang tidak masuk ke dalam partai politik Islam baik partai politik islam simbolis, maupun partai islam substantif, mereka adalah generasi yang meneruskan jejak para pemikir dan aktivis Islam yang sejak masa orde baru telah masuk ke dalam partai-partai sekuler/nasionalis, semisal Ismail Sunny, Akbar Tanjung, Ferry Mursidan, Slamet Effendi Yusuf, Hajriyanto Thohari dll yang masuk ke dalam Golkar, kemudian di masa reformasi kita mengenal Anas Urbaningrum, Ahmad Mubarok yang masuk ke dalam P Demokrat dll.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ini semua adalah bagian tak terpisahkan dari pola wilayah bidang garap kaum intelektual dan aktivis Islam yang dimulai sejak dekade 70an yang melihat betapa situasi politik yang tidak menguntungkan bagi ummat Islam, terkhusus bagi para aktivisnya, kita ingat bahwa pada masa orde baru inilah dakwah diawasi oleh intel dan lain sebagaimnya, sehingga M Natsir memunculkan istilah " mereka memperlakukan kita seperti kucing kurap" melihat bagaimana penguasa orde baru memperlakukan para aktivis Islam.  hal itulah yang kemudian mendorong kaum intelektual dan aktivis Islam mencoba merumuskan pola hubungan yang paling tepat antara Islam dan negara, dan akhirnya, secara sederhana kita bisa menggolongkan 3 wilayah garapan kaum intelektual Islam untuk menjembatani "ketegangan" antara Islam (baca aktivis Islam) dan negara yang memang berada pada posisi saling berhadapan pada masa itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertama berhubungan dengan soal pembaharuan pemikiran keagamaan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan tokoh semisal Abdurrahman Wahid, Johan Effendi, Nurcholis Majid, Dawam Raharjo, Amien Rais yang menyerukan penyegaran pemikiran Islam berkaitan dengan negara dan masyakarat. yang paling terkenal adalah slogan yang dikenalkan oleh Cak Nur, Islam Yes , Partai Islam No. kemudian juga ide pribumisasi Islam yang sempat bikin heboh semisal ide mengganti "assalamualaikum" dengan "selamat pagi"  dan meskipun pada awalnya tokoh-tokoh yang masuk dalam kategori intelektual ini tidak dikategorikan sebagai politisi namun di masa reformasi, mereka kemudian juga terlibat dalam politik praktis,  Gus Dur mendirikan PKB, Johan Effendi jadi menteri era Gus Dur,  Cak Nur sempat mengikuti konvesi capres Golkar. Amien Rais mendirikan PAN.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedua berkaitan erat dengan masalah pembaharuan politik dan birokrasi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada umumnya mereka yang terlibat dalam gerakan pembaharuan pemikiran politik/birokrasi percaya bahwa ketegangan hubungan antara Islam dan negara akan memudar jika para pemikir dan aktivis Muslim melibatkan diri dan berpartisipasi dalam proses kehidupan politik dan birokrasi negara. Kendatipun titik-tekan pemikiran dan aktivisme mereka adalah pembaharuan politik/birokrasi, beberapa ide dasar mereka diwarnai oleh nuansa-nuansa teologis-politis. kalangan pembaharu di bidang politik/birokrasi ini berpendapat bahwa Islam tidak seharusnya diposisikan secara antagonistik dalam hubungannya dengan negara, mereka yang termasuk dalam kelompok ini semisal Akbar Tanjung, Slamet Effendi Yusuf, Ismail Sunny &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketiga menyangkut isu transformasi sosial.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kuntowijoyo memperkenalkan ide transformasi sosialnya karena  memandang ada persoalan mendasar (superstruktur) yang harus dipecahkan demi mengangkat posisi umat. Namun,kegelisahan Kunto tersebut tidak tertuju pada gerakan struktural yangberorientasi pada kekuasaan. Terlebih lagi, gerakan struktural yang digalang melalui partai terbukti tidak cukup efektif, untuk itu  Kuntowijoyo sendiri menetapkan bahwa bagi masyarakat Islam, transformasi sosial dilaksanakan berdasarkan cita-cita etik dan profetik yang diderivasi dari misi historis Islam sebagaimana terkandung dalam Al-Qur’an yakni menegakkan kebaikan, mencegah kemungkaran dan beriman kepada Allah SWT, yang kemudian dibumbuinya dengan istilah bercita rasa Barat, yakni humanisasi, liberasi dan transendensi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;selain Kuntowijoyo, tokoh lain yang terlibat dalam ide tranformasi sosial adalah semisal Dawam Raharjo  yang bahkan lebih dulu terlibat dalam pergulatan transformasi sosial lewat lembaga LP3ES yang didirikannya yang melakukan berbagai program ekonomi kerakyatan bekerjasama dengan depkop dan depperin. Kemudian juga ada nama Adi Sasono yang aktif di LSM semisal LSP dan Yayasan Humanika yang berkecimpung di ekonomi kerakyatan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sama seperti juga tokoh pembaharu pemikiran Islam, tokoh-tokoh tranformasi sosial ini juga banyak yang terlibat dalam dunia politik dalam masa orde reformasi  Dawam Raharjo terlibat dalam pendirian PAN dan menjadi pengurus untuk beberapa lama, Adi Sasono yang menukangi PDR dan Partai Merdeka bahkan sempat jadi menteri pada masa Habibie.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-2188628467337182438?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/2188628467337182438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/aktivis-islam-dan-negara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2188628467337182438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2188628467337182438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/aktivis-islam-dan-negara.html' title='aktivis Islam dan negara'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-1663296181103884213</id><published>2009-08-27T18:58:00.003+07:00</published><updated>2009-08-27T19:34:31.618+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islamisasi negara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piagam Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Negara Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ciri manusia Indonesia'/><title type='text'>tak ada yang harus dicemaskan dengan Islamisasi Negara</title><content type='html'>Sejak masa kemerdekaan, perjuangan penegakan Syariah Islam senantiasa mengalami pasang surut di negeri ini, setelah tercoretnya 7 kata dari Piagam Jakarta pada tanggal 18 agustus 1945, partai-partai Islam yang ada kompak bersatu selama masa orde lama untuk memperjuangkan kembalinya 7 kata itu, bahkan lebih jauh untuk mengganti dasar negara menjadi dari Pancasila menjadi berdasarkan Islam. ini terlihat dalam sidang-sidang Konstituante yang bertugas untuk merumuskan konstitusi yang akan digunakan di Indonesia.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;namun ternyata sidang-sidang konstituante mengalami deadlock, karena tidak pernah ada pihak, baik dari faksi Islam maupun faksi nasionalis yang mencapai 2/3 suara untuk dapat diterima sebagai hasil kesepakatan konstituante. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px; "&gt;Akibat kemacetan Konstituante itulah pada 5 Juli &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px; "&gt;1959 Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit (Keputusan Presiden RI No. 150 Tahun 1959) yang menyatakan berlakunya kembali UUD 1945 yang  dijiwai oleh Piagam Jakarta. Dekrit Presiden ini diterima secara aklamasi oleh DPR (44% anggotanya adalah fraksi-fraksi Islam termasuk Masyumi) pada tanggal 22 Juli 1959. &lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;setelah orde lama tumbang, selama orde baru, perjuangan untuk memperjuangkan penegakan syariat Islam tidak lagi dengan memperjuangkan perubahan dasar negara sebagaimana selama orde lama, namun dengan melakukan strategi islamisasi negara, yang dimulai dengan UU perkawinan tahun 1974, dan kemudian perumusan kompilasi hukum Islam pada tahun 1980an, UU sisdiknas tahun 1989, pendirian ICMI, pendirian bank Muamalat, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;demikian seterusnya sampai masa reformasi, tidak pernah lagi ada upaya konstitusional yang dilakukan oleh faksi-faksi Islam untuk merubah dasar negara dari Pancasila menjadi berdasarkan Islam sebagaimana perjuangan faksi Islam di Konstituante pada masa Orde Lama. Hal yang dilakukan oleh faksi Islam di parlemen adalah meneruskan strategi Islamisasi negara dengan menelurkan berbagai peraturan, baik UU maupun berbagai perda yang sering disebut sebagai perda berbau syariah. meski juga ada upaya untuk memperjuangkan dicantumkannya 7 kata dari Piagam Jakarta dalam beberapa kali sidang MPR pasca reformasi, namun itu tidak pernah berhasil oleh karena memang dukungan untuk itu hanya bersumber dari 2 partai saja yaitu PPP dan PBB yang hanya menguasai kurang dari 10 % kursi di parlemen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;apa yang dilakukan oleh faksi Islam di parlemen dengan mengegolkan berbagai peraturan itu, meski mendapat tudingan telah merusak nilai-nilai bhineka tunggal ika, namun sesungguhnya tidaklah seperti itu, karena memang berbagai peraturan itu dibuat dengan juga memperhatikan berbagai suara yang ada, agar tidak merugikan ummat di luar Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;Ada baiknya juga kita menyimak pernyataan Bung Hatta tentang kejadian 18 Agustus 1945 pasca pencoretan 7 kata dari Piagam Jakarta: "Pada waktu itu kami dapat menginsafi bahwa semangat Piagam Jakarta tidak lenyap dengan menghilangkan perkataan 'Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya' dan menggantinya dengan 'Ketuhanan Yang Maha Esa'. Dalam Negara Indonesia yang memakai semboyan Bhinneka Tunggal Ika, tiap-tiap peraturan dalam kerangka syariat Islam, yang hanya mengenai orang Islam, dapat dimajukan sebagai Rencana Undang-Undang ke DPR, yang setelah diterima oleh DPR mengikat umat Islam Indonesia" (Sekitar Proklamasi, Jakarta, 1969, hal. 58). Sudah tentu yang dimaksudkan Bung Hatta dengan "kami" adalah anggota-anggota Panitia Persiapan yang mengesahkan UUD 1945 pada tanggal tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;bahwa ada pihak - pihak yang tidak sepakat dengan perjuangan faksi Islam di parlemen, itu adalah hal yang wajar di negara yang berdemokrasi seperti di Indonesia, namun yang penting perbedaan sikap maupun pandangan itu tidak kemudian menimbulkan semacam ketakutan-ketakutan tak beralasan tentang akan diubahnya negara ini menjadi negara Islam, oleh karena memang tidak ada partai politik yang ada sekarang ini yang mempunyai tujuan untuk mendirikan negara Islam dalam tujuan politik mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;kemudian juga harus dilihat fakta yang ada selama ini, dan juga kecenderungan yang ada bahwa partai-partai Islam juga sulit untuk memenangkan pemilihan umum, oleh karena masyarakat kita lebih memilih partai-partai sekuler sebagai pilihan mereka. meskipun dukungan terhadap penerapan syariat Islam juga terus menguat dari tahun ke tahun. namun dukungan itu tidak berkorelasi positif dengan dukungan terhadap partai-partai Islam yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;sumber bacaan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;1. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 24px; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;#sastra-pembebasan# Memahami Piagam Djakarta, &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Georgia; font-size: 16px; "&gt;&lt;a href="http://www.nabble.com/-sastra-pembebasan--Memahami-Piagam-Djakarta-p11238361.html"&gt;http://www.nabble.com/-sastra-pembebasan--Memahami-Piagam-Djakarta-p11238361.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2.&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; color: rgb(51, 51, 51); font-weight: bold; line-height: 27px; "&gt;&lt;a href="http://farid1924.wordpress.com/2008/12/21/refleksi-akhir-tahun-2008/" rel="bookmark" title="REFLEKSI AKHIR TAHUN 2008" style="text-decoration: none; color: rgb(16, 92, 182); border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(117, 171, 234); "&gt;REFLEKSI AKHIR TAHUN 2008&lt;/a&gt;,&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Georgia; font-weight: normal; line-height: normal; "&gt; &lt;a href="http://farid1924.wordpress.com/2008/12/21/refleksi-akhir-tahun-2008/"&gt;http://farid1924.wordpress.com/2008/12/21/refleksi-akhir-tahun-2008/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. &lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; color: rgb(51, 51, 51); font-size: 13px; "&gt;&lt;a href="http://batampos.co.id/index.php?Itemid=73&amp;amp;id=4542&amp;amp;option=com_content&amp;amp;task=view"&gt;http://batampos.co.id/index.php?Itemid=73&amp;amp;id=4542&amp;amp;option=com_content&amp;amp;task=view&lt;/a&gt;&lt;a href="http://batampos.co.id/index.php?Itemid=73&amp;amp;id=4542&amp;amp;option=com_content&amp;amp;task=view"&gt;&lt;/a&gt;4.&lt;br /&gt;&lt;table class="contentpaneopen" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-collapse: separate; -webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; color: rgb(51, 51, 51); width: 634px; "&gt;&lt;tbody style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; "&gt;&lt;tr style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 13px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: normal; "&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; text-align: left; font-weight: bold; font-family: Arial, Verdana; font-size: 20px; color: rgb(37, 74, 116); line-height: 24px; "&gt;Dambakan Parpol yang Memperjuangkan Syariâ'ah?,&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; font-size: 13px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: normal; "&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-1663296181103884213?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/1663296181103884213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/tak-ada-yang-harus-dicemaskan-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1663296181103884213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1663296181103884213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/tak-ada-yang-harus-dicemaskan-dengan.html' title='tak ada yang harus dicemaskan dengan Islamisasi Negara'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-1806512231732049624</id><published>2009-08-25T19:18:00.001+07:00</published><updated>2009-08-25T19:19:19.952+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islamisasi negara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perda syariah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piagam Jakarta'/><title type='text'>Islamisasi negara adalah agenda hidup...</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; background-position: initial initial; "&gt;&lt;p&gt;Islamisasi bagi partai Islam adalah agenda yang terus hidup (the living agenda). Itulah yang menjadi alasan utama isu syariat Islam tak pernah ditinggalkan partai Islam (Arskal Salim, dosen IAIN Jakarta).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;itulah mengapa meskipun secara hitung-hitungan di atas kertas, partai-partai Islam tak akan menang jika dilakukan voting mengenai penerapan Syariah Islam, maka akhirnya yang dilakukan adalah melakukan alih strategi demi mencapai tujuan besar itu. sejak reformasi, dua kali sidang umum MPR menunjukkan betapa  usulan pengembalian 7 kata sila pertama Piagam Jakarta selalu dilontarkan oleh partai-partai Islam semisal PPP dan PBB, semantara PKS malah lebih jauh dengan melontarkan ide tentang substansi Piagam Madinah, dengan kewajiban melaksanakan syariah agama  bagi para pemeluk masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan fakta tersebut, siapapun yang menyatakan bahwa perdebatan tentang ideologi negara kita telah tuntas mendapatkan bantahannya. karena memang penerimaan Pancasila sebagai dasar negara memang sudah tidak diperdebatkan lagi, namun penerimaan Pancasila sebagai ideologi negara tampaknya masih jauh api dari panggang. sejak isu islamisasi negara di awal dekade 90an, dengan munculnya ICMI, kebijakan mengenai jilbab yang pada mulanya dilarang (1991), peraturan mengenai Bazis (1991), dilarangnya SDSB (1993), dan didirikannya Bank Muamalat Indonesia (BMI). sepanjang orde baru, proses islamisasi tidaklah hilang, memang bukan partai-partai Islam yang melakukan proses Islamisasi itu, namun dilakukan oleh negara, sebagai institusi resmi negara. bukankah kompilasi hukum Islam dan UU peradilan Agama itu justru merupakan muncul dari usulan departemen agama, dan bukannya usulan dari partai Islam?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;demikianlah memang, sebagai sebuah agenda hidup, islamisasi akan selalu mencari celah dan jalan untuk tetap bertahan hidup di Indonesia, terlepas pro kontra yang melingkupinya. selepas reformasi, maka kini agen islamisasi secara struktural bertambah, bukan lagi hanya oleh departemen agama saja, namun juga oleh partai-partai Islam yang ada, serta politisi-politisi Islam dari partai nasionalis. hal ini tercermin dengan diakomodirnya  gagasan partai-partai Islam untuk memasukkan “meningkatkan iman dan takwa”, bukan “mencerdaskan kehidupan bangsa”, sebagai tujuan utama pendidikan dalam pasal 31 UUD. RUU Sisdiknas yang sarat muatan religius itu juga disahkan karena secara konstitusional ia adalah refleksi bunyi pasal 31 UUD tentang pendidikan yang menjadi payungnya. Tentu tidak dapat dipungkiri, pendidikan agama merupakan salah satu media penting untuk Islamisasi. Demikian juga dengan disahkannya UU APP beberapa waktu yang lalu, suka atau tidak suka menunjukkan betapa strategi Islamisasi negara tetap menemukan jalannya, walaupun sampai saat ini Piagam Jakarta belum berhasil dikembalikan pada posisi semula sesuai kesepakatan BPUPKI 22 Juni 1945.Kecuali dalam hal perjuangan memasukkan kembali Piagam Jakarta, hampir-hampir kiprah partai-partai Islam di dalam konteks perumusan undang-undang tidak menimbulkan gejolak. Memang, kita semua tahu bahwa dibandingkan dasawarsa awal 1990-an terakomodasikannya syariat Islam dalam sistem perundang-undangan menjadi lebih banyak (termasuk UU tentang penyelenggaraan ibadah haji, perbankan syariah, dan sebagainya).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang paling bersejarah adalah disahkannya undang-undang mengenai Aceh. Otonomi khusus yang diberikan kepada daerah ini antara lain sebagai langkah agar Aceh tidak memisahkan diri dari Indonesia sehingga NKRI tetap terjaga, termasuk kewenangan Aceh untuk dikelola menurut hukum Islam.Disahkannya undang-undang yang berbau syariah di DPR relatif tidak menimbulkan perdebatan nasional tentang posisi Islam atau syariah Islam di dalam sistem perundang-undangan Indonesia.Akan tetapi, ketika daerah yang menurut UU juga memiliki otonomi sangat luas, meskipun tidak sebesar Aceh, meniru DPR pusat dengan mengesahkan sejumlah aturan yang oleh banyak orang disebut “Perda Syariah”. Hal ini justru menimbulkan perdebatan. Tak banyak anggota legislatif di pusat yang mempersoalkan hal ini. Akan tetapi, tidak begitu halnya dengan kalangan akademisi dan pengamat serta aktivis sosial-politik dan hak asasi manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada umumnya perda-perda tersebut berbicara mengenai busana muslim, larangan mengonsumsi dan menjual alkohol, larangan berjudi, larangan prostitusi, ihwal kemampuan membaca Alquran, salat berjamaah, larangan berbuat maksiat, dan sebagainya.Yang paling memicu kontroversi adalah larangan bagi perempuan untuk berada di luar rumah setelah jam sembilan malam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain Aceh, yang memang telah diberi hak untuk mengatur dirinya sendiri menurut hukum Islam, banyak daerah memiliki aspirasi di atas.Termasuk di dalamnya adalah sebagian wilayah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, NTB, Gorontalo, dan sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada tingkat kabupaten dan kota, barangkali terdapat 40-an daerah yang terkait dengan “perda syariah”. Berbeda dengan reaksi pada dasawarsa 1990-an, dengan semangat demokratisasi atau persamaan posisi di mata undang-undang, mereka yang tidak setuju dengan “perda-perda syariah” ini menilai bahwa kehadiran mereka bersifat diskriminatif, melanggar hak asasi manusia, mengancam NKRI, bertentangan dengan UUD 1945 dan ideologi negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jadi, sekali lagi, saya rasa berdasar hal-hal tersebut di atas, ideologi kebangsaan kita belumlah tuntas kita perbincangkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;beberapa sumber bacaan :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1.&lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;a href="http://gusdur.net/Opini/Detail/?id=152/hl=id/Duduk_Soal_Perda_Syariah" mce_href="http://gusdur.net/Opini/Detail/?id=152/hl=id/Duduk_Soal_Perda_Syariah"&gt;Duduk Soal Perda Syariah&lt;/a&gt; , &lt;span mce_style="font-weight: normal;font-size: 13px" style="font-weight: normal; font-size: 13px; "&gt;&lt;a href="http://gusdur.net/Opini/Detail/?id=152/hl=id/Duduk_Soal_Perda_Syariah" mce_href="http://gusdur.net/Opini/Detail/?id=152/hl=id/Duduk_Soal_Perda_Syariah"&gt;http://gusdur.net/Opini/Detail/?id=152/hl=id/Duduk_Soal_Perda_Syariah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. &lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;a href="http://www.forums.apakabar.ws/viewtopic.php?f=1&amp;amp;t=30819#p61276" mce_href="http://www.forums.apakabar.ws/viewtopic.php?f=1&amp;amp;t=30819#p61276"&gt;Piagam Jakarta setelah 60 Tahun&lt;/a&gt;, &lt;span mce_style="font-weight: normal;font-size: 13px" style="font-weight: normal; font-size: 13px; "&gt; &lt;a href="http://www.forums.apakabar.ws/viewtopic.php?f=1&amp;amp;t=30819" mce_href="http://www.forums.apakabar.ws/viewtopic.php?f=1&amp;amp;t=30819"&gt;http://www.forums.apakabar.ws/viewtopic.php?f=1&amp;amp;t=30819&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3.  &lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;a title="Daya Hidup Isu Syariat dalam Politik" href="http://islamlib.com/id/artikel/daya-hidup-isu-syariat-dalam-politik/" mce_href="http://islamlib.com/id/artikel/daya-hidup-isu-syariat-dalam-politik/"&gt;Daya Hidup Isu Syariat dalam Politik&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://islamlib.com/id/artikel/daya-hidup-isu-syariat-dalam-politik/" mce_href="http://islamlib.com/id/artikel/daya-hidup-isu-syariat-dalam-politik/"&gt;http://islamlib.com/id/artikel/daya-hidup-isu-syariat-dalam-politik/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-1806512231732049624?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/1806512231732049624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/islamisasi-negara-adalah-agenda-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1806512231732049624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1806512231732049624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/islamisasi-negara-adalah-agenda-hidup.html' title='Islamisasi negara adalah agenda hidup...'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-5829582351297579587</id><published>2009-08-24T18:46:00.001+07:00</published><updated>2009-08-24T18:47:18.961+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasman singodimejo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Hassan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soekarno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piagam Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='M Hatta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ki Bagus hadikusumo'/><title type='text'>jawaban itu belum kutemukan juga...</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; color: rgb(102, 102, 102); font-size: 13px; "&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;dua pertanyaan yang saya ajukan minggu lalu :&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;-Indonesia Timur mana yang ingin berdiri di luar Republik jika Piagam Jakarta tetap tidak dirubah dan kapan mereka mengutarakan hal itu pada opsir Kaigun Jepang, lalu&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;- siapa Opsir Kaigun jepang itu&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;sampai saat ini belum kutemukan jawabannya, sementara komentar yang masuk justru beragam dan tak menuntaskan keingintahuan saya tentang dua hal itu :&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;contoh&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;1. jawaban atas keingintahuan anda adalah : pahami bagaimana founding fathers itu, bagaimana mereka memandang sebuah negara, negara indonesia. bagaimana rasa nasionalisme mereka.&lt;br /&gt;bagaimana rasa kebhinekaan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;alternatif 1, andai tidak ada indonesia timur yang protes dan tidak ada kaigun :&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;tidak ada pun indonesia timur yang protes, atau tidak ada pun kaigun jepang yang membawa amanat, founding fathers yang nasionalis itulah yang akan protes disebabkan rasa nasionalisme mereka. Bentuk protes itu bisa dibahasakan sbg : "Indonesia timur akan berada di luar Republik jika sila pertama dalam Piagam Jakarta tidak diubah".&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;kaigun jepang bisa jadi adalah sebuah "karangan" untuk dramatisasi.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;penentunya bukanlah indonesia timur atau kaigun, penentunya adalah para founding fathers yang nasionalis. founding fathers itulah indonesia timur dan merekalah kaigun itu. mereka indonesia timur karena mereka mengidentifikasi diri mereka sebagai seluruh indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;alternatif 2, ada indonesia timur yang protes dan ada kaigun :&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;kalaupun benar ada indonesia timur yang protes dan ada kaigun maka penentunya sebenarnya bukan protes mereka (ind.timur) namun lebih di rasa nasionalisme founding fathers atau mayoritas dari mereka. penentunya adalah founding fathers.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;salam,&lt;br /&gt;topan&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;padahal justru karena mencoba memahami para founding fathers itulah saya mengajukan pertanyaan itu, oleh karena perubahan sila pertama Piagam Jakarta ternyata adalah sebuah keterpaksaan, &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;ini contoh penyesalan sebagian founding fathers tentang hilangnya 7 kata dalam sila pertama Piagam jakarta:&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;1. Mr. Moh Roem menyesali hilangnya 7 kata itu dengan mengutip ungkapan dalam bahasa Belanda: Menangisi susu yang sudah tumpah !?&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;2. Kasman Singodimejo dalam sebuah perbincangan bahwa beliau merasa turut bersalah karena dengan bahasa Jawa yang halus Beliau menyampaikan kepada Ki Bagus Hadikusumo tokoh Muhammadiyah yang teguh pendiriannya itu untuk sementara menerima usulan dihapusnya 7 kata itu. Kasman terpengaruh oleh janji Soekarno dalam ucapannya, Bahwa ini adalah UUD sementara, UUD darurat, Undang-undang Kilat. Nanti 6 bulan lagi MPR terbentuk. Apa yang tuan-tuan dari golongan Islam inginkan silahkan perjuangkan disitu.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;3. M. Natsir menulis: Tanggal 17 Agustus 1945 kita mengucapkan hamdalah; alhamdulillah menyambut lahirnya Republik sebagai anugerah Allah! Tanggal 18 Agustus kita istighfar mengucapkan astaghfirullah (mohon ampun kepada Allah) karena hilangnya tujuh kata!&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;maka tanggapan seperti diatas tentu menjadi terbantahkan, oleh karenanya justru para founding fathers juga menyesali terjadinya pencoretan 7 kata itu, yang sebenarnya sudah merupakan hasil kesepakatan dalam sidang PPKI, semantara pencoretan itu, menurut penuturan Endang Saifuddin Anshari dalam bukunya tentang Piagam Jakarta juga menceritakan, bahwa Hatta mengaku bahwa pada pagi tanggal 18 Agustus 1945, dia mengajak berembuk dengan empat tokoh, yaitu Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, Teuku M. Hasan, dan Wachid Hasjim. Tapi, terbukti kemudian, bahwa Wachid Hasjim tidak ada di Jakarta ketika itu, karena sedang dalam perjalanan ke Jawa Timur.  Disitu tertulis pencoretan itu hanya hasil rembugan dari 5 orang saja, karena terbukti Wachid hasyim tidak ikut berembug karena ada di perjalanan ke Jatim.  Dan dari tokoh-tokoh yang diajak rembugan dan menyepakati pencoretan itu, ternyata sebagian besar menyesali pencoretan itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;maka kemudian bagaimana sebuah negara bangsa yang didirikan dengan dasar negara yang disesali keberadaannya oleh para pemrakarsanya sendiri? &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;maka sesungguhnya perdebatan tentang Piagam Jakarta belum akan tuntas sampai waktu-waktu ke depan, oleh karena memang selama masih ada yang merasa terkhianati oleh "kesepakatan yang terpaksa dalam hal pencoretan 7 kata itu" maka selama itu masalah ini akan menjadi duri dalam daging dalam kehidupan kita sebagai negara bangsa.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;pemberontakan DI/TII Karto Suwiryo bisa jadi adalah bom waktu pertama yang meletus karena hal itu, disusul dengan pemberontakan Daud Beurueh di Aceh yang merasa dikhianati karena tidak diberlakukannya Syariah Islam di Aceh, disusul Kahar Muzakar di Sulsel, kemudian penolakan azas tunggal Pancasila jaman Orba, disusul berbagai perda syariah yang muncul beberapa tahun terakhir pasca reformasi menunjukkan bahwa dialog berbangsa dan bernegara kita tentang ideologi belumlah tuntas.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;dan itu semua mungkin masih memerlukan waktu yang panjang, oleh karena diperlukan keterbukaan dan kejujuran tentang sejarah untuk memulai dialog besar itu yang pada akhirnya akan mampu menjembatani perbedaan ideologi yang ada, yang masih ada dalam kehidupan kita sebagai negara bangsa, terbukti dengan munculnya isu ideologi wahabbisme dalam tubuh salah satu partai politik yang punya agenda tersembunyi untuk "mengislamkan" Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;jadi dua pertanyaan di atas sesungguhnya adalah sebuah ajakan bagi kita semua untuk membuka sejarah bangsa kita secara lebih jujur dan terbuka dan merumuskan kembali tentang keindonesiaan kita yang semakin tergerus dari hari ke hari, sehingga bahkan dalam ritus resmi kenegaraan saja lagu Indonesia Raya sebagai simbol berbangsa dan bernegara bisa terlupakan beberapa hari yang lalu.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-5829582351297579587?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/5829582351297579587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/jawaban-itu-belum-kutemukan-juga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/5829582351297579587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/5829582351297579587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/jawaban-itu-belum-kutemukan-juga.html' title='jawaban itu belum kutemukan juga...'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-7992909105488000638</id><published>2009-08-21T17:28:00.003+07:00</published><updated>2009-08-21T17:31:16.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piagam Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='M Hatta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ki Bagus hadikusumo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bung Karno'/><title type='text'>2 hal yang ingin saya tahu tentang pencoretan 7 kata dalam sila pertama Piagam Jakarta</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; color: rgb(102, 102, 102); font-size: 13px; "&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;Seperti diketahui, selama ini cerita seputar penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta - yaitu "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" - didominasi oleh cerita versi Bung Hatta tentang kedatangan opsir Kaigun yang mengaku membawa mandat kaum Nasrani dari Indonesia Timur yang intinya adalah bahwa Indonesia timur akan berada di luar Republik jika sila pertama dalam Piagam Jakarta tidak diubah.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;maka akhirnya sejarah mencatat bahwa Sila pertama dalam Piagam Jakarta mengalami pencoretan 7 kata dan menjadi sila pertama dalam Pancasila sebagaimana yang kita kenal sampai sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;hanya saja yang menjadi pertanyaan, saya terutama, siapakah opsir Kaigun Jepang yang datang kepada M Hatta itu, dan atas suruhan siapa opsir itu datang kepada M Hatta.  &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;hal ini masih menjadi simpang siur sampai sekarang, karena menurut Universitas Indonesia Press yang menerbitkan satu buku berjudul "Lahirnya Satu Bangsa dan Negara", yang diberi kata sambutan oleh Presiden Republik Indonesia, Soeharto. Dalam buku ini, para pelaku peristiwa seputar kemerdekaan, menuturkan cerita yang berbeda dengan versi Hatta. Menurut mereka, ada tiga orang mahasiswa yang datang ke Bung Hatta menjelaskan masalah Piagam Jakarta, yaitu Piet Mamahit, Moeljo, dan Imam Slamet (Tan Tjeng Bok). Wajah Imam Slamet seperti orang Cina, badannya pendek, jadi mirip orang Jepang.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;sekali lagi saya hanya ingin mencari tahu sejarah tentang Piagam Jakarta ini, karena bagaimanapun,  bagi sebagian masyarakat kita, Piagam Jakarta adalah sesuatu yang akan senantiasa diperjuangkan untuk bisa kembali pada posisi semula ketika ditetapkan sebagai dasar negara Republik ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;dan bagi sebagian kalangan, pencoretan 7 kata dalam Piagam Jakarta adalah sebuah pengkhianatan. dan salah seorang yang turut mendorong pencoretan 7 kata  itupun menyesal ikut serta upaya dalam pencoretan itu " Masih terngiang ucapan Kasman Singodimejo dalam sebuah perbincangan bahwa beliau merasa turut bersalah karena dengan bahasa Jawa yang halus Beliau menyampaikan kepada Ki Bagus Hadikusumo tokoh Muhammadiyah yang teguh pendiriannya itu untuk sementara menerima usulan dihapusnya 7 kata itu. Kasman terpengaruh oleh janji Soekarno dalam ucapannya, Bahwa ini adalah UUD sementara, UUD darurat, Undang-undang Kilat. Nanti 6 bulan lagi MPR terbentuk. Apa yang tuan-tuan dari golongan Islam inginkan silahkan perjuangkan disitu."&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;bahwa saya menerima Pancasila sebagai dasar negara, tidak mengurangi keingintahuan saya tentang sejarah yang sebenarnya tentang Piagam Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;dua hal yang saya ingin tahu :&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;- Indonesia Timur mana yang ingin berdiri di luar Republik jika Piagam Jakarta tetap tidak dirubah dan kapan mereka mengutarakan hal itu pada opsir Kaigun Jepang, lalu&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;- siapa Opsir Kaigun jepang itu&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;dua hal itu yang tidak saya temukan jawabnya sejak pelajaran PMP atau PPKN pertama kali saya peroleh di SD sampai SMA, sampai sekarang ini...&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;akhirnya selamat menghadapi Bulan Suci Ramadhan 1430 H, mohon maaf lahir dan batin...&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;sumber artikel : &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;1. &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102); font-size: 13px; line-height: normal; "&gt;&lt;a href="http://swaramuslim.net/more.php?id=A889_0_1_0_M"&gt;http://swaramuslim.net/more.php?id=A889_0_1_0_M&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-size:100%;color:#666666;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: normal;"&gt;2. &lt;a href="http://www.dprd-diy.go.id/index.cfm?x=berita&amp;amp;id_berita=24062009093255"&gt;http://www.dprd-diy.go.id/index.cfm?x=berita&amp;amp;id_berita=24062009093255&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-size:100%;color:#666666;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: normal;"&gt;3. &lt;a href="http://islamic.xtgem.com/update_juni2008/nusantara/nusantara13.htm"&gt;http://islamic.xtgem.com/update_juni2008/nusantara/nusantara13.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-size:100%;color:#666666;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: normal;"&gt;4. &lt;a href="http://blog.unila.ac.id/rone/mata-kuliah/semester-1/pendidikan-pancasila/"&gt;http://blog.unila.ac.id/rone/mata-kuliah/semester-1/pendidikan-pancasila/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-size:100%;color:#666666;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: normal;"&gt;5. &lt;a href="http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=201055"&gt;http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=201055&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(85, 85, 85); font-size: 12px; margin-top: 0px; margin-right: 25px; margin-bottom: 1em; margin-left: 20px; line-height: 1.4em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-7992909105488000638?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/7992909105488000638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/2-hal-yang-ingin-saya-tahu-tentang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7992909105488000638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7992909105488000638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/2-hal-yang-ingin-saya-tahu-tentang.html' title='2 hal yang ingin saya tahu tentang pencoretan 7 kata dalam sila pertama Piagam Jakarta'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-7350794529130794493</id><published>2009-08-14T18:40:00.003+07:00</published><updated>2009-08-14T19:07:24.631+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hendropriyono'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='intelejen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terorisme'/><title type='text'>kalau gini-gini terus, teroris bakal ada terus...</title><content type='html'>&lt;div&gt;selama ini kita sibuk dengan reaksi yang muncul manakala aksi terorisme baru saja berlangsung, pemerintah juga terkesan begitu lambat menangani terorisme ini, bahkan mungkin terkesan lengah, karena hampir beberapa tahun tidak lagi terjadi pemboman pasca tertembak matinya Dr. azahari beberapa tahun silam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;berbagai instansi terkait sebenarnya punya banyak sumber daya baik SDM ataupun peralatan untuk mengendus para teroris itu, bukankah masih ada BIN, BAIS di militer, ada kepolisian yang punya densus 88, belum lagi desk anti teror di militer, anggaran juga ada, sehingga sebenarnya, dengan jaringan yang ada, mereka (para instansi yang terkait itu) seharusnya punya kemampuan untuk menghentikan berbagai aksi teror itu sebelum terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;namun yang terjadi adalah, aparat terkesan bergerak setelah kejadian, sehingga yang ada adalah kecolongan dan kecolongan terus yang terjadi selama ini. kasus dani yang masih ABG jelas merupakan pola baru yang bisa jadi belum diantisipasi oleh aparat, bayangkan saja teroris yang masih berumur belasan tahun! di negeri kita ini, sementara masyarakat kebanyakan hanya bisa menghujat mereka, padahal, kalau kita juga bersedia berfiir agak lebih mendalam, mereka, anak-anak muda itu, sebenarnya juga adalah korban dari lingkaran teror yang tak berkesudahan itu. entah bagaimanapun keblingernya paham mereka menurut kita, yang menghalalkan darah tertumpah di negeri yang tidak masuk kategori wilayah perang seperti Indonesia, tidak bisa juga hanya diselesaikan dengan reaksi sesaat saja, tidak bisa hanya dengan menangkap para gembong teroris semisal Nurdin M Top saja, karena ketika akar dari terorisme ini tidak diselesaikan, maka ketika Nurdin tertangkap bahkan tertembak mati sekalipun, jika akar terorisme ini tidak diselesaikan, maka rasa-rasanya kok terorisme akan tetap ada di bumi Indonesia kita tercinta ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;lalu apa akar terjadinya terorisme itu, salah satunya adalah masalah kemiskinan, karena di negara-negara yang relatif maju, terorisme ini relatif jarang terjadi, tidak usah jauh-jauh saja contoh di Malaysia dan Singapura jarang terjadi pemboman, karena merekrut calon pengebom di sana susah,bandingkan dengan di negara kita, lalu di Thailand dan Philipina, meski dengan latar belakang politik yang berbeda dengan yang terjadi di Indonesia, karena ada faktor pergolakan daerah di kedua negara tersebut,  namun faktor kemiskinan menjadi salah satu faktor yang memicu perlawanan mereka dan melahirkan terorisme, yang bahkan juga mendapat dukungan dari orang-orang Indonesia semacam Faturahman al Ghozi dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;jadi diperlukan pendekatan baru untuk memberantas terorisme ini, apalagi, ini juga menyangkut ideologi, yang tidak mudah untuk memberantasnya, karena jika ideologi teror ini masih ada dan selama kemiskinan, yang merupakan lahan subur bagi berkembangnya ideologi radikal dan ideologi teror, masih subur di negeri ini, sementara simbol-simbol kemewahan dari negara barat tampak begitu nyata di sini, maka janganlah heran, sebagaimana yang disampaikan oleh mantan kepala BIN, Hendropriyono, bahwa teroris itu akan selalu mati satu tumbuh seribu. sehingga jika hari ini korban-korban perekrutan ideologi teror itu adalah anak-anak ABG yang masih belum stabil pemahaman keagamaannya, sehingga begitu mudah untuk dimanipulasi kesadarannya oleh para ideolog teror itu, maka jangan kaget jika di hari-hari mendatang akan ada lagi metode perekrutan lain, yang bisa jadi tak terbayangkan oleh kita saat ini, karena kita hanya terfokus untuk menghujat, mengutuk dan marah-marah pada para teroris. sementara aparat juga hanya sibuk mengejar Nurdin dan teman-temannya saja tanpa mempelajari pola perekrutan mereka. maka sepertinya kita masih terus harus bersabar untuk menanti terorisme hilang dari bumi Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;beberapa artikel untuk bahan bacaan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/12/05323744/perlu.pendekatan.baru"&gt;http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/12/05323744/perlu.pendekatan.baru&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/14/17462653/pemerintah.perlu.pahami.pola.rekrutmen.teroris"&gt;http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/14/17462653/pemerintah.perlu.pahami.pola.rekrutmen.teroris&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-7350794529130794493?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/7350794529130794493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/kalau-gini-gini-terus-teroris-bakal-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7350794529130794493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7350794529130794493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/kalau-gini-gini-terus-teroris-bakal-ada.html' title='kalau gini-gini terus, teroris bakal ada terus...'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-3868722061360090290</id><published>2009-08-13T18:27:00.001+07:00</published><updated>2009-08-13T18:28:24.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Walikota Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PKL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penertiban PKL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='walikota jogja'/><title type='text'>sisi manusiawi dalam menertibkan PKL</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; background-position: initial initial; "&gt;&lt;p&gt;Di antara miskinnya stok pemimpin di tingkat nasional, karena sejak reformasi tahun 98, yang muncul di pentas nasional adalah wajah-wajah yang seringkali kita sebut dengan 4L ( Lu Lagi Lu Lagi), maka seiring dengan era otonomi daerah ini, jika kita bersedia untuk melihat potensi kepemimpinan lokal yang ada, terbukti banyakh memunculkan talenta-talenta baik, muda, kreatif, dan tahu benar cara memikat hati rakyat. Mereka tidak hanya berasal dari birokrasi, tapi juga datang dari kalangan pengusaha atau pendidik. Mereka lahirkan kejutan yang asyik. Satu yang membanggakan: mereka tidak terkena virus korupsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;banyak para pemimpin lokal ini yang mampu mengedepankan sisi-sisi budaya dan manusiawi dalam menghadapi sebuah persoalan maupun dalam membuat terobosan dan program-program yang dijalankannya. satu contoh sederhana dalam penanganan PKL (pedagang kali lima), sangat sering kita baca di media cetak atau kita lihat di media elektronik berbagai pemberitaan tentang "penertiban", yang sebenarnya adalah bahasa lain dari penggusuran terhadap para pedagang kali lima itu, yang sebenarnya mereka juga dibutuhkan keberadaannya oleh masyarakat, terbukti mereka banyak yang sudah lama menjadi pedagang kali lima dan mempunyai banyak pelanggan. artinya alasan yang sering diajukan oleh para pemimpin yang memerintahkan penggusuran bahwa mereka mengganggu ketertiban sehingga harus di"tertibkan" adalah hanya mengada-ngada, lain soal kalau yang dilakukan bukan "penertiban" namun benar-benar penertiban, sebagaimana yang dilakukan oleh dua orang walikota di Solo dan Jogja, yang betul-betul melakukan penertiban dengan pendekatan budaya dan manusiawi dan bukan "penertiban" sebagaimana yangs sering dilakukan oleh para penguasa lokal yang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. di Solo&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebanyak 819 PKL Banjarsari berhasil dipindahkan ke Pasar Klitikan Notoharjo yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp 9,8 miliar. "Mereka (PKL) kami gratiskan masuk pasar yang baru hanya membayar retribusi Rp 2.500," kata walikota Solo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. di Jogja&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertanian Kota Yogyakarta Heru Pria Warjaka mengatakan, di Yogyakarta PKL di sejumlah lokasi juga telah dipindahkan ke Pasar Klitikan, Sriwedani, dan Pasar Sayur. "Sama seperti di Kota Solo, kunci keberhasilan pemindahan itu adalah pendekatan sosial. Jadi, tidak dengan penggusuran paksa memakai petugas Satpol PP," katanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;demikian satu contoh sisi pendekatan manusiawi yang dilakukan oleh dua figur pemimpin lokal yang tumbuh dalam era otonomi daerah ini, yang sebenarnya bisa dicontoh oleh siapapun yang juga mengemban amanah sebagai pemimpin baik di pusat maupun di daerah, betapa mereka punya tanggung jawab untuk membuat rakyat, termasuk para pedagang kali lima, semakin sejahtera kehidupannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;artikel sumber :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1.Pindahkan PKL, Walikota Butuh 54 Kali Makan, lengkapnya baca : &lt;a href="http://bisnis.vivanews.com/news/read/82653-pindahkan_pkl__walikota_butuh_54_kali_makan" id=""&gt;http://bisnis.vivanews.com/news/read/82653-pindahkan_pkl__walikota_butuh_54_kali_makan&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Tata PKL Jangan Pakai Kekerasan, lengkapnya baca &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://koran.kompas.com/read/xml/2009/03/02/1754587/tata.pkl.jangan.pakai.kekerasan" id=""&gt;http://koran.kompas.com/read/xml/2009/03/02/1754587/tata.pkl.jangan.pakai.kekerasan&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-3868722061360090290?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/3868722061360090290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/sisi-manusiawi-dalam-menertibkan-pkl.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/3868722061360090290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/3868722061360090290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/sisi-manusiawi-dalam-menertibkan-pkl.html' title='sisi manusiawi dalam menertibkan PKL'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-8447170542565713355</id><published>2009-08-12T19:26:00.003+07:00</published><updated>2009-08-12T19:26:52.336+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='putusan gugatan pilpres'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mahkamah konstitusi'/><title type='text'>sementara berakhir....</title><content type='html'>pertarungan itu akhirnya sementara berakhir di palu godam Mahfud MD, yang dalam putusannya, Mahkamah menyebutkan subtansi pemohon soal DPT fiktif, penggelembungan suara, penciutan jumlah TPS, serta keterlibatan asing dalam tabulasi nasional tidak dapat dibuktikan secara hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengakui dalam putusan MK nanti, ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dan dimenangkan. Namun, Mahfud meyakini baik pihak pemohon, JK-Wiranto dan Mega-Prabowo, pihak termohon KPU, maupun kubu SBY-Boediono akan legowo menerima apa pun keputusan MK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya yakin mereka sendiri legowo karena mereka yang menyerahkan gugatannya baik-baik. Kalau Bu Mega, JK, dan SBY itu kan saya tahu orangnya baik," kata Mahfud, di sela-sela jumpa pers, di MK, Jakarta, Selasa (11/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mahfud, kalau ada pihak yang enggan menerima atas putusan MK, kemungkinan adalah tim kampanye nasional masing-masing pasangan calon. Ia juga tidak memungkiri suhu politik akan memanas pasca-putusan MK nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu bagaimana sikap para penggugat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. kubu Megawati-Prabowo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raut wajah sendu terlihat dari wajah capres PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang berbalut baju hitam saat memberikan keterangan pers pascaputusan MK yang menolak gugatan hasil pemilu yang diajukan tim Mega-Prabowo. Suara Mega yang terdengar bergetar saat membacakan keterangan pers mencapai puncaknya ketika mencapai bagian akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega hampir menangis saat mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas proses demokrasi yang berjalan. "Pada kesempatan ini pula, kami menyampaikan dan mengucapkan beribu rasa terima kasih kepada tim hukum, pendukung, simpatisan, sukarelawan, para pemilih, dan seluruh rakyat Indonesia," kata Mega hampir menangis dan berhenti sesaat, dalam jumpa pers di kediamannya, Rabu (12/8) petang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih atas segala daya upaya yang telah diperjuangkan demi tegaknya demokrasi di bumi Indonesia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. kubu JK Wiranto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chairuman Harahap ketua tim advokasi pasangan Jusuf Kalla-Wiranto mengaku kecewa namun tetap menerima atas putusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan menolak seluruhnya permohonan pasangan JK-Wiranto dan Megawati terkait permasalahan Pilpres 2009 .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sistim hukum yang membuat kita harus menerima putusan," ucapnya usai mendengar putusan di Gedung MK Jakarta, Rabu ( 12/8 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, meski ada kekecewaan dari para penggugat, hal yang wajar, karena tentu dimanapun pihak penggugat pasti kecewa jika gugatannya tidak terkabul, namun toh mereka bisa memahami dan menerima. bahwa beberapa simpatisan Mega_pro ada yang terlihat emosi dan sempat melempari BMC dengan air mineral atau bahkan batu, namun itu hanya luapan emosi sesaat yang tidak membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya, pertarungan politik ini smentara berakhir, dan mungkin akan dilanjutkan ke episode selanjutnya di parlemen mendatang, yang semoga tidak akan berubah menjadi tukang stempel semata, seandainya pada akhirnya Golkar dan PDIP berhasil ditarik ke gerbong pemerintahan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga saja...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-8447170542565713355?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/8447170542565713355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/sementara-berakhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/8447170542565713355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/8447170542565713355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/08/sementara-berakhir.html' title='sementara berakhir....'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-2844597795916941120</id><published>2009-07-31T17:57:00.001+07:00</published><updated>2009-07-31T17:58:43.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gamelan jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jogja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karawitan'/><title type='text'>estehanget kembali memainkan gamelan....</title><content type='html'>&lt;div&gt;Karawitan berasal dari bahasa Jawa rawit yang berarti rumit, berbelit-belit, tetapi rawit juga berarti halus, cantik, berliku-liku dan enak. Kata Jawa karawitan khususnya dipakai untuk mengacu kepada musik gamelan, musik Indonesia yang bersistem nada non diatonis (dalam laras slendro dan pelog) yang garapan-garapannya menggunakan sistem notasi, warna suara, ritme, memiliki fungsi, pathet dan aturan garap dalam bentuk sajian instrumentalia, vokalia dan campuran yang indah didengar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Pada mitologi Jawa, Gamelan diciptakan oleh Dewa yang menjelmah menjadi manusia,  Shivam Malholtra di era Saka 167. Kerajaan nya berdiri di pegunungan Maendra,yang sekarang di kenal dengan Gunung Lwu. Saat itu,ia memerlukan signal untuk berhubungan dengan Dewa yang lain. Maka dibuatlah Gong. Untuk pesan signal yang lebih kompleks, maka Ia memerlukan dua gong lain yaitu kempul dan siyem, yang nanti nya membentuk Gamelan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Seperti halnya kesenian atau kebudayaan yang lain, gamelan Jawa dalam perkembangannya juga mengalami perubahan-perubahan. Perubahan terjadi pada cara pembuatanya, sedangkan perkembangannya menyangkut kualitasnya. Dahulu pemilikan gamelan ageng Jawa hanya terbatas untuk kalangan istana. Kini, siapapun yang berminat dapat memilikinya sepanjang bukan gamelan-gamelan Jawa yang termasuk dalam kategori pusaka (Timbul Haryono, 2001).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Kata “gamelan” berasal dari kata “gamel” yang berarti memukul. Maka Gamelan diartikan sebagai sekelompok instrument music yang dimainkan secara terpadu dalam sebuah kelompok. Gamelan yang lengkap mempunyai kira-kira 72 alat dan dapat dimainkan oleh niyaga (penabuh) dengan disertai 10 – 15 pesinden dan atau gerong. Susunannya terutama terdiri dari alat-alat pukul atau tetabuhan yang terbuat dari logam. Mayoritas alat music dalam kelompok Gamelan dimainkan dengan cara dipukul. Beberapa alat music dalam Gamelan yang tidak dibunyikan dengan cara dipukul adalah Suling, Rebab dan Celempung. Suling dibunyikan dengan cara ditiup sedangkan Rebab dan celempung dibunyikan dengan cara di petik. Gamelan terdiri dari banyak alat musik, seperti, Kempul, Gong, Siyem, Bonang, Suling, Kempyang, kethuk, Kenong, Sarong, Slenthem, Celempung, Kendhang, Rebab, Gender, Gambang. Ada dua system tuning untuk Gamelan yaitu Slendro dan Pelog. Sebuah alat music di dalam kelompok umumnya memiliki 2 buah alat music sehingga satu di tuning berdasakan Selendro dan yang lain berdasarkan Pelog.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;Demikian sekelumit tentang gamelan sebagai pembuka postingan kali ini, yang akan sedikit berbicara menganai sekelompok anak muda yang dengan kesadaran mereka sendiri berlatih untuk bisa melestarikan kesenian karawitan, yang semakin ditinggalkan di kalangan anak muda. Bermula dari sebuah diskusi informal antara beberapa anak muda di daerah Sriharjo, sebuah desa kecil di pelosok Imogiri, yang menjadi tempat bertemunya 2 sungai legendaris di daerah Jogja, yaitu Oya dan Opak, yang konon dalam pengembaraan sebelum mendirikan kerajaan Mataram, Panembahan Senopati, pendiri Mataram, pernah melakukan lelaku menyusuri sungai Opak dan berakhir di Parangkusumo, dan bertemu dengan penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul, eh kok malah ngelantur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Adalah seorang anak muda bernama Madek, demikian dia biasa dipanggil, bersama Mujari, Joko, dan Anung, 4 anak muda yang entah kenapa tiba-tiba tertarik untuk bisa bermain gamelan. maka setelah diskusi panjang lebar dan dengan cukup memakan waktu, mereka bisa mengajak beberapa anak muda lain untuk berlatih bermain gamelan. pada awalnya mereka juga bingung mau berlatih pada siapa, karena memang tidak banyak orang yang bisa melatih bermain gamelan. tapi keberuntungan bernaung pada anak-anak muda ini, adalah pak sudarto, seorang pensiunan PNS yang bisa bermain gamelan, bersedia untuk melatih mereka bermain gamelan. maka jadilah akhirnya tiap malam Kamis, sejak 2005, mereka berlatih untuk memainkan berbagai macam laras dan gending. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Pada awalnya, latihan dilakukan di tempat Mujari, yang entah karena kebetulan, rumahnya menjadi tempat penitipan seperangkat gamelan yang rumahnya ada di luar kota. maka mereka, anak-anak muda itu, bisa dengan tenang dan nyaman bermain gamelan di sana. demikian waktu bergulir, akhir tahun 2005, gamelan diambil oleh pemiliknya. dan kebingungan yang terjadi pada mereka, karena harus mencari tempat untuk bisa berlatih bermain gamelan. ada pilihan mereka akan berlatih di rumah budaya Tembi, di sebelah selatan kota Jogja, namun dari rumah mereka, jarak 10an kilometer tentu bukan jarak yang dekat, apalagi latihan selalu dilakukan malam hari, sehingga jika harus menempuh jarak yang cukup jauh tentu anak-anak yang ikut berlatih akan berguguran satu demi satu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Tapi, sekali lagi, keberuntungan berpihak pada anak-anak muda itu, yang akhirnya menamakan kelompoknya dengan nama Estehanget, sebuah nama yang cukup unik, karena dimana-mana yang namanya es teh selalu dingin, anyep kata orang Jawa, tapi entah dengan filosofi apa, mereka menamakannya estehanget ( Es Teh Hangat ), sebagai orang awam saya berfikir, dengan nama nyleneh seperti itu tentu akan mudah menarik perhatian beberapa pihak. tidak jauh dari tempat tinggal anak-anak muda itu, yaitu di daerah Siluk, dahulu terkenal sebagai daerah penghasil tembakau di wilayah Jogja, terdapat pasangan suami istri pensiunan PNS yang merupakan teman dari pak Sudarto yang ternyata memiliki seperangkat gamelan di rumahnya, akhirnya di sanalah mereka berlatih setelah gamelan di rumah Mujari diambil oleh pemiliknya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Hampir 4 tahun sudah, kini anak-anak muda itu tetap tekun berlatih untuk bisa memainkan berbagai macam gending dan laras dari gamelan Jawa. tak ada niatan lain dari anak-anak muda itu kecuali bahwa mereka tidak mau pada saatnya nanti, tidak ada lagi anak-anak muda yang bisa bermain gamelan, sebuah bentuk seni dan budaya bangsa yang bahkan di mancanegara mendapat tempat tersendiri. mereka berfikir, jika orang-orang dari Belanda, Amerika, dan banyak negara lain datang ke Jogja untuk berlatih bermain gamelan, mengapa mereka tidak juga melakukan hal yang sama. Mereka tidak mau, ke depannya, anak-cucu mereka justru harus pergi ke mancanegara untuk belajar budaya negeri sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-2844597795916941120?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/2844597795916941120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/estehanget-kembali-memainkan-gamelan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2844597795916941120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2844597795916941120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/estehanget-kembali-memainkan-gamelan.html' title='estehanget kembali memainkan gamelan....'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-724587315072305499</id><published>2009-07-30T15:45:00.002+07:00</published><updated>2009-07-30T15:46:01.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malioboro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yogyakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wayang kancil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mbah Ledjar'/><title type='text'>Mencintai Indonesia dengan Menyusuri Jalan Sunyi….</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: 12px; line-height: 20px; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Mencintai negeri ini, memang bisa dengan cara apa saja, tidak harus seperti para pejuang generasi kakek nenek kita yang menggenggam bambu runcing berperang melawan tentara Belanda, tak juga harus dengan berkoar-koar di jalanan menunjukkan kecintaan pada negeri ini.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ada cara lain untuk mencintai negeri ini, mencintai budaya dan seni negeri ini, sebuah jalan sepi dan sunyi dan jarang dilalui oleh orang untuk menunjukkan kecintaan pada negeri ini. dan jalan sepi serta sunyi inilah yang dipilih oleh Ledjar Subroto, yang biasa dipanggil dengan sebutan mbah Ledjar. Di usia 73 tahun ini dirinya tak merasa seperti layaknya kakek yang renta. Geraknya masih gesit dan cenderung hiperaktif. Suaranya masih lantang, penglihatannya masih tajam. Hal ini bisa dilihat ketika warna dan garis ditorehkan pada bidang yang digambar maupun disungging.&lt;/span&gt;&lt;span id="more-35464"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Pertama mendengar nama mbah Ledjar adlah ketika kakak saya mendapat borongan pekerjaan membuat sebuah show room kecil di Jl. Mataram Dn 1 / 370 Jogja (jalan sebelah timur jl Malioboro yang legendaris itu) tempat mbah Ledjar berkarya dan memajang wayang-wayang hasil karyanya. dari sanalah cerita kakak saya itulah, sedikit demi sedikit saya mengenal mbah Ledjar, meski sampai sekarang belum pernah bertemu secara langsung. “Dari kecil saya memang sudah tertarik dengan dunia perwayangan,” ungkap mbah Ledjar ini pada kakak saya itu. dan karena ketertarikannya pada wayang sejak kecil itulah, mbah Ledjar, menjadi salah seorang dalang, pembuat wayang, pembuat topeng kayu dan sekaligus sebagai serang pengajar yang penuh dengan semangat. Hampir di setiap jengkal hidupnya dipenuhi dengan berkarya seni.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Di tahun 1980 dirinya merasa gelisah dengan banyak keluhan dari rekan-rekan dalang yang merasa cemas bila suatu saat wayang dan seni tradisi tak lagi memancing minat generasi setelahnya. kemudian dicobanya membuat pendekatan yang lebih sederhana dengan membuat wayang dengan basis cerita anak yang telah lama mengendap dalam ingatan banyak generasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Cerita kancil kemudian dijadikan salah satu proyek terpanjang dalam karir seninya selain membuat wayang revolusi dan wayang kompeni. Dari pengamatan dirinya sebuah pertunjukan tradisional harus adaptatif terhadap ruang dan waktu. Ketika diamati anak-anak kecil banyak yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;berlarian di sekitar pertunjukan wayang kulit maka pilihan atas cerita kancil jadi lebih masuk akal. Sebagai salah satu karya terkenalnya, wayang kancil ini tidak berwujud tokoh-tokoh dalam perwayangan yang biasa dikenal orang, seperti Bagong, Semar, Petrok maupun Gareng, namun berbentuk binatang-binatang sepertio, gajah, buaya, ayam, dan tentunya kancil sebagai tokoh utamanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Wayang kancil pun menjadi salah satu media pendidikan bagi anak-anak. Dengan tokoh dan cerita dari dunia hewan yang lebih menarik dan mudah untuk mereka pahami, Ki Ledjar ingin mengajarkan dan menanamkan semangat keberanian serta berpikir kreatif dalam diri seseorang sejak dini. Tokoh yang satu ini (kancil), meskipun bertubuh kecil, pandai mencari siasat untuk mengalahkan binatang besar seperti gajah dan buaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Namun seperti halnya pegiat dan pelestari seni tradisional yang lain di negeri ini, justru masyarakat seni internasional lebih mengenal dan mengapresiasinya, tak heran wayang karyanya dipentaskan di Belanda dan beberapa negara Eropa lainnya. Maka di saat banyak pihak meneriakkan cinta Indonesia, masyarakat seyogyanya diingatkan kembali pada keberadaan mereka. Seniman, maestro, dengan karya-karya besarnya yang menjadi penyumbang besar perkembangan seni rupa di Jawa dan Indonesia, yang telah mencintai Indonesia dengan cara mereka, yang selama ini terlupakan. Yang dari merekalah nama baik bangsa kita tetap terjaga sebagai negeri dengan keaneka ragaman budaya yang adilihung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Beberapa museum dan kolektor yang telah mengoleksi wayang kreasi ciptaan Ki Ledjar Soebroto antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Museum Sanabudaya di Yogyakarta, mengkoleksi seperangkat wayang kancil kreasi Ki Ledjar Soebroto.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Balai Budaya Minomartani di Yogyakarta, mengkoleksi seperangkat Wayang Kancil kreasi Ki Ledjar Soebroto.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Museum Mayang H. Budiharjo di Pondok Tingal Magelang, Jawa Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Selain dikoleksi oleh Ki Manteb Sudarsono di Karangayar, Jawa Tengah dan Museum Wayang di Jakarta,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta juga mengkoleksi seperangkat Wayang Kancil kreasi ciptaan Ki Ledjar Soebroto.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Beberapa museum di luar negeri &lt;span&gt;&lt;/span&gt;yang mengoleksi wayang kancil Ki Ledjar adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Tim Byard-Jones, University Of London, di Inggris,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Ubersee Museum di Bremen, Dr. Walter Angst di kota Salem dan Arno Mozoni-Fresconi di Hamburg Jerman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Volkenkundig Museum Gerardus Van der Leeuw di kota Groningen,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;V.M Clara Van Groenendael di kota Amsterdam, Museum Westfreis, &lt;span&gt;&lt;/span&gt;Museum Horn, di kota Hoorn, Museum Tropen di Amsterdam, dan Museum Kantjiel, di Leiden, Belanda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Tamara Fielding “The Shadow Theather Of Java” di New York Amerika Serikat dan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Museum Of Anthropology (Dominique Major) di Kanada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;span&gt;Akhirnya, semoga kita bisa belajar untuk lebih bisa meneguhkan semangat kecintaan kita pada tanah air kita lewat berbagai hal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-724587315072305499?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/724587315072305499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/mencintai-indonesia-dengan-menyusuri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/724587315072305499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/724587315072305499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/mencintai-indonesia-dengan-menyusuri.html' title='Mencintai Indonesia dengan Menyusuri Jalan Sunyi….'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-2913916665909497668</id><published>2009-07-28T19:20:00.003+07:00</published><updated>2009-07-28T19:20:49.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilpres'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='presiden'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='heboh'/><title type='text'>"Silakan saja mau diadukan ke mana saja, mau diadukan ke Tuhan pun jadi," cetus Ketua MA</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; background-position: initial initial; "&gt;&lt;p&gt;sebuah kalimat biasa sebenarnya, karena keluar dari mulut seorang manusia, yang memang ditakdirkan untuk bisa berbicara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;namun menjadi cukup menggelitik manakala kalimat itu keluar dari mulut seorang ketua MA, ya Mahkamah agung, benteng terakhir peradilan bagi para pencari keadilan di negeri ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tak sepatutnya memang kalimat seperti itu dikeluarkan, karena ada kesan jumawa, dan tidak mau disalahkan oleh orang lain. padahal kita tentu faham benar, bahwa keputusan yang baru saja dikeluarkan oleh MA, memang kontroversial, sehingga tak selayaknya, ketua MA itu menambah lagi kontroversi dengan mengeluarkan kalimat seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.hukumonline.com/detail.asp?id=22696&amp;amp;cl=Berita" id=""&gt;http://www.hukumonline.com/detail.asp?id=22696&amp;amp;cl=Berita&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/18218/putusan-ma-merugikan-sby" id=""&gt;http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/18218/putusan-ma-merugikan-sby&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://hariansib.com/?p=86125" id=""&gt;http://hariansib.com/?p=86125&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/87344/3/1/MA-Persilakan-Parpol-Mengadu-ke-KY" id=""&gt;http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/87344/3/1/MA-Persilakan-Parpol-Mengadu-ke-KY&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.surya.co.id/2009/07/28/parpol-boleh-lapor-ke-tuhan-ma-ladeni-tuduhan-pelanggaran-kode-etik.html" id=""&gt;http://www.surya.co.id/2009/07/28/parpol-boleh-lapor-ke-tuhan-ma-ladeni-tuduhan-pelanggaran-kode-etik.html&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/28/15493390/patrialis.sikap.ketua.ma.tunjukkan.ego.sektoral" id=""&gt;http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/28/15493390/patrialis.sikap.ketua.ma.tunjukkan.ego.sektoral&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;belum lagi kontroversi tentang putusan MA dan kontroversi ucapan ketua MA berakhir, muncul lagi kehebohan lain, yaitu rumor tentang ketua MK yang dipnaggil menghadap pemenang pilpres.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita tidak tahu darimana sumber rumor itu, namun yang jelas rumor itu sudah beredar, dan ibarat pepatah, tak ada asap jika tak ada api, maka tentu kita perlu klarifikasi dari para pihak yang bersangkutan tentang kesimpang siuran perihal rumor itu, karena kita tentu tidak mau kemudian ada prasangka yang tidak pada tempatnya  dari para pencari keadilan yang sedang dan akan mengadukan dan menyelesaikan masalahnya lewat MK, baik itu para pasangan pilpres perihal kecurangan pilpres, maupun parpol yang dirugikan dengan putusan MA, perihal netralitas dan independensi dari MK, yang sudah sedemikian mati-matian diperjuangkan dan dijaga  selama ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://politik.vivanews.com/news/read/78353-istana_bantah_soal_pemanggilan_ketua_mk" id=""&gt;http://politik.vivanews.com/news/read/78353-istana_bantah_soal_pemanggilan_ketua_mk&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/28/0337124/mahfud.itu.bohong.besar" id=""&gt;http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/28/0337124/mahfud.itu.bohong.besar&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/28/113905/1172726/700/sby-bantah-panggil-ketua-mk-bahas-sengketa-pilpres" id=""&gt;http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/28/113905/1172726/700/sby-bantah-panggil-ketua-mk-bahas-sengketa-pilpres&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/28/143408/1172893/700/wakil-ketua-mk-6-tahun-kami-pertaruhkan-independensi-kredibilitas" id=""&gt;http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/28/143408/1172893/700/wakil-ketua-mk-6-tahun-kami-pertaruhkan-independensi-kredibilitas&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita tunggu aja apa kehebohan dan kontroversi apa lagi yang akan terjadi selanjutnya di negeri kita ini....&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-2913916665909497668?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/2913916665909497668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/silakan-saja-mau-diadukan-ke-mana-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2913916665909497668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2913916665909497668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/silakan-saja-mau-diadukan-ke-mana-saja.html' title='&quot;Silakan saja mau diadukan ke mana saja, mau diadukan ke Tuhan pun jadi,&quot; cetus Ketua MA'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-1872347318660022660</id><published>2009-07-27T17:44:00.001+07:00</published><updated>2009-07-27T17:45:47.290+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kursi parlemen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teuku umar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='koalisi cikeas'/><title type='text'>babak baru perebutan kursi parlemen...</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; background-position: initial initial; "&gt;&lt;p&gt;setelah beberapa waktu lalu MA memutuskan gugatan dari zaenal maarif dkk dari partai demokrat tentang penetapan kursi tahap dua, maka kini partai-partai yang berpotensi dirugikan apabila keputusan itu berlaku surut dan dijalankan oleh KPU bahu membahu satu suara menolak keputusan MA tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PPP, PAN, PKS dari kubu Cikeas bersatu dengan Hanura dan Gerindra dari kubu Teuku Umar. semakin menarik memang konstelasi politik di negeri ini, tak ada kawan atau lawan yang abadi, yang ada adalah kepentingan yang abadi, konon pemeo itu yag menjadi kata kunci dalam percaturan di dunia politik, tak heran maka ketika kini kita melihat 5 partai dari dua kubu yang baru saja saling berhadapan, kini bisa berdiri dalam satu kubu yang sama, karena mereka punya kepentingan yang sama, yaitu menyelamatkan kursi mereka di parlemen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PPP,PAN,PKS adalah anggota koalisi cikeas yang paling dirugikan jika keputusan MA itu dijalankan, PPP akan berkurang sebanyak dari 37 menjadi 21 kursi, PAN berkurang 43 menjadi 28 kursi dan PKS berkurang dari 57 menjadi 50 kursi (hitungan dari Cetro), sementara dua partai koalisi cikeas lainnya PD bertambah dari 150 menjadi 180, dan PKB bertambah dari 28 menjadi 29 kursi. perubahan kursi ini mau tidak mau, jika dijalankan, akan mempengaruhi koalisi cikeas, karena yang menjadikan hal ini terjadi adalah gugatan dari kader partai demokrat. artinya PPP, PAN, PKS akan merasa mereka ditelikung oleh demokrat, sebab sebelumnya gugatan yang sama, dengan majelis hakim yang sama, telah ditolak, yang mana penggugatnya adalah Haryo K, seorang kader PDIP.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;nah, jika kemudian di awal koalisi ini, mereka sudah merasa ditelikung, maka tentu perjalanan pemerintahan koalisi cikeas ini bakal menjadi lebih seru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita tunggu saja kelanjutannya....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;beberapa bahan bacaan :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://public.kompasiana.com/2009/07/25/ma-berpihak-pada-penguasa/" mce_href="http://public.kompasiana.com/2009/07/25/ma-berpihak-pada-penguasa/"&gt;http://public.kompasiana.com/2009/07/25/ma-berpihak-pada-penguasa/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/27/042844/1171783/700/ikut-tentukan-penetapan-kursi-ma-menyalahi-wewenang" mce_href="http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/27/042844/1171783/700/ikut-tentukan-penetapan-kursi-ma-menyalahi-wewenang"&gt;http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/27/042844/1171783/700/ikut-tentukan-penetapan-kursi-ma-menyalahi-wewenang&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/27/16315044/Komisi.Yudisial.Akan.Panggil.Hakim.Agung." mce_href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/27/16315044/Komisi.Yudisial.Akan.Panggil.Hakim.Agung."&gt;http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/27/16315044/Komisi.Yudisial.Akan.Panggil.Hakim.Agung.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/27/170521/1172362/700/patrialis-hanura-dan-gerindra-juga-setuju-laporkan-hakim" mce_href="http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/27/170521/1172362/700/patrialis-hanura-dan-gerindra-juga-setuju-laporkan-hakim"&gt;http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/27/170521/1172362/700/patrialis-hanura-dan-gerindra-juga-setuju-laporkan-hakim&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/27/16432467/Pasca-Putusan.MA..Hanura.Potensial.Kehilangan.Enam.Kursi" mce_href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/27/16432467/Pasca-Putusan.MA..Hanura.Potensial.Kehilangan.Enam.Kursi"&gt;http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/27/16432467/Pasca-Putusan.MA..Hanura.Potensial.Kehilangan.Enam.Kursi&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-1872347318660022660?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/1872347318660022660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/babak-baru-perebutan-kursi-parlemen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1872347318660022660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1872347318660022660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/babak-baru-perebutan-kursi-parlemen.html' title='babak baru perebutan kursi parlemen...'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-627573057066239028</id><published>2009-07-24T18:50:00.003+07:00</published><updated>2009-07-24T19:03:14.681+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='televisi Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TV Muhammdiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ADiTV'/><title type='text'>Muhammadiyah punya TV, siapa menyusul?</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/12/19445550/muhammadiyah.dirikan.tv.lokal."&gt;http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/12/19445550/muhammadiyah.dirikan.tv.lokal.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=198101"&gt;http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=198101&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=1552&amp;amp;Itemid=2"&gt;http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=1552&amp;amp;Itemid=2&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=1552&amp;amp;Itemid=2"&gt;&lt;/a&gt;alhamdulillah akhirnya malam ahad itu,18 Juli 2009, bertepatan dengan launching menyongsong Muktamar satu abad Muhammadiyah di stadion mandala krida Yogyakarta, yang dihadiri puluhan ribu jemaah Muhammadiyah, Ketua Umum PP Muhammdiyah didampingi Sri Sultan HB X, Walikota Jogja selaku panitia penerima Muktamar dan ketua PWM, diluncurkanlah televisi lokal milik Muhammdiyah ADiTV.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;inilah buah dari ikhtiar panjang sejak puluhan tahun yang lalu, ketika ummat islam bercita-cita memiliki sebuah saluran televisi sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;maka peluncuran TV lokal milik Muhammdiyah ini adalah sebuah tonggak awal yang semoga juga diikuti oleh berbagai televisi milik gerakan dakwah yang lain yang ada di bumi Indonesia ini. bayangkan betapa kita sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, namun belum mempunyai jaringan TV dakwah, padahal dalam era informasi sekarang ini, media massa menduduki tempat yang penting dalam gerakan dakwah. kita tidak bisa lagi menggunkan pola-pola tradisional semata semacam pengajian akbar untuk melakukan gerakan dakwah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;di tengah pertarungan ideologi dan peradaban di dunia ini, posisi media yang berpihak pada ummat Islam memang penting, agar kita juga punya kekuatan untuk menentukan arah masa depan dunia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;jika di dunia arab ada Al Jazeera dan Al arabia, tentu kita berharap ke depan ADiTV dan berbagai televisi milik gerakan dakwah Islam akan muncul menjadi kekuatan media yang cukup disegani khususnya di Indonesia bahkan di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kita tunggu kiprah ADiTV bagi dakwah Islam, dan kita tunggu televisi-televisi lain milik gerakan dakwah Islam, demi pencerahan bangsa, demi kemajuan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=1552&amp;amp;Itemid=2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-627573057066239028?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/627573057066239028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/muhammadiyah-punya-tv-siapa-menyusul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/627573057066239028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/627573057066239028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/muhammadiyah-punya-tv-siapa-menyusul.html' title='Muhammadiyah punya TV, siapa menyusul?'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-6006982188177652191</id><published>2009-07-23T18:39:00.000+07:00</published><updated>2009-07-23T18:40:24.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ciri manusia Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muctar Lubis'/><title type='text'>manusia Indonesia menurut Muchtar Lubis</title><content type='html'>&lt;div&gt;1. Munafik, hipokrit&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Lempar batu sembunyi tangan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Feodal dan patriarkal&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Suka hantu, paranormal, firasat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Punya jiwa seni&lt;/div&gt;&lt;div&gt;6. Boros, senang berutang, senang pesta pora&lt;/div&gt;&lt;div&gt;7. Kurang gigih&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8. Gemar jalan pintas &lt;/div&gt;&lt;div&gt;9. Suka iri, dengki, menggerutu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;10. "Mee too"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;11. Jumawa, belagu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;12. Baik hati, ramah, gotong royong, suka damai, bisa tertawa dalam penderitaan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;tiba-tiba saja ciri-ciri tentang orang Indonesia yang 30an tahun silam diutarakan oleh Muchtar Lubis berkelebat di pikiran ketika mengunjungi beberapa public blog sejak pilpres yang lalu. ya 12 ciri orang Indonesia yang ditulis 30an tahun yang silam, ternyata masih layak untuk kita cermati dan semoga saja bisa hilangkan satu demi satu agar kita sebagai anak bangsa ini bisa berdiri dengan kepala tegak di hadapan anak anak bangsa lain. namun ternyata 12 ciri itu sedemikian susah kita hilangkan dari dalam diri kita. lihatlah betapa dlam kehidupan kita berbangsa dan bernegara ini masih saja tak lepas dari satu atau dua atau bahkan tiga ciri itu nemplok dalam perilaku berbangsa kita ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;entah sampai kapan 12 ciri yang tertulis 30an tahun silam itu bisa kita hilangkan dari diri kita, dari diri bangsa kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;syahdan sebagai anak bangsa kita selalu mencontoh apa yang diperbuat oleh para pemimpin kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sudahkah para pemimpin kita tidak dihinggapi oleh 12 ciri itu?  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-6006982188177652191?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/6006982188177652191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/manusia-indonesia-menurut-muchtar-lubis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/6006982188177652191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/6006982188177652191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/manusia-indonesia-menurut-muchtar-lubis.html' title='manusia Indonesia menurut Muchtar Lubis'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-9011049154600808642</id><published>2009-07-22T18:02:00.000+07:00</published><updated>2009-07-22T18:03:27.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DNA'/><title type='text'>lalu siapa sebenarnya pelaku pemboman itu?</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; background-position: initial initial; "&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/07/22/brk,20090722-188494,id.html" mce_href="http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/07/22/brk,20090722-188494,id.html"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/07/22/brk,20090722-188494,id.html&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dalam beberapa hari terakhir, sangkaan terarah pada nama Nuri Hasbi alias Nuri Said alias Nur Hasbi alias Nur Said seorang warga Temanggung, Jawa tengah dan Ibrahim warga Kuningan, Jawa Barat sebagai pelaku bom bunuh diri di Kuningan pekan lalu, namun dengan adanya hasil tes DNA yang baru saja keluar itu, maka gugur sudah tudingan beberapa hari ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;artinya, polisi masih harus melakukan kerja keras untuk mencari tahu siapa sebenarnya pelaku bom bunuh diri itu, dan secepatnya menguak jaringan di belakangnya. kita sebagai warga tentu sangat berharap, siapapun pelaku dan jaringan di belakangnya segera terungkap, segera ditangkap, segera diadili, sehingga tidak akan ada lagi kisah pemboman terjadi di negeri kita tercinta ini. apapun motif di belakang jaringan pemboman itu, politik internasional kah, politik dalam negeri kah, politik ekonomi kah, ideologis kah, sementara waktu, mari kita kesampingkan itu semua. mari kita beri dukungan kepada para penegak hukum agar bisa bekerja secara profesional sehingga segera bisa menguak pelaku dan jaringan di belakang peristiwa pemboman pekan lalu itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan salah satu yang juga harus dilakukan oleh para penegak hukum adalah segera melakukan semacam klarifikasi dan permintaan maaf kepada keluarga Nur Hasbi alias Nuri hasbi alias Nur said dan keluarga Ibrahim. hal ini karena tentu setelah berbagai pemberitaan yang mengarah pada sangkaan/perkiraan mengarah pada sanak keluarga mereka itu, beban psikologis tentu sangat mereka rasakan beberapa waktu terakhir.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-9011049154600808642?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/9011049154600808642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/lalu-siapa-sebenarnya-pelaku-pemboman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/9011049154600808642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/9011049154600808642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/lalu-siapa-sebenarnya-pelaku-pemboman.html' title='lalu siapa sebenarnya pelaku pemboman itu?'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-1332691734216096822</id><published>2009-07-17T09:34:00.001+07:00</published><updated>2009-07-17T09:35:19.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JW Marriot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teroris'/><title type='text'>kenapa masih ada bom?</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; background-position: initial initial; "&gt;&lt;p&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/07/17/091941/1166747/10/ledakan-pertama-berasal-dari-jw-&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/07/17/091131/1166743/10/inilah-nama-9-orang-korban-di-rumah-sakit-jakarta-2-orang-wna&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/07/17/092027/1166749/10/seorang-petugas-keamanan-hotel-jw-marriott-tewas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pagi ini setelah sekian lama negeri kita aman-aman saja, tak terdengar bunyi bom meledak di penjuru nusantara, sesekali mungkin hanya petasan terdengar ketika ada hajatan atau jelang Ramadhan oleh anak-anak. pagi ini kembali negeri kita diguncang bom dengan daya ledak yang tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;baru saja negeri kita mengadakan hajatan besar pemilu baik pileg maupun pilpres, yang alhamdulillah meski cukup panas, namun hanya celetukan nakal di sana-sini yang terjadi, tak ada kerusuhan ataupun tindakan anarkis yang terjadi karena tidak puas dengan hasil pemilu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sebentar lagi kita akan disuguhi dengan pertandingan seru antara MU dan tim Indonesia all star.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lalu ada apa tiba-tiba bom kembali meledak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bukankah satu-per satu teroris itu sudah tertangkap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita tunggu kesigapan penegak hukum mengusut kasus ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jangan ada lagi bom meledak di negari kita tercinta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://ariginasthel.blogspot.com&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-1332691734216096822?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/1332691734216096822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/kenapa-masih-ada-bom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1332691734216096822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1332691734216096822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/kenapa-masih-ada-bom.html' title='kenapa masih ada bom?'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-9176320878834544446</id><published>2009-07-16T20:04:00.002+07:00</published><updated>2009-07-16T20:07:02.497+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='generasi muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='partai'/><title type='text'>menanti di 2014</title><content type='html'>&lt;a href="http://pemilu.okezone.com/read/2009/07/14/268/238714/2014-keluarga-sby-janji-tinggalkan-pemerintahan"&gt;http://pemilu.okezone.com/read/2009/07/14/268/238714/2014-keluarga-sby-janji-tinggalkan-pemerintahan&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/prokontra/detail/2009/07/15/111057/1165292/612/sby-tak-ingin-keluarganya-di-pucuk-pemerintahan-2014"&gt;http://www.detiknews.com/prokontra/detail/2009/07/15/111057/1165292/612/sby-tak-ingin-keluarganya-di-pucuk-pemerintahan-2014&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://politik.vivanews.com/news/read/75092-sby_bantah_istrinya_akan_ikut_pilpres_2014"&gt;http://politik.vivanews.com/news/read/75092-sby_bantah_istrinya_akan_ikut_pilpres_2014&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.medanbisnisonline.com/2009/07/16/sby-dan-keluarga-tak-lagi-di-pemerintahan-pada-2014/"&gt;http://www.medanbisnisonline.com/2009/07/16/sby-dan-keluarga-tak-lagi-di-pemerintahan-pada-2014/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;selesai sudah rumor yang bertebaran tentang wacana pencapresan ani yudhoyono sebagai pengganti sby dalam pertarungan memperebutkan kursi presiden di 2014. namun ini adalah dunia politik, dulu sby juga bilang tidak akan menaikkan harga bbm, namun faktanya, berulang kali sby menaikkan harga bbm dalam masa pemerintahannya ini. dulu sby juga bilang hanya pengin sekali saja menjabat sebagai presiden, namun faktanya, kemarin sby maju lagi dalam pertarungan politik di 2009 ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;maka sekali ini, bahwa bersama keluarganya akan meningglkan pemerintahan bisa terlaksana. sama berharapnya agar para kandidat yang 4 L (lu lagi lu lagi) juga tidak maju dalam pertarungan pilpres 5 tahun mendatang, sehingga kita akan mendapatkan presiden yang berasal dari golongan muda. Soekarno dan Soeharto dulu menaiki kursi kepresidenan dalam usia 40an tahun, demikian juga dengan para tokoh-tokoh pendiri bangsa, Syahrir, Natsir, Tan Malaka, M Roem, Hamka semua masuk di pusat pemerintahan pada usia yang muda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;maka kita berharap itu semua dapat terulang mulai di 2014, tokoh-tokoh muda kita di blantika perpolitikan cukup banyak, maka adalah saatnya mereka tampil di depan agar bisa berkompetisi secara sehat di 2014. nama-nama Budiman Sujatmiko, Andi Arif, Anas Urbaningrum, Catur Sapto Edi, Lukman Edi, Viva Yoga Mauladi,Yuddy Crisnandi, Indra J Piliang,  Fadli Zon, Anis Baswedan, Jefri Geovani, Teguh Juwarno dan banyak lagi adalah sederet nama yang potensial untuk maju dan menjadi garda depan politik Indonesia masa mendatang. Mereka memulai karir dari bawah, sejak organisasi kemahasiswaan dan berlanjut di berbagai partai politik maupun organisasi non politik di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kita berharap mereka yang akan bersaing di 2014, bukan generasi 4 L itu kembali yang mencoba peruntungannya dan membuat peta regenerasi di blantika perpolitan menjadi terhambat.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-9176320878834544446?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/9176320878834544446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/menanti-di-2014.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/9176320878834544446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/9176320878834544446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/menanti-di-2014.html' title='menanti di 2014'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-8334627193566731364</id><published>2009-07-15T19:00:00.001+07:00</published><updated>2009-07-15T19:00:43.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengkhianat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Golkar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilpres'/><title type='text'>jangan ada tempat bagi pengkhianat........</title><content type='html'>&lt;div&gt;http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/07/11/78008/SBY-Diyakini-Tak-Pilih-Kader-Pengkhianat-Golkar-Jadi-Menteri&lt;/div&gt;&lt;div&gt;http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/07/11/78007/JK-Wiranto-Dikalahkan--Pengkhianat-&lt;/div&gt;&lt;div&gt;http://beritabaru.com/utama.php?id=16894&lt;/div&gt;&lt;div&gt;http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=86450&lt;/div&gt;&lt;div&gt;http://www.calegindonesia.com/script/news/IncNewsDetail.asp?NewsID=2724&amp;amp;no=2724&amp;amp;tr=0&lt;/div&gt;&lt;div&gt;http://politik.vivanews.com/news/read/75102-tim_garuda_lacak_pengkhianat_di_golkar&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;konon ada sebuah cerita tentang dua orang prajurit mata-mata yang tertangkap oleh pihak lawan, maka kemudian mereka berdua dihadapkan kepada raja untuk dinterogasi dan dijatuhi hukuman karena berani melakukan tindakan mata-mata di kerajaan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;dalam interogasi itu, sang raja tidak berlaku keras, ia dengan lemah lembut mencoba mengorek keterangan dari dua orang prajurit mata-mata lawan itu.  ditawarkan kepada mereka jika bersedia membelot dan membocorkan rahasia kekuatan kerajaan mereka, maka mereka akan diangkat sebagai prajurit di kerajaan itu dengan pangkat yang lebih tinggi daripada di kerajaan mereka sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;prajurit pertama, dengan tegas menolak tawaran dari sang raja, ia tetap setia pada kerajaannya, maka akhirnya sang raja memerintahkan kepada algojo untuk langsung menghukum mati prajurit iru saat itu juga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kemudian sang raja bertanya kepada prajurit kedua, apakah dia juga akan tetap setia pada kerajaannya, dan menghadapi hukuman mati seperti prajurit pertama, atau menerima tawaran dari sang raja, membocorkan rahasia kekuatan kerajaannya, dan sebagai hadiah, dia akan diangkat sebagai prajurit, dengan pangkat lebih tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;melihat temannya dihukum mati, dan tergiur tawaran dari sang raja, maka prajurit kedua bersedia menerima tawaran dari sang raja. akhirnya ia membocorkan rahasia kerajaannya kepada sanag raja. setelah mengetahui rahasia kelemahan dan kekuatan pihak lawan, maka akhirnya kerajaan tersebut bisa memenangkan peperangan yang sudah berlangsung cukup lama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;setelah itu, tibalah saat si prajurit pembelot itu menerima hadiah yang dijanjikan oleh sang raja. namun sebelum ia diambil sumpahnya sebagai salah seorang petinggi prajurit di kerajaan itu, penasehat raja berbisik pada sang raja, yang intinya, jika prajurit itu pada kerajaannya sendiri ia rela berkhianat, dan membiarkan kerajaannya kalah perang, dan menjadi jajahan, apakah ia akan setia pada kerajaan mereka, maka sang penasehat justru menasehati sang raja agar menghukum mati prajurit pembelot itu, karena sekarang ia sudah tidak dibutuhkan lagi bagi mereka. maka akhirnya prajurit itu pun di hukum mati oleh sang raja. demikianlah kisah dua prajurit itu, kedua-duanya mati, tapi yang satu mati sebagai seorang ksatria, yang setia pada kerajaan dan sumpah prajuritnya, yang kedua mati sebagai seorang pengkhianat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;syahdan, di tubuh Partai Golkar, terjadi penghianatan sehingga jago yang mereka usung kalah total dalam pilpres yang baru lalu, masih menurut petinggi Golkar, para pengkhianat itu rela berkhianat karena tergiur dan haus pada kekuasaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;mengaca pada kisah kuno tersebut di atas, pengkhianatan memang hal yang lumrah dalam politik, toh tak ada kawan atau lawan yang abadi dalam politik, yang abadi adalah kepentingan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;maka kita berharap, siapapun pengkhianat itu, jika sudah berhasil dilacak oleh tim yang dibentuk oleh pihak Golkar, para otak pengkhianatan itu janganlah sampai bisa masuk ke gerbong kekuasaan, karena terlalu riskan efeknya, bayangkan, kepada partai mereka sendiri saja mereka rela berkhianat, apalagi kepada partai lain, mereka hanya setia pada diri dan kepentingan mereka sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;semoga....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-8334627193566731364?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/8334627193566731364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/jangan-ada-tempat-bagi-pengkhianat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/8334627193566731364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/8334627193566731364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/jangan-ada-tempat-bagi-pengkhianat.html' title='jangan ada tempat bagi pengkhianat........'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-7762419098335876078</id><published>2009-07-13T21:04:00.002+07:00</published><updated>2009-07-13T21:04:54.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KLB'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amien Rais'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PAN'/><title type='text'>KLB PAN?</title><content type='html'>http://www.inilah.com/berita/politik/2009/07/13/127330/golkar-pan-setor-muka-ke-sby/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.inilah.com/berita/pemilu-2009/2009/07/13/127066/pan-dan-golkar-korban-politik-sby/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.inilah.com/berita/politik/2009/07/13/127290/klb-pan-bukan-maunya-amien-rais/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.inilah.com/berita/politik/2009/07/13/127261/jadi-mendiknas-amien-rais-direndahkan/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.inilah.com/berita/politik/2009/07/13/127261/jadi-mendiknas-amien-rais-direndahkan/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.inilah.com/berita/wawancara/2009/07/13/127075/instrospeksilah-golkar-dan-pan/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alhamdulillah semua cuma rumor saja, saya langsung ngecek dengan orang dekat pak Amien yang duduk di kepengurusan DPW PAN DIY, beliau juga heran dengan rumor yang tidak jelas itu ketika saya menanyakan rumor yang beredar tentang KLB PAN yang entah disebarkan oleh siapa dan entah apa tujuannya. apalagi dengan merendahkan posisi pak Amien dengan tuduhan berambisi pengin menduduki jabatan kursi mendiknas. jujur saja rumor dan tudingan itu telah melukai hati para pendukung setia Amien Rais, sama dengan sakit hati yang dirasakan ketika seorang presenter sebuah stasiun televisi swasta 5 tahun yang lalu dengan gaya bahasa yang kurang sopan menyudutkan posisi pak Amien yang perolehan suara partainya hanya kurang dari 10 % tapi tetap maju sebagai calon presiden, padahal diantara 5 pasang calon presiden waktu itu, bukan hanya pak amien yang partainya mendapat suara kurang dari 10% tapi kenapa hanya pak amien yang disudutkan dengan pertanyaan itu. dan sekarang gosip murahan tentang ambisi pengin menduduki kursi mendiknas itu, kembali melukai hati pendukung Amien Rais.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-7762419098335876078?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/7762419098335876078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/klb-pan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7762419098335876078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7762419098335876078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/07/klb-pan.html' title='KLB PAN?'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-4245535611117937570</id><published>2009-06-27T13:55:00.001+07:00</published><updated>2009-06-27T13:56:50.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mendadak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BPKP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sby'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konferensi pres'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korupsi'/><title type='text'>SBY Keder Lalu Mendadak Bikin Konferensi Pers !!!</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: 12px; line-height: 20px; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;seiring berkembangnya efek bola salju dari pemberitaan seputar pernyataanya tentang KPK yang dimuat di kompas.com kamis kemarin yang bergulir semakin kearah yang justru mengarah pada pencitraan negatif kepada dirinya, maka buru-buru good boy jumat pagi menggelar konferensi pers di istana merdeka untuk meredam efek negatif dari pemberitaan yang terlanjur telah membuat para pegiat anti korupsi geram itu dan menciptakan asumsi negatif seputar slogan pemberantasan korupsi yang dijadikan tema sentral kampanyenya.&lt;span id="more-25952"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;berbagai pendapat dari para capres lain dan tokoh politik lain menanggapi pernyataan itu juga semakin mebuat citra hubungan antara good boy dan penegakan korupsi menjadi semakin tenggelam, dan ini akan membuat pencitraan yang dibangunnya selama lebih setahun tentang klaim pemberantasan korupsi akan sia-sia jika perbincangan tentang pernyataannya tidak segera dihentikannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;namun bisakah kita menghentikan sesuatu yang terlanjur keluar dan menjadi konsumsi publik, dan bahkan semakin berkembang berbagai asumsi miring dan dugaan pengkerdilan fungsi lembaga KPK semakin berkembang liar di tengah masyarakat, yang ujung-ujungnya adalah semakin negatifnya nilai good boy di mata masyarakat, khususnya di bidang pemberantasan korupsi yang selama ini digembar-gemborkannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;demo yang diadakan oleh permak (perkumpulan masy anti korupsi) yang dengan lantang mengecam good boy dengan spanduk yang berbunyi “besan bersalah, KPK dibelah”, tentu tak bisa dibendung lagi telah menyebar ke seantero nusantara, dan semakin mengambangkan asumsi liar di tengah masyarakat tentang hubungan yang tidak harmonis antara good boy dan lembaga pemberantasan korupsi terdepan di negeri kita ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;ketika besan good boy dijatuhi hukuman yang lebih berat dari tuntutan baru saja dulakukan, kenapa tiba-tiba good boy mengeluarkan pernyataan seperti itu, meski coba dibantah, asumsi dan pemikiran itu akan terus ada di benak masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;ditambah lagi bagaimana seorang kepala BPKP dengan sigap tanpa ada perintah langsung dari presiden akan melakukan audit terhadap KPK yang seharusnya bukan bagian dari tugasnya, karena yang berhak dan berwenang mengaudit KPK adalah BPK. ada apa ini?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;kenapa pernyataan itu muncul tak lama berselang ditariknya para auditor BPKP yang diperbantukan di KPK, padahal KPK masih memerlukan mereka, bahkan penarikan itu dengan ancaman pemecatan segala.?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;kenapa pernyataan itu muncul tak lama setelah KPK berada dalam situasi gonjang-ganjing pasca kasus antasari?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;dan pertayaan besarnya :benarkah tidak ada skenario “pengkerdilan” atau bahkan “pembantaian” terhadap KPK?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;apa semua pertanyaan-pertanyaan itu terjawab terjawab tuntas pasca konferensi pers jumat pagi itu?&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-4245535611117937570?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/4245535611117937570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/sby-keder-lalu-mendadak-bikin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/4245535611117937570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/4245535611117937570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/sby-keder-lalu-mendadak-bikin.html' title='SBY Keder Lalu Mendadak Bikin Konferensi Pers !!!'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-7614576232752191753</id><published>2009-06-25T17:23:00.001+07:00</published><updated>2009-06-25T17:24:30.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BPKP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemberantasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korupsi'/><title type='text'>siapa sesungguhnya dalang dibalik berbagai skenario "Pembantaian" KPK?</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 13px; line-height: 19px; "&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" style="font-size: 1.17em; "&gt;&lt;span&gt;Kami kok jadi curiga, siapa sesungguhnya dalang dibalik berbagai skenario "Pembantaian" KPK? Siapa yg takut dengan KPK?&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;pernyataan itu saya baca di facebook beberapa waktu lalu dari seorang tukang demo dulu di bunderan bulaksumur, terkait dengan statemen dari good boy tentang KPK yang dimuat di kompas.com tadi pagi yang membuat gusar para pegiat anti korupsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dalam iklan kampanye sejak setahun silam, good boy selalu menggembar gemborkan tentang pemberantasan korupsi, dan mengklaim sebagai pemerintahahn yang sukses memberantas korupsi, meskipun kita semua tahu bahwa yang memberantas korupsi adalah KPK, bukan pemerintahan good boy, selengkapnya baca : http://public.kompasiana.com/2009/06/07/&lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;sby&lt;/span&gt;-&lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;memberantas&lt;/span&gt;-&lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;korupsi&lt;/span&gt;/&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Figur good boy  sebagai pemimpin yang antikorupsi semakin dipertanyakan. Hal ini menyusul ucapan Presiden yang menilai kedudukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi seperti lembaga superbody. Semestinya SBY mendukung untuk penegakan pemberantasan korupsi tanpa syarat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Pernyataan SBY tidak bijaksana, bukan figur pemimpin antikorupsi. Pemimpin antikorupsi itu menyelesaikan persoalan bukan memperkeruh suasana," kata anggota Badan Pekerja Indonesian Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho pada detikcom melalui telepon, Kamis (25/6/2009). (sumber : detikcom Kamis (25/6/2009)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;belum hilang keheranan itu, tiba-tiba muncul berita di kompas.com KAMIS, 25 JUNI 2009 | 15:53 WIB yang menyebutkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan melakukan audit terhadap akuntabilitas keuangan dan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat. Namun, perintah audit ini hanya berdasar isyarat tidak langsung Presiden SBY melalui pemberitaan media massa bahwa perlu ada &lt;span mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;early warning&lt;/span&gt;(peringatan awal) bagi KPK. "Terlebih lagi terkait isu kontroversial penyadapan, kami akan kerja sama dengan BPPT dan Depkominfo untuk bersama melakukan audit teknologi maupun teknik," tegas Kepala BPKP.&lt;/p&gt;&lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;kita tentu patut curiga dengan semua itu, ada apa sebenarnya yang terjadi, apalagi muncul pula statemen dari kepala BPKP yang akan memberhentikan auditornya yang masih bekerja di KPK dengan alasan masa tugas di KPK telah habis dan harus kembali di BPKP.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita semua tahu bahwa pemberantasan korupsi adalah pekerjaan yang luar biasa, bukan pekerjaaan yang biasa-biasa saja, sehingga kalaupun KPK harus menjadi superbody, ini semua berbanding lurus dengan apa yang dikerjakannya dalam pemberantasan korupsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;apa ruginya sih sebenarnya goodboy dengan keberadaan KPK yang dikatakannya superbody itu?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kalo kita jujur dan obyektif menilai, kalau saja KPK bukan lembaga yang superbody, hanya lembaga yang biasa-biasa saja, apa mungkin mereka mampu menyeret para koruptor?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;liat saja lembaga peradilan yang lain, Kejagung, MA, semua memble menghadapi berbagai kasus korupsi yang kian meraja lela.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jadi apa ruginya good boy dengan itu semua? padahal iklan kampanyenya begitu kasat mata mengklaim tentang keberhasilan pemberantasan korupsi, padahal apa iya pemerintah good boy yang sukses memberantas korupsi?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;semua tau bahwa yang gencar memberantas korupsi adalah KPK, dan kini keberhasilan KPK itu dijadikan kampanye gratis oleh goodboy untuk kampanye. tapi kini, setelah mengklaim keberhasilan KPK, kenapa justru naga-naganya ada skenario untuk menghabisi KPK sebagaimana pikiran si tukang demo dari bunderan bulaksumur itu? kalau memang iya, siapa dalangnya? kenapa ketika ada kecurigaan tentang upaya "pembantaian" terhadap KPK, tiba-tiba good boy mengucapkan pernyataan yang aneh itu?&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-7614576232752191753?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/7614576232752191753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/siapa-sesungguhnya-dalang-dibalik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7614576232752191753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7614576232752191753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/siapa-sesungguhnya-dalang-dibalik.html' title='siapa sesungguhnya dalang dibalik berbagai skenario &quot;Pembantaian&quot; KPK?'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-2975470484052544078</id><published>2009-06-24T18:49:00.001+07:00</published><updated>2009-06-24T18:50:30.105+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='black campaign'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='capres'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tim sukses'/><title type='text'>Hati-hati serangan balik rumor istri boediono</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; background-position: initial initial; "&gt;&lt;p&gt;&lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;VIVAnews, - Tim sukses capres-cawapres, SBY-Boediono, mendesak calon presiden Jusuf Kalla (JK) untuk mengklarifikasi beredarnya selebaran yang memfitnah Boediono. Bila tidak ada klarifikasi dari JK, tim sukses SBY-Boediono akan menindaklanjuti dugaan fitnah itu. ( RABU 24 JUNI 2009, 16:26 WIB)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;desain permainan isu istri agama boediono benar-benar bisa mengarah pada kubu JK Win, hal ini berkaitan dengan peristiwa diedarkannya selebaran yang mengutip dari laporan utama sebuah surat kabar yang berisi pernyataan Habib Husein AL-Habsy yang menyesalkan sikap partai-partai Islam yang mendukung pasangan SBY-Boediono.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sejak awal, saya sudah menduga bahwa rumor tentang agama istri boediono ustru akan menguntungkan pasangan sby no. baca http:// public.kompasiana.com/.../&lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;sekali&lt;/span&gt;-&lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;lagi-tentang-rumor&lt;/span&gt;-&lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;agama&lt;/span&gt;-&lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;boediono-yang-katanya&lt;/span&gt;-&lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;khatolik&lt;/span&gt;/ dan celakanya ternyata dalam sebuah acara yang dihadiri oleh capres JK, seseorang yang mengaku dari al zamiatul al wasliyah membagikannya kepada hadirin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;" Pembagian ini tidak bermaksud menjelek-jelekan seseorang, tetapi hanya untuk penyadaran terhadap kaum muslim," kata Azuden dari Al-Zamiatul Al-Wasliyah, pembagi selebaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sebagai sebuah selebaran yang disunting dari isi sebuah surat kabar, atau media massa, tentu tidak bisa serta merta bisa dikatakan sebagai black campaign, karena selebaran itu hanya memperbanyak saja dari berita yang sudah beredar luas lewat media tersebut. namun ketika selebaran itu dibagikan kepada masyarakat dalam sebuah acara yang dihadiri oleh seorang capres lain, tentu ini akan menjadi sebuah amunisi bagi tim sukses pasangan sby no untuk menyerang pasangan JK Win, yang menghadiri acara tersebut, dengan alasan minimal sengaja membiarkan selebaran gelap yang dikategorikan black campaign tersebut beredar tanpa ada sedikitpun teguran atau peringatan diberikan oleh tim sukses JK kepada pembagi selebaran tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jika hal ini tidak direspon dengan cantik oleh tim media pasangan JK Win, dikhawatirkan pasangan sby no akan memainkan berita ini dalam beberapa hari untuk menuai simpati dari masyarakat guna menaikkan elektabilitas sby no yang semakin turun dari hari ke hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita tunggu saja hari-hari ke depan.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-2975470484052544078?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/2975470484052544078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/hati-hati-serangan-balik-rumor-istri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2975470484052544078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2975470484052544078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/hati-hati-serangan-balik-rumor-istri.html' title='Hati-hati serangan balik rumor istri boediono'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-7735836846116256640</id><published>2009-06-24T11:30:00.001+07:00</published><updated>2009-06-24T11:31:17.739+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='good boy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepentingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='capres'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harus menang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kalah'/><title type='text'>Jika Good Boy Beneran kalah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: georgia; font-size: 12px; line-height: 20px; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;pilpres Iran bisa jadi adalah pilpres terpanas dalam tahun ini, ketika seorang calon presiden yang dianggap santun dan reformis serta didukung oleh kekuatan demokratis barat ternyata kalah dari calon presiden incumbent yang tidak didukung oleh kekuatan demokratis barat.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;kerusuhan yang mempertanyakan keabsahan dari kemenangan Ahmadinejad mendapat sokongan penuh dari barat, bahkan presiden Prancis, yang baru saja mengusulkan agar burka (cadar bagi perempuan muslim) dilarang di Prancis, dengan tanpa ragu mengatakan ada kecurangan di pilpres Iran.&lt;span id="more-25125"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;dukungan bagi para demonstran penentang Ahmadinejad juga datang dari media massa barat.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;lalu bagaimana dengan di Indonesia yang juga akan menghadapi pilpres tanggal 8 Juli mendatang?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;dari tiga pasang capres, 2 diantaranya jelas tidak membuat sreg negara paman SAM dengan tema kemandirian bangsa serta rencana negosiasi kontrak tambang yang pasti akan merugikan kepentingan ekonomi perusahaan-perusahaan multinasional dari amrik yang puluhan tahun bercokol di sini.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;sementara yang satu jelas adalah good boy dari amrik karena kecintaannya kepada amrik sebagai second country.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;dari sini jelas kalau amrik pasti punya kepentingan agar capres good boy itu bisa memenangkan kursi presiden pada Juli mendatang, karena dengan kemenangan good boy ini tentu amrik tidak akan direpotkan dengan perubahan diplomasi dan haluan politik yang diusung.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;namun bagaimana jika good boy kalah?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;mengingat elektabilitasnya yang cenderung turun dari hari ke hari, bahkan salah satu sayap pendukung pendukungnya menuduh bahwa partai-partai pendukung koalisi pemenangan good boy adalah gerbong tanpa penumpang, karena pendukung-pendukungnya lebih memihak pada pasangan capres lain.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;bahkan ada berita yang beredar bahwa salah satu sayap pemenangan capres good boy akan mengalihkan dukungan ke capres lain pada detik-detik akhir menjelang 8 juli.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;kalau memang good boy kalah, semoga apa yang terjadi di Iran tidak merembet ke Indonesia, kita lebih matang dalam berdemokrasi, toh bangsa kita cinta damai. tak ada yang perlu dikhawatirkan… semoga.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-7735836846116256640?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/7735836846116256640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/jika-good-boy-beneran-kalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7735836846116256640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7735836846116256640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/jika-good-boy-beneran-kalah.html' title='Jika Good Boy Beneran kalah'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-1189442307027915436</id><published>2009-06-23T10:57:00.001+07:00</published><updated>2009-06-23T10:58:22.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sby'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harus menang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='slogan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='simpatik'/><title type='text'>Pilih saja SBY!</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 13px; line-height: 19px; "&gt;&lt;p&gt;semakin hari semakin menarik saja "perdebatan" yang terjadi di kompasiana, para pendukung incumbent, satu per satu mulai unjuk gigi, hanya secara kuantitas memang masih kalah jauh dengan para penentangnya, dari segi yang ditawrakan tentang sby juga cuma itu-itu saja, kurang menggigit, sehingga bgaimana mungkin bisa meyakinkan para penentang incumbent untuk percaya bahwa incumbent lebih baik dari para penantangnya. yang ada justru sebaliknya adalah begitu mudahnya para penentang incumbent membuat argumen-argumen untuk mematahkan klaim-klaim kelebihan dari sang incumbent.&lt;img src="http://public.kompasiana.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" mce_src="http://public.kompasiana.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" class="mceWPmore mceItemNoResize" title="More..." style="border-top-width: 1px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; border-style: initial; border-color: initial; border-style: initial; border-color: initial; border-top-style: dotted; border-top-color: rgb(204, 204, 204); display: block; width: 689px; height: 12px; margin-top: 15px; background-image: url(http://public.kompasiana.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/more_bug.gif); background-repeat: no-repeat; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); background-position: 100% 0%; " /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari sini saya semakin yakin bahwa mungkin mereka akan semakin patah arang juga, karena sedemikian sulit bagi mereka untuk membuktikan bahwa sang incumbent itu punya kelebihan dibanding dengan para penantangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berbagai blunder yang dilakukan oleh sang incumbent sendiri ataupun strategi para tim suksesnya yang sedemikian kasat mata dibaca oleh rakyat menjadi amunisi gratis bagi para penentang terpilihnya sang incumbent untuk menurunkan elektabilitas sang incumbent, yang faktanya secara teratur memang semakin turun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kepanikan dari pihak incumbent dengan melontarkan berbagai tudingan kepada para kompetitornya, bukannya menarik simpati rakyat, yang ada justru sebaliknya. sehingga tak heran, mungkin saja kata-kata yang terlanjur beredar di masyarakat, yang bisa jadi dulunya juga berasal dari sang incumbent sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sahdan dulu sang incumbent dulu pernah bilang ada isu tentang capres ABS ( asal bukan capres berinisial s).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;nha yang terbaru kini di masyarakat, entah siapa yang memulai, muncul slogan :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pilih saja SBY (Selain Bambang Yudoyono)&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-1189442307027915436?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/1189442307027915436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/pilih-saja-sby.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1189442307027915436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1189442307027915436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/pilih-saja-sby.html' title='Pilih saja SBY!'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-5804898799451464495</id><published>2009-06-22T12:29:00.002+07:00</published><updated>2009-06-22T12:29:52.474+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemimpin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengeluh'/><title type='text'>Cukup Sudah....</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; background-position: initial initial; "&gt;&lt;p&gt;sejak kecil saya dan jutaan rakyat memimpikan pemimpin itu adalah orang yang punya kemampuan lebih hebat dari orang kebanyakan, dia, sang pemimpin itu punya kehebatan yang tidak setiap orang memilikinya. yang akan berada di depan manakala ada kesulitan, dan ada di paling belakang manakala rakyatnya mencapai kebahagiaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ada sebuah lagu anak-anak yang saya lupa semua baitnya, tapi di bait akhirnya kurang lebih begini :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;t: "nek ditembak londo piye le?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;j : "aku iso endho"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;t : "sing marai sopo le?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;j : "pak presiden suharto"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang artinya kurang lebih begini :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;t : kalau ditembak belanda bagaimana?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;j : saya bisa menghindar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;t: yang mengajari siapa?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;j: pak presiden suharto&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dalam lagu itu, bahkan digambarkan betapa pemimpin kita di masa lampau punya kemampuan mengahindar dari tembakan belanda yang kemudian diajarkan pada anak-anak. sebuah mitologi yang berlebihan mungkin, tapi lagu ini barangkali cukup mewakili bayangan dari rakyat tentang betapa hebatnya sang pemimpin meraka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;namun ketika hari-hari ini, kita mendengar sang pemimpin mengeluh pada rakyatnya, tiba-tiba itu membuyarkan impian rakyat tentang pemimpin yang mereka harapkan. padahal rakyatlah yang seharusnya mengeluh pada pemimpin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;harapan itu semakin buyar manakala di lain hari sang pemimpin malahan menuduh rakyat kurang pandai bersyukur,  tidak mudah beterima kasih, dan tidak jujur serta obyektif. sebaliknya, rakyat sangat mudah mencaci, mengejek, dan menyalahkan orang lain. serta merta bayangan tentang pemimpin yang diharapkan rakyat sirna. bagaimana bisa seorang pemimpin malah menuduh rakyatnya seperti itu, rakyat dalam bahasa arab adalah ummat, yang akar katanya sama dengan ummi, yang artinya adalah ibu, menuduh rakyat, sama saja dengan menuduh ibunya....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;maka barangkali karena itulah hari-demi hari semakin banyak yang justru tidak lagi berharap sang pemimpin itu menjadi pemimpin lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;cukup sudah.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-5804898799451464495?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/5804898799451464495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/cukup-sudah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/5804898799451464495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/5804898799451464495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/cukup-sudah.html' title='Cukup Sudah....'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-871316206050059059</id><published>2009-06-19T17:33:00.001+07:00</published><updated>2009-06-19T17:34:38.354+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='putaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harus menang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iklan'/><title type='text'>teruskan iklan pilpres satu putaran!!</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 13px; line-height: 19px; "&gt;&lt;p&gt;ak Sby lanjutkan!, saya dukung terus, mohon iklan satu putaran dan survey dari LSI dihentikan dulu, karena teman-teman saya yang tadinya dukung Sby, gara iklan satu putaran dan survey LSI pada ragu-ragu pilih SBY karena terkesan arogan. Mohon iklan dan survey LSI dipertimbangkan. (komentar salah satu pendukung pasangan incumbent, diambil dari kompasiana.com)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kalimat diatas diucapkan seorang pendukung setia calon incumbent yang memang mulai resah karena fakta di lapangan, "keyakinan besar" dari tim suksesnya yang mengklaim bahwa mereka akan menang dengan mudah ternyata akan menemukan jalan yang terjal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;satu demi satu orang berpindah ke lain hati meninggalkan pasangan incumbent yang dulu digadang-gadang akan dengn mudah menang bahkan meski dipasangkan dengan sandal jepit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;fenomena ini memang mengindikasikan betapa, sikap jumawa, arogan yang sejak awal ditampilkan oleh para tim sukses pasangan incumbent, berbanding terbalik dengan banyaknya dana kampanye yang dipakai untuk menaikkan elektabilitas pasangan ini. alih-alih menaikkan elektabilitas, yang terjadi dengan sikap percaya diri yang berlebihan serta cenderung arogan  dan strategi kampanye yang diterapkan oleh mereka justru semakin menurunnya elektabilitas dari pasangan incumbent. kalau ada pertanyaan ini salah siapa?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ini bukan kesalahan siapa-siapa, toh justru kalau pertanyaan itu ditanyakan pada tim sukses, mereka bilang semua baik-baik saja, posisi masih di atas, kata mereka, ,meskipun dari sepak terjangmereka akhir-akhir ini, kita bisa menilai bahwa mereka juga dalam posisi resah dan panik, sebagaimana tercermin dari keresahan para pendukungnya di akar rumput. Jadi lupakan saja soal kegagalan strategi mereka ini sebagai sebuah kesalahan, justru mari kita anggap ini adalah strategi yang tepat bagi rakyat Indonesia, oleh karena dengan strategi yang dilakukan, yang justru semakin membuat elektabilitas pasangan incumbent menururn, maka semakin besarlah harapan bangsa ini untuk perubahan. jadi justru mari kita berterima kasih pada tim sukses pasangan incumbent yang telah membuat strategi kamnpanye yang justru tidak membuat pasangan mereka naik elektabilitasnya, tapi justru  mampu membuat elektabilitas pasangan incumbent menurun. hebat bukan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lalu mungkinkah ini adalah tanda-tanda zaman, sasmito, kalau orang Jawa bilang, bahwa memang pasangan incumbent ini sudah tidak bisa lagi memimpin bangsa ini, (wallahu alam)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang jelas, makin hari, semakin tidak mungkin lah pilpres hanya satu putaran, karena semakin sering iklan propaganda pilpres satu putaran diputar, semakin banyak pendukung pasangan incumbent yang justru berpindah ke lain hati!&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-871316206050059059?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/871316206050059059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/teruskan-iklan-pilpres-satu-putaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/871316206050059059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/871316206050059059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/teruskan-iklan-pilpres-satu-putaran.html' title='teruskan iklan pilpres satu putaran!!'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-7620995093289182941</id><published>2009-06-18T17:00:00.001+07:00</published><updated>2009-06-18T17:01:29.025+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JK Win'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sby'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekalahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='incumbent'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mega Pro'/><title type='text'>Sang incumbent semakin menuju kekalahan....</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Lucida Grande'; font-size: 13px; line-height: 19px; "&gt;&lt;p&gt;assalamu 'alaikum wr wb&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tampaknya semakin hari, semakin menarik perkembangan yang terjadi berkaitan dengan penurunan elektabilitas pasangan incumbent ( mengapa saya suka menulis tentang pasangan ini, soalnya memang yang paling menarik untuk dibicarakan adalah pasangan yang sedang berkuasa dan ingin memenangkan kembali kursi kekuasaannya entah bagaimanapun caranya, ini penilaian saya pribadi).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tapi yang jelas  adalah sah-sah saja saya menulis tentang perkembangan peta dukungan kepada yang bersangkutan yang semakin menurun dari hari ke hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dalam tulisan saya terdahulu : http://public.kompasiana.com/2009/06/17/&lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;sby&lt;/span&gt;-&lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;boediono&lt;/span&gt;-&lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;harus&lt;/span&gt;-&lt;span mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;menang&lt;/span&gt;/ telah saya kemukakan tetang beberapa fakta yang menunjukkan menurunnya dukungan kepada pasangan "terkuat" ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan hari-hari ini kita cukup dikejutkan oleh dialihkannya dukungan dari seorang tokoh sayap pemenangan pasangan incumbent, yaitu Pimpinan pondok pesantren Miftahul Huda, Purwakarta,  KH Abdul Wahid, yang juga aktivis di Majelis Dzikir Nurussalam SBY menyatakan mengalihkan dukungannya, dari semula ke pasangan incumbent berpindah menjadi ke JK Win. Alasannya sederhana saja, JK dan Wiranto mempunyai istri yang telah mengenakan jilbab pada kehidupan kesehariannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tentu saja ini tidak bisa dipandang sebelah mata, sekali lagi mungkin hari ini adalah tokoh Purwakarta yang mengalihkan dukungannya, besok-besok bisa jadi tokoh2 daerah lain juga akan mengalihkan dukungannya, hal ini karena tidak ada hal menarik yang coba ditawarkan oleh pasangan incumbent, kecuali sikap sok santun di satu sisi, serta suka menyindir pasangan lain di sisi yang lain, sebuah sikap yang kontradiktif, karena orang yang santun tentu tak akan menyindir orang lain atau merasa dizalimi padahal tidak ada yang menzaliminya, (ya bagaimana mungkin bisa menzalimi incumbent, he6)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;apalagi ada juga pengalihan dukungan dari kader demokrat, meski di kampung halaman salah satu pasangan lain, yaitu Makassar, kepada pasangan JK Win, yang bukan tidak mungkin juga akan menyebar ke daerah-daerah lain, minimal di daerah sekitar pulau Sulawesi, tentu sedikit banyak ini akan semakin menurunkan dukungan kepada pasangan incumbent.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;apalgi jika kita cermati dalam berbagai berita keluhan dari pengurus daerah partai-partai pendukung koalisi yang merasa tidak diajak komunikasi dalam pemenangan pasangan incumbent, mereka terkesan lebih suka bermain sendiri dengan "keyakinan besar" bahwa mereka akan menang dengan mudah. namun karena merasa ditinggalkan itulah banyak kita saksikan betapa para pengurus partai-partai pendukung koalisi yang justru mengalihkan dukungan kepada pasangan lain. ini tentu bukan sekedar kekecewaan dari para pengurus semata, tapi juga disadari karena arus bawah dari partai-partai pengusung koalisi incumbent banyak yang tidak sreg dengan pasangan incumbent dan lebih suka dengan tema perubahan yang diusung pasangan lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kasat matanya dukungan dari KH Hasyim Muzadi, Khofifah Indar Parawansa, Dien Syamsudin tentu juga akan berpengaruh (meski tidak semua bakal mengikuti) terhadap dukungan dari massa dua ormas yang mereka pimpin, kepada pasangan capres dan cawapres kali ini,  yang jelas bukan ke pasangan incumbent.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pencekalan iklan pasangan Mega Pro oleh beberapa stasiun TV, sedikit banyak juga berpengaruh terhadap menurunnya dukungan kepada pasangan incumbent dan mengalirnya simpati dan dukungan kepada pasangan Mega Pro&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan akhirnya, tanda-tanda kekalahan dari pasangan incumbent semakin tidak bisa lagi ditutup-tutupi...&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-7620995093289182941?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/7620995093289182941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/sang-incumbent-semakin-menuju-kekalahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7620995093289182941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7620995093289182941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/sang-incumbent-semakin-menuju-kekalahan.html' title='Sang incumbent semakin menuju kekalahan....'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-8907788533566849896</id><published>2009-06-17T17:48:00.004+07:00</published><updated>2009-06-17T18:02:02.906+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kadaluwarsa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilpres'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kimia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='efek samping'/><title type='text'>Hati-hati Obat Kedaluwarsa 2004 Diubah Jadi 2013!!!!</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;div class="judulisiberita" style="font: normal normal bold 18pt/normal arial; color: rgb(51, 102, 153); letter-spacing: -1px; line-height: 21pt; margin-bottom: 5px; margin-top: 5px; width: 500px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 20px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px; "&gt;&lt;div style="width: 298px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px; "&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/17/1437225p.jpg" width="298" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a title=" " href="http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/17/1437225p.jpg" rev="loadarea::#" rel="enlargeimage::mouseover" style="text-decoration: underline; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font: normal normal normal 9px/normal arial; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/06/17/14375215/obat.kedaluwarsa.2004.diubah.jadi.2013#" style="text-decoration: none; color: rgb(102, 102, 102); font: normal normal normal 9px/normal arial; "&gt;YUSMANDIN IDRIS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font: normal normal normal 11px/normal arial; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;Kapolres Bireuen, AKBP T Saladin, memperlihatkan berbagai jenis obat yang sudah kedaluwarsa bersama tersangka di Mapolres Bireuen, Selasa (16/6). Obat tersebut disita dari sebuah gudang di kawasan Desa Tingkeum Mayang, Kecamatan Kutablang, Bireuen, Sabtu (13/6) pekan lalu.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 10px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font: normal normal normal 9px/normal arial; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/06/17/14375215/obat.kedaluwarsa.2004.diubah.jadi.2013" target="_blank" style="text-decoration: none; color: rgb(102, 102, 102); font: normal normal normal 9px/normal arial; "&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 10px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;ul id="vidlist" style="margin-left: 0px; margin-top: 5px; margin-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; border-top-width: 1px; border-top-style: solid; border-top-color: rgb(238, 238, 238); "&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="tanggal" style="font: normal normal normal 10px/normal arial; color: rgb(51, 153, 204); margin-bottom: 2px; text-transform: uppercase; "&gt;RABU, 17 JUNI 2009 | 14:37 WIB&lt;/div&gt;&lt;div id="article_body"&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; line-height: 20px; "&gt;&lt;strong&gt;BIREUEN, KOMPAS.com — &lt;/strong&gt;Polres Bireuen menemukan sebuah gudang pengolahan obat kedaluwarsa di Desa Tingkeum Manyang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen. Selain itu, polisi juga menyita dua truk obat berbagai jenis yang sudah mencantumkan label baru dengan masa pakai hingga 2013 dari yang seharusnya 2004.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; line-height: 20px; "&gt;petikan berita itu tentu cukup mengagetkan, di tengah kondisi masyarakat yang mendambakan kesehatan yang baik, harga obat yang terjangkau, masih ada saja pihak-pihak yang tanpa memperhatikan kerugian yang bakal menimpa orang lain, dan hanya berfikir tentang keuntungan material saja tega melakukan hal itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; line-height: 20px; "&gt;padahal tentu saja resiko yang bakal diterima oleh para pembeli obat-obatan itu sangatlah besar. setiap obat-obatan pasti mengandung berbagai macam unsur kimia yang dipastikan akan mengandung resiko bagi yang mengkonsumsinya jika sudah memasuki masa kadaluwarsa. belum kadaluwarsa saja, setiap obat pasti mencantumkan efek samping bagi yang mengkonsumsinya. apalagi jika obat itu sudah kadaluwarsa, maka resikonya pasti jauh lebih berbahaya ketimbang hanya resiko efek samping belaka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; line-height: 20px; "&gt;namun di tengah hiruk pikuk berita tentang pilpres, berita ini pasti tidak akan menarik perhatian dari khlayak ramai, padahal, ketika hari ini terbongkar bahwa yang terjadi penimbunan obat kadaluwarsa ada di Aceh sana, tidak ada jaminan bahwa di tempat kita, di sekitar kita juga beredar obat-obatan semacam itu. apalagi disebutkan bahwa sumber dari obat-obatan kadaluwarsa itu adalah dari Jakarta, maka sangat mudah dari sana obat-obatan ini akan beredar kemana saja di seantero Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; line-height: 20px; "&gt;perlu langkah-langkah yang cepat dan efektif untuk memastikan terhentinya praktek-praktek yang mebahayakan masyarakat seperti ini, langkah yang sedemikian taktis yang melibatkan semua pihak yang terkait, dari depkes, kepolisian, BPPOM, dan masyarakat sendiri yang harus juga teliti terhadap setiap obat yang dibelinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; line-height: 20px; "&gt;dan di tengah hiruk-pikuk menjelang pilpres ini, belum pernah saya mendengar komitmen dari para capres tentang masa depan dunia kesehatan Indonesia, selain hanya mengeluh dan saling menyindir satu sama lain, padahal apakah membangun Indoesia cukup dengan mengeluh dan menyindir saja?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; line-height: 20px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; line-height: 20px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-8907788533566849896?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/8907788533566849896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/hati-hati-obat-kedaluwarsa-2004-diubah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/8907788533566849896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/8907788533566849896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/hati-hati-obat-kedaluwarsa-2004-diubah.html' title='Hati-hati Obat Kedaluwarsa 2004 Diubah Jadi 2013!!!!'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-6833750805594659478</id><published>2009-06-16T19:28:00.003+07:00</published><updated>2009-06-16T19:29:57.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='santun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bicara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peimpin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inggris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hebat'/><title type='text'>I Love United States with all its faults. I consider it my second country</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:'Lucida Grande';font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" line-height: 19px;font-size:13px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-style: normal; line-height: normal; font-family:'Times New Roman';font-size:16px;"&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; background-position: initial initial; "&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Assalamu ‘alaikum&lt;span&gt; &lt;/span&gt;wr wb&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Semua dari kita tentu faham benar, bahasa itu sedikit banyak menyiratkan atau menggambarkan pribadi dan karakter seseorang. Artinya jika seseorang terbiasa berbahasa dengan santun, maka bisa dinilai, bahwa dia punya pribadi yang santun, dan sebaliknya (dengan catatan ini semua adalah hal yang natural dan alami, bukan demi sinetron atau pertunjukan, tapi murni cara berbicara dan bernahasa sehari-hari)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Di kalangan anak muda, jika seorang abg tidak faham bahasa gaul, maka tentu akan mudah lah kita saksikan dia akan tersisih dalam pergaulannya. Seorang guru di kelas, ketika dia mampu memahami dan kadang-kadang mempargunakan bahasa gul anak muda, tentu akan lebih disukai oleh murid-muridnya serta akan dinilai sebagai guru yang “ngepren” oleh murid-muridnya tersebut, dibanding dengan guru yang menggunakan bahasa standar orang yang seumuran dengan dirinya. Seseorang yang terlihat berbeda di dalam penggunaan bahasa dibanding dengan orang di sekitarnya tentu akan juga tersisih dan sulit untuk bisa masuk dalam lingkungan pertemanan atau lingkungan bertetangga. Apalagi jika orang itu adalah orang baru di lingkungan tersebut, maka factor bahasa adalah salah satu kunci untuk beradaptasi yang cukup menentukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Itu semua karena &lt;span&gt;&lt;/span&gt;bahasa adalah gerbang pergaulan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Tak terkecuali adalah bahasa yang dipakai oleh pemimpin kita, para elit yang duduk di kursi empuk kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Bahasa mereka tentu akan menjadi salah satu factor yang menjadi bahan pertimbangan bagi rakyat dalam menentukan pilihannya, manakala akan ada pemilihan. Seorang yang terlihat santun dalam berbicara tentu akan lebih mendapat penilaian yang baik disbanding dengan seorang calon pemimpin yang tidak santun dalam berbicara dan berbahasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Syahdan katanya dulu Pak harto, adalah seorang pemimpin yang selalu berbahasa dengan menggunakan bahasa yang santun, dan tidak pernah terdengar sekalipun menggunakan bahasa asing manakala berbicara dengan masyarakat (bahkan ketika berbicara dengan pemimpin negeri lain)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Tapi jaman telah berubah..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Kini sang pemimpin berbicara, masih dengan bahasa santun, sih, tapi ada satu kelebihannya, karena tahu bahwa rakyat Indonesia sekarang sudah tidak buta huruf lagi, sudah meningkat derajat pendidikannya, maka sebagai pemimpin, tentu harus juga menunjukkan betapa pendidikan di Indonesia memang sudah maju, maka tak heran sering kita dengar satu dua kata berasal dari bahasa Inggris ketika sang pemimpin sedang bicara dengan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Dan karena bahasa Inggris kita lebih didominansi oleh bahasa Inggris yang beraksen Amerika, maka tak heran untuk menunjukkan betapa sang pemimpin bukan hanya mahir berbahasa Inggris ala Amerika, tapi juga memang sang pemimpin adalah teman dekat atau katakanlah bukan orang lain lagi bagi Amerika, maka enam tahun yang silam dalam sebuah kunjungan ke Amerika Serikat, sang pemimpin &lt;span&gt;&lt;/span&gt;yang kala itu menjabat sebagai menteri yang ngurusi politik dan keamanan sebagaimana dirilis oleh International Herald Tribune Washington pada tanggal 8 Agustus 2003, dalam pidatonya di negeri Paman Sam itu, sang pemimpin berbicara dengan bahasa Inggris yang fasih ,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span&gt;“I Love United States with all its faults. I consider it my second country”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;. Pernyataan itu bisa kita terjemahkan, “Saya cinta Amerika dengan segala kesalahannya. Saya menganggapnya negara kedua saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Hebat bukan, pinter banget bahasa Inggrisnya, he5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-6833750805594659478?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/6833750805594659478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/i-love-united-states-with-all-its.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/6833750805594659478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/6833750805594659478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/i-love-united-states-with-all-its.html' title='I Love United States with all its faults. I consider it my second country'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-9057823955617803176</id><published>2009-06-16T18:51:00.000+07:00</published><updated>2009-06-16T18:53:24.450+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampanye'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='boediono'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sby'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harus menang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='program kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tim sukses'/><title type='text'>SBY BOEDIONO HARUS MENANG!</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Assalamu ‘alaikum wr wb&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Sepintas tidak ada yang aneh dengan dengan slogan yang saya lihat di tepi jalan itu, yang dibuat oleh tim sukses sby no tersebut, sebagai kontestan tentu mereka pengin menang dalam kontestansi perebutan kursi presiden dan wakil presiden ini. Namun ada yang menggelitik dengan kata-kata yang ditulis, harus menang, ya tulisannya adalah harus menang. Tiba-tiba saja saya teringat deklarasi siap menang dan siap kalah yang senantiasa dilakukan menjelang perhelatan suatu pemilijan baik pileg, pilkada maupun pilpres.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Dengan adanya tulisan harus menang ini, semakin meneguhkan pandangan saya, &lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:green"&gt;public.kompasiana.com/2009/06/11/&lt;b&gt;damai&lt;/b&gt;-&lt;b&gt;semu-yang-disukai&lt;/b&gt;/ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;yang kebetulan diamini oleh tulisan Bpk. Cipta Lesmana di harian kompas edisi Sabtu, 13 Juni 2009, betapa deklarasi damai siap menang dan siap kalah itu tak lebih dari sinetron untuk menghibur masyarakat Indonesia yang memang gemar nonton sinetron. Faktanya, dengan tulisan di banner itu, mereka, dalam hal ini minimal pasangan sby no, ternyata haya siap untuk menang dan sama sekali tidak siap untuk kalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Pertanyaannya kemudian, bagaimana jika mereka ternyata kalah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Hari-hari ini, kita dapat saksikan dengan sangat jelas, betapa kepercayaan diri dari sby no dan tim suksesnya semakin hari semakin mendekati titik nadir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Dimulai dari merapatnya kader dan pendukung dari partai pendukung koalisi cikeas yang lompat pagar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Awalnya adalah &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;pernyataan petinggi&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;PKS yang merasa khawatir SBY kalah, bahkan bilang bahwa hati sebagian kadernya ada di jilbab istri JK dan Wiranto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Disusul pernyataan Amien Rais yang justru memuji-muji JK Wiranto di rakornas PAN, serta bilang PAN stel kendo saja menghadapi&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;pilpres, yang berujung terbelahnya suara pendukung PAN di akar rumput yang memang kemudian tampak jelas lebih memilih JK Wiranto (sebagian ke Mega Pro) dibanding ke sby no &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Disusul oleh mendekatnya petinggi PPP&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;(dan keder2nya) dari kubu Parmusi ke kubu Mega Pro&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;dengan mendeklarasikan FPPP.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Disusul juga dengan beberapa partai lain yang kader dan pendukungnya merapat ke kubu JK Wiranto maupun Mega Pro.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Sementara sampai detik ini, tidak pernah kita dengar petinggi atau kader partai pengusung JK Win dan Mega Pro yang merapat ke kubu sby no&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Pada saat &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;yang sama, mari ingat &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Rizal Mallarangeng &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;yang dengan arogan mengatakan Kwik Kian Gie tidak bisa membedakan neolib dan neozeb, serta mengatakan bahwa boediono lebih pintar dari Kwik Kian Gie &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Ruhut Sitompul mencak-mencak dengan arogan serta caci maki yg kasar mengatakan isu tentang Arab yang memancing kontroversi dan kemarahan warga keturunan Arab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Sebelumnya SBY menghujat statemen JK “lebih cepat lebih baik” sbg sikap JK yg takabbur (mendahului tuhan). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Kemudian muncul hasil survey LSI yang menempatkan sby no dengan elektabilitas 71% yang diakui oleh LSI sendiri sebagi survey pesanan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Demokrat kecewa kepada sekutu koalisinya yg meloloskan Hak Angket DPR atas kisruh DPT pemilu legislatif 2009 yg diduga curang dan culas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Lalu Demokrat protes keras atas monolog Butet Kertareharja yang melontarkan kritik pada saat deklarasi pemilu damai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Kemudian propaganda berupa iklan di media tentang pilpres yang sebaiknya satu putaran saja yang dipelopori Deny JA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Terakhir adalah keluhan sby ketika kampanye di Malang yang mengeluh karena merasa dikeroyok dan merasa harus mendapat pertolongan dari rakyat untuk menghadapi itu semua…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;line-height:16.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Sebelum lupa, nyaris tak pernah sby dan timnya bicara tentang program program kerja ke depan, kecuali hanya bicara soal deretan prestasi yang coba diuraikan dan disajikan pada rakyat, serta lebih sibuk menanggapi maneuver dan jurus-jurus kampanye dari 2 pasangan lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;line-height:115%;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Saya membaca itu semua sebagai kurva menurun yang akan semakin mencapai titik nadir kurva keyakinan diri dari sby no dan tim suksesnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;line-height:115%;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Maka pertanyaannya adalah jika akhirnya titk nadir keyakinan diri betul-betul mencapai titik nadir, maka apakah tulisan di banner itu tetap,&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;harus menang! &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;atau kudu diganti harus menang……………………….is.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;line-height:115%;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Kita tunggu saja sinetron episode berikutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-9057823955617803176?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/9057823955617803176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/sby-boediono-harus-menang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/9057823955617803176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/9057823955617803176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/sby-boediono-harus-menang.html' title='SBY BOEDIONO HARUS MENANG!'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-6678689182102340146</id><published>2009-06-16T08:11:00.000+07:00</published><updated>2009-06-16T08:14:08.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='malu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengeluh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pak RT'/><title type='text'>Pak RT tempatku tidak pernah mengeluh</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Semua orang juga tahu bahwa jabatan ketua RT (rukun tetangga) di kampong adalah jabatan yang pailing disingkiri, atau dalam bahasa ditempat kami “diemohi”. Bagaimana tidak diemohi, ketua RT bukan hanya menjadi ujung tombak pembangunan di tingkat RT tapi juga menjadi ujung tombok (yang paling sering tombok) dalam setiap pengeluaran anggaran bagi kepentingan RT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak ada honor yang mereka terima selama 3 tahun bahkan lebih mereka mengabdikan diri sebagai yang dituakan di tingkat RT. Berbagai persoalan menjadi makanan sehari-hari baginya, mulai dari urusan irigasi yang macet, rumah tangga rebut, bahkan urusan penarikan pajak PBB dan sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi tak pernah sekalipun kudengar keluh kesah dari ketua RT ditempatku. Tak pernah sekalipun dia merasa capai telah menjadi RT yang sungguh untuk membayangkan menjadi saja saja saya tak pernah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maka tiba-tiba saja mendengar seorang calon “ketua RT” negeri ini yang masih menjadi “ketua RT” mengeluh hanya tidur 4 jam sehari karena memikirkan rakyat, mengeluh karena merasa dikeroyok oleh para kompetitornya, mengeluh ini , mengeluh itu, dalam hati saya sedih, kok “Pak RT” yang ini, yang terlihat gagah, tinggi, tegap begitu mudah mengeluh. Saya jadi teringat dengan kata-kata yang sering diucapkannya setiap kali ada masalah “ malu sama rakyat”&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font:minor-latin;mso-fareast-font-family:Calibri;mso-fareast-theme-font: minor-latin;mso-hansi-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language: EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;Kira-kira apa ketika sedang mengeluh pada rakyat, “Pak RT” lupa dengan kata-katanya sendiri, “malu sama rakyat….”&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-6678689182102340146?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/6678689182102340146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/pak-rt-tempatku-tidak-pernah-mengeluh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/6678689182102340146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/6678689182102340146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/pak-rt-tempatku-tidak-pernah-mengeluh.html' title='Pak RT tempatku tidak pernah mengeluh'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-820455041181789567</id><published>2009-06-15T17:22:00.001+07:00</published><updated>2009-06-15T17:29:36.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tkw'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='disiksa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luar negari'/><title type='text'>sekelumit tentang nasib pahlawan devisa...</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;Tenaga kerja Indonesia (TKI), Ismail (38), meninggal dunia di RSUD Koja, Jakarta Utara, Jumat (5/6) pagi, akibat penyiksaan di penjara Keluang, Johor Baru, Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;Cerita duka TKI di Malaysia masih saja terulang. Kali ini Siti Hajar, pembantu rumah tangga asal Garut, Jawa Barat, disiksa dan tidak dibayar gajinya selama 34 bulan oleh majikannya di Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;Nurul Wijayanti (23), TKW asal RT 5/RW 2 Desa Dinden, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jatim, ditemukan tewas, diduga gantung diri di rumah orangtua majikannya tempat ia bekerja di Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;Onis, tenaga kerja Indonesia (TKW) asal Kampung Jati RT 03/13 Desa Sarimukti Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dikabarkan tewas gantung diri di rumah majikannya, Sarawak, Malaysia. Keluarga Onis mengetahui kabar kematian dari sepucuk surat yang dilayangkan Polsek Cipatat, 3 Juni.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;Nurul Wijayanti (23), TKW asal RT 5/RW 2 Desa Dinden, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jatim, ditemukan tewas, diduga gantung diri di rumah orangtua majikannya tempat ia bekerja di Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;Kalau diteruskan daftar itu, mungkin seribu halaman pun tidak akan cukup untuk menampung daftar tenaga kerja kita di luar negeri yang mengalami nasib buruk, entah disiksa oleh majikannya, entah diperkosa, tidak dibayar gajinya, dibunuh mapun bunuh diri karena tak tahan siksaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;Yang jadi pertanyaan besar adalah: tanggung jawab siapa ini sebenarnya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;Mereka adalah warga negara kita, yang dengan gagah kita beri sebutan pahlawan devisa, namun apa yang telah kita berikan sebagai bangsa untuk membayar apa yang telah mereka berikan kepada kita sebagai pahlawan devisa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;kebanyakan dari meraka ketika ditanya mengapa harus mengadu nasib ke luar negeri, meraka akan menjawab, meraka ingin nasib yang lebih baik sekembalinya dari luar negeri, mimpi akan penghidupan yang layak yang lebih baik telah mengantar mereka ke bnegari-negeri jiran, tak peduli dengan resiko yang akan mereka jalani.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;sepintas sederhana, mereka ingin penghidupan yang lebih baik, setiap orang pasti punya fikiran yang sama dengan mereka. tapi mengapa harus ke negari seberang?&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;rata-rata mereka akan menjawab, cari kerja di dalam negeri sulit.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;padahal kita telah memberi mandat kepada orang-orang terpilih setiap lima tahun untuk melaksanakan apapun yang harus dilakukan untuk mengemban amanat : melindungi segenap tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;Melindungi segenap tumpah darah berarti adalah termasuk didalamnya melindungi setiap warga Negara kita, dimanapun meraka berada, apalagi mereka yang berjasa pada bangsa dan negara (pahlawan devisa).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;memajukan kesejahteraan umum secara sederhana bisa diartikan adalah bekerja untuk mewujudkan kondisi agar setiap warga negara kita menjadi lebih sejahtera dari waktu ke waktu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;Namun apakah mereka yang telah kita pilih lima tahun yang lalu sebagai pengemban amanat &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;tersebut telah berhasil melaksanakannya? &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;apakah segenap tumpah darah Indonesia telah terlindungi? apakah setiap warga negara telah meningkat kesejahtaraannya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;Deretan fakta yang menimpa anak-anak bangsa, para pahlawan devisa itu mungkin bisa sedikit memberi gambaran, apakah yang kita beri manat lima tahun yang lalu &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;telah berhasil melaksanakan amanat itu, dan pantas kita beri amanat lagi selama lima tahun ke depan, atau mereka memang telah gagal melaksanakan amanat itu, dan oleh karenanya kita butuh orang lain yang kita gagas mampu untuk melaksanakan amanat itu dengan lebih baik!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;Anda sekalian tentu lebih bisa menilai dari saya….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;    &lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-820455041181789567?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/820455041181789567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/sekelumit-tentang-nasib-pahlawan-devisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/820455041181789567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/820455041181789567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/sekelumit-tentang-nasib-pahlawan-devisa.html' title='sekelumit tentang nasib pahlawan devisa...'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-1215357708619543005</id><published>2009-06-15T16:32:00.001+07:00</published><updated>2009-06-15T16:33:32.920+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penentang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendukung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kompasiana'/><title type='text'>Kompasiana Propenentang SBY?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;assalamu a’alaikum wr wb&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;judul diatas mungkin tidak tepat juga sebenarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;tapi sengaja saya beri judul seperti itu agar menjadi menarik, he6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;akhir2 ini memang ada beberapa penulis yang menulis di kompasiana memprotes karena sebagian besar yang menulis di kompasiana adalah pendukung dari capres selain sby, sehingga menurut mereka, kompasiana cenderung menjadi corong bagi para penentang sby, he7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;mungkin apa yang ditulis ada benarnya, dalam hal sebagian besar yang menulis di kompasiana adalah pendukung capres selain sby. tapi kalau disadari dengan lebih seksama, bukan salah kompasiana to yo…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;salah sendiri para pendukung sby yang tidak menggunakan media ini untuk menyampaikan dukungannya kepada sby, toh kompasiana ini adalah media yang bisa diakses oleh publik, tak terbatas pada pendukung capres selain sby saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;justru kalau para pendukung sby juga banyak nulis disini, akan lebih seru khan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;akan terjadi adu argumen yang menarik antara pendukung incumbent dan penantangnya, dan itu lebih aman, karena daripada adu fisik, khan mending adu nulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;bahwa kemudian yang ditulis itu ada yang tidak disetujui, bisa langsung diconter oleh kubu lawannya, khan begitu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;tapi herannya, pendukung sby memang sedikit yang nulis di kompasiana, apa meraka takut?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;atau mereka memang cuma asal mendukung saja, tapi sesungguhnya tidak tahu mengapa mereka mendukung sby, alias hanya ikut2an aja yuaa…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;bisa juga dibaca di :&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; line-height: normal; color: rgb(0, 128, 0); font-size: 13px; "&gt;public.&lt;b&gt;kompasiana&lt;/b&gt;.com/2009/06/08/&lt;b&gt;kompasiana&lt;/b&gt;-pro-penentang-&lt;b&gt;sby&lt;/b&gt;/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-1215357708619543005?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/1215357708619543005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/kompasiana-propenentang-sby.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1215357708619543005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1215357708619543005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/kompasiana-propenentang-sby.html' title='Kompasiana Propenentang SBY?'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-1406556784957061828</id><published>2009-06-15T16:30:00.000+07:00</published><updated>2009-06-15T16:31:55.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istri boediono'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilpres'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='isu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jujur'/><title type='text'>Sekali Lagi Tentang Rumor Agama Istri Boediono… (yang Katanya Khatolik)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;assalamu ‘alaikum wr wb&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;membaca beberapa komentar yang berkitan dengan rumor tentang agama yang dianut oleh istri boediono, membuat saya tertarik untuk kembali nulis, semoga aja ada manfaatnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;lima tahun yang lalu, rumor serupa pernah dihembuskan kepada istri sby, dihembuskan bahwa istri sby adalah penganut ajaran khatolik, namun kemudian ternyata rumor itu terbukti tidak benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;dengan adanya rumor serupa 5 tahun yang lalu, artinya rumor  ini bukan muncul tiba-tiba saja, namun hanya pengulangan dari apa yang sudah pernah terjadi 5 tahun yang lalu menjelang pilpres, dan bukan kebetulan juga kalo istri boediono juga agak mirip dengan istri sby, yaitu herawati, jadi jangan-jangan memang rumor ini sengaja dihembuskan ke masyarakat untuk maksud-maksud tertentu oleh pihak-pihak tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;sudah menjadi rahasia umum bahwa isu atau rumor atau apapun yang berkaitan dengan masalah agama dan keyakinan, adalah satu hal yang sensitif di negara kita, dengan begitu maka hal ini akan menjadi menarik sekali untuk diperbincangkan di tengah masyarakat karena sensitifitasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;apalagi di jaman orde baru, kita selalu dikungkung dengan istilah SARA, manakala kita mencoba untuk memperbincangkan masalah yang berkaitan dengan agama sesorang, apalagi menyangkut hubungannya dengan bernegara, kita seakan-akan telah betul-betul menjadi negara yang sekuler yang sama sekali harus menempatkan isu agama di luar perbincangan kehidupan bernegara, sehingga agama adalah urusan pribadi semata, dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan bernegara, begitu kira-kira gambarannya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;namun apakah demikian sesungguhnya negara kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;negara kita sejauh yang saya pahami, bukanlah sebuah negara agama, namun juga bukan negara sekuler, kita adalah negara Pancasila, yang harus dipahami menemukan akarnya pada Piagam Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;artinya kita tidak bisa betul-betul bisa memisahkan agama dari kehidupan bernegara kita, karena dalam sila pertama Piagam Jakarta, Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya, yang meskipun tidak lagi tercantum sebagai dasar negara kita karena telah diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa, namun semangat dari sila pertama Piagam Jakarta itulah yang mendasari kompromi kenegarawanan yang mampu merubah bunyi piagam Jakarta tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;kembali pada rumor agama istri boediono,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;karena ini isu yang sensitif, maka ini menjadi menarik untuk dilempar kepada masyarakat, sehingga pasti akan menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat, dan pada gilirannya akan menjadikan yang bersangkutan menjadi topik pembicaraan yang hangat, lalu siapa yang diuntungkan dalam hal ini? jawabannya tentu adalah yang bersangkutan, karena dengan dilemparkannya rumor ini berarti boediono akan mendapatkan semacam iklan gratis bagi dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;dan nantinya setelah nanti ada klarifikasi resmi dari boediono dan istrinya, bahwa istri boediono adalah seorang muslim, dengan testimoni dari berbagai pihak yang dekat dengan mereka, maka kasus selesai, sementara  iklan gratis sudah didapat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;jadi bagi para penentang sby, mari kita lupakan rumor ini, karena justru akan menguntungkan pihak sby boediono..