sebuah kalimat biasa sebenarnya, karena keluar dari mulut seorang manusia, yang memang ditakdirkan untuk bisa berbicara.
namun menjadi cukup menggelitik manakala kalimat itu keluar dari mulut seorang ketua MA, ya Mahkamah agung, benteng terakhir peradilan bagi para pencari keadilan di negeri ini.
tak sepatutnya memang kalimat seperti itu dikeluarkan, karena ada kesan jumawa, dan tidak mau disalahkan oleh orang lain. padahal kita tentu faham benar, bahwa keputusan yang baru saja dikeluarkan oleh MA, memang kontroversial, sehingga tak selayaknya, ketua MA itu menambah lagi kontroversi dengan mengeluarkan kalimat seperti itu.
http://www.hukumonline.com/detail.asp?id=22696&cl=Berita
http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/18218/putusan-ma-merugikan-sby
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/87344/3/1/MA-Persilakan-Parpol-Mengadu-ke-KY
belum lagi kontroversi tentang putusan MA dan kontroversi ucapan ketua MA berakhir, muncul lagi kehebohan lain, yaitu rumor tentang ketua MK yang dipnaggil menghadap pemenang pilpres.
kita tidak tahu darimana sumber rumor itu, namun yang jelas rumor itu sudah beredar, dan ibarat pepatah, tak ada asap jika tak ada api, maka tentu kita perlu klarifikasi dari para pihak yang bersangkutan tentang kesimpang siuran perihal rumor itu, karena kita tentu tidak mau kemudian ada prasangka yang tidak pada tempatnya dari para pencari keadilan yang sedang dan akan mengadukan dan menyelesaikan masalahnya lewat MK, baik itu para pasangan pilpres perihal kecurangan pilpres, maupun parpol yang dirugikan dengan putusan MA, perihal netralitas dan independensi dari MK, yang sudah sedemikian mati-matian diperjuangkan dan dijaga selama ini.
http://politik.vivanews.com/news/read/78353-istana_bantah_soal_pemanggilan_ketua_mk
http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/28/0337124/mahfud.itu.bohong.besar
kita tunggu aja apa kehebohan dan kontroversi apa lagi yang akan terjadi selanjutnya di negeri kita ini....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar