Rabu, 15 Juli 2009

jangan ada tempat bagi pengkhianat........

http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/07/11/78008/SBY-Diyakini-Tak-Pilih-Kader-Pengkhianat-Golkar-Jadi-Menteri
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/07/11/78007/JK-Wiranto-Dikalahkan--Pengkhianat-
http://beritabaru.com/utama.php?id=16894
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=86450
http://www.calegindonesia.com/script/news/IncNewsDetail.asp?NewsID=2724&no=2724&tr=0
http://politik.vivanews.com/news/read/75102-tim_garuda_lacak_pengkhianat_di_golkar

konon ada sebuah cerita tentang dua orang prajurit mata-mata yang tertangkap oleh pihak lawan, maka kemudian mereka berdua dihadapkan kepada raja untuk dinterogasi dan dijatuhi hukuman karena berani melakukan tindakan mata-mata di kerajaan mereka.
dalam interogasi itu, sang raja tidak berlaku keras, ia dengan lemah lembut mencoba mengorek keterangan dari dua orang prajurit mata-mata lawan itu. ditawarkan kepada mereka jika bersedia membelot dan membocorkan rahasia kekuatan kerajaan mereka, maka mereka akan diangkat sebagai prajurit di kerajaan itu dengan pangkat yang lebih tinggi daripada di kerajaan mereka sendiri.
prajurit pertama, dengan tegas menolak tawaran dari sang raja, ia tetap setia pada kerajaannya, maka akhirnya sang raja memerintahkan kepada algojo untuk langsung menghukum mati prajurit iru saat itu juga.
kemudian sang raja bertanya kepada prajurit kedua, apakah dia juga akan tetap setia pada kerajaannya, dan menghadapi hukuman mati seperti prajurit pertama, atau menerima tawaran dari sang raja, membocorkan rahasia kekuatan kerajaannya, dan sebagai hadiah, dia akan diangkat sebagai prajurit, dengan pangkat lebih tinggi.
melihat temannya dihukum mati, dan tergiur tawaran dari sang raja, maka prajurit kedua bersedia menerima tawaran dari sang raja. akhirnya ia membocorkan rahasia kerajaannya kepada sanag raja. setelah mengetahui rahasia kelemahan dan kekuatan pihak lawan, maka akhirnya kerajaan tersebut bisa memenangkan peperangan yang sudah berlangsung cukup lama.
setelah itu, tibalah saat si prajurit pembelot itu menerima hadiah yang dijanjikan oleh sang raja. namun sebelum ia diambil sumpahnya sebagai salah seorang petinggi prajurit di kerajaan itu, penasehat raja berbisik pada sang raja, yang intinya, jika prajurit itu pada kerajaannya sendiri ia rela berkhianat, dan membiarkan kerajaannya kalah perang, dan menjadi jajahan, apakah ia akan setia pada kerajaan mereka, maka sang penasehat justru menasehati sang raja agar menghukum mati prajurit pembelot itu, karena sekarang ia sudah tidak dibutuhkan lagi bagi mereka. maka akhirnya prajurit itu pun di hukum mati oleh sang raja. demikianlah kisah dua prajurit itu, kedua-duanya mati, tapi yang satu mati sebagai seorang ksatria, yang setia pada kerajaan dan sumpah prajuritnya, yang kedua mati sebagai seorang pengkhianat.

syahdan, di tubuh Partai Golkar, terjadi penghianatan sehingga jago yang mereka usung kalah total dalam pilpres yang baru lalu, masih menurut petinggi Golkar, para pengkhianat itu rela berkhianat karena tergiur dan haus pada kekuasaan.
mengaca pada kisah kuno tersebut di atas, pengkhianatan memang hal yang lumrah dalam politik, toh tak ada kawan atau lawan yang abadi dalam politik, yang abadi adalah kepentingan.
maka kita berharap, siapapun pengkhianat itu, jika sudah berhasil dilacak oleh tim yang dibentuk oleh pihak Golkar, para otak pengkhianatan itu janganlah sampai bisa masuk ke gerbong kekuasaan, karena terlalu riskan efeknya, bayangkan, kepada partai mereka sendiri saja mereka rela berkhianat, apalagi kepada partai lain, mereka hanya setia pada diri dan kepentingan mereka sendiri.
semoga....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar