Selasa, 09 Maret 2010

trus apalagi?

sesudah hiruk pikuk kerja pansus century yang menyita perhatian publik selama sekian bulan, akhirnya DPR secara resmi menyatakan bahwa bail out century bermasalah, setelah melalui voting di rapat paripurna yang sempat diskors sekian jam untuk lobi-lobi politik antara pihak yang istana dan pendukungnya dan pihak yang kontra.

akhirnya, setelah sekian bulan bekerja

yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, trus apalagi sesudah itu?

sby segera setalah paripurna DPR resmi menyatakan bail out bermasalah dan menunjukk boediono dan sri mulyani sebagai pihak-pihak yang paling bertanggung jawab, kemudian membuat pidato politik yang terkesan pasang badan untuk membela boediono dan sri mulyani serta justru menyalahkan DPR yang dinilainya tidak mampu membaca situasi pada saat kebijakan bail out diambil.

sejalan dengan sby, marzuki alie, yang adalah ketua DPR, yang secara resmi telah menyatakan bail out century bermasalah, namun lupa dengan posisinya sebagai ketua DPR, dan hanya ingat bahwa dirinya adalah kader demokrat, dengan entengnya bilang bahwa keputusan DPR soal century tidak musti dijalankan.

kini bola ada di tangan DPR kembali, apakah cukup puas hanya dengan menghasilkan sebuah keputusan bahwa bail out century bermasalah, atau ada langkah lain lagi yang akan dijalankan untuk menindaklanjuti keputusannya itu.

adnan buyung nasution, salah satu tokoh yang cukup dikenal publik berharap bahwa DPR segera menindaklanjuti keputusan minggu lalu dengan segera menginisiasi hak menyatakan pendapat.

dan tampaknya, Golkar, sebagai salah satu partai yang cukup getol dalam membongkar skandal century ini, sedang membaca desakan dari pihak-pihak yang menginginkan DPR menggunakan hak menyatakan pendapat, dan jika desakan itu menguat, tentu bukan tak mungkin Golkar akan memainkan tarian politiknya lagi dengan menggalang dukungan bagi dilakukannya hak menyatakan pendapat, atau bahkan bisa jadi sejak sekarang sebenarnya Golkar sudah dalam rangka menggalang dukungan, sambil menanti saat yang tepat untuk menyampaikan ke publik.

hal ini tentu saja karena kita sadari bahwa sebagai pemain yang paling berpengalaman, para politisi Golkar sangat pandai membaca situasi politik dan memainkannya sesuai dengan irama yang diinginkannya.

karena meski hak menyatakan pendapat belum lagi digulirkan secara resmi, wacana tentang nama-nama pengganti boediono sudah berseliweran dan pasti akan mendapat tanggapan dari berbagai pihak, termasuk dari publik, dan tentu ini adalah bagian dari penciptaan kondisi, jika memang pada saatnya nanti boediono betul-betul dilengserkan, maka nama-nama yang sekarang dimunculkan dan mendapat tanggapan dari publik, maka nama-nama yang mendapat tanggapan positif pasti benar-benar akan didorong untuk diajukan menggantikan boediono.

dan untuk itu, maka mau-tidak mau, lobi-lobi politik tingkat tinggi pasti sudah dimulai dilancarkan sejak sekarant.

wallahu alam…


0 komentar:

Poskan Komentar