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;mari kita cari isu lain yang lebih cantik, lebih membumi, lebih bisa diterima, lebih santun, dan lebih menarik simpati masyarakat untuk menghadang kembalinya sby ke kursi presiden Republik Indonesia!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;bisa juga dibaca di :&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; line-height: normal; color: rgb(0, 128, 0); font-size: 13px; "&gt;public.kompasiana.com/2009/06/09/&lt;b&gt;sekali&lt;/b&gt;-&lt;b&gt;lagi-tentang-rumor&lt;/b&gt;-&lt;b&gt;agama&lt;/b&gt;-&lt;wbr&gt;&lt;b&gt;boediono-yang-katanya&lt;/b&gt;-&lt;b&gt;khatolik&lt;/b&gt;/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-1406556784957061828?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/1406556784957061828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/sekali-lagi-tentang-rumor-agama-istri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1406556784957061828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/1406556784957061828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/sekali-lagi-tentang-rumor-agama-istri.html' title='Sekali Lagi Tentang Rumor Agama Istri Boediono… (yang Katanya Khatolik)'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-59287321144912523</id><published>2009-06-15T16:29:00.001+07:00</published><updated>2009-06-15T16:30:22.650+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sby'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korupsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jaksa agung'/><title type='text'>SBY Memberantas Korupsi?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;assalamu ‘alaikum wr wb&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;alhamdulillah jadi ketagihan nulis nih, he5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;kalau kita perhatikan sejak satu tahun yang lalu, kampanye yang digembar gemborkan oleh sby adalah pemberantasan korupsi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;aneh ya padahal pemberantasan korupsi adalah domain dari pihak yudikatif, bukan domain dari eksekutif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;tapi herannya yang digembar gemborkan seperti itu, ditelan mentah2 aja ama masyarakat kita, sehingga tak heran masyarakat menjadi meuji muji keberhasilan sby dalam memberantas korupsi, padahal benarkah hal itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;kalo kita cermati yang berhasil menyeret para koruptor dalam beberapa tahun terakhir adalah KPK, yang dipilih oleh anggota DPR, jadi kalau ada keberhasilan dari KPK, tentu itu bukan keberhasilan dari sby to?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;sekarang kita liat penjabat yang dibawah komando sby yang berkaitan dengan pemberantasan hukum, yaitu kejaksaan, karena jaksa agung dipilih oleh presiden, ada 2 jaksa agung di masa sby, yaitu abdurahman saleh dan penggantinya hendarman supanji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;dan kita tahu bagaimana kinerja kejaksaan di bawah mereka berdua. nol besar. dan bahkan skandal yang menghebohkan silih berganti di kejaksaan agung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;jadi alih-alih menyukseskan pemberantasan korupsi, kejaksaan dibawah sby, malah disibukkan dengan berbagai kebobrokan yang melingkupinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;jadi dari dua hal itu, siapa yang sesungguhnya yang bekerja dalam pemberantasan korupsi, semua harus jujur mengakui kepada publik, bahwa yang berhasil adalah KPK pilihan DPR (semoga kasus antasari segera tuntas dan dituntaskan). bukan sby!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;bisa juga dibaca di &lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; line-height: normal; color: rgb(0, 128, 0); font-size: 13px; "&gt;public.kompasiana.com/2009/06/07/&lt;b&gt;sby&lt;/b&gt;-&lt;b&gt;memberantas&lt;/b&gt;-&lt;b&gt;korupsi&lt;/b&gt;/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-59287321144912523?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/59287321144912523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/sby-memberantas-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/59287321144912523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/59287321144912523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/sby-memberantas-korupsi.html' title='SBY Memberantas Korupsi?'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-7972301102571607864</id><published>2009-06-15T16:25:00.000+07:00</published><updated>2009-06-15T16:28:24.635+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='santun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='capres'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='debat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tim sukses'/><title type='text'>Bisa Santun Tidak Ya Mereka?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;assalamu ‘alaikum wb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;ini adalah pertama kali saya nulis di disini. soalnya kadang sulit juga untuk mau nulis apa gitu, semua sudah ditulis deh perasaan, tapi ya buat coba2 nulis deh, he5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;jelang pilpres ini, tentu yang paling menarik untuk dibicarakan adalah tentang pertarungan politik diantara para capres dan cawapres. tak lupa tentu dukungan dari berbagai pihak bagi capres yang didukungnya, dan kritik dan bahkan “sumpah serapah” bagi capres yang tidak didukungnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;melihat itu semua, kadang saya ingat waktu SD dulu, tentang bagaimana para guru saya di desa mengajari saya tentang sopan santun, dan tepo seliro, bahwa kalo kita tidak suka dengan seseorang, harus disampaikan dengan bahasa yang santun dan tidak vulgar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;tapi sekarang lihatlah, jangankan kita yang rakyat “jelata” ini, tapi bahkan para petinggi negara kadang kalo bicara seperti tidak mengindahkan lagi tata krama dan sopan santun ketimuran. padahal dahulu kalo para pembesar itu marah atau tidak suka pada seseorang, cukup dengan bahasa simbolis, yang dalam bahasa jawa dikenal dengan istilah “pasemon”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;padahal jika kita lihat dari deretan capres dan cawapres itu khan mayoritas dari jawa ya, kenapa tidak bisa menjaga para tim suksesnya agar tidak kebablasan dalam memberikan komentarnya. terutama adalah tim sukses sby, mulai dari malaranggeng bro’s, ruhut sitompul, dan entah siapa lagi yang tidak tereskpos media.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;atau mungkin karena mereka, merasa sudah besar, sehingga jumawa, dan memandang lawan dan orang lain lebih rendah dari mereka ya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;kadang saya berfikir, kalo sby bisa dipoles sehingga bisa seakan2 santun seperti itu, kenapa tim suksesnya tidak sekalian juga dipoles ya, jadi persaingan jelang pilpres ini jadi lebih santun dan beradab, perdebatan2 yang terjadi antara tim sukses adalah perdebatan2 yang bermutu, berkaitan dengan berbagai program kerja yang ditawrkan, bukan perdebatan mengenai hal2 yang sepele soal kuda milik prabowo, kemudian malah perdebatan mengenai SARA seperti yang dilontarkan oleh ruhut, dll&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;jika saja perdebatan yang terjadi lebih bermutu, maka rakyat akan bisa lebih mengenal dan mengerti apa yang ditawarkan oleh para capres, sehingga program yang ditawarkan tidak berhenti seperti angin surga yang dihembuskan, seakan semua capres itu jika terpilih akan mampu mengatasi semua persoalan bangsa ini dengan sekejap mata. padahal apa yang ditawarkanmasih bersifat normatif semua. belum ada yang lebih terperinsi dari apa yang ditawarkan, lebih sekedar tawaran2 yang menina bobokkan rakyat saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;(bisa dibaca di &lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; line-height: normal; color: rgb(0, 128, 0); font-size: 13px; "&gt;public.kompasiana.com/2009/06/06/&lt;b&gt;bisa&lt;/b&gt;-&lt;b&gt;santun-tidak-ya-mereka&lt;/b&gt;/ )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-7972301102571607864?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/7972301102571607864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/bisa-santun-tidak-ya-mereka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7972301102571607864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/7972301102571607864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/bisa-santun-tidak-ya-mereka.html' title='Bisa Santun Tidak Ya Mereka?'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-756427393844708880</id><published>2009-06-15T16:24:00.000+07:00</published><updated>2009-06-15T16:25:30.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tunangan massal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cincin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DPR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dewan'/><title type='text'>Wah Anggota DPR mau tunangan massal</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;Detikcom. Jakarta - Anggaran sebesar hampir Rp 5 miliar disiapkan Sekretariat Jenderal DPR untuk pengadaan cincin emas dan lencana. Pengadaan cincin dan lencana itu juga ditenderkan untuk umum.Berdasarkan data tertulis yang diperoleh detikcom dari Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR, disebutkan bahwa untuk sebuah cincin yang akan diterima setiap anggota dewan itu nilainya Rp 3.500.000. Cincin tersebut berupa cincin emas berlogo DPR yang akan diberikan kepada anggota DPR periode 2004-2009.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;assalamu ‘alaikum wr wb&lt;br /&gt;cukup kaget juga ketika membaca kutipan dari salah satu media online di atas, setjen dpr menganggarkan hampir 5 milyar buat rencana pembelian cincin dan lencana bagi setiap anggota parlemen kita yang terhormat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;tiba-tiba saja ketika ingat cincin, yang terbayang dalam pikiran saya adalah tukar cincin, atau tunangan. tapi apa iya ya para anggota dpr ri itu mau tunangan, kalo iya kok bisa massal gitu, kompak banget, he6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;atau mungkin karena meraka adalah wakil rakyat, jadi khan sudah sering tu mengahadiri atau bahkan mengadakan pernikahan massal bagi rakyat, nha mungkin akhirnya mereka itu iri sama rakyat yang diwakili, kalo rakyat bisa nikahan massal mengapa mereka ngga, mungkin begitu pikir mereka, makanya sekarang mereka pingin ikut-ikutan..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;sebagai langkah awal tunangan dulu lah, ntar kalo udah disiapin anggaran yang lebih besar lagi, soalnya tentu sebagai wakil rakyat yang mewakili rakyat se Indonesia meraka pasti malu kalo nanti pernikahan massal mereka nanti tidak meriah, apa kata dunia?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;nha sebagai rakyat tentu kita harus mngayubagyo perhelatan akbar ini, sebab rasanya sepanjang kita merdeka baru kali ini kita akan punya hajat yang cukup menghebohkan, yaitu tunangan massal anggota dewan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;jadi kita bisa membantu dengan keahlian kita, yang bisa nyanyi silahkan nyumbang nyanyi, yang bisa menari silahkan nyumbang menari, pokoknya apa aja deh, yang penting meriah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;terakhir, saya ucapkan selamat deh bagi semua anggota dewan, semog tidak salah pilih calon tunangan ya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;(tapi apa iya sih meraka mau tunangan massal?)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-756427393844708880?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/756427393844708880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/wah-anggota-dpr-mau-tunangan-massal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/756427393844708880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/756427393844708880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/wah-anggota-dpr-mau-tunangan-massal.html' title='Wah Anggota DPR mau tunangan massal'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-2329490184785168729</id><published>2009-06-15T16:22:00.000+07:00</published><updated>2009-06-15T16:23:46.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontestan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilpres'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='damai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='deklarasi'/><title type='text'>Damai semu yang disukai</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;assalamu a’alikum wr wb&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;ketika ajang pemilu akan dilaksanakan, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden, selalu ada seremoni deklarasi damai yang dilakukan bagi seluruh kontestan peserta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;aneh, dan lucu memang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;bukankah mereka akan terlibat dalam sebuah persaingan, sebuah “pertempuran”?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;bagaimana mungkin mereka bisa berdamai sebelum bertempur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;tapi tunggu dulu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;di dalam masyarakat Jawa, khususnya Jogja, ada sebuah konsep harmoni, yang selalu harus ditampakkan ke “luar”, biar apapun yang terjadi di “dalam”, contoh kecil dalam sebuah rumah tangga, ketika berhubungan dengan tetangga kiri kanan, mereka harus tampak begitu harmonis, tidak ada persoalan apapun, meskipun sesungguhnya tengah terjadi persoalan serius dalam rumah tangga misalnya, inilah yang disimbolkan dengan adanya blangkon, yang di bagian depan itu rata, halus, sementara di bagian belakang ada mondolan (tonjolan/benjolan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;ini menyiratkan bahwa kita telah mentradisikan suatu “keseolah-olahan” di dalam gerak dan langkah kita, khusunya lagi di dalam memaknai “kedamaian”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;akan lebih masuk akal apabila kampanye yang dideklarasikan dan dimaksudnya, apabila harapan dan tujuannya adalah tidak adanya kerusuhan dan keonaran selama tahapan pemilu, baik selama masa kampanye terbuka maupun sampai setelah tahapan penyontrengan di lakukan, adalah dideklarasikannya “deklarasi pemilu tertib tanpa kerusuhan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;tapi sekali lagi, kita adalah sebuah bangsa yang lebih suka hiruk pikuk seremoni dibanding dengan kenyataan yang terjadi. lihat saja seremoni siap menang siap kalah, mereka berfikir bahwa dengan adanya deklarasi siap menang siap kalah maka semua akan beres, semua akan baik-baik saja. sama seperti ketika sudah dilaksanakan deklarasi dama, maka mereka berfikir akan terjadi dengan sendirinya pelaksanaan pemilu yang damai, tentram dan sejuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;tapi apa iya itu yang terjadi…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;fakta yang terjadi berapa kali deklarasi siap menang siap kalah dilakukan tapi kerusuhan karena pihak yang kalah tidak mau menerima hasil pemilihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;maka sesungguhnya yang jauh lebih penting dibanding dengan deklarasian-deklarasian itu, adalah keteladan dari para elit - elit, baik peserta pemilu, pelaksana pemilu, wasit pemilu, aparatur negara,  itu untuk bisa berlaku jujur kepada masyarakat, sehingga masyarakat akan bisa menilai pelaksanaan pemilu yang apa adanya, tidak ada prasangka tentang kecurangan, prasangka tentang sumber dana, prasangka tentang netralitas birokrasi dan aparatur negara, prasangka tentang netralitas penjaga keamanan negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;kalau semua itu terwujud..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;dengan sendirinya kampanye yang tertib tanpa gontok-gontokan, fisik, tanpa bakar-bakaran rumah, ataupun yang paling kecil tanpa gerundelan dan ketidakpuasan akan pelaksanaan pemilu akan terlaksana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;lalu bagaimana harus memulainya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;semua berpulang yang diatas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;kalau para elit yang terlibat diatas mau memulainya, rakyat dibawah pasti akan mengikuti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;tapi kalau yang diatas tidak memulainya, malah lebih senang dengan sandiwara seremoni deklarasian-deklarasian yang seolah-olah damai, tapi untuk sekedar berjabat tangan saja tidakmau, maka jangan salahkan jika rakyat jakan menirunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt:auto;margin-left:36.0pt; line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;jadi pilih mana, pemilu  yang jujur, dilaksanakan dengan tertib, cantik, meski penuh dinamika, atau pemilu yang dilaksanakan seolah-olah damai tapi meledak di belakang, karena banyak ketidak puasan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6442729469772337820-2329490184785168729?l=ariginasthel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariginasthel.blogspot.com/feeds/2329490184785168729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/damai-semu-yang-disukai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2329490184785168729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6442729469772337820/posts/default/2329490184785168729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariginasthel.blogspot.com/2009/06/damai-semu-yang-disukai.html' title='Damai semu yang disukai'/><author><name>ari supriyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11025256225464285913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6442729469772337820.post-5552149637859317674</id><published>2009-06-12T19:11:00.000+07:00</published><updated>2009-06-12T19:20:03.551+07:00</updated><title type='text'>mungkinkah fenomena angsa hitam terjadi dalam pilpres besok?</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;color:black"&gt;Apa yang disebut angsa hitam? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;color:black"&gt;Dalam buku The Black Swan, Nassim Nicholas Taleb, menulis tentang rahasia peristiwa-peristiwa langka yang disebut dengan istilah angsa hitam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font:major-latin;mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family: Arial;color:#333333"&gt; teori ”angsa hitam” itu digunakan untuk menunjuk kepada peristiwa-peristiwa tak terduga, dampaknya masif dan setelah kejadian baru dilakukan rasionalisasi, pembenaran dengan penjelasan retrospektif&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;color:black"&gt;. Angsa hitam mendasari hampir segala sesuatu yang terkait dengan dunia kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin;mso-hansi-theme-font:major-latin; mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Pertanyaannya: Mengapa dipakai istilah ”angsa hitam” sebagai metafora?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Ternyata selama berabad-abad manusia teramat yakin semua angsa itu berwarna putih. Tatkala di Benua Australia ditemukan dan di sana dijumpai angsa berwarna hitam, maka runtuhlah seluruh bangunan pengetahuan tentangnya. Ternyata yang tidak kita ketahui itu jauh lebih relevan dibandingkan dengan apa yang sudah diketahui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Ambil contoh lain kejadian-kejadian berikut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Rontoknya bursa di AS pada Oktober 1987 yang membuat pemain sekaliber George Soros menderita rugi 350 juta dollar AS dan memicu krisis moneter berkepanjangan? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Pengetahuan dan pertahanan udara Amerika Serikat menjadi tak ada artinya setelah runtuhnya menara kembar World Trade Center di New York (2001) karena terjangan beberapa teroris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Atau pengetahuan mana yang menduga bakal terjadinya tsunami di Samudra Hindia pada Desember 2004? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Pengetahuan mana yang menduga bakal terjadi gempa 5.9 SR di Bantul dan sekitarnya, 27 Mei 2006, ketika semua ahli sedang mewaspadai dan bersiap-siap menghadapi letusan gunung Merapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Siapa yang mengira akibat krisis finansial global 2008 kekayaan Aburizal ”Ical” Bakrie menyusut tinggal 10 persen dari semula? (ini menurut pengakuan yang bersangkutan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Sudah tentu peristiwa ”angsa hitam” itu tidak hanya mencakup kejadian menyedihkan belaka. Ada juga yang membuat orang terkesima. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Misalnya terpilihnya Barack Obama menjadi Presiden AS walau beberapa tahun sebelumnya namanya belum beredar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;atau terpilihnya SBY sebagai presiden RI di tahun 2004, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;atau siapa yang menduga serial buku Harry Potter akan meledak sampai ratusan juta eksemplar?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Atau kemenangan demokrat pada pileg tahun 2009 yang mencengangkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Itu tadi sedikit tentang beberapa fenomena yang bisa dikategorikan sebagai fenomena angsa hitam yang telah terjadi. Nah apakah fenomena angsa hitam ini akan terus menggelinding, tentu kita tidak akan tahu, oleh karena semua masih berjalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Lalu bagaimana dengan dunia perpolitikan kita saat ini, karena salah satu fenomena angsa hitam, adalah ketidak pastian yang menyelimutinya, dan perpolitikan adalah salah satu dunia yang diselubungi dengan ketidakpastian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Fakta yang kita saksikan hari ini adalah bahwa semua survey menempatkan sby no sebagai pasangan dengan elektabilitas tertinggi, sehingga semua lembaga survey menempatkan pasangan ini sebagai calon pemenang (bahkan beberapa lembaga survey memprediksi akan terjadi dalam satu putaran saja, meskipun banyak yang menyatakan ini survey dengan hasil yang disesuaikan dengan pesanan), &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Nah dengan asumsi awal bahwa banyak yang memprediksi bahwa akan terjadi satu putaran dengan pemenang sby no, apakah fenomena angsa hitam akan terjadi, dengan hasil yang 180% terbalik dari prediksi para ahli dan lembaga survei?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-latin; mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:Arial;color:#333333"&gt;Beberapa catatan kecil :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt;margin-left:36.0pt; text-align:justify;text-indent:-18.0pt;line-height:115%;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:Cambria; mso-bidi-font-family:Cambria;color:#333333"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;-&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font:major-latin;mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family: Arial;color:#333333"&gt;Majunya JK sebagai capres telah membuat suasana menjadi luar biasa gegap gempita bagi masyarakat luar Jawa&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;karena JK telah berani menabrak “citra´ bahwa seolah-olah presiden harus orang Jawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt;margin-left:36.0pt; text-align:justify;text-indent:-18.0pt;line-height:115%;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:Cambria; mso-bidi-font-family:Cambria;color:#333333"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;-&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font:major-latin;mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family: Arial;color:#333333"&gt;Banyak pendukung partai pendukung koalisi sby no yang menyeberang menjadi pendukung JK Wiranto (sebagian ke Mega Pro, sementara tidak ada pendukung koalisi capres lain yang menyeberang ke sby no)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p
